Stockaholic's Profile

Your Profile Pic

stockaholic


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

[Poll]Anda main saham berdasarkan apa?

pages: 1 2 3 4
33 895 14 Jun, 2009 00:40

Bursa Shanghai Indikasi Reversal?

pages: 1 2
12 393 28 Feb, 2009 02:41

Fenomena AR 10%

pages: 1 2 3 4
35 846 16 Oct, 2008 05:24

Musim Merger, Akuisisi, Backdoor Listing

pages: 1 2 3 4
32 904 30 May, 2007 01:38

ELTY RI-3

pages: 1 2 3 4 ... 6
51 1612 23 Mar, 2007 02:22

Posts

14 Jan, 2007 09:45
Buat bantu2 yang kecantol PGAS. Ada press release disitus pgas: http://www.pgn.co.id/ebhtml/pgnportal/default.php Trus grafik: ada gap di 9200-9600, kalo pake rumus setiap lubang pasti ditutup, ya harap-harap cemas balik ke 9600 spt analisa harian yang bikin heboh dari KZ. Meski timeframenya nggak tau kapan. Saya sendiri kebetulan belon punya jadi tertarik lihat diskon gede-gedean dari barang eksklusif ini. Ada yang mau nemeni saya beli senin? salam
16 Jan, 2007 00:53
Wah, kemaren tidak bisa beli, PGN Suspen. Tapi hari ini suspen mungkin sudah dibuka (kompas). Tapi kelihatannya masih dibayang-bayangi bad news: bayar denda ke pertamina (hayo masih ada siapa lagi, ngacung!)+ target yang direvisi turun akibat SSWJ. Bagaimana dg EMSOP di pebruari nanti? Keduluan bandar smile PGN Bayar Denda JAKARTA, KOMPAS - PT Perusahaan Gas Negara Tbk harus membayar denda kepada Pertamina, terkait keterlambatan komersialisasi pemipaan gas Sumatera Selatan - Jawa Barat. Akibat tidak menyalurkan gas Pertamina selama empat bulan, perseroan harus membayar denda 1,8 juta dollar AS. "Dampak keuangan akibat keterlambatan komersialisasi pemipaan Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) berdasarkan kontrak yakni sistem take or pay adalah pembayaran denda ke Pertamina. Kalau kami tidak bisa mengalirkan 80 persen volume gas dari lapangan Pertamina di Pagardewa, maka sesuai kontrak kami harus membayar 15.000 dollar AS per hari ke Pertamina," kata Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Sutikno, dalam pertemuan dengan analis, Senin (15/11) di Jakarta. Dengan dasar tersebut, denda yang harus dibayarkan untuk tahun 2006, yakni sejak 1 November hingga 31 Desember 2006 sebesar 900.000 dollar AS. "Karena perkiraannya komersialisasi akan mulai Maret 2007, maka untuk tahun 2007 denda yang harus dibayar adalah untuk 2 bulan juga sekitar 900.000 dollar AS," tambahnya. Atas dasar perhitungan itu, total denda yang harus ditanggung PGN mencapai 1,8 juta dollar AS. Namun demikian, Sutikno mengatakan, denda tersebut dibayarkan per tahun, jadi untuk denda 2006 akan dibayar tahun 2007, dan untuk tahun 2007 dibayar pada tahun 2008, setelah ditotal angka setahun. "Sebenarnya, masalah denda dalam pertambangan itu sudah biasa, jadi bukan sesuatu yang luar biasa. Itu sudah terjadi selama 30 tahun PGN beroperasi, jadi tidak perlu dipermasalahkan," ujar Sutikno, tanpa mau memberikan kejelasan apakah itu denda terbesar yang harus dibayarkan selama PGN beroperasi. Sementara itu, untuk gas yang dialirkan dari lapangan Grissik milik ConocoPhillip, PGN tidak terkena penalti. Dalam pertemuan analis tersebut banyak analis yang tidak puas. Pasalnya, masih banyak persoalan yang belum dinyatakan secara gamblang oleh perseroan. Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Lin Che Wei menyatakan, jawaban dari manajemen PGN jauh dari harapan. "Saya tidak mendapatkan jawaban yang jelas, apakah dengan penundaan komersialisasi ini akan mempengaruhi penerimaan. Jawaban manajemen kan selalu pertumbuhannya positif. Tapi sebrapa besar positifnya kan tidak dipaparkan. saya kecewa sekali dengan jawaban PGN," ujar Che Wei. Dia mengatakan, selama ini ekspektasi para analis penerimaan PGN akan meningkat tajam. Namun dengan penundaan proyek pemipaan tersebut ekpektasi terhadap perseroan turun drastis. Pihak PGN hanya memaparkan, prediksi apabila komersialisasi pipa SSWJ bisa dimulai Maret 2007, gas yang disalurkan melalui pipa tersebut hanya sekitar 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Volume gas baru bisa dinaikkan menjadi 170-232 MMSCFD pada Juli 2007. Penyaluran gas baru bisa sepenuhnya pada Januari 2008 dengan percepatan pemasangan kompresor. Manajemen PGN memang mengakui, keterlambatan komersialisasi mengakibatkan penurunan target distribusi volume gas. Awalnya, perseroan menargetkan pertumbuhan distribusi volume gas hingga 132,8 persen yakni dari 338 MMSCFD akhir tahun 2006 menjadi 787 MMSCFD. Namun dengan keterlambatan, pertumbuhannya hanya 64,2 persen menjadi 555 MMSCFD di tahun 2007, itupun dengan usaha terbaik (best effort), atau dengan kata lain skenario terbaik. Selidiki PGN dan broker Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) Erry Firmansyah menyatakan, pihaknya akan menyelidiki pihak PGN maupun broker terkait transaksi ini. "BEJ dan Bapepam akan menyelidiki apakah memang ada informasi yang terlambat disampaikan atau ditutupi-tutupi sehingga emiten melakukan kebohongan publik. Jika terbukti, hukuman terberat adalah pidana," katanya. Berdasarkan kronologi yang diberikan PGN dimana pihak manajemen pada tanggal 18 Desember 2006 baru bisa menyimpulkan adanya keterlambatan yang berdampak pada target komersialisasi, terdapat kejanggalan. Sebab, waktu tersebut hanya hanya 3 hari dari waktu pelepasan saham pemerintah di PGN pada tanggal 15 Desember 2006, sebanyak 185,802 juta saham seri B PGN. "Untuk broker yang akan kami periksa adalah, apakah para broker tersebut telah melakukan analisis yang benar terhadap perseroan. Ini juga harus diselidiki. Kalau untuk pemeriksaan penjamin (underwriter) pelaksanaan divestasi yang menyatakan tidak mengetahui hal ini pada saat pelepasan saham Desember lalu, itu merupakan wewenang Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)," kata Erry. Pada perdagangan kemarin saham PGN dihentikan sementara perdagangannya (suspen) sejak perdagangan sesi I. "Kemungkinan Selasa (16/1) suspensinya sudah dibuka kembali," kata Erry. Ketidakjelasan tentang keterlambatan proyek yang tidak langsung disampaikan kepada publik memicu kepanikan investor yang membuang saham PGN, Jumat pekan lalu. Saham PGN pun anjlok 23,32 persen dalam sehari, dari Rp 9.950 menjadi Rp 7.400 per saham. Pihak manajemen PGN menyangkal telah menyembunyikan informasi ke publik dan melakukaan rekayasa laporan keuangan. (TAV/DOT) Mau beli PGAS hari ini? Lagi mikir ulang. salam
16 Jan, 2007 02:45
Yup, done buy 7850 sell 8200. (Pake TS di SM) Thank you RX Note: kelihatannya PGAS cari titik equilibirium dulu. Bandar Buyback, tapi gak mau mahal-mahal sampai quota 10-20% SS yang kemarin terpenuhi. habis itu mungkin berangkat mengisi kekosongan harga di level 7400-9200 kemarin. Grafik ada bolong diantara 9200-9600 Lihat KZ jualan di TLKM. (disclaimer juga spt pak Halim) salam
16 Jan, 2007 13:16
Pgas memang jadi pertunjukkan seru. Jumat dibikin FEAR dengan turunin 9200 ke 7400 dalam 6 menit saja. Tutupan 7400 diganjal 60.000 lot, siapa berani beli hayo, apalagi yang liat monitor. Dalam 2 hari distribusi informasi menyebar (apalagi ada KSC dan milist2 lain spt kata bung Sonnykus) Yang belum punya spt saya jadi ngiler liat barang ekslusif diobral. Yang sudah punya panik apalagi yang pake marjin. Di level atas dari analis sampai presiden dan DPR turun tangan. Hari ini suspen dibuka dengan pre-op pake DB-F makan diharga 7800 dan ganjelan kirinya 59.000 lot dan kanan tipis. Secara psikologis, bagi yang ragu2 pengen beli jadi berani beli, yang nekat beli langsung nabrak. makanya open langsung 8000. kalo tidak ada fasilitas "spesial" di sekuritas saya utk beli di pre-op pasti saya tidak dapat di 7850 dan sell di 9200. Bagi yang masih pegang mulai muncul optimisme bakal balik ke level 10 ribu dalam 3 bulan. Padahal menurut saya masih ada beberapa kendala: 1. Denda ke pertamina menggerus laba. 2. SSWJ masih belum selesai target bulan maret tapi itu kalo benar-benar selesai, kalo molor -wanlek. 3. Target penjualan yang baru Th 2007 yang dulunya 700-sekian juta kubik sekrg direvisi jadi 555 jtkbk, itupun dalam kondisi yang terbaik. Otomatis harga wajar utk 2007F harus didowngrade. 4. Secara global, harga minyak bumi lagi turun, otomatis harga gas cenderung turun juga. 5. Secara TA (gak pake metode macem-macem, TA feeling aja alias DOW theory) dalam kondisi bearish belum kelihatan tanda2 reversal. 6. Secara BA (belajar dari Embah Irwanto T. dimilisnya) kelihatannya posisi bandar lagi netral nih, setelah habis distribusi barang sejak harga 13.000an sampai short ke 7400, mungkin sekarang bandar lagi isi sedikit muatan. Note: Bandar=Yang pegang duit banyak (Bisa RX, KZ, DB, PD, AI whatever lah, kalo utk saya bukan kodenya tapi pola jual dan belinya, demand and supply, biarpun kodenya PD kalo bisa beli 39ribu lot pasti bukan retail, biarpun kodenya KZ kalo beli 2 lot bisa dianggap sebagai retail - sekedar share cara saya mengamati monitor). jadi kalo melihat sisi negatif ini agak pesimis bisa balik ke 10ribuan dalam tempo cepat. Yang menolong: 1. Kalo proyek SSWJ selesai lebih cepat. 2. Lapkeu kalo bener sesuai target Presdir PGAS tercapai ya gak jelek2 amat. Masih ada sales growth yang cukup besar. 3. Ada EMSOP di 10.500, artinya yang kelola perush. jadi rugi nebus saham 10.500 dipasar misal 8000-an. Jadi musti kerja keras buat kinerja perusahaannya jadi bagus hingga harga dipasar jadi naik sehingga nggak rugi. (EMSOP bulan pebruari, kalo bandar nggak nurunin sekarang pegawai pgas bisa untung banyak, makanya diduluin sama bandar smile ) 4. TA ada bolong di 9200-9600. 5. Likuiditas "hot money" masih tinggi harap2 masuk JSX, dengan asumsi makro ekonomi indo masih ok tahun ini dan country risk ok juga. Kalo melihat alasan yang ini masih ada harapan bagi yang pegang PGAS. BTW, bagaimana dengan besok? Regional asia mulai berkibar bendera merah. Ada yang punya prediksi? Maklum horizon invest-nya harian. salam
17 Jan, 2007 02:16
Bantu supply berita lagi dari bisnis indonesia: Broker saham PGN diperiksa hari ini JAKARTA: Bapepam-LK mulai hari ini memeriksa 12 broker yang terlibat aktif dalam transaksi jual-beli saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang menyebabkan harga saham BUMN itu terjungkal. Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan Arif Baharudin mengatakan untuk melihat pola per-dagangan, sementara ini 12 broker akan diperiksa, tetapi jumlah itu bisa bertambah. "Kami akan memanggil sehari tiga broker yang akan dilakukan dalam empat hari dan dimulai besok . Bapepam-LK juga akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Jakarta dan Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk membantu agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya, kemarin. Dia mengatakan 12 anggota bursa itu merupakan broker jual dan beli baik lokal dan asing beberapa waktu yang lalu dan tidak hanya yang terjadi pada awal bulan ini. Beberapa eksekutif di salah satu broker menambahkan Bapepam-LK meminta data jumlah saham PGN yang dibeli dan dijual. Otoritas pasar modal itu juga meminta identitas investor pada reke-ning pembukaan transaksi saham. "Kami sudah menyiapkan datanya dan tinggal diserahkan ke Bapepam-LK." Berkaitan dengan indikasi adanya insider trading, perdagangan saham dengan memanfaatkan informasi orang dalam, Arif menegaskan bahwa segala kemungkinan akan dipe-riksa dan belum bisa memastikan ka-tegori transaksi yang telah dilakukan belasan pialang tersebut. Direktur Pemeriksaan Bursa Efek Jakarta Justitia Tripurwasani mengatakan pemeriksaan diperluas dengan melihat data transaksi sejak awal tahun yakni 3 Januari, bukan hanya saat aksi jual besar-besaran terjadi pada 12 Januari. Namun, dia menolak menyebutkan identitas para broker tersebut. "Kami akan periksa 12 broker, lokal maupun asing, dengan sampling 50% yang menyumbang transaksi baik jual maupun beli. Karena itu, terlihat ada juga yang overlapping," paparnya. Pemeriksaan, tuturnya, dilakukan terkait kemungkinan adanya praktik insider trading. Perihal periode transaksi yang diperluas semata-mata agar polanya mudah terbaca. "Sore ini , saya baru mau berkoordinasi dengan Bapepam untuk menentukan cakupan pemeriksaan. Tetapi, kalau nanti ada pengam-bilalihan oleh mereka, kami tinggal serahkan data-datanya," kata Justitia. Setelah disuspensi selama satu hari, saham PGN kemarin kembali diperdagangkan dan rebound Rp1.150 menjadi Rp8.550 pada penutupan sore Sementara itu, analis Merrill Lynch & Co Daisy Suryo, Joseph Jacobelli, dan Verdi Budiman dalam riset terba-runya, seperti dikutip Bloomberg, me-mangkas laba PGN 2007 dan 2008 masing-masing 45% dan 30%. Mereka juga memotong harga saham wajar dari Rp12.781 menjadi Rp9.043. Pangkas laba Analis PT ABN Amro Asia Securities Indonesia Aditya Srinath memangkas laba PGN tahun ini 30% dan menurunkan target harga 12 bulan dari Rp12.800 menjadi Rp9.200. Namun, sejumlah analis menilai valuasi saham yang sudah jatuh total sebesar 36% sejak awal tahun itu, masih menarik. Merrill mendongkrak rekomendasi terhadap saham itu dari jual menjadi netral, sedangkan ABN Amro menyarankan beli dari semula tahan. Standard & Poor''s, yang memberikan peringkat B+ untuk PGN dengan prospek positif, kemarin menyatakan penundaan ko-mersialisasi gas tidak memengaruhi peringkat kredit PGN yang empat level di bawah level investasi. "Penundaan diharapkan tidak berdampak material pada peningkatan arus kas yang terjadi setelah penyelesaian jalur pipa baru ini, jika mereka beroperasi sesuai rencananya saat ini," ungkap S&P dalam siaran pers kemarin. Menneg BUMN Sugiharto akan meminta keterangan kepada akuntan publik terkait dengan kejadian penundaan proyek pipanisasi gas Sumatra Selatan-Jawa Barat fase I. Dia mengatakan upaya meminta keterangan terhadap akuntan publik seiring dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Bursa Efek Jakarta maupun Bapepam-LK. (Munir Haikal) (rahayuningsih@bisnis.co.id/pudji.lestari@ bisnis.co.id) pagi ini regional asia kibar bendera merah: Nikkei -131 seoul -16,92 happy trading. salam
18 Jan, 2007 01:33
Menurut saya, mundur 3 bulan bukan berarti: tidak berarti. Masalahnya kepercayaan pasar (terutama FM yang punya hajat), sudah janji pas jatuh tempo mbleset. Apa bisa dipegang janjinya. Hitung2an Future-nya khan bisa mbleset semua. Untuk saat ini otomatis Fair Value di downgrade. Memang masih ada sales growth (itu kata Presdir-nya, iya kalo tidak meleset), tapi sudah tidak sama dengan ekspetasi semula. ya, ini namanya good governance, belum lagi keterbukaan informasinya.Menurut saya yang utama ya ini. Perkiraan saya, kalo misalnya SSWJ selesai pebruari dan di-expose sudah jalan, otomatis harga di pasar akan segera balik ke atas lagi. Lha, kalo yang diumumkan molor lagi? Juga news postingan pak hmin918- twin dagger kata pak hmin918… (Ngomong-ngomong itu tambahan atau sudah dimasukkin ke proyeksi 2007F ya pak hmin918?) salam
24 Jan, 2007 09:26
Rumus kuno: setiap lubang harus di sumpel. Sekarang tinggal pilih enakan lubang yang mana, yang atas apa yang bawah? smile) salam
25 Jan, 2007 01:55
Pgas ada lubang bawah yang lebih sempit dibanding lubang atas, 8850-9000. Kalo pake data yang didownload dari jsx memang tidak kelihatan karena data open sudah ganti pakai prev. close. kalo datanya sudah adjust pake open (di rti keliatan), maka akan keliatan lubangnya. Tgl. 23/01 close di 8850 kemarin 24/01 open di 9000. So, pilih mana, lubang atas apa lubang bawah dulu? salam
26 Jan, 2007 03:29
Mahal tidak mahal, selama duit diinjekkin terus dibursa ya tetep naik. kalo disedot ya kempes. Per-nya khan PER JSX, belom per sektoral, per emiten saham. Masih banyak yang murah. Seperti INKP misalnya (bener khan BEJ? masalahnya encek Ek tjong punja istri 12) kali ini nemu lubang lagi di jsx 1730-1737. Silakan salome. salam
26 Jan, 2007 06:13
Gile baru kali ini tanggal 26 Januari 2007 Sesi I, 15 Saham teraktif MERAH semua, nggak ada satupun yang ijo Surprised ASING NETT SELLING -110 Miliar. Berarti lagi disedot nih? ya kempes dong… salam
01 Feb, 2007 11:23
Lubang bawah sudah tertutup (8850-8900) Lubang atas sukses disumpel (9200-9600) Gimana kalo bikin lubang lagi? :-? salam
01 Feb, 2007 11:30
Inflasi lebih rendah dari desember, export 2006 tertinggi sepanjang sejarah. TLKM, ASII, ANTM masih dipenyet. Tanggal 6 penentuan suku bunga. Sektor property sudah ambil langkah duluan. tapi bisa nebak gak, nyumpel lubang bawah IHSG 1730-1737 pake cara apa? Di genjot cepet, apa maen atas dulu? hehehe… salam

Comments