Serendi's Profile

Your Profile Pic

serendi


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

HOTS bisa run di PDA?

1 152 12 May, 2007 08:54

Ingin Belajajar Trading ETF

1 57 06 Dec, 2005 03:04

Tips & Tricks Online Trading

pages: 1 2 3 4 5
43 3530 11 Apr, 2007 21:20

Posts

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM IJ): The nation''s biggest telephone company may fail to meet a July 15 deadline for submitting its accounts based on U.S. standards to the Securities and Exchange Commission, the company said in a statement on July 1. The company, which received a 15-day extension from the U.S. market regulator for submitting 2004 accounts, needs more time because it is still answering the SEC''s queries on the 2003 report. The shares gained 250 rupiah, or 5 percent, to 5,250. http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=10000080&sid=ad6Owj4jXwZI&refer=asia
20 Jul, 2005 03:12
Controversial Bakrie group completes one of Asia''s most complicated, innovative and unexpected deals of the year. Indonesia''s Bakrie group returned to the international capital markets yesterday (July 19) with a $200 million exchangeable led by JPMorgan. This marks the second time the group has accessed the dollar market in the last month following a $600 million future flow securitization via Merrill Lynch at the end of June. Both deals represent an attempt to bring down the group''s borrowing costs and increase its operational flexibility. More importantly their successful completion signals investors'' willingness to re-enter the darker depths of corporate Indonesia provided the return is high enough. ………. This collateral comprises 4.068 million PT Bumi shares worth $350 million, or 175% of the principal of the bonds based on the stock''s closing share price between July 4 and July 8. These have been placed into an offshore SPV, under the jurisdiction of an international trustee. —– Should the share price rise or drop, the company has an option, or will be forced to either top up or top down the number of shares that back the transaction. For example, if the market value of the collateral falls below 165% of the principal amount of the bonds, the company has top it back up to 175% again within three business days. If it fails to do so, this will be considered an event of default. berita selengkapnya di: http://www.financeasia.com/articles/2EF42FB3-9027-7E17-4BA3CCEBA06BB795.cfm Kira-kira bagaimana pengaruh EB ini thd harga saham BUMI? Krn yg dijaminkan adlh 4.068 juta lembar saham BUMI. Jika harga saham turun, bakrie harus top up sampai nilai collateralnya kembali menjadi 175% dari nilai bond. Apakah ini berarti harga closing 4 - 8 juli tsb menjadi level yg akan dijaga jgn sampai tembus ke bawah ? Mohon tanggapan para pakar
21 Jul, 2005 07:56
Sebenarnya itu salah satu corp action yg cukup positif. Sayangnya entah kenapa smp skrg tidak ada media lokal yg memuatnya. Yg jelas dgn penerbitan exchangable bond tsb, interest cost peruh menjadi lbh rendah. Krn debitur harus mempertahankan nilai jaminan tdk kurang dari 350 jt dlr, maka harga saham di pasar menjadi penting… Kalo gak salah 350 jt dlr itu adlh 4 miliar lebih saham x 820 / 830. Kalau harga saham turun di bawah 820 , tentu kreditur meminta penambahan jlh lembar saham yg dijaminkan.
28 Jul, 2005 02:06
Kamis, 28 Juli 2005 Jakarta (Indofinanz) - Sampai akhir semester I 2005, PT Bumi Resources Tbk telah mengantongi penjualan konsolidasi sebesar Rp6,72 trilyun. Penjualan tersebut menggelembung hingga 61,5% dibandingkan dengan semester I 2005 senilai Rp4,162 trilyun. Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit terlihat beban pokok penjualan juga membengkan namun pertumbuhan penjualan masih lebih besar sehingga pos laba kotor mencetak hasil yang memuaskan sebesar Rp2,819 trilyun dari Rp1,530 trilyun. Bahkan pada pos usaha tercatat hasil yang lebih menggembirakan dengan perolehan laba usaha melonjak lebih dari 2 kali lipat menjadi Rp2,201 trilyun dari Rp1,024 trilyun. Walau ada penambahan beban lain-lain menjadi Rp451,87 milyar dari Rp433,08 milyar namun emiten dengan kode BUMI itu pada semester pertama tahun ini berhasil meraup laba Rp1 triyun atau bertumbuh 179,3% yoy ketimbang semester pertama tahun lalu Rp358,156 milyar. Seiring dengan itu laba bersih per saham juga meningkat jadi Rp51,55 dari Rp18,46 dan ekuitas naik jadi Rp2,163 trilyun dari Rp1,075 trilyun.
04 Aug, 2005 11:17
hari ini dia sampai ke 860… value 97 M!
ada berita apa INDF? kok hr ini diturunin terus
05 Aug, 2005 00:50
bung PT kok tau yg 85 org itu “bung” semuanya?
Para KSCers yang telah pengalaman melakukan online trading, apakah bisa berbagi pengalamannya, mis: - broker mana yg bagus servisnya - kemungkinan kesalahan - costs - ketepatan waktu -dsb Sebelumnya, Thanks atas kesediaan anda !
19 Aug, 2005 09:20
Teman2, apa ada yang bisa mendapatkan info broker2 mana yang paling banyak menampung ASII selama 2 minggu ini?
Emas lagi tinggi2nya, USD juga. Kalau capitalnya dalam rupiah, apa waktunya masuk sekarang?
28 Nov, 2005 12:45
Ini naiknya kenapa ya?
29 Nov, 2005 06:45
Wah, saya senang sih kalo bisa naik terus… Punya barang modal mahal soalnya. Sebetulnya udah pesimis bgt. Suku bunga naik multifinance cost of fund juga naik padahal jualannya fixed rate dari dulu akibatnya margin turun. Inflasi tinggi, gaji tdk banyak naik, alamat banyak potensi macet. Gelappp…. Dulu BII beli dari shareholders lama di harga 500an ya? Kalo gitu naikya gak bisa banyak jg yah..

Comments