Senokuncoro's Profile

Your Profile Pic

Seno Kuncoro


Birth Date : July 19, 1988

Website : http://www.stocom88.blogspot.co.id/

Point : 1260

About me

Economics Enthusiast

Badges

Citizen Journalist
PyoBie
Journalist
Paparazzi
PyoMe
PyoTastic

Articles

Topics

Topic Posts Views Last post

Trade Recommendations

1 17 28 Apr, 2017 00:57

Market Break

1 14 27 Apr, 2017 06:19

Sentimen Pasar

1 15 27 Apr, 2017 02:53

Aksi Emiten

1 18 27 Apr, 2017 02:50

Trade Recommendations

1 20 27 Apr, 2017 01:24

Sentimen Pasar

1 17 26 Apr, 2017 02:40

Trade Recommendations

1 10 26 Apr, 2017 01:17

Market Summary

1 16 25 Apr, 2017 10:11

Market Break

1 14 25 Apr, 2017 06:15

Aksi Emiten

1 27 25 Apr, 2017 02:31

Sentimen Pasar

1 19 25 Apr, 2017 01:57

Trade Recommendations

1 24 25 Apr, 2017 00:57

Posts

03 May, 2017 09:57
Mengakhiri perdagangan saham hari Rabu (3/5),Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin dalam masuk zona merah dibawah 5700. IHSG retreat mendapat tekanan jual yang cukup besar dari investor lokal hingga ditutup dengan pelemahan 0,5 persen pada posisi 5647,37. Di akhir sesi kedua terpantau 74 saham menguat dan 196 saham menguat. Tercatat transaksi yang terjadi sebesar Rp6,3 triliun dari 9 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 267.171 kali. Dukungan modal asing hari ini mencetak net buy Rp242 miliar lebih. Anjloknya IHSG mendapat tekanan jual saham-saham unggulan dengan indeks LQ45 turun 0,5% ke posisi 937, Indeks JII -1,16% ke 727 poin. IDX30 -0,22% ke level 511 poin. Indeks SM Infra18 -1,08% ke level 364 poin. Indeks Sri Kehati -0,59% ke posisi 337 poin. Menurunnya IHSG hari ini dipicu oleh oleh anjloknya 8 sektor yangdipimpin oleh sektor tambang dan infrastruktur dengan anjloknya indeks 2,2% dan 1,3% masing-masing. Untuk 2 sektor yang menguat terpantau paling kuat sektor konsumer dan manufaktur dengan kenaikan indeks 0,9% dan 0,2% masing -masing. Adapun Saham-saham unggulan yang paling kuat mengangkat kedua sektor seperti saham KLBF, GGRM, INDF, dan ICBP. Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah: INDY, SRIL, PBRX, DOID, BUMI, TMPI, PTPP, MEDC, TLKM, MNCN. Diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) esok hari berpotensi menguat tipis jika perdagangan bursa saham global meningkat dan posisi dollar AS semakin tertekan.
04 May, 2017 00:47
KBLI Saham PT KMI Wire Cable Tbk (KBLI) di Rp560. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 17.75%; Price to Earning Ratio (PER): 9.05x; Price to Book Value (PBV): 1.61x; dan Beta: 2.04. Candle membentuk pola tweezer bottom yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp550-560, dengan target harga di level Rp660 dan Rp770. Di lain sisi, support berada di level Rp530. MDRN Saham PT Modern Internasional Tbk (MDRN) di Rp63. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): -19.86%; Price to Earning Ratio (PER): -1.36x; Price to Book Value (PBV): 0.27x; dan Beta: 1.34. Adanya candle yang membentuk bullish spinning top sehingga peluang adanya stimulus beli masih terbuka. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp61-63, dengan target harga di level Rp74, Rp83, Rp97 dan Rp114. Di lain sisi, support berada di level Rp58. ITMG Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) di Rp18.050. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 14.40%; Price to Earning Ratio (PER): 11.89x; Price to Book Value (PBV): 1.76x; dan Beta: 0.34. Adapun harga masih bertahan di antara level psikologis di area Rp17.500-18.350. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp17.500-17.900, dengan target harga di level Rp19.850 dan Rp21.650. Di lain sisi, support berada di level Rp17.400. PGAS Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) di Rp2.340. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 9.60%; Price to Earning Ratio (PER): 14.20x; Price to Book Value (PBV): 1.37x; dan Beta: 1.01. Adapun harga kemungkinan akan menuju ke level psikologis di area Rp2.270-2.310. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp2.270-2.310, dengan target harga di level Rp2.460, Rp2.560, Rp2.860, Rp3.050 dan Rp3.330. Di lain sisi, support berada di level Rp2.200. ICBP Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di Rp8.600. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 19.46%; Price to Earning Ratio (PER): 27.54x; Price to Book Value (PBV): 5.34x; dan Beta: 1.16. Candle membentuk pola bullish pin bar yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp8.550-8.600, dengan target harga di level Rp8.925, Rp9.125 dan Rp9.700. Di lain sisi, support berada di level Rp8.200. GIAA Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Rp352. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 0.80%; Price to Earning Ratio (PER): 85.92x; Price to Book Value (PBV): 0.69x; dan Beta: 0.1. Adapun harga bertahan di atas garis tengah bollinger dan menyentuh garis fibonacci 38,2% sehingga peluang untuk rebound masih terbuka. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp346-352, dengan target harga di level Rp362, Rp374, Rp388, Rp404, Rp428 dan Rp458. Di lain sisi, support berada di level Rp340.
04 May, 2017 00:47
KBLI Saham PT KMI Wire Cable Tbk (KBLI) di Rp560. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 17.75%; Price to Earning Ratio (PER): 9.05x; Price to Book Value (PBV): 1.61x; dan Beta: 2.04. Candle membentuk pola tweezer bottom yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp550-560, dengan target harga di level Rp660 dan Rp770. Di lain sisi, support berada di level Rp530. MDRN Saham PT Modern Internasional Tbk (MDRN) di Rp63. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): -19.86%; Price to Earning Ratio (PER): -1.36x; Price to Book Value (PBV): 0.27x; dan Beta: 1.34. Adanya candle yang membentuk bullish spinning top sehingga peluang adanya stimulus beli masih terbuka. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp61-63, dengan target harga di level Rp74, Rp83, Rp97 dan Rp114. Di lain sisi, support berada di level Rp58. ITMG Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) di Rp18.050. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 14.40%; Price to Earning Ratio (PER): 11.89x; Price to Book Value (PBV): 1.76x; dan Beta: 0.34. Adapun harga masih bertahan di antara level psikologis di area Rp17.500-18.350. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp17.500-17.900, dengan target harga di level Rp19.850 dan Rp21.650. Di lain sisi, support berada di level Rp17.400. PGAS Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) di Rp2.340. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 9.60%; Price to Earning Ratio (PER): 14.20x; Price to Book Value (PBV): 1.37x; dan Beta: 1.01. Adapun harga kemungkinan akan menuju ke level psikologis di area Rp2.270-2.310. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp2.270-2.310, dengan target harga di level Rp2.460, Rp2.560, Rp2.860, Rp3.050 dan Rp3.330. Di lain sisi, support berada di level Rp2.200. ICBP Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di Rp8.600. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 19.46%; Price to Earning Ratio (PER): 27.54x; Price to Book Value (PBV): 5.34x; dan Beta: 1.16. Candle membentuk pola bullish pin bar yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp8.550-8.600, dengan target harga di level Rp8.925, Rp9.125 dan Rp9.700. Di lain sisi, support berada di level Rp8.200. GIAA Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Rp352. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 0.80%; Price to Earning Ratio (PER): 85.92x; Price to Book Value (PBV): 0.69x; dan Beta: 0.1. Adapun harga bertahan di atas garis tengah bollinger dan menyentuh garis fibonacci 38,2% sehingga peluang untuk rebound masih terbuka. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp346-352, dengan target harga di level Rp362, Rp374, Rp388, Rp404, Rp428 dan Rp458. Di lain sisi, support berada di level Rp340.
04 May, 2017 01:05
Emiten Taksi, Kinerja Kuartal I Masih Tertekan. Kinerja emiten taksi regular PT Blue Bird Tbk. dan PT Express Transindo Utama Tbk. terus melanjutkan tren pelemahan pada kuartal pertama tahun ini, meskipun keduanya sudah merintis kerja sama dengan perusahaan aplikasi transportasi. MMI Siapkan KIK-EBA Rp 2 Triliun. Mandiri Manajemen Investasi segera menerbitkan produk perdana dengan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) berbasis sekuritisasi aset jalan tol dengan target penghimpunan dana sebesar Rp2 triliun. Laba Emiten Ritel. MAPI Kinclong, RALS Tertekan. PT Mitra AdiperkasaTbk. mencatatkan raihan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartalI/2017 senilai Rp57,42 miliar, melejit hingga 409% dibandingkan dengan posisi Rp11,28 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. BTN Galang Dana Rp5,5 T dari Pasar Modal. PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) berencana menggalang dana sebesar Rp5,5 triliun dari pasar modal tahun ini. Secara total, BTN membutuhkan dana eksternal sebesar Rp18 triliun sepanjang 2017. (Investor Daily) Antam Matangkan Penjualan Saham Indonesia Chemical Alumina. PT Aneka Tambang Tbk. (Antam/ANTM) masih menjajaki lebih dalam rencana penjualan sebagian saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) kepada mitranya, Showa Denko KK. SIDO Genjot Produksi Tolak Angin. PT Industri Jamu Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 15% di tahun ini. Untuk itu, emiten ini mendorong penambahan kapasitas produksi dan memperkuat penjualan ekspor ke Filipina. Garuda Evaluasi Rute Merugikan. Setelah dua periode kuartal I belakangan mencetak rapor biru, kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. kembali kebakaran. Pada kuartal I 2017, perusahaan pelat merah itu mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih sekitar US$98,49 juta.
04 May, 2017 06:22
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi 1 Kamis siang (04/05) bergerak naik 16,58 poin atau 0,29 persen, pada 5663,95. Pergerakan meningkat IHSG terdukung aksi beli saham investor lokal. Indeks LQ45 +0,01% ke level 940 poin. Indeks JII -0,31% ke 733 poin. IDX30 +0,02% ke level 512 poin. Indeks SM Infra18 -0,68% ke level 365 poin. Indeks Sri Kehati -0,25% ke posisi 338 poin Terpantau siang ini 124 saham menguat, 181 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar Rp4,97 triliun dari 172,96 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 188.631 kali.IHSG siang ini terdukung oleh 6 sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Keuangan yang menguat 1,30 persen.Siang ini aksi profit taking investor asing terjadi. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp 781,52 miliar. Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah: KOBX, SRIL, PTPP, KBLI, BBRI, INDY, MCOR, PBRX, RIMO dan BUMI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi akan bergerak positif dengan aksi bargain hunting berlanjut. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5644-5624, dan kisaran Resistance 5684-5704.
05 May, 2017 00:44
CTRA Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) di Rp1.230. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 5.91%; Price to Earning Ratio (PER): 25.67x; Price to Book Value (PBV): 1.51x; dan Beta: 2.48. Candle membentuk pola bullish engulfing yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp1.170-1.230, dengan target harga di level Rp1.320, Rp1.450 dan Rp1.650. Di lain sisi, support berada di level Rp1.100. INCO Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Rp2.050. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 0.10%; Price to Earning Ratio (PER): 814.67x; Price to Book Value (PBV): 0.85x; dan Beta: 0.62. Candle membentuk pola bullish doji star yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp2.030-2.050, dengan target harga di level Rp2.220, Rp2.360, Rp2.580, Rp2.850 dan Rp3.110. Di lain sisi, support di level Rp2.000. ASII Saham PT Astra International Tbk (ASII) di Rp8.800. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 13.59%; Price to Earning Ratio (PER): 17.57x; Price to Book Value (PBV): 2.39x; dan Beta: 1.42. Candle membentuk pola bullish hammer sehingga peluang untuk rebound terbuka lebar. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp8.700-8.800, dengan target harga di level Rp8.925, Rp9.175 dan Rp9.350. Di lain sisi, support di level Rp8.350. WSKT Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di Rp2.290. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 7.93%; Price to Earning Ratio (PER): 19.15x; Price to Book Value (PBV): 1.52x; dan Beta: 2.14. Candle membentuk pola bullish harami doji star yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp2.270-2.290, dengan target harga di level Rp2.350, Rp2.500, Rp2.740 dan Rp2.860. Di lain sisi, support berada di level Rp2.230. SMGR Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rp8.650. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 14.79%; Price to Earning Ratio (PER): 11.35.x; Price to Book Value (PBV): 1.69x; dan Beta: 1.45. Candle membentuk pola bullish doji star yang mengindikasikan potensi rebound. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp8.600-8.675, dengan target harga di level Rp8.900, Rp9.225 dan Rp9.500. Di lain sisi, support di level Rp8.475. JPFA Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di Rp1.320. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 22.03%; Price to Earning Ratio (PER): 7.37x; Price to Book Value (PBV): 1.63x; dan Beta: 2.62. Adapun indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan oversold dan candle membentuk pola bullish harami doji star yang mengindikasikan potensi rebound. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp1.290-Rp1.310, dengan target harga di level Rp1.475, Rp1.550, Rp1.750, Rp1.975 dan Rp2.050. Di lain sisi, support berada di level Rp1.240.
05 May, 2017 03:00
INDF Akan Emisi Obligasi Rp 2 Triliun PT Indofood Sukses Makmur Tbk.(INDF) akan menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun dengan tenor 5 tahun. Perusahaan ini mendapatkan peringkat AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)., Indofood memiliki obligasi jatuh tempo Rp2 triliun pada 31 Mei 2017. Adapun, PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut. Dari sisi kinerja, pada kuartal pertama tahun ini, INDF mengantongi laba bersih Rp1,2 triliun, atau tumbuh 11% secara tahunan. BWPT Tak Ubah Fokus Bisnis Pasca Perubahan Struktur Pemegang Saham Strategi bisnis PT Eagle High Plantations Tbk.(BWPT) tak banyak berubah kendati ada perubahan struktur pemegang saham usai masuknya The Federal Land Development Authority (Felda). Seperti diketahui, melalui anak usahanya FIC Properti Sdn Bhd (FICP), Felda telah resmi menguasai 37% saham BWPT tersebut. Direktur Utama Eagle High Plantations Nicolaas B. Tirtadinata mengatakan harus ada pemisahan antara operasional perusahaan dengan pemegang saham. Corporate Secretary Eagle High Plantations Deddy Setiadi mengatakan bahwa dengan masuknya Felda, pada tahun ini tidak ada perubahan yang terlalu signifikan pada strategi perseroan ke depan. Sementara itu, Komisaris Eagle High Plantations Andrew Haryono mengatakan perseroan sangat bersemangat dengan masuknya Felda. Pasalnya, salah satu keunggulan Felda berkaitan dengan pupuk. Oleh karena itu, dia berharap dengan kerja sama tersebut bisa memaksimalkan sinergi perseroan dengan Felda. Jobi Menjadi Pemimpin PGAS Yang Baru PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.(PGAS) memutuskan melakukan pergantian direktur utama perseroan. Kementerian BUMN menunjuk Jobi Triananda Hasjim sebagai Direktur Utama PGN menggantikan Hendi Prio Santoso. Jobi yang saat ini masih memimpin PT Rekayasa Industri, pernah menjabat sebagai direktur di PGN. Seperti diketahui, Hendi telah menjabat sebagai direksi PGN sejak 2007 di mana sebelumnya memegang jabatan direktur keuangan (2007-200smile dan kemudian direktur utama (2008-sekarang, Mei 2017). Sebagai gambaran, pengangkatan direksi BUMN diatur secara khusus di UU No. 19/2003 tentang BUMN, terutama di pasal 16-18. Masa jabatan direksi ditetapkan selama 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 kali masa jabatan. Pengangkatan itu dilakukan oleh RUPS. Dengan kata lain, masa jabatan direksi BUMN dipatok selama 10 tahun. Dalam perkembangan lain, dividen PGAS ini terus turun dalam beberapa tahun terakhir seiring penurunan kinerja perusahaan yang tertekan akibat perlambatan permintaan dari industri. WSKT Mulai Tawarkan Jalan Tol Sebagai Langkah Divestasi Usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.(WSKT), menawarkan ruas jalan tol yang dimiliki dan dikembangkan oleh perusahaan kepada investor sebagai bagian dari divestasi usaha. Direktur Utama Waskita Karya M.Choliq mengatakan, perusahaan sekuritas PT Danareksa Sekuritas dan PT BNI Securities merupakan pihak yang menawarkan jalan tol tersebut kepada investor. Pada saat ini, terdapat 17 ruas yang ditawarkan. Sejauh ini, Choliq me ngaku belum mengeta hui ruas mana yang akan dilepas. Choliq mengatakan, Waskita Karya adalah pengembang jalan tol yang membeli, mengembangkan, dan kemudian menjual lagi jalan tol tersebut. Sebagian besar proyek yang dikerjakan oleh emiten berkode saham WSKT itu adalah jalan tol. MEDC Siapkan Dua Aksi Korporasi PT Medco Energi Internasional Tbk.(MEDC) berencana melakukan dua aksi korporasi pada tahun ini yakni pemecahan nilai nominal saham 4 berbanding 1 dan penerbitan rights issue. Perseroan telah menyampaikan agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2017 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham untuk menyetujui pemecahan nilai saham (stock split) 4 berbanding 1. MEDC juga tengah melakukan finalisasi rencana rights issue yang akan diajukan kepada OJK. Rencana rights issue tersebut telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada September 2016 MTLA Tambah Lima Proyek Tahun Ini PT Metropolitan Land Tbk.(MTLA) berencana mengembangkan lima proyek baru sepanjang tahun ini menimbang prospek bisnis properti yang semakin membaik. Manajemen perseroan mengungkapkan, hingga akhir 2016 perseroan telah memiliki tujuh proyek residensial dan sembilan proyek komersial yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel berbintang, serta properti strata title. Perseroan melihat prospek industri properti pada tahun ini cukup positif untuk melakukan langkah ekspansi besar. Oleh karena itu, perseroan percaya diri untuk meluncurkan sedikitnya lima proyek baru. Proyek pertama yang dibangun yakni Kaliana Apartemen yang merupakan apartemen pertama di kawasan komersial Metland Urban City di Metland Transyogi, Cileungsi. Proyek ini telah diluncurkan dan mulai dibangun sejak Januari 2017. Proyek ini akan terdiri atas empat menara apartemen, dengan nilai investasi menara pertama tahun ini Rp178 miliar. Menara pertama apartemen akan memuat 532 unit. Selain itu, perseroan juga memasarkan 7 unit komersial dengan konsep WOHO atau work of- fi ce home offi ce yang diadaptasi dari Singapura CITA Bakal Cari Dana di Pasar Modal PT Cita Mineral Investindo Tbk.(CITA) mengincar pendanaan untuk ekspansi pembangunan refinery alumina di Ketapang, Kalimantan Barat dari pasar modal, mengingat pendanaan selama ini dari perbankan dinilai mahal. Rencana tersebut terungkap dalam laporan tahunan emiten berkode saham CITA tersebut yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (2/5). Dalam laporan tersebut, manajemen mengungkapkan industri hilir aluminium tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan industri hulu. Hal ini terkait erat dengan kurangnya insentif dari pemerintah dari sisi fiskal atau insentif lainnya yang dapat mendukung investor untuk menanamkan modalnya di pengolahan smelter grade alumina (SGA). Kondisi itu juga dialami oleh CITA sehingga untuk pembangunan pabrik pemurnian SGA, perseroan harus mengandalkan pendanaan yang mahal. Adapun, berbekal pendanaan perbankan, perseroan mulai membangun fasilitas produksi SGA sejak 2013 dan merampungkan pada tahun lalu dengan kapasitas 1 juta ton
05 May, 2017 10:04
Pada penutupan perdagangan Jumat sore (05/05), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik 0,25 persen pada 5683,38. Sedangkan indeks LQ 45 berakhir naik 0,32 persen pada 945,97, Indeks JII -0,22% ke 728 poin. IDX30 +0,35% ke level 516 poin. Indeks SM Infra18 -0,10% ke level 365 poin. Indeks Sri Kehati +0,05% ke posisi 340 poin.. Penguatan IHSG terdorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama. Pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia meningkat pada kuartal pertama, didukung oleh kenaikan harga beberapa komoditas ekspor nasional, demikian data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menunjukkan pada hari Jumat (05/05). Perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini tumbuh 5,01 persen secara tahunan di bulan Januari-Maret, di atas laju 4,94 persen kuartal keempat. Jajak pendapat Reuters memperkirakan tingkat pertumbuhan 5,00 persen. Sore ini terpantau 161 saham menguat dan 177 saham melemah. Transaksi saham terjadi sebanyak 102,42 juta saham dengan nilai nominal Rp.8,59 triliun, dengan frekuensi sebanyak 422,912 kali.Sore ini IHSG terdukung oleh 7 sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Property yang meningkat 1,28 persen.Sore ini terjadi aksi bargain hunting investor asing. Terpantau dana asing yang masuk pasar modal mencapai net Rp691,50 miliar. Mata uang Rupiah melemah sore ini. Pasangan kurs USDIDR menguat 0,02 persen pada 13,330. Untuk minggu ini, IHSG berakhir datar, turun tipis 0,03 persen. Kenaikan di akhir pekan ini mengurangi kerugian IHSG, yang sebagian besar tergerus aksi profit taking investor lokal. Diperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG akan bergerak naik jika penguatan bursa Wall Street terjadi. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 5663-5643, dan kisaran Resistance 5703-5723.
08 May, 2017 01:03
GIAA Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Rp344. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 0.80%; Price to Earnings Ratio (PER): 81.15x; Price to Book Value (PBV): 0.65x; dan Beta: 0.11/ Secara teknikal, terdapat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp340-344, dengan target harga di level Rp362, Rp374, Rp388, Rp404, Rp428 dan Rp458. Di lain sisi, support di level Rp320. MPPA Saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) di Rp865. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 1.58%; Price to Earnings Ratio (PER): 123.42x; Price to Book Value (PBV): 1.95x; dan Beta: 1.81. Tren membentuk formasi falling wedge dan candle membentuk pola bullish spinning top. Hal tersebut mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada level Rp850-860, dengan target harga di level Rp970 dan Rp1.085. Di lain sisi, support di level Rp2.000. PTPP Saham PT Pembangunan Peruamahan (Persero) Tbk (PTPP) di Rp2.980. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 9.48%; Price to Earnings Ratio (PER): 17.15x; Price to Book Value (PBV): 1.63x; dan Beta: 1.57. Candle membentuk pola bullish engulfing line yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level Rp2.900-2.980, dengan target harga di level Rp3.170, Rp3.510, Rp3.630 dan Rp3.810. Di lain sisi, support di level Rp2.690. PPRO Saham PT PP Properti Tbk (PPRO) di Rp244. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 12.31%; Price to Earnings Ratio (PER): 9.50x; Price to Book Value (PBV): 1.17x; dan Beta: N/A. Candle membentuk pola tweezer bottom yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli sehingga potensi rebound akan terbentuk. Rekomendasi “Akumulasi Beli” pada level Rp240-244, dengan target harga di level Rp272, Rp302, Rp356 dan Rp374. Di lain sisi, support di level Rp230. WTON Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) di Rp710. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 10.94%; Price to Earnings Ratio (PER): 23.00x; Price to Book Value (PBV): 2.52x; dan Beta: N/A. Secara teknikal, candle membentuk pola tweezer bottom yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli sehingga potensi rebound akan terbentuk. Rekomendasi “Buy on Weakness” pada level Rp690-700, dengan target harga di level Rp750, Rp805 dan Rp825. Di lain sisi, support berada di level Rp665. MYOR Saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH) di Rp2.180. Secara fundamental, Return on Equity (RoE): 11.89%; Price to Earnings Ratio (PER): 8.20x; Price to Book Value (PBV): 0.98x; dan Beta: 1.19. Terdapat pola shooting star candle sehingga mengindikasikan adanya potensi tekanan jual. Rekomendasi “Sell on Strength” pada level Rp2.200-2.220 dengan target harga di level level Rp2.140 dan Rp2.060. Di lain sisi, resistance di level Rp2.250 dan Rp2.340.
08 May, 2017 03:21
Megapolitan Development (EMDE) Emiten properti PT Megapolitan Development Tbk. memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun ini sekitar 10% hingga 15% dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Soechi Lines (SOCI) Emiten pelayaran PT Soechi Lines Tbk. pada tahun ini menargetkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortiasasi (EBITDA) dapat mencapai antara US$60 juta hingga US$66 juta. Indofood Sukses Makmur (INDF) PT Indofood Sukses Makmur Tbk. akan merilis surat utang. Nilai emisi surat utang bertajuk Obligasi Indofood Sukses Makmur VIII Tahun 2017 ini mencapai Tp2 triliun dengan tenor lima tahun. Surya Semesta Internusa (SSIA) PT Surya Semesta Internusa Tbk. belum menentukan skema pelunasan obligasi Rp550 miliar yang jatuh tempo pada 6 November 2017, apakah dengan penerbitan obligasi baru atau pelunasan dengan menggunakan kas internal. Sariguna Primatirta (CLEO) PT Sariguna Primatirta Tbk. berencana menambah dua pabrrik baru. Pabrik milik emiten kelima di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 ini masing-masing dibangun di Ungaran, Jawa Tengah, dan Kendari, Sulawesi Tenggara. Medco Energi Internasional (MEDC) PT Medco Energi Internasional Tbk. bakan memecah nilai nominal saham aliasstock split.Rasiostock splititu empat berbanding satu. Dengan kata lain, nominal saham MEDC yang sebelumnya Rp100 per saham akan jadi Rp25. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk masih menanggun kerugian yang sangat besar pada 2016 lalu. Penjualan bersih emiten perkebunan ini longsor 29,4% jadi Rp1,5 triliun ketimbang pencapaian di 2015.
08 May, 2017 10:18
IHSG berakhir naik 0,3% ke 5.700 pada perdagangan Senin (8/5/2017). Indeks mengalami net foriegn buy hingga Rp1,1 triliun. Volume perdagangan mencapai 8,3 miliar saham senilai Rp8,3 triliun. Pada perdagangan awal pekan ini tercatat 179 saham menguat, 154 saham melemah dan 93 saham tidak mengalami perubahan. Indeks sempat menyentuh level 5.727 di akhir sesi I. Namun pada awal sesi II, indeks mengalami tekanan hingga akhir perdagangan. Indeks LQ45 naik 0,3 persen, indeks JII naik 0,6%, indeks ISSI menguat 0,4%, indeks SMInfra18 naik 0,5% dan IDX30 naik 0,2%.Indeks konsumer memimpin pelemahan dengan turun 1 persen. Sedangkan saham sektor aneka industri mempimpin penguatan dengan naik 1,2 persen. Saham yang menguat seperti saham BRPT naik 8,9% ke Rp 3.410, saham BBTN naik 4,2 persen ke Rp 2.440, saham ADRO naik 3,5% ke Rp 1.615, saham LSIP naik 4,7% ke Rp 1.445, saham UNTR naik 3,3 persen ke Rp 25.900, saham JSMR naik 2,1 persen ke Rp 4.840, saham BBRI naik 1,2% ke Rp 14.100. Untuk saham yang melemah seperti saham INDY turun 7,1% ke Rp1.170, saham MEDC turun 4,3% ke Rp 2.420, saham HMSP turun 3,08% ke Rp 3.780, saham GGRM turun 1,9% ke Rp 70.000.
09 May, 2017 05:43
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi 1 Selasa siang (09/05) bergerak turun 3,89 poin atau 0,07 persen, pada 5703,97. Pergerakan turun IHSG terganjal anjloknya sektor pertambangan. Indeks LQ45 -0,07% ke level 948 poin. Indeks JII -0,49% ke 728 poin. IDX30 +0,02% ke level 518 poin. Indeks SM Infra18 -0,48% ke level 365 poin. Indeks Sri Kehati +0,06% ke posisi 343 poin. Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah: SRIL, BNLI, TIRT, BBCA, BUMI, UNTR,BBRI, BRPT, INDY, dan AGRO. Terpantau siang ini 131 saham menguat, 181 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar Rp3,58 triliun dari 86,19 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 167.891 kali.IHSG siang ini tertekan oleh 6 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Pertambangan yang anjlok 2,46 persen.Namun siang ini aksi bargain hunting investor asing masih terjadi. Terpantau dana asing yang masuk pasar modal mencapai net Rp 337,38 miliar. Mata uang Rupiah siang ini melemah. Pasangan kurs USDIDR melemah -0,3 persen pada 13,335. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi akan bergerak positif dengan menguatnya mata uang Rupiah. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5684-5664, dan kisaran Resistance 5724-5744.

Comments