Sahamhitam's Profile

Your Profile Pic

sahamhitam


Birth Date : -

Website : -

Point : 4

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Saham BMRI bisa jeblok akibat maraknya Krdit Macet /Bodong

Sticky pages: 1 2 3
30 67 14 Jun, 2022 16:33

Posts

https://www.indopos.co.id/index.php/read/2018/04/04/133524/kasus-kebobolan-rp-14-triliun-seharusnya-bank-mandiri-bisa-tekan-risiko Namun, Adi tidak memungkiri jika pengembangan kasus ini dapat menyasar kepada pihak Bank Mandiri Pusat. Sebab, sejauh ini, pihaknya baru menyentuh pihak Bank Mandiri Cabang Bandung dan PT TAB. Ini sesuai penetapan dan penahanan tersangka dari Bank Mandiri Cabang Bandung antara lain Surya Baruna Semenguk, commercial banking manager; Frans Eduard Zandra, relationship manager; dan Teguh Kartika Wibowo, senior credit risk manager. Selain itu, Totok Sugiharto, head of commercial banking dan Purwito Wahyono, head of wholesale credit. Sedangkan dari PT TAB, tersangka adalah Rony Tedi, direktur dan Juventius, head of accounting. "Itu nanti bicara mekanisme kerja, yang jelas ini operasional di lapangan. Kegiatan secara administrasi iya, tapi ketika bicara di sisi lain tergantung fakta penyidikan yang berkembang nantinya," tandas Adi. #Kejagung Periksa Direksi Bank Mandiri Jangan Takut Dan Ragu ,Lama Amat Masa Nyidik Kasus sampe 3 tahun belum dihadirkan ke Meja Hijau ...Ada apa nih yeee#
https://www.indopos.co.id/index.php/read/2018/04/04/133524/kasus-kebobolan-rp-14-triliun-seharusnya-bank-mandiri-bisa-tekan-risiko Namun, Adi tidak memungkiri jika pengembangan kasus ini dapat menyasar kepada pihak Bank Mandiri Pusat. Sebab, sejauh ini, pihaknya baru menyentuh pihak Bank Mandiri Cabang Bandung dan PT TAB. Ini sesuai penetapan dan penahanan tersangka dari Bank Mandiri Cabang Bandung antara lain Surya Baruna Semenguk, commercial banking manager; Frans Eduard Zandra, relationship manager; dan Teguh Kartika Wibowo, senior credit risk manager. Selain itu, Totok Sugiharto, head of commercial banking dan Purwito Wahyono, head of wholesale credit. Sedangkan dari PT TAB, tersangka adalah Rony Tedi, direktur dan Juventius, head of accounting. "Itu nanti bicara mekanisme kerja, yang jelas ini operasional di lapangan. Kegiatan secara administrasi iya, tapi ketika bicara di sisi lain tergantung fakta penyidikan yang berkembang nantinya," tandas Adi. #Kejagung Periksa Direksi Bank Mandiri Jangan Takut Dan Ragu ,Lama Amat Masa Nyidik Kasus sampe 3 tahun belum dihadirkan ke Meja Hijau ...Ada apa nih yeee#
http://ekbis.rmol.co/read/2018/04/06/334262/Rp-2,94-Triliun-Berpotensi-Raib,-Usut-Direksi-Bank-Mandiri!- Penegak hukum diminta segera memeriksa direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Audit BPK menyebut pemberian kredit Rp 2,94 triliun kepada lima kreditur oleh bank pelat merah itu kurang menerapkan prinsip kehati-hatian, berpotensi macet dan merugikan keuangan negara.
http://www.bisnissyariah.co.id/2018/04/rp-294-triliun-berpotensi-raib-usut-direksi-bank-mandiri-38599 Bisnis Syariah – Penegak hukum diminta segera memeriksa direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Audit BPK menyebut pemberian kredit Rp 2,94 triliun kepada lima kreditur oleh bank pelat merah itu kurang menerapkan prinsip kehati-hatian, berpotensi macet dan merugikan keuangan negara. “Segera periksa direksi Bank Mandiri yang saat ini menjabat maupun yang sudah mantan, yang mengambil kebijakan pengucuran kredit ini,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (6/4). Piutang berpotensi tak tertagih Bank Mandiri dari lima kreditur senilai Rp 2,94 triliun tercatat dalam dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017. Lima kreditur tersebut yakni PT TAB, PT AMBE, PT RA, PT CSI dan PT PI. Jika penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polri lambat bertindak, Arief khawatir para debitur tersebut keburu kabur. Karena itulah kata Arief lagi, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum. “Selain terhadap Bank Mandiri, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada lima debiturnya,” papar Arief. Di sisi lain Arief mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno harus segera mengelar RUPS Luar Biasa untuk meminta pertanggungjawaban Direksi Bank Mandiri atas temuan BPK ini. “Bila perlu copot semua direksi sebab jangan-jangan banyak juga pemberian kredit bodong yang macet di Bank Mandiri,” katanya.[dem]
http://www.bisnissyariah.co.id/2018/04/rp-294-triliun-berpotensi-raib-usut-direksi-bank-mandiri-38599 Bisnis Syariah – Penegak hukum diminta segera memeriksa direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Audit BPK menyebut pemberian kredit Rp 2,94 triliun kepada lima kreditur oleh bank pelat merah itu kurang menerapkan prinsip kehati-hatian, berpotensi macet dan merugikan keuangan negara. “Segera periksa direksi Bank Mandiri yang saat ini menjabat maupun yang sudah mantan, yang mengambil kebijakan pengucuran kredit ini,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (6/4). Piutang berpotensi tak tertagih Bank Mandiri dari lima kreditur senilai Rp 2,94 triliun tercatat dalam dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017. Lima kreditur tersebut yakni PT TAB, PT AMBE, PT RA, PT CSI dan PT PI. Jika penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polri lambat bertindak, Arief khawatir para debitur tersebut keburu kabur. Karena itulah kata Arief lagi, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum. “Selain terhadap Bank Mandiri, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada lima debiturnya,” papar Arief. Di sisi lain Arief mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno harus segera mengelar RUPS Luar Biasa untuk meminta pertanggungjawaban Direksi Bank Mandiri atas temuan BPK ini. “Bila perlu copot semua direksi sebab jangan-jangan banyak juga pemberian kredit bodong yang macet di Bank Mandiri,” katanya.[dem]
http://www.bisnissyariah.co.id/2018/04/rp-294-triliun-berpotensi-raib-usut-direksi-bank-mandiri-38599 Bisnis Syariah – Penegak hukum diminta segera memeriksa direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Audit BPK menyebut pemberian kredit Rp 2,94 triliun kepada lima kreditur oleh bank pelat merah itu kurang menerapkan prinsip kehati-hatian, berpotensi macet dan merugikan keuangan negara. “Segera periksa direksi Bank Mandiri yang saat ini menjabat maupun yang sudah mantan, yang mengambil kebijakan pengucuran kredit ini,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (6/4). Piutang berpotensi tak tertagih Bank Mandiri dari lima kreditur senilai Rp 2,94 triliun tercatat dalam dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017. Lima kreditur tersebut yakni PT TAB, PT AMBE, PT RA, PT CSI dan PT PI. Jika penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polri lambat bertindak, Arief khawatir para debitur tersebut keburu kabur. Karena itulah kata Arief lagi, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum. “Selain terhadap Bank Mandiri, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada lima debiturnya,” papar Arief. Di sisi lain Arief mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno harus segera mengelar RUPS Luar Biasa untuk meminta pertanggungjawaban Direksi Bank Mandiri atas temuan BPK ini. “Bila perlu copot semua direksi sebab jangan-jangan banyak juga pemberian kredit bodong yang macet di Bank Mandiri,” katanya.[dem]
http://www.bisnissyariah.co.id/2018/04/rp-294-triliun-berpotensi-raib-usut-direksi-bank-mandiri-38599 Bisnis Syariah – Penegak hukum diminta segera memeriksa direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Audit BPK menyebut pemberian kredit Rp 2,94 triliun kepada lima kreditur oleh bank pelat merah itu kurang menerapkan prinsip kehati-hatian, berpotensi macet dan merugikan keuangan negara. “Segera periksa direksi Bank Mandiri yang saat ini menjabat maupun yang sudah mantan, yang mengambil kebijakan pengucuran kredit ini,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (6/4). Piutang berpotensi tak tertagih Bank Mandiri dari lima kreditur senilai Rp 2,94 triliun tercatat dalam dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017. Lima kreditur tersebut yakni PT TAB, PT AMBE, PT RA, PT CSI dan PT PI. Jika penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan dan Polri lambat bertindak, Arief khawatir para debitur tersebut keburu kabur. Karena itulah kata Arief lagi, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum. “Selain terhadap Bank Mandiri, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada lima debiturnya,” papar Arief. Di sisi lain Arief mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno harus segera mengelar RUPS Luar Biasa untuk meminta pertanggungjawaban Direksi Bank Mandiri atas temuan BPK ini. “Bila perlu copot semua direksi sebab jangan-jangan banyak juga pemberian kredit bodong yang macet di Bank Mandiri,” katanya.[dem]

Comments