Nokiasam1's Profile

Your Profile Pic

nokiasam1


Birth Date : -

Website : -

Point : 3919

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points
3000 Points

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Menyibak dan membongkar rahasia Big Player

 Closed
0 110 08 Dec, 2014 04:42

TEKNIKAL ANALYSIS

 Closed
0 663 08 Dec, 2014 04:42

TEKNIKAL ANALYSIS

 Closed
0 288 08 Dec, 2014 04:42

saham pilihan moderator 2012

pages: 1 2
17 131 06 Oct, 2013 16:30

What buddha taught....

pages: 1 2 3 4 ... 16
153 1566 30 Sep, 2013 04:14

KISAH DAN CERITA YANG MEMOTIVASI - EDISI 2

pages: 1 2 3 4 ... 17
166 2349 24 May, 2019 09:19

PASCA ERA turunnya Rating Obligasi USA

pages: 1 2 3 4 ... 8
71 2111 22 Sep, 2011 08:00

Mengatasi kolesterol

pages: 1 2
15 183 06 Jul, 2011 23:46

The Legend of Ajahn Mun

pages: 1 2 3 4
38 321 05 Jun, 2011 15:25

Harga Nasi Bungkus mulai naik

pages: 1 2 3 4 ... 13
126 1499 24 Nov, 2011 08:00

SAHAM PILIHAN MODERATOR UNTUK TAHUN 2011

pages: 1 2 3 4 ... 10
96 749 03 May, 2012 03:18

HAL HAL YANG MEMBANGGAKAN BANGSA INDONESIA

pages: 1 2 3 4 ... 27
266 3287 30 Dec, 2018 04:18

Posts

Kenaikan BBM yang mengejutkan besarannya akhirnya menghasilkan Inflasi yang besarnya juga sangat mengejutkan. BI terpaksa menaikkan suku bunganya………… Betul bahwa suku bunga yang tinggi akan memukul dunia usaha………. Tapi di setiap krisis selalu ada peluang………. Di tengah tingginya Inflasi dan suku bunga tinggi…….. Carilah saham dengan DER rendah………. Di samping DER rendah, carilah saham yang produknya tidak tergantung suku bunga atau dipasarkan dengan pembiayaan suku bunga….. Untuk itu hindari saham otomotif, perbankan ataupun Properti yang sangat tergantung pada suku bunga…….. Ada beberapa saham yang DER-nya sangat rendah di BEJ……. Rajin membagikan Dividen yang besar……… Dan tidak tergantung kepada suku bunga…… Dan bagusnya beberapa saham tersebut sudah sangat terdiskon Selamat mencari dan berinvestasi……
17 Nov, 2005 11:41
482/oz………Rph 155.000,-/gr utk 99%
18 Nov, 2005 10:28
Yang saya dengar sih 20.000,-………
Bagi yang menyimak thread ini, tentunya dah cuan 20% dalam waktu ga sampai seminggu sejak thread ini dibuat. Hanya satu yang menebak dengan betul……… Bung Setiaman, Jangan lupa ajak makan ya……… Tetapi Bukan hanya INCO aja……… INCO hanyalah satu di antara sekian saham yang ada……… Bagi yang jeli, silahkan mencari terus: DER RENDAH, DIVIDEN BESAR, TELAH TERDISKON SANGAT BESAR, TIDAK TERGANTUNG KEPADA PEMBIAYAAN SUKU BUNGA ATAS PRODUKNYA…….. Saya berikan salah satu saham yang memenuhi kriteria di atas: HURUF AWALNYA: T…. SILAHKAN MENEBAK DAN SELAMAT BERINVESTASI
Maksudnya TINS? TINS GA MEMENUHI KRITERIA DI ATAS.
SELAIN DER RENDAH,RAJIN BAGI DIVIDEN, TDK TERGANTUNG KEPADA SUKU BUNGA ATAS PRODUKNYA, NPM-NYA JUGA MESTI TINGGI. NPM= NETT PROFIT MARGIN TMAS TIDAK MEMENUHI SYARAT TERSEBUT DI ATAS…………. DAN TMAS TIDAK TERDISKON BESAR………… SEBAGAI INFO LEBIH LANJUT: PRODUKNYA DIBUTUHKAN SETIAP ORANG………. DAN SALESNYA MENUNJUKKAN KENAIKAN BERARTI TIAP TAHUN KE TAHUN…. DEMIKIAN JUGA LABA BERSIHNYA SELAMAT MENCARI DAN SELAMAT BERINVESTASI
Untuk sektor perbankan, memang DER-nya tinggi. Kalo DER rendah sih, bukan bank namanya dong…….. Untuk perbankan, saya tidak menilai dari segi DER… Untuk diperhatikan, pembelian saham perbankan bukan hanya berdasarkan indikator DER saja. Yang pasti, selagi suku bunga kemungkinan masih akan naik terus oleh karena inflasi, dan aturan pemenuhan GWM yang ditetapkan oleh BI kepada BANK, saya tidak melihat sektor Bank sebagai sektor yang menarik lagi. Bank sekarang jor-joran berlomba memberikan bonus, memberikan hadiah……Untuk yang punya 1M aja diberikan 2 juta, selain itu diberikan suku bunga sampai maksimal penjaminan. Semuanya kan akan memakan laba pada akhirnya? Sementara kredit yang dilempar tidak ada…….Siapa yang mau makan itu kredit dengan suku bunga pinjaman begitu tinggi? Lagian bank terlalu sibuk untuk mengurus GWM-nya daripada kredit. Oleh karena itu Q4 2005, sektor perbankan akan saya hindari tetapi bukan selamanya…….smile smile Kalo ada bank bagus, dan PBV < 1, kenapa ga berani masuk ?? smile Kalo BCA di diskon dgn PBV < 1, masa anda ga tertarik? smile smile Di Index yang paling bearish sekalipun, tetap aja ada saham yang naik. Di Index yang ter-bullish sekalipun, tetap aja ada saham yang turun….. Kalo saya menulis, hindari saham yang produknya tergantung kepada pembiayaan suku bunga, apakah seluruh sektor properti sahamnya mesti turun? Yang main saham itu kan ga satu dua orang aja? Ada lebih kurang 60.000 nasabah di BEJ yang pola pandangnya semua berbeda-beda……Pola pandang yang berbeda ini yang membentuk harga saham. Dan di Indonesia, faktor perbandaran perlu diperhatikan. Jadi kalo ditanya kepada saya, kenapa saham dengan DER tinggi bisa naik, saya harap ulasan saya di atas bisa memberikan penjelasan. ———————————————————————————————————- HARAP topik ini dipersempit dan difokuskan kepada saham yang bisa memberikan gain di saat tingginya inflasi dan suku bunga……..Trims.
29 Dec, 2005 13:00
To the point aja………… Gimana menurut pendapat rekan ksc mengenai kondisi ekonomi Indonesia tahun 2006 dan kondisi Global perekonom
29 Dec, 2005 13:03
IHSG di tahun 2005 tercatat sebagai yang tertinggi di Asean? Akankah berlanjut kembali di tahun 2006?
29 Dec, 2005 13:13
Kalo saya pribadi, melihat tahun 2006 harga komoditi bakal melambung terus. Alasannya: LOW SUPPLY……………… Sementara demand very high…. Dan investasi yang sangat kurang selama 10 tahun terakhir praktis akan membuat harga komoditi melambung…… Tahun 1940-1950, harga komoditi mencapai kejayaannya… Akankah tahun 2006 menemukan kejayaannya kembali?
29 Dec, 2005 13:18
Hasil Survai Bloomberg \r\nHarga Minyak Diporkas $ 60/Barel dalam Q-I 2006 \r\n\r\nNew York, Rabu\r\n\r\nHarga minyak futures New York rata-rata akan berkisar $60 per barel dalam kuartal pertama (Q-I) 2006, sekitar $2 lebih tinggi dari sekarang, demikian menurut porkas harga tengah dari 25 analis yang disurvai oleh Bloomberg. Harga akan berkisar rata-rata $58 selama 2006, survey itu menunjukkan.\r\n\r\nPara analis Wall Street sudah menyerah, takkan menghimbau lagi agar harga minyak bisa lebih rendah setelah salah memprediksi kenaikan harga minyak selama empat tahun terakhir.\r\n\r\n“Tahun depan, kita akan melihat berkelanjutannya pasar yang sangat ketat, yang rentan terhadap goncangan dan gangguan pasokan,” kata Kevin Norrish, direktur riset komoditi untuk Barclays Capital di London. Porkas Norrish dan rekannya Paul Horsnell untuk harga-harga tahun lalu adalah yang paling akurat.\r\n\r\nHarga minyak rata-rata $56,67 tahun ini, $15 lebih tinggi dari tahun 2004 dan yang tertinggi dalam dua dasawarsa pada perdagangan di New York. Harga minyak mentah sempat menyentuh rekor tertinggi $70,85 tahun 2005, sehingga mengganggu terhadap belanja konsumen dan memecahkan rekor keuntungan industri perminyakan.\r\n\r\nAnalis Credit Suisse First Boston mengatakan, perusahaan perminyakan Exxon Mobil Corp, BP Plc, Royal Dutch Shell Plc, Chevron Corp dan Total SA kemungkinan akan meraih pendapatan $108 milyar tahun ini, seukuran anggaran ekonomi Venezuela. \r\n\r\nHarga minyak futures mencapai lebih tiga kali lipat sejak November 2001 karena naiknya permintaan, terutama di China, konsumen energi terbesar kedua di dunia. Perang Irak dan pergolakan sosial di Venezuela dan Nigeria juga telah menjadi penyebab naiknya harga minyak.\r\n\r\nANALISA KELIRU\r\n\r\nPara analis ternyata mengalami kekeliruan tahun ini karena meramalkan bahwa harga minyak akan berkisar rata-rata $40,33 tahun 2005. Wall Street meramalkan harga minyak akan berkisar $26,81 selama 2004, demikian menurut survey yang dilakukan Desember 2003. Ternyata, harga minyak mentah di New York mencapai rata-rata $41,40 tahun 2004.\r\n\r\n“Dinamikanya berubah tahun ini,” kata Doug Leggate, analis perminyakan senior pada Citigroup Inc. di New York. “Persepsi yang berkembang mengatakan bahwa pasokan sudah habis. Skenario mengerikan ini mengatakan bahwa OPEC sudah tidak mampu memenuhi permintaan dan Saudi tidak akan bisa meningkatkan produksinya.”\r\n\r\nMatthew Simmons, pimpinan bank investasi energi Simmons & Co., yang berkantor-pusat di Houston, menulis di dalam analisanya “Senjakala di Padang Pasir: Datangnya Goncangan Minyak Saudi dan Perekonomian Dunia” bahwa sekitar 90% produksi minyak Arab Saudi berasal dari tujuh ladang minyak, termasuk tiga yang telah memompakan minyak selama lebih 50 tahun. Produksi beberapa ladang diperkirakan akan menurun drastis dengan sedikit sekali sumber-sumber pengganti, katanya.\r\n\r\nAnalis Goldman Sachs Group Inc. Arjun Murti di New York, yang mempengaruhi pasar bulan Maret dengan mengisukan harga minyak kemungkinan bisa mencapai $105 per barel, mengatakan dalam sebuah laporan 12 Desember bahwa porkasnya kemungkinan bisa menjadi konservatif jika teori “puncak harga minyak” benar adanya. Dia meramalkan harga minyak antara $50 hingga $105 per barel hingga 2009.\r\n\r\nLABA WALL STREET\r\n\r\nPerusahaan-perusahaan Wall Street menaikkan perkiraan sektor perdagangan energi mereka untuk meraih keuntungan dari harga minyak yang tinggi. Goldman Sachs pekan lalu mengatakan bahwa pendapatan bersih dari obligasi perdagangan, valuta dan komoditi melonjak 16% tahun ini menjadi $8,48 milyar. Pendapatan dari komoditi cukup “kuat”, kata perusahaan itu.\r\n\r\nMorgan Stanley, perusahaan sekuriti terbesar kedua AS dengan nilai pasar, menaikkan taruhannya di sektor komoditi dengan 53% dalam kuartal keempat fiskalnya, lebih cepat dari pasar manapun, karena naiknya harga gas alam dan listrik. \r\n\r\nIstilah nilai berisiko perusahaan itu yang demikian terkenal, digunakan oleh akuntan untuk mengukur kerugian-kerugian potensial, di sektor komoditi yang rata-rata $46 juta per hari dalam tiga bulan hingga 30 November. Dalam bentuk obligasi secara keseluruhannya tercatat $53 juta.\r\n\r\nNeal Shear, yang bulan April meninggalkan tugasnya mengelola unit komoditi Morgan Stanley untuk menjadi pimpinan bersama kelembagaan penjualan dan perdagangan, mendapat bonus akhir tahun $16 juta, demikian menurut arsip perusahaan tersebut.\r\n\r\nPERMINTAAN DUNIA\r\n\r\nPermintaan minyak dunia akan naik 1,79 juta barel per hari tahun 2006, kata Badan Energi Internasional (IEA). Konsumsi naik 1,1 juta barel, atau 1,3%, tahun ini, kata badan itu bulan ini. Permintaan terpacu hingga 3,8% tahun 2004, yang tercepat sejak 1976.\r\n\r\n“Persoalannya ialah anda memiliki pertumbuhan permintaan yang luar biasa tahun 2004 dan itu berkelanjutan tahun 2005, yang terus menciutkan kapasitas pengilangan,” kata Craig Pennington, pimpinan analis energi di Schroders Plc di London.\r\n\r\nTidak semua orang setuju harga terus mengarah ke atas, terutama setelah puncak permintaan selama musim dingin di belahan utara khatulistiwa.\r\n\r\n“Ketika kami berada di musim dingin, maka harga akan jatuh hingga di bawah $50 dan harga bisa menjadi rata-rata $40 tahun 2006,” kata Rchard Savage, pimpinan riset komoditi global di Bank of America di London. “Para investor menduga harga akan stabil dan itu akan memperkecil antusiasme,” katanya.\r\n\r\nPorkas harga penengah minyak untuk minyak mentah Brent, yang diperdagangkan di bursa ICE Futures yang berkantor-pusat di London, adalah $58 untuk kuartal pertama dan $56,07 untuk 2006, demikian menurut survey tersebut.\r\n\r\nPENDAPAT PICKENS\r\n\r\n“Kami kira dalam semester pertama tahun depan akan terjadi perlambanan, utnuk kemudian naik dalam tahun itu juga dan dalam kuartal keempat kami akan kembali ke level seperti sekarang,” kata Boone Pickens, mantan eksekutif perminyakan dan yang kini manajer dana perlindungan.\r\n\r\nOrganisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyetujui 12 Desember lalu untuk mempertahankan kuota produksi tidak berubah 28 juta barel per hari dan untuk menarik penawaran sebelumnya untuk menggunakan 2 juta barel cadangannya per hari bila diperlukan. Cadangan itu bisa diperoleh setelah Topan Katrina dan Rita menerjang AS.\r\n\r\n“OPEC selalu mengontrol sisi terendah harga karena relatif mudah sekali mengurangi produksi,” kata Leggate. “OPEC kehilangan kontrolnya manakala harga melonjak tahun ini karena mereka tidak punya cukup cadangan.”\r\n\r\nOPEC harus memompakan 28,5 juta barel per hari tahun 2006 untuk memenuhi permintaan, kata IEA 13 Desember lalu, naik 200.000 barel per hari dari sebulan sebelumnya.
07 Mar, 2006 05:40
Ga ada yang aneh…………… smile smile smile smile smile smile smile Tunggu aja………..

Comments