Ngkong's Profile

Your Profile Pic

ngkong


Birth Date : -

Website : -

Point : 6

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

testing, kapan bisa kirim PM

6 1349 09 May, 2020 07:16

Posts

03 Dec, 2012 04:11
kok sepi2 aja yah? yang buy 2011/awal 2012 gainnya 100% smile kira2 denga PER 34.89 masih ada kesempatan untuk masuk?
saya newbie baru belajar 1 minggu. mohon petunjuknya dari suhu2 di sini mungkin analisanya banyak yang salah mohon dikoreksi Current Year 2012 Current Price 750 Average EPS Growth Rate : 60.21% *karena terlalu tinggi dipukul 30% saja EPS : 21.5 Average PER : (34,89+24,11+28,58+16,12+9,42)/5 = 22,624 Average Dividend Payout : 11.59 1. Total EPS ( utk 5 tahun mendatang ) 2013 eps = 21.5 x 1.30 = 27,95 2014 eps = 27,95 x 1. 30 = 36,335 2015 eps = 36,335 x 1. 30 = 47,23 2016 eps = 47,23x 1. 30 = 61,40 2017eps = 61,40 x 1. 30 = 79,82 total eps jika dijumlahkan adalah sebesar Rp 252,73 ( EPS untuk 5 tahun dengan asumsi eps growth rate 30% ) 2. Expected price in 2018/ Expected Price di tahun ke 6 = EPS pada tahun ke 5 x Average PER = 79,82 x 22,6 = 1803 3. Total Dividen = Total EPS x Average Dividend Payout = 252,73 x 11.59% = 29,29 4. Total Returns, R = Expected Price di tahun 6 + Total Dividen = 1803 + 29,291 = 1832,29 5. Nilai Intrinsik = R / ( r ^( n-1)) , dengan r = percent yearly growth , katakanlah 15 % . Dan n = tahun maka nilai intrinsik = 1832,29 / ( 1.15 ^ 5 ) = 910 52 Week Range = 375-760 PRICE A: 910 * (100%-25%) = 682 PRICE B: 375+(760-375)*33% = 502 Fair Value: 502 ketemu angka 502, harga sekarang 750. kalau nunggu harga segitu kok rasanya ga bakal nyentuh ya? sejak IPO belum ada down trend. lagi pula perhitungan mungkin terlalu pesimis karena EPS Growth dikecilkan jadi 30% yang tadinya 60.21%. EPS Growth 3 kuartal pertama 2011 vs 3 kuartal pertama 2012 juga menunjukan pertumbuhan tinggi 47%. fundamental sangat bagus, Current ratio 4.41, Quick ratio 2.47, Total debt/total equity 0.0183 alias hampir ga ada utang. cash flow tahun kemarin merah, karena lari ke capex (2012 buka 21 gerai, target 2013 10-15 gerai). hebatnya dengan ekspansi capex demikian masih bisa bayar dividen, dan sisa cash masih banyak. saya pikir satu lagi yang menarik adalah tingkat pertumbuhan kelas menengah di indonesia. sektor yang kena imbas langsung itu retail seperti ACES & MAPI sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/28/366121/21/2/Ace-Hardware-Buka-Gerai-di-Tasikmalaya http://news.liputan6.com/read/452794/ace-hardware-tambah-10-15-gerai-di-2013-agar-siap-tempur http://markets.ft.com/research/Markets/Tearsheets/Summary?s=ACES:JKT http://www.acehardware.co.id/financial_report.htm saya ingin sekali buy ACES dengan porsi kecil dulu, sambil belajar. minta pendapatnya dong karena saya sungguh tidak tau harus bertanya ke mana lagi :^smile^ . coba konsultasi di blog malah dijawab ketus smile( thank you semoga semua suhu2 dapet cuan yang melimpah!!!
03 Dec, 2012 15:41
harus join berapa lama atau berapa post dulu ya biar bisa reply… salam kenal dari semarang!
03 Dec, 2012 16:11
CSAP net marginnya ngeri banget cuma 1.45%. kalau upah minimun jadi naek bisa-bisa minus.
thanks atas pertanyaannya………………… ya, kalo anda dapatkan hitungan di harga 500, maka sebagai value investor, anda mesti sabar menunggu di harga di bawah itu. Gimana kalo anda gak bisa dapat di harga tersebut ? yah, biarkan saja, kan masih ada saham lain yg di bawah nilai intrinsiknya. Kunci jadi value investor itu ada di kesabaran………. Bersabar menunggu jatuhnya saham yg kita incar itu adalah suatu kenikmatan menurut saya…………… Apalagi kalo sahamnya setelah kita buy misalnya di 490, terus saham tersebut makin di tekan turun misalnya ke 400, maka akan makin nikmat aja. Teringat saya waktu saya masih di mlm dulunya ada satu pepatah: A GREAT PLEASURE IN LIFE IS TO DO WHAT PEOPLE NOT WILLING TO DO……….. JADI anda sekarang memang sedang melakukan pekerjaan yg mana orang lain tak mau melakukannya yakni : KESABARAN MENANTI DI HARGA BAWAH………….. Di bursa saham, ada satu ungkapan yg sampai sekarang masih relevant. Anda boleh mempercayainya, juga boleh tidak mempercayainya. Ungkapan tersebut adalah : Dari 10 orang yang melakukan transaksi saham di BEI, hanya 1 yg keluar sebagai pemenang. Jadi saat ini kalau anda konsisten terus menggali data, melakukan research, melakukan perhitungan dan kemudian dengan sabar menunggu menginginkan harga yang anda tunggu datang, anda akan menjadi PEMENANG. Sebagai value investor, anda gak perlu tiap hari melakukan transaksi saham. Seperti Lo Keng Hong bilang beliau menjadi KAYA dengan tidur…………… Sekali anda mendapatkan value-nya, maka anda dengan sabar menunggu saham tersebut jatuh, setelah mendapatkannnya anda tinggal tidur dan menunggu saham tersebut naik. Coba cari lagi saham lainnya sambil menunggu saham pilihan anda jatuh. Kalaupun gak jatuh yah gak apa apa….Cari aja saham lain. Ok ? jgn nyerah….Semoga cuan terus akhirnya ada yg jawab. thanks atas pencerahannya bung nokia. :^smile^ saya ada pertanyaan mengenai perhitungan PRICE B sepemahaman saya perhitungan intrinsik ini adalah metode yang menggabungkan value & growth investing. untuk perhitungan PRICE A adalah sangat rasional dengan diambilnya selish 25% untuk meningkatkan safety mendapatkan harga yang undervalue. nah yang jadi pertanyaan untuk PRICE B, dengan menggunakan range history harga 52 minggu ke belakang. harga terendah + 33% selisih range harga. dengan rumus ini apa mungkin bisa mendapatkan saham growth tinggi yang undervalue? karena perusahaan yang growth tinggi tentu posisi harga selalu mendekati range tertinggi daripada range terendah, kecuali market sedang crash atau fundamental perusahaan tiba2 berubah merah. dan penggunaan PRICE B ini tidak menghiraukan perhitungan intrinsik yang tadi dihitung (5 step). jadi menurut saya perhitungan PRICE B ini cuma memperhitungkan value-nya saja dan tidak melihat bagaimana growth perusahaan. mungkin lebih cocok untuk perusahaan yang udah mapan (bluechip?) gmn menurut bung nokia?
Indospring Tbk. EPS (TTM): 432.84 PER (TTM): 9.13 Divident Payout Ratio: 26.38% EPS Growth: 116.28% :nailbiting: Return per tahun yang diinginkan: 15% *EPS Growth > 100% tentu tidak realistis apalagi bisa stabil 10 tahun ke depan, jadi mending pesimis tembak 30% :p itupun harus baca fundamental perusahaan dulu yang belum saya lakukan Average PER PER akhir 2012 (sekarang): 9.13 PER awal 2012: 2500/552 = 4.53 PER awal 2011: 2113/375 = 5.63 PER awal 2010: 221/315 = 0.70 PER awal 2009: 241/170 = 1.42 Average PER = 4.28 Estimasi EPS 10 Tahun: EPS10 = EPS * (1+EPSGrowth)^10 EPS10 = 432.84 * 1,3^10 EPS10 = 5967 Total EPS 10 Tahun: SumEPS10 = EPS x ((1+EPSGrowth)^11 - 1) / ((1+EPSGrowth )- 1) - EPS (deret geometri) SumEPS10 = 432.84 x ((1+0.30)^11 - 1) / ((1 + 0.30) - 1 ) - 432.84 SumEPS10 = 23981 Posisi harga 10 Tahun Lagi: EPS10 * Average PER = 5967 * 4.28 = 25538 Dividen selama 10 Tahun: SumEPS10 * Divident Payout Ratio = 23981 * 26.38% = 6326 Total Return: 25538 + 6326 = 31864 Nilai Intrinsik: 31864 / (1.15^10) = 7876 PRICE A: 7876 * 75% = 5907 PRICE B: 2392,86 + (5071,43- 2392,86) * 33% = 3276 Harga Sekarang: 3900 KESIMPULAN: Masih sedikit overvalued untuk PRICE B. Tapi dari PRICE A jauh undervalued. namun Future EPS Growth ini yang perlu dianalisa dari fundamental perusahaan, apakah perkembangan 30% realistis untuk 10 tahun ke depan, atau bahkan lebih. Kalau Growth diganti 40% tentu bakal jadi sangat undervalued, apalagi 50%. makasih bung nokia udah kasih rekomendasi :^smile^ :^smile^ :^smile^ :^smile^ :^smile^ sumber: http://markets.ft.com/research/Markets/Tearsheets/Summary?s=INDS:JKT
Indospring Tbk. Jenis Usaha: Manufaktur (Spare part otomotif) Produk: leaf spring (utama), coil spring, flat bars Bahan Baku: Baja Penjualan: PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (24,25%) Mitsubishi Steel Mfg.Co.Ltd, Japan. (24,17%) PT Sinar Indra Nusa Jaya (20,18%) Pemegang Saham: PT Indoprima Gemilang (75,65%) PT Indoprima Investama (12,46%) PT Indra Putra Mega (3.50%) Ratio Penting: PER (TTM): 9.13 ROA: 9.93% ROE: 16.09% ROI: 13.08% EPS Growth: 116.28% Quick ratio: 0.8382 DER: 0.3739 semua rasio hijau dari perbandingan laporan keuangan antar kuartal, terlihat terus digelontorkannya cash ke capex untuk pembangunan pabrik demi tercapainya target peningkatan produksi sebesar 30.07%. DER semakin mengecil. Revenue turun pada kuartal 3 2012. operating expense cenderung naik tipis. yang menjadi perhatian adalah cash yang semakin tipis kuartal 3 2012: 37,39M dibandingkan 154,83m kuartal yang sama 2011. menurut saya, growth INDS tetap optimis selama beberapa tahun. namun perlu dicermati keputusan apa yang di ambil ketika pabrik2 baru itu nanti sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. karena sektor manufaktur seperti ini sangat bergantung pada kapasitas pabrik, di mana "upgrade" memerlukan alokasi capex yang cukup tinggi. dari sisi penjualan, perlu mencermati kinerja 3 pembeli terbesar (PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Mitsubishi & PT Sinar Indra Nusa Jaya). saya pribadi kurang sreg, penjualannya dimonopsoni hanya oleh 3 pemain. satu pemain goyang revenue bisa ikut goyang-goyang :hypnotized: emiten ini bagus di value dan growth jangka pendek. untuk growth jangka panjang masih abu2. kalau analisa bung nokia gmn? :hug: :hug:
Buat Inspirasi dan Motivasi Fundamentalist: Wawancara Lo Kheng Hong pada acara Tahun Baru Imlek http://youtu.be/9QfvEjYB7lU Warren Buffett versi Indonesia :applause: :applause: :applause: Saya lebih penasaran sama portofolionya maria kalaij. Dia sangat cerdas, mengerti betul fundamental baik global, nasional maupun lingkup perusahaan. Dan kita tau ketika membaca berita live atau interview, dia bukan cuma membaca tapi benar2 menguasai topik Dia juga merupakan orang yg ada di lini depan ketika ada bocoran2 berita keuangan, sebelum dilepas ke publik. Yg jd pertanyaan dia sendiri jadi praktisi (invest/trade) ato tidak, ato cuma nyaman jd presenter saja
Buat Inspirasi dan Motivasi Fundamentalist: Wawancara Lo Kheng Hong pada acara Tahun Baru Imlek http://youtu.be/9QfvEjYB7lU Warren Buffett versi Indonesia :applause: :applause: :applause: Saya lebih penasaran sama portofolionya maria kalaij. Dia sangat cerdas, mengerti betul fundamental baik global, nasional maupun lingkup perusahaan. Dan kita tau ketika membaca berita live atau interview, dia bukan cuma membaca tapi benar2 menguasai topik Dia juga merupakan orang yg ada di lini depan ketika ada bocoran2 berita keuangan, sebelum dilepas ke publik. Yg jd pertanyaan dia sendiri jadi praktisi (invest/trade) ato tidak, ato cuma nyaman jd presenter saja jangan jangan anda maria kalajj………. :hug: Senang berjumpa dengan anda, Bu Maria :hug: maaf mengecewakan bos nokia, saya ini pejantan tulen :rofl: :rofl:
Tapi gimana halnya dengan brna yg penjualan terbesarnya juga hanya ke unvr ? dan gimana dengan epmt yg sangat tergantung kepada klbf ? dan juga seperti halnya inco indonesia yg mana penjualan terbesar justru pada induknya inco ? atau seperti halnya ptba yg mana pembeli terbesarnya adalah pt. indonesia power dan pt. pln ? atau seperti halnya auto yang mana produknya banyakan di jual pada astra ? saya baru belajar 1-2 minggu, kalau ditanya bener2 ga ngerti perusahaan2 yang disebutkan, cuma ngerti unvr & astra buku saham yang sudah saya baca baru 3, street investing parahita, the tao of warren buffett, sama kitab suci saham benni sinaga tapi saya coba berlogika. kalau satu perusahaan "tergantung" pada perusahaan tertentu. fundamental perusahaan sangat tergantung dengan partner-nya tersebut. dan seinget saya di pelajaran ekonomi smp, yang perlu dicermati dari monopsoni adalah pembeli bebas menentukan harga, dan bebas ganti ke supplier lain (kalau ada kompetitor). namanya bisnis pasti pembeli inginnya untung besar dong, dengan membeli supply semurah mungkin. brna bagus karena unvr bagus, dan satu lagi pembeli china ga disebutkan di annual report. brna punya ikatan yang sangat kuat dengan unvr (dari yang saya baca di websitenya), ini adalah entry barrier bagi kompetitor untuk masuk, mungkin tidak bakal tertembus. selama unvr naik & perusahaan china yang tidak disebutkan itu juga naik, brna akan terus naik? inco & induk inco tentu ga bakal saling merugikan ptba punya kontrak 25 tahun dengan PLN auto naik karena astra naik? inds? harus dianalisa dulu bagaimana perkembangan perusahaan buyer, kontrak dan hubungan bisnisnya. kembali ke inds, so far ini prospeknya bagus. tapi untuk pertumbuhan jangka panjang musti dicermati lagi growth market. Dan apakah ada kompetitor. lanjut analisa: bahan baku: flat bars billet yard CD bar dan steel wire pasar: 20% ekspor 80% domestik mobil yang menggunakan per indospring: truk dan minibus Mitsubishi truk Hino truk dan minibus Isuzu minibus Suzuki minibus Daihatsu truk Nissan dari sini dapat informasi menarik kalau pasar paling besar itu lokal, tadinya saya kira Mitsubishi Jepang. diliat dari pertumbuhan nasional, prospeknya sangat cerah. pertumbuhan ekonomi menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, sektor2 ini tentunya butuh truk untuk distribusi. :$-) kompetitor lokal yang saya temukan dan perlu dikaji lagi: PT. Universal Rubberindo Pratama PT. Sinar Perkasa Abad kekurangannya, terakhir kali upgrade kapasitas untuk menunjang growth harus melakukan right issue, hal ini ga bisa terus2an? cash juga semakin menipis. mau ga mau untuk menambahan kapasitas (capex) selanjutnya harus ditopang menggunakan net profit. kalau mau invest inds, yang perlu dipantau: bahan baku: baja (flat bars, billet yard & CD bar dan steel wire) pertumbuhan ekonomi dan industri lokal kompetitor2 yang berpotensi merebut pasar saya masih butuh banyak jam terbang untuk analisa sepert ini, mohon petunjuknya bung nokia. Bung fundamentalman masih aktif tidak ya? ada yang punya analisis ini: http://marketpublishers.com/report/industry/machinery_equipment/pt_indospring_swot_analysis_bac.html ? boleh di share dong [-o< [-o< [-o<
Buat Inspirasi dan Motivasi Fundamentalist: Wawancara Lo Kheng Hong pada acara Tahun Baru Imlek http://youtu.be/9QfvEjYB7lU Warren Buffett versi Indonesia :applause: :applause: :applause: Saya lebih penasaran sama portofolionya maria kalaij. Dia sangat cerdas, mengerti betul fundamental baik global, nasional maupun lingkup perusahaan. Dan kita tau ketika membaca berita live atau interview, dia bukan cuma membaca tapi benar2 menguasai topik Dia juga merupakan orang yg ada di lini depan ketika ada bocoran2 berita keuangan, sebelum dilepas ke publik. Yg jd pertanyaan dia sendiri jadi praktisi (invest/trade) ato tidak, ato cuma nyaman jd presenter saja jangan jangan anda maria kalajj………. :hug: Senang berjumpa dengan anda, Bu Maria :hug: maaf mengecewakan bos nokia, saya ini pejantan tulen :rofl: :rofl: bung ngkong ini moderator forum blogger sebelah ya? smile dari gunung kemukus juga? gunung kemukus itu apa ya? saya cari di google ketemunya: Pesugihan dan Pesta Seks di Gunung Kemukus & GUNUNG KEMUKUS BERGOYANG.3gp smile) smile) smile)
NUSA DUA, KOMPAS.com - Indonesia sudah belajar dari krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Dari kondisi tersebut, Indonesia meningkatkan sistem peringatan dini (early warning system) dan protokol manajemen menghadapi krisis. Kondisi ini membuat Indonesia lebih siap meredam krisis yang datang.\r\n\r\nMenteri Keuangan Agus Martowardojo mengemukakan hal itu dalam pidatonya saat membuka seminar internasional ”Financial Stability Through Effective Crisis Management and Inter-agency Coordination”, di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2012). Seminar dihadiri sekitar 250 orang dari beberapa negara, yang bergerak di sektor finansial.\r\n\r\n”Langkah-langkah itu untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi krisis,” kata Agus. Langkah stabilitas finansial di Indonesia melibatkan empat lembaga yang tergabung dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sektor Keuangan.\r\n\r\nMichael Taylor dari Financial Stability Board dalam pidato pembukanya menyatakan, kebijakan makroprudensial untuk membatasi risiko sistemis. Risiko itu bisa berupa gangguan-gangguan stabilitas keuangan ataupun risiko yang berakibat serius pada perekonomian.\r\n\r\n”Elemen kuncinya adalah identifikasi dan monitor risiko keuangan sistemis serta kalibrasi instrumen makroprudensial,” papar Taylor.\r\n\r\nDari sejumlah krisis finansial yang melanda dunia, ada pelajaran yang bisa diambil, yakni terbangunnya risiko sistemis perlu waktu serta pembuat kebijakan perlu tahu dan paham hubungan pasar intra-finansial yang kompleks.\r\n\r\nGubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam pidatonya menyebutkan, sejak krisis finansial global mencuat pada pertengahan tahun 2007, isu stabilitas finansial dan manajemen krisis menjadi perhatian dari perspektif akademisi serta pembuat kebijakan.\r\n\r\nKendati Indonesia bisa melewati periode penuh tantangan itu dengan baik, Darmin menegaskan, disadari bahwa tidak ada satu negara pun yang terisolasi dari guncangan ekonomi global.\r\n\r\nLangkah terbaik untuk bertahan adalah secara konsisten mencegah kemungkinan terjadinya guncangan. Caranya, ujar Darmin, memastikan struktur ekonomi dan sektor keuangan selalu dalam kondisi kuat. Selain itu, memiliki strategi bisnis yang berlanjut.\r\n\r\nBank Indonesia menempatkan hal ini dalam prioritas penting, terutama di sektor perbankan, dengan porsi aset terbesar di sektor keuangan. Caranya adalah secara terus-menerus memperkuat sektor perbankan dan meningkatkan efisiensi bisnis bank untuk menambah daya tahan bank.\r\n\r\nLebih lanjut, Bank Indonesia akan meningkatkan kerangka kerja manajemen krisis secara komprehensif sebagai bagian dari protokol manajemen krisis. Kerangka kerja Bank Indonesia itu didasarkan pada empat prinsip dasar, yaitu tata kelola, pencegahan dan aksi, koordinasi, serta komunikasi. (idr)\r\n\r\nAda yg bisa terangin apa itu makroprudential?

Comments