Keylavzero's Profile

Your Profile Pic

keylavzero


Birth Date : -

Website : -

Point : 1

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

19 Aug, 2014 00:38
ELTY beli surat utang yang tak jelas asal usulnya JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeli Surat Utang Konversi (SUK) yang tak jelas asal usulnya. Hal ini dikarenakan penerbit SUK itu yang bernama PT Madison Global (MG) tak memiliki kejelasan. Berdasarkan data yang dikumpulkan KONTAN, Madison Global merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti pertambangan, jasa, hingga pengembang. MG memiliki modal dasar sebesar Rp 1,6 miliar, dengan modal yang ditempatkan Rp 400 juta dan modal disetor Rp 4 juta. Total seluruh saham yang dimiliki perusahaan adalah 1.600 saham dengan jumlah yang ditempatkan sebesar 400 saham, bernominal Rp 1 juta. Suatu hal yang agak janggal jika perusahaan yang memiliki modal Rp 1,6 miliar, dapat menerbitkan Surat Utang senilai Rp 1,77 triliun. Adapun, pendiri dan pemegang saham itu bernama Hari Aprianto yang menjabat sebagai Direktur, dan Andi Ridwan Akbar selaku Komisaris. Masing-masing memegang 200 lembar saham 50% saham MG. KONTAN berusaha menelusuri identitas lebih rinci mengenai MG, dan mendatangi alamat yang sempat diperoleh, yakni Jalan Kapuk Raya No 12C, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Akan tetapi, alamat yang dicari tak ditemukan. Yang ada deretan ruko dengan alamat 12, 12A dan 12B. Adapun, di lokasi yang tak berjauhan, sebuah ruko tak berpenghuni beralamatkan 12C. KONTAN juga mendatangi alamat MG, berdasarkan keterangan yang diberikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Juli lalu. Tercantum, MG merupakan perusahaan real estat, berdomisili di Sequiz Plaza lantai 6, Ruang 6001, Jl. Jendral Sudirman Kav. 25, Jakarta Selatan. Namun, lagi-lagi, perusahaan yang dituju tak ada. Anehnya, di lantai 6, terdapat empat perusahaan dengan ruang yang dimulai dari nomor 601 hingga 607. Beberapa karyawan yang bekerja di lantai tersebut bahkan tak pernah mendengar PT Madison Global. Lalu, jika penerbit surat utang tidak jelas, untuk apa ELTY memberi piutang usaha dalam jumlah yang cukup besar sementara perseroan saat itu masih terlilit obligasi yang belum bisa dibayar? Piutang usaha ini awalnya merupakan SUK yang diterbitkan dari MG kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), induk usaha grup Bakrie pada 7 Februari 2013. Nilainya Rp 1,65 triliun. Surat utang ini memiliki jatuh tempo pada 7 Februari 2015. Namun, baru dua bulan diterbitkan, BCI sudah melakukan perjanjian jual beli dan pengalihan SUK ini kepada entitas anak perseroan, yakni PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS) pada tanggal 9 April 2013 sebesar Rp 1,65 triliun. Padahal, kinerja keuangan ELTY tengah dililit utang obligasi dengan nilai US$ 150,718 juta. Bahkan, sebelum membeli SUK, perseroan sempat menegaskan tak mampu membayar utang obligasi pada 13 Februari 2013. Saat dimintai keterangan, Manajemen ELTY tampak enggan untuk memberi informasi mengenai MG. "Jangan tanya itu dulu, itu hubungannya langsung ke BCI. Nanti saja ya," ujar Agus Alwi, Direktur Pengembangan ELTY, Rabu (6/7). Menurutnya, MG juga bergerak di bidang properti dan masih ada hubungan dengan PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). http://investasi.kontan.co.id/news/elty-beli-surat-utang-yang-tak-jelas-asal-usulnya/2014/08/11
Ada ga , website yg menghitung Intrinsic Value saham2 BEI? ngak ada…. smile(
10 Sep, 2014 11:07
ELTY punya sejumlah transaksi mencurigakan JAKARTA. Beberapa waktu belakangan, manajemen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) kerap diberondong sejumlah pertanyaan dari Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi keuangan. Mulai dari transaksi utang piutang hingga transaksi jual beli aset. BEI menggunakan laporan keuangan 2013 yang sudah diaudit sebagai dasar pemeriksaan. Salah satu yang mendapat perhatian BEI adalah mengenai piutang atas PT Giripada Adyashabha senilai Rp 207,09 miliar. Ini merupakan bagian terbesar dari piutang lain-lain perseroan yang totalnya mencapai Rp 600,25 miliar. Piutang tersebut ternyata pengalihan piutang milik anak usaha, PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP). Erry Zulamri Djaelani, Sekretaris Perusahaan ELTY menjelaskan, latar belakang pengalihan piutang itu adalah adanya penyelesaian utang piutang antar perseroan dengan GAP. Adapun, piutang ini timbul dari hasil penjualan tanah oleh GAP kepada Giripada. Tanah yang dimaksud adalah sejumlah bidang tanah seluas 300.000 meter persegi di kawasan Bogor Nirwana Residence. Nilai transaksi seluruhnya sebesar Rp 207,1 miliar. "Berdasarkan PPJB (perjanjian pengikatan jual beli), pembayaran akan diselesaikan bulan Desember 2014," jelas Erry. Selanjutnya, piutang terhadap pihak berelasi, yakni milik PT Petrocom Nuansa Nusantara (PNN). Nilainya sebesar Rp 2,37 miliar. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim BEI, piutang ini sudah ada sejak 31 Desember 2007. Piutang itu ternyata piutang atas jasa sewa kantor di Gedung Wisma Bakrie I yang terjadi sebelum 2005. Menanggapi hal tersebut, Erry bilang, piutang tersebut sudah tidak tertagih lagi. Sejak 2006, piutang ini sudah dibuat cadangan tak tertagih. Selain transaksi piutang, BEI juga menyinggung terkait jual beli saham PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Transaksi ini ditengarai berpotensi menimbulkan kerugian pada ELTY. Pasalnya, nilai pembelian lebih mahal ketimbang nilai jual kembali. Jadi, pada 1 April 2013, GAP menambah penyertaan saham pada BJA menjadi 1,2 miliar saham atau 50% kepemilikan. Divisi penilaian perusahaan BEI menghitung harga pembelian per saham BJA sebesar Rp 1.500. Kemudian, selang tiga hari, yakni pada 4 April 2013, GAP sepakat untuk menjual penyertaan sahamnya di BJA kepada PT Sentul City Tbk (BKSL) senbanyak 360 juta saham atau 15%. Nilai jualnya sebesar Rp 300 miliar. Adapun, harga per saham dari transaksi tersebut menyusut 44,44% menjadi Rp 833,33 per saham. Namun, Erry mengelak untuk menjelaskan pertanggungjawaban atas kewajaran atas nilai jual dan nilai beli atas saham BJA tersebut. Ia berlasan, transaksi pengalihan saham BJA masih dalam tahap pematangan. "Apabila transaksi dipublikasikan, dikhawatirkan akan berpengaruh pada pelaksanaannya, bahkan dapat membatalkan transaksi yang pada akhirnya merugikan pemegang saham," kata dia Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/elty-punya-sejumlah-transaksi-mencurigakan

Comments