Gombal69's Profile

Your Profile Pic

gombal69


Birth Date : -

Website : -

Point : 6022

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points
3000 Points
PyoBie
PyoMe
PyoTastic

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

IHSG Lebih Awal.....Juga Lebih Propit...????

 Closed
0 49 08 Dec, 2014 04:42

WTON Wika Beton : Sepak terjangnya setelah Listing

pages: 1 2 3
30 752 25 Jun, 2014 18:18

IPO PT. PURADELTA LESTARI

pages: 1 2
14 272 29 Jul, 2013 05:18

The NEW CPRO:be Goban OR Just Gegombalan.....!

pages: 1 2 3
27 676 22 Oct, 2013 12:40

Buy Back Saham

pages: 1 2
11 137 31 May, 2013 03:02

Enakan Pakai Menyan Tjoeee.....!

pages: 1 2 3
26 370 06 Nov, 2013 06:40

SCCO - Setrum Ciat Ciat Oeeeiiii

pages: 1 2
19 295 22 Apr, 2013 10:07

IPO KOMPAS GRAMEDIA

10 168 22 Oct, 2012 10:23

MENGENANG OM LIEM....BELAJAR ARTI PERJUANGAN MENCAPAI SUKSES

pages: 1 2 3
27 293 25 Jun, 2012 12:55

IPO BANK JATIM

pages: 1 2 3 4 ... 41
410 9327 16 Jul, 2014 08:06

HWARAKADAHHHHHHHHHHHHHHHH................!

pages: 1 2 3 4 ... 17
165 2732 17 Dec, 2013 14:10

Alamakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..........! Banyolan Continue...

pages: 1 2 3 4 ... 23
222 4628 04 Oct, 2018 08:02

Posts

bisa jadi karena bnbr menerapkan strategi "pemilik" nya yang seperti ini….. PRINSIP GOLKAR SEPERTI TIKUS: NGENDUS-GIGIT JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, sekretariat gabungan (setgab) partai koalisi bukan perkara yang baru. "Kita berkoalisi dengan Presiden RI setelah itu kita ada perbedaan-perbedaan dengan partai atau orang di dalam koalisi, itulah kontrak setgab bahwa partai koalisi boleh kritis seperti Century," ujarnya dalam rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2014 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Minggu (4/7/2010). Ical, demikian sapaan Aburizal mengatakan, setgab bukan jebakan politik. "Kita bukan menjebak, masuk jebakan politik tapi itu untuk rakyat, bekerja keras, main tangkis yang kemudian dalam permainan itu gigit terus," tandasnya. Lebih lanjut Ketum Golkar mengemukakan, prinsip yang harus dipegang semua elemen partai adalah seperti tikus. "Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus-gigit, ngendus-gigit. Jangan langsung gigit, nanti kalau dipukul bisa mati," jelas Ical. http://news.okezone.com/read/2010/07/04/339/349346/prinsip-golkar-seperti-tikus-ngendus-gigit
tapi harga sahamnya malah naik? bandar trap smile BANDAR NGAREP KE 6XX….. :$-) :$-) :$-) ….DISCLsmileN
bisa masuk diharga sekarang….???
04 Jul, 2010 07:58
setuju…. ihsg 2000 lagi ?? boleh turun lagi….biar bisa numpang di asii…. [-o< [-o< [-o<
Selasa, 29/06/2010 09:02:08 WIB\r\nMemahami masalah administrasi akuisisi Elnusa\r\nOleh: Bastanul Siregar\r\nRencana PT Benakat Pe­tro­leum Energy Tbk me­nuntaskan akuisisi PT El­nusa Tbk terus tertunda. Perseroan mengklaim itu disebabkan masalah administrasi belaka. Benarkah?\r\n\r\nBenakat mengakuisisi 2,71 mi­li­ar setara 37,15% saham Elnusa milik PT Tridaya Esta melalui sebuah perjanjian yang diteken tengah malam 10 Februari 2010. Itu beberapa jam sebelum otoritas bursa memencet tombol tanda per­dagangan perdana saham Be­na­kat di lantai bursa.\r\n\r\nSebuah transaksi yang dramatis. Bukan hanya karena momen it­u sudah didahului permintaan s­a­ham perdana Benakat yang melebihi hampir 12 kali lipat dan meroketnya harga saham berkode BIPI itu hingga 67% pada debutnya, melainkan juga karena ru­mitnya proses transaksi itu sen­diri.\r\n\r\nPerlu segera ditambahkan, El­nusa, yang 41,10% sahamnya di­kua­sai PT Pertamina, adalah pe­main tunggal di bisnis jasa hulu mi­gas terintegrasi di Indonesia. La­yanan yang ditawarkannya te­ren­tang mulai dari survei geoseismik, pengeboran, produksi, sampai ke jasa-jasa pendukung.\r\n\r\nDengan harga minyak yang te­rus mendaki sejak 2008, peluang Elnusa menjadi pemain global terbuka lebar. Prospeknya men­jan­jikan. Ini menjelaskan kenapa ta­waran serta-merta berdatangan, be­gitu Tridaya mengumumkan ren­cana divestasi 37,15% sahamnya di Elnusa pada April 2009.\r\n\r\nDari berbagai tawaran tersebut, awal Juni 2009, Tridaya yang di­bantu dua perusahaan sekuritas yak­ni PT CIMB Securities dan PT Ba­hana Sekuritas memilih PT Sa­ra­toga Capital, menyisihkan se­jumlah penawar lain seperti Per­ta­mi­na dan PT Ciptadana Capital.\r\n\r\nTridaya memberi tempo 8 pe­kan kepada Saratoga untuk me­nun­taskan transaksi itu, terhitung mu­lai 11 Juni 2009. Namun, Sa­ra­to­ga tak kunjung berhasil me­nye­lesaikan. Akhirnya, Oktober 2009, tenggat itu diperpanjang, hingga 4 bulan kemudian Be­na­kat sekoyong-konyong datang.\r\n\r\nYang menarik, Benakat datang de­ngan memberikan harga pem­be­lian saham Elnusa yang lebih ren­dah dari harga yang diajukan Sa­ratoga, Rp330 per lembar. Di sisi lain, Saratoga juga menawar harga yang lebih rendah ketimbang harga yang dipatok Pertamina, Rp450 per lembar.\r\n\r\nPengusaha Anton Sugiyono yang memiliki Tridaya jelas bu-kan orang bodoh yang lebih ba­ha­gia jika asetnya dibeli dengan harga rendah. Sebaliknya, direksi Pertamina juga bukan mau beramal dengan menawarkan harga yang bahkan dinilai terlalu tinggi, ko­non hingga Rp455 per lembar.\r\n\r\nBegitu pula dengan Saratoga dan Benakat. Keduanya tidak se­dang bermain hom pim pa. Pilihan mereka jelas tak ber­pijak pada ruang hampa, sam­pai akhir­nya Benakat mengeluarkan Rp592,51 miliar guna membeli 24,6% dari total 37,15% saham Tridaya di Elnusa per 12 Maret 2010.\r\n\r\nDalam keterbukaan informasinya saat itu, Benakat berencana merampungkan akuisisi 12,55% sisa saham milik Tridaya di Elnusa senilai Rp302,30 miliar per 12 April, atau sebulan kemudian. Namun, sampai tenggat tersebut terlewati, transaksi yang direncanakan tak kunjung terealisasi.\r\n\r\nAkhirnya, tenggat akuisisi itu diundur ke 12 Mei, lalu mundur lagi ke 12 Juni, dan kini ke 12 Juli-siapa tahu nanti meleset ke 12 Agustus. Pertanyaannya di sini, seberapa rumit sebetulnya masalah administrasi yang di­hadapi Benakat untuk menuntas­kan akuisisi tersebut?\r\n\r\nSaham gadai\r\n\r\nSayang, apa yang terjadi di ba­lik akuisisi itu tak benar-benar di­bu­ka. Manajemen Benakat hanya te­rus mengulang penjelasan bah­wa ada masalah administrasi, tan­pa memerinci. Namun, dari fak­ta yang terserak di sana sini, pa­ling tidak ada 5 petunjuk yang nis­caya akan membantu menje­las­kan.\r\n\r\nPertama, 37,15% saham El­nusa milik Tridaya yang dibeli Be­nakat masih dalam status gadai ke Dharma Investments Pte Ltd, per­usahaan investasi yang berbasis di Singapura. Saham tersebut di­gadaikan Tridaya pada 16 September 2008 atau sebelum peluit kick off divestasi ditiup.\r\n\r\nFakta bahwa Tridaya mengga­daikan 37,15% saham Elnusa itu­lah yang menjelaskan kenapa ne­gosiasi antara Saratoga dan Tri­daya tidak kunjung tuntas, hing­ga akhirnya Benakat mengambil alih kendali dan membantu Tridaya menyelesai-kan masalahnya dengan Dhar­ma Investments.\r\n\r\nKedua, Tridaya bersedia me­ne­ri­ma tawaran Benakat dengan har­ga lebih rendah dari harga yang diajukan Sa­ra­to­ga atau Pertamina, karena B­e­na­kat mau terlibat dan menanggung risiko menarik 37,15% saham Tridaya di Dharma In­vest­ments, sementara Saratoga dan Pertamina tidak.\r\n\r\nAlasan Saratoga dan Pertamina tak memilih cara seperti ditempuh Benakat simpel saja. K­e­duanya berhitung tentang risiko, dan memitigasinya dengan tidak ikut campur ke persoalan utang-pi­utang Tridaya dan Dharma In­ves­tments, tapi mengompensa­si­nya dengan menawarkan harga pre­mium.\r\n\r\nKetiga, salah satu syarat yang harus dipenuhi Tridaya dalam menyelesaikan divestasi 37,15% saham Elnusa adalah adanya persetujuan pemegang saham dan krediturnya. Dengan mengingat status gadai saham itu, restu dari Dharma Investments-lah yang agaknya tak mudah diperoleh.\r\n\r\nApabila Tridaya gagal meraih restu tersebut, rencana Benakat mengakuisisi Elnusa praktis ga­gal. Jika kemudian Benakat me­mbantu Tridaya membebaskan sa­ham gadai Elnusa itu, tidak ada cara lain kecuali Benakat menye­dia­kan uang lebih banyak dari ni­lai awal akuisisinya.\r\n\r\nKeempat, Benakat tidak me­ma­kai uangnya sendiri atau uang ha­sil initial public offering-nya untuk mengakuisisi 37,15% s­a­ham Elnusa. Dia menerbitkan su­rat sanggup (promissory note) ke PT Indotambang Perkasa per 12 Maret senilai Rp894,82 miliar ber­bunga 5,6% yang jatuh tempo 12 September.\r\n\r\nYang menarik, jaminan dalam su­rat sanggup itu adalah 37,5% sa­ham Elnusa milik Tridaya yang dibeli Benakat, yang masih ber­sta­tus gadai di Dharma In­vest­ment. Transaksi saham ‘'gadai di atas gadai’' itu tentu berisiko, dan bisa mendorong Indotambang menghentikan pencairan dana­nya.\r\n\r\nRisiko tersebut mungkin masih terkendali karena sifat trans­aksinya yang terafiliasi. In­do­tam­bang adalah induk Benakat de­ngan kepemilikan saham 55,57%. Dirut Benakat Arifin Wi­gu­na adalah komisaris In­do­tam­bang. Direktur Benakat Ferdy Yus­tianto juga sekaligus direktur In­dotambang.\r\n\r\nAkan tetapi, kelima, Benakat tetap harus melunasi surat sanggupnya ke Indotambang yang hanya berumur 6 bulan itu. Dengan aset Rp4 triliun dan ke­wa­jiban per 31 Maret hanya Rp62,55 miliar, peluang Benakat me­ncari pembiayaan baru, seperti yang tengah dijajakinya, memang ter­buka.\r\n\r\nMeski, tentu saja utang itu akan semakin menambah beban Be­nakat, terutama dengan mengingat posisi Agustus 2009 yang merugi dan goodwill negatif-selisih biaya akuisisi dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh-per 31 Maret 2010 sebesar Rp1,71 triliun yang ha­rus diamortisasi. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)\r\n\r\n\r\n href="http://web.bisnis.com/artikel/2id2990.html">http://web.bisnis.com/artikel/2id2990.html
tapi harga sahamnya malah naik? bandar trap smile BANDAR NGAREP KE 6XX….. :$-) :$-) :$-) ….DISCLsmileN bos, X nya kelebihan 1 biji smile maksudnya kurang x satu lagi….. :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
Bung gombal69, analisisnya luar biasa banget, jarang saat ini di ksc ada yg seperti anda, paling2 rekomen ini atau itu saja thx atas supportnya bung wenarto…tapi analisis ini bukan ane yg buat…cuman bantu rekan-rekan senior ksc yg top share info….semoga bermanfaat….
Supaya owner mau terima pinangan investor cungkuo, sebaiknya para bandar kasih nomer 50 aja dipunggung trub… smile smile smile S…E….T…U…J….U….. :applause: :applause: :applause:
ada satu hal lagi yang saya temukan dalam l.k nya. pendapatan turun 33.34%, tapi beban pendapatan (harga pokok penjualan) cuma turun 29.20%. nggak sinkron! jadi ada inefisiensi di sini, bisa berupa nilai proyek yang disunat harganya dibandingkan periode lalu atau biaya2 konstruksi yang meningkat terus dan membebani perusahaan. q1/10 rugi 13.07 m, padahal udah dibantu laba selisih kurs 54.66 m dibandingkan q1/09 yang rugi selisih kurs 159.98 m. bayangkan, berapa kerugian q1/10 kalau nggak ada laba selisih kurs. emiten seperti inikah yang masih layak kita pertahankan? tanya pada hati nurani masing2. trub, bisa jadi, bikin pusing 7 keliling…..harga sahamnya makin ancur…tapi, kalo kita mo berpikir dgn kepala dingin….kita bisa tek tok di saham ini…..kalo ihsg merah, trub pasti turun 2-3 point….ntar ihsg mendingan atau ijo, trub naik 2-3 poin….lumayan khan kalo bung herman bisa dapet 10 ember…… :peace: :peace: :peace: :peace: :peace:
Ada apa dulu beli apex sekian mahal ya??? yang harus dilihat sekarang….mira mo nglepasin apex untuk meringankan beban perusahaan yang udah seabrek…plus lebih ke fokus ke dalam….ini hal positif sebenarnya….dan pergerakan sahamnya sudah bisa dideteksi sekitar 2 minggu lalu…saat di 265….cukup alot meski ihsg merah dalam…malah kadang naik…dan jumat kemarin naik cukup lumayan dengan volume meningkat 5x lipat…. watch this stock this week…. :siul: :siul: :siul:
05 Jul, 2010 00:49
kalu di jual langsung naik tapi ngak jual sudah naik jeblos lagi strees berat nih mungkin itu bedanya bandar ama kita para retail….mereka punya "radar" untuk mengetahui kapan kita buang barang….dan kapan kepincut lagi untuk nyangkut…. :#-o :#-o :#-o
tapi harga sahamnya malah naik? bandar trap smile BANDAR NGAREP KE 6XX….. :$-) :$-) :$-) ….DISCLsmileN bos, X nya kelebihan 1 biji smile maksudnya kurang x satu lagi….. :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: hebat yakin banget nih ama MIRA :hug: karena belum terbukti secara meyakinkan, makanya kita perlu keyakinan…… namun melihat pergerakan MIRA sekitar 3 minggu ini, keyakinan boleh ditambah…..:peace: :peace: :peace:

Comments