Donny64's Profile

Your Profile Pic

donny64


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

Bakrie & Brothers telah menandatangani Debt Restructuring Agreement dengan Interventures Capital PTE Ltd (ICPL) perusahaan yang didirikan di singapura dan Skybird Ventures Ltd perusahan yang didirikan di British Virgin Island pada 12 maret 2009,Sri Darmayanti direktur perseroan mengatakan perjanjian ini dibuat untuk merestrukturisasi surat promes (Promissory Notes) yang diterbitkan Bakrie & Brothes kepada Long Haul Holdings Ltd dan PT Brantas Indonesia dimana selanjutnya dijual kepada ICPL dan Skybird pada 10 maret lalu. Merujuk surat perjanjian tersebut maka surat promes ICPL dan Skybird yang semula jatuh tempo tanggal 5 juli 2009 selanjurtnya direstrukturisasi menjadi surat promes yang akan jatuh tempo 33 bulan terhotung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian tersebut yaitu jatuh tempo pada 12 maret 2011. Dalam perjanjian tersebut perseroan mengakui dan menyepakati bahwa skybird mengalhkan seluruh haknya atas bagiannya untuk menerima surat promes baru kepada ICPL dan MSN Tara perusahaan yang didirikan di Seychelles. Selanjutnya perseroan telah mengeluarkan dua lembar surat promes baru kepada ICPL dan Tara masing-masing senilai Rp1.047.694.443.415 dan Rp351.565.620.263. keduanya memiliki tingkat suku bunga 19 persen per tahun dan jatuh tempo 12 maret 2011. ya udah, bnbr gocap terus sampe tahun 2011. smile)
17 Mar, 2009 04:31
main jigobur mending dagang aja. risk dan reward gak sebanding. cuan jigobur, cl juga jigobur. rugi di fee. rugi jd lbh gede dari cuan Ga banyak orang memiliki pemikiran seperti anda, mereka lebih suka untung untuk beli nasi padang aja :rofl: :rofl: :rofl: dagang? dagang apa yang bisa cuan gotiauw sehari? jual kwetiauw di persimpangan lampu merah? smile)
Makin ketahuan deh… dari takhta lokasi… kalong memang pendukung setia luar-dalam Om JK :rofl: smile smile smile smile :malu: :malu: :malu: asal jangan ketularan rasisnya saja! :p
17 Mar, 2009 11:13
Bung Donny broker yah smile Main ptba 200 lot, 1 point gross profit nya memang untung 5 jt, tapi setelah dipotong komisi sisanya cuman 1,6 jt. Komisi ama untung yang diterima jauh gedean komisinya. Kalo rugi 1 point berbalik rugi 8.4 jt tuh. kaga kok. saya cuma retail cekak yang main sahamnya seharga 200 sampai 2,000. hampir nggak pernah main yang di atas 2,000 (termasuk ptba). semakin mahal harga saham, semakin berat fee jual belinya. :peace:
17 Mar, 2009 15:06
ane sukanya dirokok!
17 Mar, 2009 15:23
17/03/2009 - 15:13\r\n\r\nINDF Revisi Turun, Rekomendasi Beli\r\n\r\nAsteria\r\n\r\nINILAH.COM, Jakarta – Akuisisi PT Indofood atas Indolakto, dinilai tidak berdampak positif jangka pendek dan berpotensi membebani kinerja. Tak heran, target harga emiten berkode bursa INDF ini pun diturunkan, meskipun rekomendasi buy tetap diberikan.\r\nAnalis Samuel Sekuritas Ike Rahmawati mengatakan telah menurunkan target harga untuk PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Hal ini berdasarkan metode valuasi sum of the parts (SOTP) dengan discount 25% terkait beberapa risiko yang meningkat.\r\n“Kami menurunkan target harga untuk INDF menjadi Rp 1.150 dari semula Rp 1.500 per lembar,” katanya dalam riset yang dipublikasikan, di Jakarta, kemarin. Beberapa risiko di antaranya membengkaknya utang, akuisisi Indolakto yang dalam jangka pendek tidak berdampak positif serta rugi kurs akibat pelemahan rupiah.\r\nPada akhirnya, semua risiko itu telah menurunkan asumsi atas kinerja perseroan pada 2009. “Laba bersih perseroan di 2008 akan mencapai sebesar Rp 1 triliun dan 2009 sebesar Rp 963 miliar,” ujarnya.\r\nPerolehan tahun ini berasal dari penjualan perseroan 2009 dari divisi plantation yang diperkirakan turun menjadi Rp 6,2 triliun, dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar Rp 6,6 triliun. Adapun ASP (average selling price) CPO yang digunakan tahun ini adalah US$ 480 per ton.\r\nSalah satu risiko yang dikhawatirkan adalah posisi utang INDF, yang hingga November 2008 mencapai Rp 15,9 triliun. Sedangkan untuk tahun fiskal 2008, Ike memperkirakan utang perseroan akan naik hingga Rp 18 triliun. “Hal ini terjadi seiring penambahan utang untuk membayar akuisisi Indolakto, dengan asumsi 60% dibiayai utang senilai US$ 210 juta,” imbuhnya.\r\nDengan penambahan utang tersebut, lanjutnya, net gearing INDF akan mencapai 1,5 kali dari posisi November 2008 yang sebesar 1,3 kali. Sementara interest expense/sales 2009 akan naik 3% dari 2%. “Apalagi perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun untuk refinancing bond III yang jatuh tempo tahun ini senilai Rp 976 miliar,” ucapnya.\r\nIke pun menilai akuisisi Indolakto saat ini tidak berpengaruh positif bagi kinerja keuangan INDF. Konsolidasi Indolakto justru membuat net margin INDF turun. Potensi kenaikan margin untuk jangka panjang dari akuisisi Indolakto tersebut memang belum dihitung, mengingat besarnya potensi pasar susu nasional.\r\nMenurut Ike, akuisisi Indolakto hanya meningkatkan margin pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) INDF dari estimasi 9,5% menjadi 10,1%. Sebagian besar penjualan Indolakto atau di atas 90% didistribusi oleh INDF, sehingga tidak berpengaruh pada penjualan perseroan kecuali EBIT margin yang lebih besar.\r\nKontribusi peningkatan EBIT juga akan di off set oleh naiknya pembukuan interest expense terkait penambahan utang serta amortisasi goodwill senilai US$ 14,8 juta dari akusisi Indolakto. “Akibatnya net margin INDF turun menjadi 2,7% dari estimasi awal tanpa akuisisi Indolakto sebesar 3,2%,” imbuhnya.\r\nResiko lain untuk INDF berasal dari potensi pendapatan yang kurang memuaskan akibat forex loss (kerugian nilai tukar). Posisi utang dalam dolar AS hingga kuartal tiga 2008 mencapai US$ 741 juta. “Kami estimasi INDF di 2008 akan membukukan forex loss sekitar Rp 640 miliar (asumsi rupiah 2008 di level 11.120),” ujarnya.\r\nNamun, lanjut Ike, saat ini pasar sudah memfaktorkan berita negatif INDF terkait kinerja, utang yang membengkak dan akuisisi Indolakto yang mahal. Sehingga harga saham INDF sejak awal tahun sudah tertekan 14%.\r\nMenurutnya, harga CPO saat ini sudah limited downside dan di 2009 sudah naik 15%. Hal ini akan positif untuk divisi plantation yang menyumbang 40% untuk total penjualan INDF.\r\nSedangkan ekspektasi result di 2008-2009 yang kurang bagus telah tercermin dari tekanan jual beberapa waktu lalu. Saat ini INDF diperdagangkan pada price to earning (P/E) 7,3 kali yang terbilang masih cukup murah.\r\nDengan berbagai berita positif yang muncul, serta kondisi lain cateris paribus (tidak berubah), Ike menilai seharusnya tekanan INDF sudah mulai berkurang. “Secara valuasi INDF masih cukup menarik, dengan upside potential 34%. Kami masih rekomendasi buy,” imbuhnya.
ada desas desus tanggal 31 mei 2009 rupiah jadi 13,750. utang valas swasta menjadi salah satu pemicunya. will u believe it?
25 Mar, 2009 01:53
rups cuma buat minta izin akuisisi tol su-mo. bukan buat minta persetujuan bagi deviden. income statementnya aja belum terbit.
25 Mar, 2009 02:01
ada 2 sentimen positif: l.k udah terbit dengan big profit dan ihsg lagi bagus2nya. dampaknya terhadap blta? nyaris stagnan! kalau besok2 indeks mulai koreksi, apa yang akan terjadi pada blta? pantes aja kemarin kalong kabuuurrrrr… :rofl: :rofl: :rofl: Kayanya para trader ngikut pendapat analis: LKnya worse than expected :siul: :siul: :siul: Other incomenya aneh :peace: :peace: :peace: that''s the point! an unusual of other income to mark up net profit. :peace:
25 Mar, 2009 02:25
BLTA saatnya AR Rp 680, EPS = Rp 373; PE 4 kali ke Rp 1.492 :applause: :applause: :applause: :peace: eps nya minus kalau other income yang aneh itu kaga ada. smile) mestinya udah pada curiga, kalau eps bener2 373 perak, harga sahamnya nggak mungkin serendah ini. dan kemarin2 begitu eps tersebut diumumkan, seharusnya blta udah terbang. kenyataannya? trader udah mencium adanya rekayasa laporan keuangan! :loser:
25 Mar, 2009 03:21
Bandarnya lagi perbaiki kapal, eh kecemplung di laut ………….. sinis amat, bro? :rofl: :rofl: :rofl:
25 Mar, 2009 03:24
Rabu, 25/03/2009 08:41 WIB Laba Jasa Marga 2008 Makin Kencang Irna Gustia - detikFinance (Foto: dok detikcom) Jakarta - Kinerja perusahaan jalan ton, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di tahun 2008 makin kencang. Pendapatan dan laba perusahaan BUMN itu melaju cepat seperti jalan bebas hambatan. Jasa Marga membukukan total pendapatan di 2008 sebesar Rp 3,353 triliun yang naik 27% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 2,645 triliun. Dari total pendapatan tersebut, perolehan dari tol mencapai Rp 3,319 triliun sedangkan sisanya Rp 34,287 miliar dari lain-lain. Demikian laporan keuangan Jasa Marga 2008 yang diaudit kantor akuntan publik HLB Hadori & Rekan, Rabu (25/3/2009). Laba bersih Jasa Marga di 2008 mencapai Rp 707,797 miliar yang melonjak 155% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 277,981 miliar. Laba usaha yang diperoleh 2008 sebesar Rp 1,371 triliun atau naik 35% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 1,015 triliun. Total aset Jasa Marga di akhir tahun 2008 mencapai Rp 14,642 triliun yang naik dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 13,847 triliun. cantik ya income statementnya? kaga ada rekayasa seperti blta! smile

Comments