D4n13l's Profile

Your Profile Pic

d4n13l


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

18 Mar, 2004 16:17
gua sudah kapok deh pegang saham ini. fundamental dan lain sebagainya bagus, tapi gak naik2. paling banter sampai 2000 terus turun lagi. Tapi kalau yg mau long term sih boleh juga collect saham ini.. Dijamin pasti naik sampai 2500
24 Mar, 2004 20:54
Kalau mau beli SMCB boleh2 aja, tapi tunggu sampai Pemilu usai baru naik ya
25 Mar, 2004 18:50
Rabu, 24 Maret 2004, 12:14 WIB \r\nKLBF Masih Sideways \r\n\r\nLaporan - \r\n\r\nTren indikator teknikal saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dinilai memberi arahan bahwa saham ini akan bergerak sideways dalam kisaran support resistance. \r\n\r\nMenurut analis PT Bapindo Bumi Sekuritas, M Karim, kecenderungan gerak sideways KLBF dikonfirmasi beberapa indikator teknis, seperti RSI yang bergerak dalam arah netral, dan bollinger band yang berada pada posisi middle band. “Indikator MACD dan stochastic oscillator pun menunjukkan KLBF akan bergerak flat,” kata Karim. \r\n\r\nDalam pengamatan dia, usai stock split pada 2 Januari 2004 lalu, tren pergerakan KLBF cenderung sideways. Pada perdagangan Selasa (23/3) KLBF diperdagangkan dengan volume transaksi 9,312 juta saham, frekuensi 134 kali dan mengalami stagnasi harga di Rp 485. \r\n\r\nKarim juga mengatakan, secara umum pergerakan KLBF dipengaruhi dua hal, yakni apresiasi nilai rupiah dan restrukturisasi utang. “Apresiasi rupiah menjadikan laba operasi perseroan naik. Sementara restrukturisasi utang bisa menjadikan nilai debt to equity ratio (DER) perseroan semakin rendah. Keduanya mampu menjadi sentimen positif bagi pergerakan KLBF,” jelas Karim. \r\n\r\nSaat ini, KLBF menurut Karim, memiliki DER 2,11 kali. Nilai yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan emiten farmasi lain yang rata-rata memiliki DER di bawah 1 kali. \r\n\r\nHal berbeda dikemukakan Didi Kurniawan, analis PT Prudence Asset Management. Didi menilai, secara teknis KLBF berpotensi menguat. “Indikator MACD dan stochastic oscillator yang berada dalam tren positif memberi dukungan bagi potensi penguatan KLBF,” ujar Didi. \r\n\r\nDiproyeksikan Naik 15% \r\n\r\nAwal Februari 2004, Direktur KLBF Vidjongtius mengatakan, perseroan tahun ini memproyeksikan pertumbuhan penjualan 11%-15% dibandingkan tahun lalu. Menurut dia, proyeksi kenaikan penjualan tersebut didasarkan atas asumsi pertumbuhan pasar farmasi sebesar 10% hingga 12% sepanjang tahun ini. \r\n\r\nSementara kajian riset satu sekuritas asing memperkirakan, net profit KLBF pada 2004 akan sebesar Rp 520 miliar, dengan EPS Rp 128. Sedangkan lembaga riset lain memperkirakan, KLBF akan membukukan net profit Rp 342,6 miliar, dengan nilai EPS Rp 93,8. \r\n\r\nTahun ini perseroan juga berencana menginvestasikan dana antara US$ 20-30 juta untuk membangun pabrik susu. Rencana ini akan segera direalisasikan jika para kreditor sudah menyetujui proposal restrukturisasi. Menurut Vidjongtius, hingga saat ini proses restrukturisasi utang perusahaan masih terus berjalan. \r\n\r\nMenurut Vidjongtius para kreditor menyambut baik rencana perseroan melakukan investasi pabrik susu kesehatan apalagi akan dikembangkan sendiri oleh perseroan. Hanya saja sampai saat ini nilai investasinya masih belum ada kesepakatan. \r\n\r\nTerkait dengan hal ini, analis lain pernah mengatakan, jika produksi susu tersebut bisa direalisasikan perseroan, hal ini merupakan sentimen positif. Pasalnya, produksi tersebut dapat meningkatkan omzet perseroan Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar per tahun. \r\n\r\nPerseroan hingga saat ini belum mempublikasikan laporan keuangan sepanjang 2003. Namun menurut Vidjongtius, perseroan optimis mampu membukukan penjualan bersih Rp 3 triliun, atau tumbuh 18% dibandingkan angka penjualan yang dicatatkan perseroan tahun 2002 sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara untuk laba bersih, diperkirakan naik 15% dari realisasi laba bersih tahun lalu yang sekitar Rp 266 miliar. \r\n\r\nPerseroan juga akan menganggarkan belanja investasi sekitar Rp 450 miliar untuk periode 5 tahun mendatang. Anggaran belanja investasi tersebut akan dialokasikan untuk ekspansi usaha farmasi dan makanan kesehatan. \r\n\r\nSementara kajian riset satu sekuritas asing tadi memperkirakan bahwa net profit KLBF di 2003 akan sebesar Rp 379 miliar, dengan EPS Rp 93. Dan lembaga riset lainnya memperkirakan di tahun 2003, perseroan akan membukukan net profit Rp 314,2 miliar, dengan EPS Rp 77,4. \r\n\r\nDalam penilaian Didi, adanya wabah demam berdarah (DB), telah meningkatkan penjualan KLBF. “Wabah DB menjadikan kebutuhan obat meningkat, hingga menjadikan nilai penjualan perusahaan farmasi meningkat. Hal ini menurut pelaku pasar adalah satu sentimen positif tersendiri yang mampu menggerakkan sekaligus mengangkat saham farmasi termasuk KLBF,” ujar Didi. \r\n\r\nDari sisi valuasi rasio, Karim mengatakan, pada harga Rp 485, KLBF diperdagangkan dengan PER 10,46 kali dan PBV 5,09 kali. “Dibanding dengan saham farmasi lain, valuasi KLBF lebih mahal,” tandas Karim.
25 Mar, 2004 18:57
Saham2 farmasi siap2 GO deh. Habis Pemilu kali ya
26 Mar, 2004 02:32
waktunya collect saham ini deh….. cwan dikit2 gak papa, daripada gak cwan blas…
Hari ini 50-55, tapi ntar sebelum close liat aja deh…smile Hari ini kok sampai minus 13 ada apa yach?…
Emang kalau sampai jadi 40 bung Chuan mau borong? Kalau sampai 40 bisa2 diguyur sampai 30 lagi nih
26 Mar, 2004 22:38
oh ya, kalau mau liat laporan keuangan 2003 itu liat dimana ya?
Ha.ha.ha. banyak yang takut kalau BNBR turun terus, tapi banyak juga yang keep saham ini dan yakin kalau ini barang bagus. Jadi ya kita tunggu aja deh…
29 Mar, 2004 16:03
Disuspensi tapi belum tentu jatuh lho harga sahamnya smile Ada yang tahu gak kira2 kapan nih pestanya dimulai? Setelah Pemilu April atau Juni?… smile smile smile
29 Mar, 2004 18:33
takut… takut….
29 Mar, 2004 18:35
kalau satu peserta udah KO, kan berarti saingan berkurang satu smile smile smile

Comments