Casio's Profile

Your Profile Pic

casio


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Badges

PyoBie
PyoMe
PyoTastic

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

DUTA GRAHA PROPERTY

pages: 1 2 3 4 ... 6
51 2153 19 Dec, 2007 15:24

ACEH...... ACE HARDWARE

pages: 1 2 3 4 5
50 2061 09 Nov, 2009 03:03

Posts

Pekan ini, BI akan Kembali Naikkan Suku Bunga Selasa, 9 Juli 2013 13:41 WIB Bank Indonesia (BI) akan kembali menggelar pertemuan rutin pertengahan pekan ini. Terbuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga, setidaknya sebanyak 25 basis poin, sehingga suku bunga acuan menjadi 6.25%. Prediksi tersebut merupakan hasil survei Dow Jones terhadap 10 ekonom regional beberapa saat lalu. Sebanyak 9 orang responden memperkirakan penyesuaian suku bunga dan hanya 1 orang yang memprediksi interest rate dipertahankan pada levelnya saat ini. Pada pertemuan bulan lalu, BI telah menaikkan suku bunga guna menekan risiko inflasi dan mengurangi laju pelemahan nilai tukar Rupiah. Ancaman infasi merupakan musuh utama otoritas saat ini, terutama pasca kenaikan harga BBM bersubsidi sebanyak 33% akhir Juni lalu. Satu orang ekonom memperkirakan suku bunga belum akan berubah pekan ini, sementara satu orang dari 9 responden yang sepakat kenaikan bunga bahkan berani memprediksi BI akan mengerek suku bunga hingga 50 basis poin pada pertemuan Kamis besok. "Inflasi kemungkinan mendekati 8% dalam hitungan bulan dan pengetatan kebijakan bisa membendung ancaman itu," urai Ekonom ANZ, Daniel Wilson. Menurutnya kenaikan 50 basis poin pun tidak akan terlalu mengejutkan karena tingkat inflasi sudah mencapai 5.90% (on year) di bulan Juni atau lebih tinggi dibanding catatan bulan sebelumnya, 5.47%. Bank Indonesia di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga guna membantu penguatan kurs Rupiah. Intervensi pasar semakin tidak mempan karena cadangan devisa RI sudah tergerus ke angka $98.1 miliar pada akhir bulan Juni. Jumlah devisa itu merupakan yang terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir. Padahal satu bulan sebelumnya, cadangan devisa Indonesia masih tercatat sebesar $105.15 miliar. Nilai tukar Rupiah siang ini terpantau pada level 9955 per USD.
10 Jul, 2013 14:49
Faktor Penggerak Bursa AS, Rabu 10 July:\r\n\r\nMarket Tone : indeks dollar AS terkoreksi dari level tertinggi 3-tahunnya, sementara Euro bangkit dari level terendah dalam setaun terakhir menjelang minutres FOMC & pidato Bernanke. Sementara yield obligasi AS tidak berubah. Mata uang Yen Jepang terapresiasi terhadap mata uang utama seiring sinyal pemulihan ekonomi mengurangi ekspektasi adanya pelonggaran moneter tambahan dari BoJ. Sementara mata uang Euro terus tertekan seiring potensi pelonggaran moneter ECB paska komentar ECB Asmussen dan Draghi.\r\nBernanke Re-Emerge: Tiga minggu setelah komentarnya mengenai rencana reduksi stimulus yang memicu gejolak bursa saham global, dan menyebabkan lonjakan yield obligasi AS. Gubernur The Fed, Ben Bernanke dijadwalkan memberikan pidato setelah dirilis laporan minutes FOMC Meeting. Fokus para investor akan tertuju pada sesi tanya jawab dengan Bernanke terkait arah kebijakan moneter dan apakah The Fed akan mulai reduksi stimulus di bulan September khususnya setelah data non farm payrolls beberapa waktu lalu yang positif melampaui estimasi.\r\nChina Slowdown: Negara ekonomi terkuat kedua dunia memberikan sinyal warning outlook neraca perdagangan yang lemah setelah pertumbuhan ekspor dan impor yang jatuh secara mengejutkan. Ekspor China jatuh -3.1% dibawah ekspektasi +3.7%, sekaligus merupakan pertama kalinya dalam 18 bulan terakhir.\r\nCrude Oil Demand: Permintaan terhadap minyak mentah direvisi naik oleh EIA sebesar 1 juta barrel per hari menjelang musim panas ini. Alhasil minyak mentah berjangka AS meroket diatas $104 per barrel, level tertinggi dalam 14 bulan terakhir ditengah kerusuhan Mesir, dan potensi embargo minyak Iran yang mendekati offline sehingga menekan sisi supply, apalagi di saat bersamaan kilang di Teluk Mexico dilaporkan tidak terkontrol dan terjadi ketumpahan minyak.\r\nItaly Downgrade: Lembaga pemeringkat kredit S&P mengikuti langkah Moody’s untuk menurunkan rating kredit Italia dari BBB+ menjadi BBB mencerminkan pandangan pelemahan pertumbuhan ekonomi Italia lebih lanjut disertai level rasio utang terhadap GDP yang mencapai 129% di akhir 2013 termasuk level yang tinggi, sehingga outlook rating juga dipertahankan negatif.
14 Jul, 2013 13:59
Jika tekanan inflasi mulai meninggi bi naikkan lagi rate terus, ini baru kebijakan ofensif agresif yang sesuai dan dicintai pelaku pasar terutama asing, jadi bulan depan jangan ragu ragu untuk naikkan suku bunga lagi smile smile LANJUTKAN :rofl: F belum mau masuk besar, jadinya ihsg cuma naik sesaat saja smile Diskonnya kurang besar smile)
14 Jul, 2013 14:14
Besok pengumuman GDP China , kalo result dibawah 7% —> horor Besok juga ada auction Indonesia bonds kalo ngga salah . @art … BI rate naik untuk menguatkan rupiah , yang sampai sekarang justru terjadi sebaliknya … Yang pasti likuiditas rupiah akan tersedot alias kering … CMIIW @casio … Kenaikkan IDX cuma teknikal jika berdasarkan fundamental TP ahir 2013 ke 4000 dgn potensi overshoot ke 3600 …. CMIIW Salam … Mantap om :applause: Kita tunggu turbulence nya smile)
15 Jul, 2013 00:34
Kospi terpuruk seiring merebaknya kekhawatiran atas performa ekonomi dunia menjelang publikasi data GDP Cina hari ini. Kospi futures kini diperdagangkan 240.15; menjauhi level tinggi harian 243.25 (fr)
Permasahannya, kedepan…………. kalo tidak dihilangkan nol nya (sekarang) ,maka nol akan bertambah terus (inflasi) :-t
17 Jul, 2013 03:14
dilihat sampai jam sekarang, kelihatannya pada optimis smile
smile) DOW sideway diatas awan :applause: :mimpi: :-w :-w menunggu halilintar yg membuat hujan. sementara weekly mau menerobos naik ke atas, apa daya daily ga ada tenaga buat nariknya smile) ditunggu dengan sabar :-w :-w :-w
Orang-orang Super Kaya Mulai Getol Lagi Belanja Saham Angga Aliya - detikfinance Sabtu, 20/07/2013 12:49 WIB http://images.detik.com/content/2013/07/20/6/wallsdalam.jpg Foto: Reuters New York - Orang-orang super kaya di Amerika Serikat (AS) mulai percaya pasar modal akan membaik lagi. Banyak dari mereka yang mulai kembali menempatkan dana di pasar modal. Sebuah survey yang dilakukan Institute for Private Investors menunjukkan, keluarga dengan harta lebih dari US$ 30 juta (Rp 285 miliar) sekarang fokus untuk mengembangkan hartanya daripada menyimpannya di tabungan seperti saat krisis. Jumlah keluarga yang berniat melakukan itu naik menjadi lebih dari 50% dari sebelumnya hanya 47% di tahun lalu. Sementara jumlah keluarga yang memilih untuk diam dan mengamankan hartanya turun jadi 36% dari sebelumnya 43%. Para keluarga super kaya ini juga tidak ingin menyimpan banyak uang tunai. Menurut survey, sebanyk 42 responden berencana mengurangi kepemilikan uang tunainya tahun ini. Uang mereka ini akan disimpan di pasar modal, terutama di saham. Lebih dari setengah responden memilih untuk memborong saham di pasar modal. "Orang-orang kaya ini merasa sekarang saatnya yang tepat untuk tidak lagi berdiam diri dan mulai fokus mengembangkan kekayaan yang sempat hilang pada masa krisis 2008 kemarin," kata Mindy Rosenthal, Presiden Institute for Private Investors, anak usaha Campden Wealth dikutip CNBC, Sabtu (20/7/2013). Tahun lalu, golongan super kaya mendapatkan imbal hasil dari pasar modal yang lumayan tinggi, rata-rata lebih dari 10%. Angka itu masih di bawah pertumbuhan Indeks S&P yang naik 13,4% tapi masih di atas Indeks Dow Jones yang hanya naik 7,26%.
27 Aug, 2013 08:21
Harusnya sudah ada di kepala 5 nih Kuat banget ya
04 Sep, 2013 13:28
Negara maju dipimpin oleh Amerika Serikat akan menggerakan pertumbuhan global sementara negara berkembang beresiko melambat akibat mengetatnya kebijakan moneter di AS, menurut International Monetary Fund dalam catatannya hari Rabu. Dalam nota yang disiapkan untuk pertemuan negara G20 di St. Petersburg, IMF mendesak adanya aksi penguatan global untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dan mengelola resiko, memperingatkan bahwa sejumlah resiko penurunan telah menjadi lebih menonjol. Negara berkembang dinilai rentan terhadap pengetatan kebijakan moneter AS dan IMF meyarankan agar pemerintah bersiap untuk mengatasi ketidakstabilan finansial.\r\n\r\n"Pemerintah harus mebiarkan nilai tukar mata uang merespon perubahan pada fundamental namun mungkin harus menjaga dari resiko penyesuaian yang tidak teratur, termasuk melalui intervensi untuk memperlancar volatilitas yang berlebih," ucap IMF. Federal Reserve AS mungkin akan mulai memangkas program stimulusnya sesegera bulan ini, IMF mengingatkan. Pertemuan kebijakan Fed selanjutnya akan digelar tanggal 17-18 September nanti.\r\n\r\n"Kecemasan terbesarnya adalah perlambatan tingkat pertumbuhan global untuk waktu yang lebih lama," ucap IMF, sembari merevisi turun proyeksi jangka pendek untuk negara berkembang. Brasil, China dan India adalah yang menyebabkan sebagian besar perlambatan tersebut. Namun dengan Amerika Serikat dan negara maju lainnya bertambah cepat, IMF masih memperkirakan tingkat pertumbuhan global akan bertambah cepat di 2014 dari tahun ini, terbantu oleh kondisi moneter yang sangat akomodatif pada negara-negara kaya.
Yang sekarang menjadi perhatian pasar memang isu kenaikan BBM ini IDX !!! memang seksi… setelah Mr jokowi menjadi President , tinggal tunggu hasil kerja nyata nya. Mengenai arah IDX dikaitkan dengan isu BBM ini , bisa menjadi seperti keping uang logam dengan dua gambaran yang berbeda jadi , intinya kapan / waktu BBM di naikan, isu nya bisa membuat IDX naik atau turun…… ikuti pasar , kalau markets sudah over sell (lihat kd line juga ketahuan) , BBM naik , maka akan dijadikan TRIGER untuk IDX naik !!!! Begitu pun dengan kebalikannya ( mikir sendiri ya :-? ) Jangan lupa untuk memperhitungkan tanggal pengumuman inflasi yang Bang Ambasador bilang :peace: Pergunakanlah MOMENTUM yang ada !!! cmiiw

Comments