Casio's Profile

Your Profile Pic

casio


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Badges

PyoBie
PyoMe
PyoTastic

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

DUTA GRAHA PROPERTY

pages: 1 2 3 4 ... 6
51 2153 19 Dec, 2007 15:24

ACEH...... ACE HARDWARE

pages: 1 2 3 4 5
50 2061 09 Nov, 2009 03:03

Posts

Eropa sudah ada "solusi" padahal ini biang yang bikin semua orang berkeringat dingin d 2011, likuiditas pasar cukup, suku bunga SBI @all time low, tapi investor di BEI malah pada bengong kaya kucing kena lampu sorot di jalan tol. Yah inilah dinamika pasar modal. Justru ada yg begini ini kita ada opportunity. komportunity smile
29 Mar, 2012 04:15
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turunkan rasio pembagian dividen menjadi sebesar Rp 1 triliun, atau setara 30% dari perolehan laba bersih tahun buku 2011 Rp 3,33 triliun, ungkap pejabat perseroan. Penurunan dividen perbankan ini bertujuan meningkatkan laba ditahan dan memperkuat permodalan yang digunakan untuk ekspansi kredit.\r\n\r\nVera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon, menjelaskan pembagian rasio dividen ini mengalami penurunan jika dibanding 2010 sebesar Rp 1,009 triliun, setara dengan 35% dari laba bersih setelah pajak, yang diperoleh pada 2010 sebesar Rp 2,88 triliun.\r\n\r\nTahun ini dividen yang akan dibagikan pemegang saham Danamon sebesar Rp 104,43 per lembar saham, sedangkan pada 2010 perseroan membagikan Rp 119,83 per lembar saham. Diperkirakan dividen ini akan disalurkan pada pertengahan Mei. “Nanti akan kami umumkan di media masa,” kata Vera, Selasa.\r\n\r\njadi, buy or sell …. :-?\r\n\r\nCum date deviden 19 April smile \r\n\r\ncolek colek, mudah mudahan bisa sampai goceng :$-)
09 Apr, 2012 09:12
Deviden Tunai BDMN = Rp. 104,43 per saham Cum Tanggal 24 April 2012 Ex Tanggal 25 April 2012 Pay Tanggal 8 Mei 2012 :shameonyou: cum 19 april :$-)
INDO TAMBANGRAYA capai kenaikan produksi batu bara 10%\r\nRabu, 02 Mei 2012 | 17:08 WIB\r\nRaydion\r\n \r\nJAKARTA: Volume produksi batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk pada kuartal I/2012 meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau dari 5,2 juta ton menjadi 5,7 juta ton.\r\n \r\nDirektur Keuangan Indo Tambangraya Megah Edward Manurung mengatakan penjualan bersih perseroan juga meningkat 10% menjadi sekitar US$515,16 juta.\r\n \r\n“Volume produksi dan penjualan kami rata-rata meningkat sekitar 10% pada kuartal I tahun ini ,” katanya siang ini.\r\n \r\nAdapun untuk realisasi laba atau rugi bersih, Edward menuturkan saat ini perseroan masih mempersiapkan laporan keuangan dan akan dipaparkan pada Jumat pekan depan.\r\n \r\nDia menuturkan hingga akhir tahun target volume produksi batu bara perseroan adalah 27 juta ton atau naik 2 juta ton dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 25 juta ton.\r\n \r\nDirektur Penjualan dan Pemasaran Indo Tambangraya Megah Hartono Widjaja mengatakan ekspor batu bara ke India masih tersendat karena masalah kelistrikan di negara itu.\r\n \r\n“Kami harapkan di India akan segera membaik sehingga bisa lancar kembali pasokan ke sana,” jelasnya. (sut)
Hari Jum''at 27 Apr, Harga masih closing di 42300. >Cum deviden Begitu senin, 30 Apr, harga langsung open 41000.> Harga open gap down… Ya logikanya uda dapet deviden 2506. Kalo untuk perusahaannya ga ada yg salah koq, semuanya on the track…. Harga saham turun terus karena dipengaruhi oleh harga komoditas harga batubaranya yg lagi turun. Nanti juga naik lagi…. Semuanya dapet giliran
Hari Jum''at 27 Apr, Harga masih closing di 42300. >Cum deviden Begitu senin, 30 Apr, harga langsung open 41000.> Harga open gap down… Ya logikanya uda dapet deviden 2506. Kalo untuk perusahaannya ga ada yg salah koq, semuanya on the track…. Harga saham turun terus karena dipengaruhi oleh harga komoditas harga batubaranya yg lagi turun. Nanti juga naik lagi…. Semuanya dapet giliran smile smile smile ane duga saham2 coal rontok gara2 bakal kena pajak ekspor gede. begitu juga untuk komoditi tambang mineral. ada yang tahu soal keputusan pajak itu seperti apa hasilnya? batu bara tdk termasuk yg kena bea masuk smile smile smile May 1, 2012 Gita Wirjawan Menentang Batubara Kena Pajak Ekspor Rista Rama Dhany - detikFinance Selasa, 01/05/2012 14:30 WIB Jakarta - Pemerintah sedang gamang mengeluarkan aturan pajak material dan bea keluar untuk bahan-bahan mineral tambang yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat ini pemerintah masih mengkaji apakah pengenaan bea keluar atau pajak ekspor dikenakan untuk batubara atau non batubara saja. "Tujuannya pengenaan bea keluar agar kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi dahulu, tetapi masalahnya jangan sampai batubara juga dikenakan bea keluar," ujar Gita di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (1/5/2012). Pasalnya kata Gita, batubara terkait erat dengan perusahaan-perusahaan tambang yang tergabung dalam kontrak karya, kontrak karya memiliki kewajiban fiskal yang sudah cukup tinggi. "Kewajiban fiskal perusahaan tambang kontrak karya sudah memiliki kewajiban fiskal sebesar 45% mulai dari pajak, royalti dan lainnya," ujarnya. Selain itu kata Gita, dalam kontrak karya sudah ada perjanjian sebelumnya. Ia berharap jangan sampai ada pelanggaran perjanjian kontrak karya dengan investor. "Ini juga berkaitan dengan Domestik Market Obligation (DMO) apakah sudah dilakukan hilirisasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri, misal untuk pembangkit listrik apakah sudah cukup, kalau teryata hilirnya belum siap untuk mendapatkan pasokan batubara mestinya harus ada pemikiran untuk tidak dikenakan bea keluar, jadi kalau nggak ada ya nggak perlu," jelas Gita. Menurut Gita saat ini sedang dibahas kembali soal rencana pengenaan bea keluar batubara. Ada dua alternatif, yaitu apakah berlaku untuk batubara atau non batubara. "Kami jelas mengusulkan jangan sampai ada pemukulrataan untuk komoditas berbeda dengan skala hilirisasi berbeda pula. Jangan sampai pengusaha merasa treatment untuk mereka itu tidak fair (adil), ini juga untuk menghindari jangan sampai bea keluar dikenakan tinggi sekali," tutupnya. http://finance.detik.com/read/2012/05/01/143039/1906049/1036/gita-wirjawan-menentang-batubara-kena-pajak-ekspor?f9911023
Deviden PTBA Rp 652,8 / saham
Deviden PTBA Rp 652,8 / saham Kira kira 6 thn yg lalu harga sahamnya baru 3000 perak. Waktu itu tiap untung gocap, gue jual. Waktu itu gue nggak ngebayangin harga PTBA bisa seperti sekarang. makanya jangan banyak mimpi …. smile) smile) :peace:
Deviden PTBA Rp 652,8 / saham Kira kira 6 thn yg lalu harga sahamnya baru 3000 perak. Waktu itu tiap untung gocap, gue jual. Waktu itu gue nggak ngebayangin harga PTBA bisa seperti sekarang. makanya jangan banyak mimpi …. smile) smile) :peace: Mungkin maksudnya harus pintar pintar mimpi kali. smile hati hati saja, ntar mimpi basah…. smile)
bro Funda kok masih tenang2 aja nih keliatan nya, padahal kemarin2 ud ada setor ke bbrp stocks smile smile turun ok naik juga ok … cash ane kan masih banyak :rofl: value investor sukanya saham yg dia beli turun 80% dulu .. contohnya welcome brna di 1000 atau 500 :p Kalau gue perhatikan, saham saham yg disebut bung Funda ini sukanya yg volumenya kecil. Apa sebab? :-? smile smile smile meminimalkan risk. dia cari yang fundamentalnya o.k tapi kurang likwid, jadi nggak dihajar waktu lagi kebakaran seperti ini. smile smile smile bukan begitu .. sebagian saham yg saya beli ada kok volume nya … volume ngak masuk pertimbangan saya aja .. jadi kalau saham A fundamental ok dan murah yah saya ambil .. ngak peduli volume besar atau kecil. lah .. justru saya harap dihajar kiri 80% dulu … kan baru setor dikit2 seperti cfin setor 10% kekuatan aja dan brna setor 20% kekuatan … kalau beli 10% terus naik yah apa asyiknya .. maunya turun ke 3xx baru ambil lagi 10% … gitu seterusnya smile smile smile smile kalau gitu mending tunggu dihajar 80%, baru masuk full power 100%. mana ada sih orang beli saham sekarang tapi berharap besok2nya dihajar turun? smile smile smile ini lah bedanya seorang Fundamentalis :hug: kalo Teknicallis malah CUT LOSS smile)
DB sell Kras 15,065 Lot
28 Jun, 2013 05:10
support 1150 apa sudah layak icip icip :-?

Comments