Beginner's Profile

Your Profile Pic

beginner


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

www.e-samuel.com > ADES: Nestle SA dan Coca Cola Akuisisi 65% Saham Lewat WPB Water Partners Bottling (WPB), perusahaan joint venture Nestle SA dan The Coca Cola Company dengan kepemilikan saham masing-masing 50%, diberitakan telah mengakuisisi 65% saham PT Ades Alfindo Putrasetia (ADES) melalui rights issue. Head of Public Relations PT Nestle Indonesia Brata T Hardjosubroto menjelaskan akuisisi saham Ades didasarkan pada komitmen bersama antara Nestle dan Coca Cola untuk bersama-sama menekuni dan mengembangkan air kemasan di Indonesia. Sementara itu, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih akan mempertahankan suspensi atas perdagangan saham ADES dan menunggu penjelasan direksi perseroan ke publik tentang pertambahan saham WPB setelah rights issue.
Buy on Rumours. Issue-nya kan sudah santer sejak di 1100 smile
13 Aug, 2004 06:27
haloo .. ada yang punya info, suspend bipp kapan dibuka lagi?
20 Aug, 2004 07:02
saya dulu pernah kerja di astra graphia 4 tahun. management-nya professional, bertanggungjawab & yg terpenting inovatif. saya tetap pegang saham ini.
23 Aug, 2004 04:29
BEJ delist ALDI & KIAS. 4 emiten lainnya dikabarkan akan di-delist: SIMA, UGAR, TPEN & BUKK. BIPP rasanya lolos dari de-list [-o< . tapi masalahnya kapan suspend di lepas nih?
ANTA tunggu momentum …
31 Aug, 2004 03:19
sudah ngga dikasih tuh…
06 Sep, 2004 01:33
Bukannya divisi IT-nya sudah dijual? IT-nya dari dulu memang kurang profitable, performance-nya jelek banget.
sudah dapet kontraknya tuh… tapi memang saham ini sulit naek.. masih menunggu jadi/tidaknya divestasi. ——————————— Jakarta (Indofinanz) - PT.Timah Tbk., tahun depan akan menandatangani kontrak jual beli batu bara dengan Mitsubishi Corporation Jepang. Manajemen perusahaan tambang negara itu menjelaskan realisasi kontrak batu bara berkalori 6.500 kkal itu dimulai awal tahun 2005 sebanyak 300-400 ribu ton per tahun. Direktur Utama PT.Timah Tbk., Thobrani Alwi sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (07/09) mengaku produksi batu bara perseroan tidak terlalu besar namun dinilai cukup untuk memberikan pemasukan tambahan. Dengan produksi yang terbatas sekitar 500-700 ribut ton per tahun maka penjualan hanya difokuskan di pasar spot. Thobrani menambahkan pada tahap awal penandatanganan hanya untuk masa kontrak satu tahun dan akan diperbaharui setiap tahunnya. Selain dengan Mitsubishi, emiten dengan kode TINS itu juga akan menjual batu bara ke pihak lain dengan volume sekitar 300 ribu ton. Bisnis batu bara yang mulai ditekuni perusahaan tambang plat merah itu mulai menunjukan hasil dimana semester pertama memberikan kontribusi Rp39,4 milyar dari total penjualan Rp1,09 trilyun. ———————–
cara maennya bd mungkin: index naek, harga tidak naek, index turun, harga langsung turun. dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi profit taking, so index kemungkinan turun. siap2 ke 19.. lagi nih.
08 Sep, 2004 09:08
pelan tapi pasti nih…
Lebih baik dihindari. Banyak saham yg lebih menarik dari saham ini. Managementnya ngga open nih…. ———————————– ADES Bukukan Rugi Bersih Rp18 Milyar Selasa, 14 September 2004 Jakarta (Indofinanz) - Ades Alfindo Putrasetia (ADES) melaporkan selama periode enam bulan pertama tahun ini membukukan rugi bersih Rp18,162 milyar atau turun lebih dari 236,5% dibanding dengan realisasi periode sama tahun sebelumnya yang justru kantongi laba bersih hingga Rp13,298 milyar. Kerugian tersebut sebagai akibat dari anjloknya penjualan perseroan dan rugi selisih kurs selama semester I/2004. Demikian disampaikan manajemen ADES kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini, Selasa (14/9). Pada periode Januari-Juni 2003 lalu sebenarnya ADES membukukan untung selisih kurs sebesar Rp6,782 milyar, namun pada semester I kemarin justru mendapatkan rugi Rp8,104 milyar. Sedangkan dari pos penjualan, perseroan hanya mampu membukukan Rp57,625 milyar atau merosot 32% dibanding periode sebelumnya. Menurut rencana pada 17 September mendatang, perusahaan air minuman dalam kemasan yang hingga kini sahamnya masih disuspen oleh BEJ itu akan mengadakan paparan publik. Ada empat hal yang diminta BEJ untuk dijelasakan ke publik oleh manajemen ADES. Pertama yakni mengenai penambahan saham Water Partners Bottling SA (WPB), kedua tentang penjelasan hilangnya data perseroan, penyelesaian masalah inkonsistensi data produksi dan penjualan sejak tahun 2002, serta terakhir adalah penjelasan atas visi dan misi WPB sebagai pemegang saham mayoritas baru di ADES.

Comments