Badguy's Profile

Your Profile Pic

badguy


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Badges

1500 Points

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Thread buat ngingetin buka puasa

7 118 12 Aug, 2010 12:46

APA PENDAPAT ANDA TENTANG BERITA INI...SETUJU ATAU TIDAK.?

pages: 1 2
18 490 10 May, 2010 03:43

Posts

besok kira2 AR kiri lagi ga yah?..adeh dah nyangkut lagi nih…jadi serem liat nih saham,,,jangan2 bisa kayak TRUB lagi dari 1000 an eh tembus ke 50…hiii serem…kira2 bakaln naek lagi ga nih saham..adakah secercah harapan yg dimiliki BUMI buat naek lagi …
separah itu kah bozz…udah ga ada harapan lagi yah buat BUMI u/naik lagi…kalo semisalkan nanti BNBR dah lepas dari BUMI..and BUMI dipegang ama sanmiguel/northstart atau yg lainnya..kira2 ada harapan buat naek lagi ga yah ?..
kesimpulannya..mau transaksi banyak, mau proyeknua banyak..mau LK nya bagus..tetep aja ga ngaruh…tetep gocap boss..apa nya yg aneh..emang bener2 kutu kupret neh saham…3 hari berturut2 cuman gocap…
kayaknya iyah sih bro..makanya buat nyangkuter bumi..atau yg masih hold nih saham..pegang dl ajah jangan dl dilepas…ane curiga nih..jangan2 anggota KSCers yg suka menyebarkan info yg memojokan BUMI adalah anak buahnya BNBR..supaya para nyangkuter melepas semua sahamnya..biar dapet diharga murah gitu…any comment ?..
Senin, 17/11/2008 18:51 WIB Bakrie Brothers Minta Doa Restu Paparan Publik Bakrie Group Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) meminta doa restu pada publik agar transaksi penjualan 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Northstar Pacific Partners Ltd berjalan lancar. Masa due dilligence berakhir pada 28 November 2008. "Kami minta doa restu pada publik agar transaksi ini lancar. Semoga tidak terjadi halangan," pinta Corporate Secretary BNBR, R.A. Sri Dharmayanti dalam paparan publik di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (17/11/200smile. Perseroan berharap proses due diligence dengan Northstar dapat berjalan lancar hingga berakhir 28 November 2008. Saat ini, Northstar sedang melakukan due diligence (uji tuntas) atas rencana akuisisi 35% saham BUMI senilai US$ 1,3 miliar. Penandatangan kesepakatan telah dilakukan pada 31 Oktober lalu. Dalam klausul perjanjian, Northstar meminta BNBR mengamankan saham-sahamnya di BUMI yang sebesar 35%. Saat ini sebagian besar saham BUMI milik BNBR sedang digadaikan pada sejumlah institusi. Oleh karena itu, Northstar menegaskan bahwa nilai transaksi US$ 1,3 miliar berlaku jika BNBR berhasil memberikan 35% saham BUMI secara clear and clean, dalam arti bebas dari masalah gadai saham BNBR. Jika BNBR tidak berhasil mengumpulkan kembali saham-sahamnya, Northstar mengatakan akan menegosiasikan ulang penawarannya. Kendati demikian, Presiden Direktur BNBR Nalinkant A Rathod mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan negosiasi ulang dari Northstar. Namun bukan tidak mungkin BNBR tidak dapat mengamankan 35% sahamnya di BUMI. Sebab, 2 dari 10 pinjaman gadai saham BNBR telah mengalami kegagalan alias default akibat penurunan harga saham yang dijaminkan hingga di bawah required collateral level 1,5-3 kali. Hal ini bisa memicu 2 kreditor tersebut melepas aset saham gadai yang default tersebut ke pasar. Kalau sudah begini, jumlah 35% dapat dipastikan tidak akan dapat dipenuhi oleh BNBR. Menganggapi hal ini, Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali mengatakan hingga saat ini belum ada aksi jual dari 2 kreditur yang default tersebut. "Kami sudah berbicara dengan mereka. Hingga saat ini belum ada yang dilepas di pasar. Jadi 35% masih bisa aman," jelas Yuanita. Namun seandainya itu terjadi pun, Nalinkant mengatakan perseroan bisa membeli saham BUMI secara langsung dari pasar untuk menutupi kekurangannya. "Masih bisa beli di pasar jika kurang," ujar Nalinkant. Akhir dari lika-liku gadai saham grup Bakrie masih belum dapat dipastikan. Segala kemungkinan masih dapat terjadi hingga 28 November mendatang. Oleh karena itu, manajemen perseroan meminta doa restu kepada publik agar proses transaksi dapat berjalan lancar tanpa halangan. besok siap2 …. :siul: :siul: siap2 apa neh bro./..siap2 AR kiri lagi maksudnya ?..jangan donk..plsss
dari pada pusing mikirin BUMI mending liat ini nih..manstab.. Tunggu! Yamaha YZF-R125 Akan Diluncurkan di 2009 Senin, 17 November 2008 - 19:10 wib text TEXT SIZE : Prasetyo Adhi - Okezone Foto: Yamaha YZF-R125 Yamaha kabarnya tengah mempersiapkan produksi masal untuk seri terbaru YZF-R125 ditahun 2009 nanti. Generasi terbaru dari seri R ini terlihat lebih macho dari pendahulunya. YZF-R125 2009 memiliki desain bodi yang lebih futuristik. Dilihat dari depan, garis "hidung" tampak tegas mencerminkan kesan kekar. Sementara di belakang penggunaan lampu jenis LED yang dipercaya mewakili prinsip futuristik. Pilihan warnanya kini menjadi Burning Blue, Sports White, Impact Yellow, serta Midnight Black yang dipadu desain striping baru. Mesin masih mengandalkan 124.66 cc 4-valve SOHC fuel injection, yang dipadu desain exhaust system berspek ultra responsive performance membuatnya mampu berlari kencang. Dengan rasio kompresi 11.2:1, YZF 2009 masih bisa dibesut hingga 15 Hp diputaran mesin 9000rpm. Selain itu digunakan pula sistem liquid cooled untuk meredam panas mesin. Imbasnya, ke-6 tingkat kecepatan mampu berjalan stabil hingga mencapai top speed. Body seberat 138 kg ditopang oleh sasis berdesain deltabox yang terbuat dari bahan aluminium yang ringan namun kuat. Seperti seri R terdahulu, R125 2009 ini juga tampil kekar selayaknya moge. Sasis dan body yang terlihat begitu besar akibat dimensi dapur pacu yang juga besar. Sedangkan lengan ayun menggunakan telescopic dan single swingarm. Peleknya berbahan alloy palang lima bertipe double spoke, dipadu ban ukuran 100/80-17 untuk depan, dan 130/70-17 buat belakang. Piranti penahan laju dipercaya keluaran brembo. Diameter disk yang dipilih ukuran 292mm pada ban depan, dan 230mm di belakang. Cakram yang begitu besar untuk menghentikan keganasan mesin R125. (ahm) insip futuristik. Pilihan warnanya kini menjadi Burning Blue, Sports White, Impact Yellow, serta Midnight Black yang dipadu desain striping baru. Mesin masih mengandalkan 124.66 cc 4-valve SOHC fuel injection, yang dipadu desain exhaust system berspek ultra responsive performance membuatnya mampu berlari kencang. Dengan rasio kompresi 11.2:1, YZF 2009 masih bisa dibesut hingga 15 Hp diputaran mesin 9000rpm. Selain itu digunakan pula sistem liquid cooled untuk meredam panas mesin. Imbasnya, ke-6 tingkat kecepatan mampu berjalan stabil hingga mencapai top speed. Body seberat 138 kg ditopang oleh sasis berdesain deltabox yang terbuat dari bahan aluminium yang ringan namun kuat. Seperti seri R terdahulu, R125 2009 ini juga tampil kekar selayaknya moge. Sasis dan body yang terlihat begitu besar akibat dimensi dapur pacu yang juga besar. Sedangkan lengan ayun menggunakan telescopic dan single swingarm. Peleknya berbahan alloy palang lima bertipe double spoke, dipadu ban ukuran 100/80-17 untuk depan, dan 130/70-17 buat belakang. Piranti penahan laju dipercaya keluaran brembo. Diameter disk yang dipilih ukuran 292mm pada ban depan, dan 230mm di belakang. Cakram yang begitu besar untuk menghentikan keganasan mesin R125. (ahm)
Siap-Siap, Bursa AS Masih Menggeliat Liar Minggu Ini NEW YORK. Pasar saham sedang mencoba menggeliat dan merangsek ke atas. Sayangnya, ekonomi makro masih terus berubah. Departemen Keuangan AS mengganti rencana bail out keuangannya dan Kongres juga tengah berselisih-pendapat mengenai kucuran dana untuk sejumlah pabrikan otomotif di AS. Di luar itu semua, para pemilik modal berada dalam kubangan waktu untuk mencari tahu apa yang akan terjadi pada esok hari. Mereka menemukan, sepertinya akan ada ayunan yang cukup liar lagi di lantai bursa pada minggu ini. "Ada begitu banyak ketidakpastian yang luar biasa terjadi, satu datang setelah yang lainnya," kata Quincy Krosby, chief investment strategist untuk The Hartford. "Pasar membutuhkan kepercayaan bahwa semuanya akan menjadi baik. Namun saat ini sudah muncul tanda bahwa mereka kehilangan kepercayaan itu," tambahnya. Harap dipastikan, penjualan oleh hedge fund maupun mutual fund telah menyumbang volatilitas pasar seiring dengan respons untuk redemptions. Hari Sabtu (15/11) kemarin merupakan tenggat untuk redemptions di hampir semua hedge fund. Hanya saja, para pemilik modal belum bisa mengantisipasi untuk mengakhiri penjualan dalam jumlah yang sangat besar. Namun, ada faktor fundamental juga dibalik brutalnya pasar yang bergerak naik turun. Yang terbesar adalah perubahan strategi pemerintah untuk membenahi perekonomian yang lemah dan sistem keuangan yang tegang. Lantaran para pemilik modal tak tahu pasti apa langkah pemerintah, maka mereka tidak bisa menaksir melandainya perekonomian dunia dan harga-harga yang sesuai untuk pasar. Minggu lalu, Treasury Secretary Henry Paulson mengatakan bahwa dana US$ 700 miliar tidak akan digunakan untuk membeli aset perbankan yang membusuk seperti yang direncanakan pada awalnya. Sebaliknya, pemerintah bersiap untuk membeli sejumlah saham di perbankan. Ujung minggu lalu, setelah House Speaker Nancy Pelosi membeberkan bahwa pemerintah bakal menyediakan US$ 25 miliar untuk menyelamatkan General Motors Corp., Ford Motor Co. dan Chrysler LLC, namun dedengkot dari partai Republik menentang dengan keras rencana tersebut. Karenanya, Kongres bakal berembuk kembali minggu ini. Menurut Krosby, kekhawatiran Wall Street terhadap pabrikan otomotif ini sesungguhnya jauh lebih rendah ketimbang terhadap perusahaan mereka sendiri. "Ini adalah mengenai pekerjaan," katanya. Minggu lalu, AS memang dihamburi oleh sejumlah pemberitaan mengenai pasar tenaga kerja. Departemen Tenaga Kerja bilang, angka pengangguran di AS sudah mendekati 516.000 orang. Jumlah ini sedikit lebih tipis saat terjadi penyerangan teroris pada 11 September 2001. Saat itu, pengangguran mencapai 517.000 orang. Minggu ini, ekonom memprediksikan akan ada klaim dari para penganggur di kisaran 500.000 orang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Thomson/IFR, jumlah klaim yang diajukan oleh para penganggur ini akan mencapai lebih dari 500.000. Seiring dengan hilangnya pekerjaan dan nilai properti yang menyusut, maka konsumsi masyarakat AS pun akan menciut. Hal ini merupakan permasalahan yang mendasar lantaran salah satu penopang perekonomian adalah konsumsi masyarakat. Departemen Perdagangan bilang minggu lalu, bahwa penjualan ritel menyusut 2,8% di bulan Oktober. Angka ini termasuk yang paling besar dalam sejarahnya, lantaran selama ini yang dianggap penyusutan terbesar adalah 2,65% di bulan Oktober 2001. Itu sebabnya, angka-angka yang berhamburan di AS ini membikin para investor tidak mudah. Apalagi, bakal ada laporan lain yang muncul minggu ini dari Lowe Cos., Target Corp. and Home Depot Inc. Bahkan, laporan yang juga akan muncul dari Dell, pabrikan komputer terbesar di AS, juga akan menyumbang pandangan lain tentang konsumsi masyarakat yang tertahan. Nah, masyarakat maupun perusahaan yang kini mengerem konsumsinya, perusahaan di segala lini akan kehilangan kekuatannya. Sejauh ini, sebanyak 93% dari perusahaan yang terdaftar di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya di kuartal ketiga. Rata-rata, menurut data JP Morgan, pendapatan mereka anjlok 19%. Tentu saja, the biggest losers adalah industri keuangan, dan the biggest gainers adalah perusahaan-perusahaan energi–sektor yang mudah loyo saat harga minyak terjungkal. Usaha pemerintah untuk menyokong sistem keuangan global telah membantu meningkatkan kinerja pasar, namun hanya sedikit menopang para pemilik modal yang mengkhawatirkan rontoknya perekonomian global. "Kita melihat beberapa sisi sudah mencair, namun kita belum melihat kelanjutan pembelian lebih lanjut di credit market," tutur Scott Fullman, Director of Derivatives Investment Strategy WJB Capital Group di New York. Pemimpin dari negara-negara yang tergabung dalam G20 bertemu di Washington pada hari Jumat dan Sabtu. Sayangnya, meski sudah sepakat untuk menyediakan pinjaman untuk institusi keuangan, nyatanya tidak membikin kesepakatan yang konkrit untuk mengobati krisis global kali ini.
menurut interpretasi masing2 dong bacanya…. :hug: skrg gini…BNBR punya BUMI skrg brapa persen sih?? truss yang mau di jual ke North Star berapa persen sih? :siul: :hug: Yang penting BAKRIE bisa punya saham 35% ditangan kapan ??? Masak jual saham dalam karung , yang jumlahnya kurang dari 35% sesuai perjanjian. Kalau jadi NS beli saja dipasar Harga turun terus gitu. Kalau dia collect terus sampai akhir bulan tentu dia dapat max Harga 1000an. Jumlahnya memang mungkin bukan 35% Sama juga BAKRIE kalau ada duit dan dia janji sama NS 28 NOV , diamkan saja Nanti kan kalau panic jual Harga bisa dicollect terus sampai NOV 28 Average dibawah 1000-an Jadi bisa asumsi sendiri-2 . Yang mau beli main tunggu sampai Volume penjualan menurun baru ikut masuk !!!!! Yang jual juga main tunggu kalau rebound dan tahan dulu jualnya !!!! Yach asumsi max 2000-an atau mungkin kira-2 1500-An ,tergantung Nyangkut dimana !!! Alias sebaiknya jangan jual dulu sekarang ????? , sampai urusan NS dengan Bakrie beres. Yach dasar orang jual KUCING dalam KARUNG , kaya Kucingnya Tongseng masih mendingan bisa Goyang-2 Stocker-stock bener bro..ane setuja banget..buat para nyangkuetrs..hold dl ajah…biar mau dijelek2 an sebagaimana pun juga..nih saham ada yg "nopang kok"..dan masih cukup bagus..buktinya ada yg mo beli macam NS, PTBA, ANTM, SAN MIGUEL….kan mereka berminat beli bukan tanpa alasan..kalau emang jelek gak mungkin berani beli…
lha kalo nyangkoet dari 8000an terus turun terus sampai 500an , apa nggak cilaka bro ?? :kejeblos: kan mending cutloss mumpung masih ada bid … terus kalo masih penasaran sama bakrie … ente tungguin tuhh di 100an :rofl: yah kan tergantung bro..nyangkutnya di brape dl..kalo segitu sih..yah wassalam ajah..tapi sih menurut ane..biar gimana pun..klaaupun mo cl..tunggu ajah sampai tgl 28..sampai urusan bnbr ama ns tentang BUMI beres..
buat yg masih ragu2..atau pun yg newbie…filterlah informasi yg anda dapat jangan telan mentah2..karena ga semua yg menyampaikan informasi itu jujur..ada juga yg ingin mempermainkan kepanikan pasar..supaya dia bisa dapat barang diharga murah..nih contohnya,.,kaya si erick..baca yah.,.. Erick, Broker Cari Untung? ILUSTRASI Penyebar Isu Likuidasi Lewat Email Tertangkap/KompasTV Artikel Terkait: * Polisi Masih Buru Penyebar Rumor Perbankan * BI: Masyarakat Harus Bijak Sikapi Rumor * Bank Century: Hanya Telat 15 Menit * Presiden Dapat Laporan Kondisi Perbankan Aman * Boediono: Bank Century Kalah Kliring Senin, 17 November 2008 | 07:04 WIB SALAH satu sales dan broker pialang di PT Bahana Securities Erick Jazier Adriansyah (3smile ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita bohong. Ia menyebut lima bank di Indonesia mengalami masalah likuiditas dan kegagalan dalam menyelesaikan transaksi antar bank. Informasi itu ia sebar lewat email atau surat elektronik. Hasilnya, Jumat (14/11) dunia perbankan heboh. Kabar lonceng kematian sejumlah perbankan di Indonesia segera berkembang cepat sampai ke luar negeri. Pelaku perbankan dan pemerintah dibuatnya panik. Semua takut, kabar itu akan memperparah kondisi perekonomian Indonesia. Takut akan terjadi penarikan uang besar-besaran dan pemilik modal memindahkan dananya ke luar negeri. Polisi segera menyusuri dari mana informasi yang menyesatkan dan mencemaskan semua pelaku ekonomi tersebut. Di tengah-tengah kecemasan, BI segera mengeluarkan pernyataan bantahan terhadap isu itu. Tapi tanpa adanya bukti tersangka penyebar berita bohong tersebut tertangkap, publik akan meragukan bantahan BI. Untung, hanya dalam 1X24 jam, pelakunya sudah tertangkap. Erick, seorang broker pialang yang menyebarkannya. Apa motif seorang broker menyebarkan isu yang sampai mengancam perekonomian bangsa ini? Apakah ia kerja sendiri atau ada pihak lain di belakangnya? Polisi belum dapat memastikan. Namun dari hasil penyidikan sementara, Ercik melakukan itu hanya untuk memberi informasi kepada kliennya, sehingga kliennya berhati-hati agar tidak mengalami kerugian besar. Menurut Kanit V IT dan Cyber Crime Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Kombes Petrus Reinhard Golose, tindakan Erick sebatas itu sebenarnya sebagai hal yang wajar mengingat ia seorang broker. Tapi yang jadi masalah, berita itu salah dan dipersepsikan lain. Berita itu kemudian juga berkembang luas. Ini akan mengoyahkan bisnis perbangkan. Padahal bank- bank itu sehat," katanya, Minggu (16/11). Lima bank yang diisukan oleh Erick mengalami kesulitan likuiditas itu adalah Bank Panin, Bank Bukopin, Bank Artha Graha, Bank CIC, dan Bank Victoria. Sejauh ini Erick mengaku tidak ada orang lain yang terlibat. Tindakan itu atas inisiatif sendiri, setelah ia menerima informasi dari broker lain yang belum ia cek kebenarannya. Tanpa check and re check, Erick langsung menyampaikan informasi itu kepada orang lain melalui surat elektronik. "Itu pengakuannya. Tapi kami akan terus mencaritersangka lainnya dan kemungkinan adanya pihak-pihak yang berdiri di belakang Erick untuk menyebar kepanikan pelaku ekonomi," kata Petrus Golose. Rabaan Petrus Golose tentang kemungkinan adanya pihak tertentu di belakang Erick cukup beralasan. Di bursa saham, seringkali broker atau pihak-pihak tertentu yang ingin meraup keuntungan besar, memainkan kepanikan semacam ini. Tujuannya, agar harga saham jatuh dan mereka bisa membeli dengan harga murah. Tapi apapun motivasinya, Erick bakal mendekam di penjara dengan pelanggaran pasal 27 ayat (3) dan pasal 28 ayat (1) Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang informasi transaksi dan elektronik (IT). Ia terancam hukuman enam tahun penjara. Sejak Sabtu (15/11) dia sudah menghuni tahanan Bareskrim Mabes Polri. Dan yang pasti, ia tidak bakal bisa menikmati apa-apa dari kepanikan dunia perbankan Indonesia kemarin. (PersdaNetwork/sugiyarto)
bukannya mikirin gimana caranya supaya BUMI bisa rebound..malah mikirin yg gituan..aduh aduh..pantesan AR terus…negara kita lagi susah…jangan tambah susah lagi donk..damai itu indah…jangan diperibet soal gituan lah..masih banyak masalah yg urgent harus diselesaikan
besok jangan AR lago dnk..plssss…cukup sudah..deh..masalahnya klao BUMI AR ..yg laen juga pasti kena imbas…

Comments