Anti_Jemani's Profile

Your Profile Pic

anti_jemani


Birth Date : -

Website : -

Point : 157

About me
-

Badges

PyoBie
PyoMe

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

2011 TAHUN KEBANGKITAN SRSN!

 Closed
0 72 08 Dec, 2014 04:42

SRSN tahun 2014

pages: 1 2 3 4 ... 14
131 1726 29 Apr, 2016 03:37

Dampak Sanering Terhadap Saham

1 61 28 Mar, 2011 03:54

TURIiiiiiii

2 31 22 Mar, 2011 09:15

ELSA

 Closed
4 110 11 Jan, 2011 03:33

SRSN 2.0 : Prospekkah di tahun 2013?

pages: 1 2 3 4 ... 24
236 4563 14 Nov, 2018 08:38

SRSN calon delisting?

pages: 1 2 3 4 ... 6
52 1551 22 Mar, 2020 18:55

Sub Rek Efek di KSEI

9 110 26 May, 2020 22:16

Ada yg pernah ikut seminar beternak emas?

pages: 1 2
13 243 19 Oct, 2009 13:55

TARGET ke SERIBU!!! saat ini Rp.70

pages: 1 2 3 4 5
45 1861 15 Jun, 2009 01:21

Posts

25 Oct, 2007 06:13
ada yang punya odd lotBBNI ngga?saya punya kurang1 lembar please kalo ada ygmau beli/jual thx
wah kayaknya gak terbang, bank ini kena kredit macet proyek gila pandawa waterworld solo
om dn alias tb kan? dulu sih ok, sekarang udah payah infonya gak ada yg betul :p
23 Mar, 2008 10:09
tapi krismon 98, banyak yg mati bunuh diri karena saham jeblok, sekarang belum….. :p smile( karena taon 98 blon ada klubsaham.com
bencok sapa yah? ada yg tau infonya? info saham atau bencoknya? kalo bencoknya adalah suami mantan peragawati okky, cucu salah satu pendiri batik keris,perumahan solo baru, pandawa waterworld solo, terkenal waktu menggoreng bank piko, owner suba, many, rata2 sahamnya setelah digoreng, tidur, delisting :evil
02 Apr, 2008 03:24
segera tunggu aja di bulan april 2008 sisa beberapa hari aja bung sabar…sabar….. Judul di atas masih tidak berubah! Jangan percaya April Mop bandar! :applause: saatnya pesta mbah :party: smile betul…betul,yg terjadi saat ini bandar switching barang yg belum tentu bagi deviden cth bumi ke portofolio yg pasti bagi cth tlkm, sekalian rumor bego biar dpt hrg murah
06 Apr, 2008 11:28
Salah BIG CRASH telah terjadi\r\n\r\nTarget : IHSG = 1500.\r\n\r\nKompas today:\r\nSoros mengatakan “Krisis keuangan saat ini adalah yg terburuk sejak Depresi Besar th ‘29”\r\n\r\nWah baik banget Soros padahal dia belum lepas portofolionya? Kasihan sekali Quantum Fund-nya rugi dong!\r\nLugu Banget!\r\nBoro-boro belum lepas, saya yakin dia sudah melepas semua portofolionya bahkan sedang posisi short selling, bahkan sebelumnya udah posisi buy di semua komoditas. \r\nMumpung pasar lagi panik kalau ada pernyataan seorang Soros dampaknya akan sangat luar biasa, lumayan bisa menambah profit margin dari Short Sell dan dapet barang lebih murah.\r\n\r\n\r\n- Saudara-saudara hari ini Pasar Tanah Abang akan terbakar, jadi kemasi barang dagangan saudara! \r\n- Saudara-saudara hari ini akan ada Tsunami di Aceh, mari kita menyingkir ke tempat yg lebih tinggi\r\n- Bapak Ibu sekalian harap keluar dari Paddy’s Club karena akan di bom, para investor harap lepas barang dulu\r\n- Para penyewa gedung WTC harap semua meninggalkan gedung karena dampak tabrakan gedung akan roboh kedua-duanya, para investor seluruh dunia harap melepaskan semua portofolionya!\r\n- Para investor hati-hati bulan April akan terjadi Big Crash!\r\n- Soros “Krisis keuangan saat ini adalah yg terburuk sejak Depresi Besar th ‘29” Atau dengan kalimat lain: Para investor bodoh & lugu paniklah, jual semua portofoliomu biar pasar jatuh lebih dalam lagi! Tolong dong jual biar short sell saya untung besar, supaya Quantum Fund saya untungnya spektakuler, kalau harga-harga udah tinggi susah nih cari untung!\r\n\r\nKayaknya bencana terburuk selalu dating pada saat tidak terduga!\r\nIndex sepi = minus, itu wajar\r\nIHSG minus 100 dari 2500-an itu koreksi normal\r\nKalau yg disebut Big Crash itu saham hancur bahkan bandarpun tidak bisa jual barang!\r\nIngat Mei’98 waktu kita mau jual barang floor trader pada lari krn BEJ isu mau dibakar, bahkan waktu itu tidak ada yg namanya Blue Chips adanya All Cheaps.\r\n\r\nHai para KSC-er jangan jadi Lugu-er \r\nmasa Bandar mau berkaor-kaor kalau belum lepas barang?\r\n\r\nNih Cuplikan BIG CRASH sejati\r\nSetelah periode 5 tahun yang mengagumkan dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencapai puncaknya di angka 381.17 pada tanggal 3 September 1929, pasar kemudian menukik turun dengan cepat selama sebulan hingga turun sebesar 17%. Lalu kemudian pasar pulih kembali minggu berikutnya meskipun tidak mencapai 50% dari penurunan yang terjadi pada minggu sebelumnya. Sayang, pulihnya pasar hanya berlangsung sekejap saja, dan setelah itu kembali menukik turun dengan tajamnya pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 1929 (sehingga disebut "Black Thursday" atau "Kamis Hitam&quotsmile. Kurang lebih tiga belas juta saham ditransaksikan pada hari itu, dan menjadi rekor transaksi di AS.\r\nPada hari Jum''at tanggal 25 Oktober jam 13.00, beberapa pimpinan bank terkemuka di Wall Street mengadakan pertemuan guna mencari jalan keluar untuk mengatasi kepanikan pada lantai perdagangan di bursa NYSE. Hadir dalam pertemuan tersebut Thomas W. Lamont, wakil pimpinan Morgan Bank; Albert Wiggin, pimpinan Chase Manhattan Bank; dan Charles E. Mitchell, presiden dari Citibank. Mereka kemudian menunjuk Richard Whitney, wakil presiden dari bursa untuk mewakili mereka. Dengan adanya dukungan penuh dari perbankan terkemuka di Wall Street, Whitney menempatkan penawaran (bid) atas saham U.S. Steel dalam jumlah lot yang besar sekali pada harga diatas harga pasar. Sewaktu para pialang terpesona oleh tindakan Whitney ini, ia pun kembali melakukan penawaran yang serupa pada saham-saham unggulan ( saham bluechip) . Taktik ini serupa dengan taktik yang digunakan guna mengakhiri kepanikan pada 1907, dan berhasil meredam penurunan harga lebih dalam lagi pada hari itu. Namun itu semua ternyata hanya berlangsung sementara saja.\r\nSepanjang akhir pekan, kejadian tersebut didramatisasi oleh surat kabar keseluruh Amerika. Pada hari Senin tanggal 28 Oktober kian banyak investor yang memutuskan untuk keluar dari bursa dengan menjual kepemilikan sahamnya dan kejatuhan harga makin menjadi-jadi hingga mencapai penurunan sebesar 13% pada indeks Dow pada hari itu. Keesokan harinya pada tanggal 29 Oktober 1929 terjadilah apa yang dinamakan "Black Tuesday" (Selasa Hitam) dimana terjadi transaksi 16,4 juta saham, suatu angka yang memecahkan rekor yang dibuat 5 hari sebelumnya dan ini tidak pernah terjadi lagi hingga tahun 1969.\r\nRichard Salsman menulis bahwa pada tanggal 29 Oktober tersebut beredar suatu desas-desus bahwa presiden Herbert Hoover tidak akan melakukan veto atas Smoot-Hawley Tariff dan ini membuat harga saham makin jatuh lebih dalam lagi " William C. Durant bersama-sama anggota keluarga Rockefeller dan raksasa industri finansial lainnya melakukan pembelian sejumlah besar saham guna menunjukkan kepada publik kepercayaan mereka atas pasar , namun upaya mereka gagal menghentikan jatuhnya harga pasar. DJIA mengalami penurunan sebesar 12% lagi pada hari itu. Alat pencatat transaksi tidak berhenti bekerja hingga pukul 19.45 hari itu. Pasar mengalami kerugian sebesar 14 milyar USD pada hari itu, sehingga total kerugian pada minggu itu telah mencapai nilai 30 milyar USD, 10 kali lipat dari anggaran belanja tahunan pemerintah federal Amerika Serikat, dan lebih besar dari seluruh biaya yang dikeluarkan oleh Amerika guna membiayai Perang Dunia II .\r\nAngka terendah sementara dicapai pada tanggal 21 November, dengan angka penutupan Dow pada angka 198.6. Pasar mengalami pemulihan sementara untuk beberapa bulan pada angka tersebut dengan dicapainya kenaikan pada Dow hingga mencapai puncaknya pada angka 294.0 di bulan April 1930. Pasar mulai bangkit kembali pada bulan April 1931 namun tidak sampai akhir tahun 1932 dimana indeks Dow ditutup pada angka 41.22 pada tanggal 8 Juli, yang merupakan penurunan sebesar 89% dihitung dari puncak indeks sebelumnya. Ini adalah nilai pasar yang terendah sejak abad ke 19..\r\nDalam penelitiannya, Salsman menyatakan bahwa "hingga bulan April 1942, harga saham Amerika baru mencapai 75% dibawah puncak harga pada tahun 1929 dan tidak pernah mencapai kembali pada tingkat harga tersebut hingga bulan November 1954—atau seperempat abad setelahnya."\r\n Fundamental ekonomi\r\n \r\n \r\nDow Jones Industrial, 1928-1930\r\nKehancuran tersebut terjadi setelah ledakan spekulatif yang terjadi pada periode tahun 1920an dimana jutaan warga Amerika melakukan investasi besar-besaran pada bursa saham, hingga menggunakan dana pinjaman guna membeli saham. Pada bulan Agustus 1929, para pialang secara teratur memberikan pinjaman bagi investor kecil melebihi dari 2/3 nilai saham yang dibeli investor kecil tersebut. Sebanyak 8,5 milyar USD disalurkan sebagai pinjaman, lebih besar dari jumlah uang yang beredar di Amerika saat itu. Meningkatnya harga saham merangsang orang untuk melakukan investasi , mereka berharap harga saham akan meningkat lebih tingi lagi. Spekulasi inilah yang menjadi pemicu dari kenaikan harga saham pada saat itu dan menciptakan "gelembung ekonomi" (economic bubble). Rata-rata nilai P/E (price to earnings ratio) dari saham komposit S&P adalah 32.6 pada bulan September 1929 , yang jelas-jelas diatas dari angka normal dalam catatan sejarah.\r\nPada tanggal 24 Oktober 1929 (dimana Dow barusan mencapai puncaknya pada tanggal 3 September di angka 381.17), pasar kembali berbalik arah menukik tajam lagi dan panik jual melanda bursa kembali. 12.894.650 saham ditransaksikan pada hari itu dimana orang-orang telah mengalami rasa putus asa untuk mencoba meredakan situasi ini. Penjualan massal menjadi suatu faktor pendukung dari terjadinya Great Depression. Bagaimanapun juga para ahli ekonomi dan sejarah terus menerus memiliki perbedaan pandangan tentang makna kehancuran ini bagi Great Depression\r\n Penyelidikan resmi atas keruntuhan Wall Street\r\nPada tahun 1931, dibentuklah suatu komisi oleh senat Amerika yang diberi nama Pecora Commission guna melakukan studi kasus atas kehancuran bursa yang terjadi. Kemudian Kongres Amerika mengeluarkan Glass-Steagall Act pada tahun 1933, yang memberi mandat bagi pemisahan antara bank komersial, yang menerima deposito dan memberikan pinjaman dengan bank investasi, yang menjadi penjamin emisi, penerbit, dan distribusi saham, obligasi, dan sekuriti.\r\nSetelah mengambil pengalaman pada keruntuhan bursa di tahun 1929 , bursa diseluruh dunia memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham pada saat terjadinya penurunan harga yang amat tajam , dengan tujuan agar menghindari terjadinya panik jual. Namun pada penurunan harga dalam sehari yang terjadi pada tangal 19 Oktober 1987, bagaimanapun juga adalah lebih berat daripada keruntuhan di tahun 1929. Kejadian ini dijuluki "Black Monday" 1987 (MSenin Hitam 1987), dimana Dow Jones Industrial Average jatuh hingga 22.6% (pasar pulih secara cepat pada dua hari kemudian).\r\n\r\njadi crash ngga? ulasannya panjang banget :p
15 Apr, 2008 07:23
aduh bosen nih kok ngga naek2
18 May, 2008 07:53
ohhhh ini toh yang mmebuat amag terbang tinggi tinggi sekali Pemodal dapat mencermati saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) untuk jangka pendek. Kabarnya, PT Bank Panin Tbk (PNBN) berencana melepas kepemilikan sahamnya di perseroan sebesar 15,92% kepada investor asing di atas dua kali book value (BV). Hal itu dilakukan untuk mengubah susunan imperium bisnis di bawah grup Panin. Saham Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) layak diakumulasi untuk jangka pendek maupun panjang. Sejumlah bandar akan mengerek kembali harga AMAG, seiring masuknya Dana Pensiun dalam jumlah besar dan juga Live Revolution dari Tung Desem Waringin yang dapat membuat kinerja perusahaan asuransi tersebut menjadi lebih sehat. Selain itu, naiknya premi kendaraan bermotor tahun ini dapat meningkatkan pendapatan premi. "Kabar yang beredar di pasar mengatakan, AMAG akan dikerek ke level Rp 150 sebelum menuju Rp 200," ujar sumber itu. :-? lho ini kan berita th 2007? waktu sy search di google ‘'berita amag’' ketemu www.testcompany.com kog beritanya sama persis th 2007?
06 Jul, 2008 09:29
Nasib nasib lagi-lagi tidak bagi dividen3 milyard dipakai sbg dana cadangan 16 milyard dipakai tuk laba ditahan sbg peningkatan modal kerja bapepam apa tindakanmu thd perusahaan publik spt ini…tak pernah bagi dividen..padahal perusahaan untung…bapepam mana ketentuan setiap perusahaan wajib bagi dividen :evil huahuahua lugu banget
26 May, 2009 08:00
Bukannya ini group panin,kenapa index naik-turun diem aja?
27 May, 2009 05:11
Yak,tanda-tanda mulai kelihatan

Comments