Anggodo's Profile

Your Profile Pic

anggodo


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

09 Jun, 2003 06:39
IN GOLD WE TRUST IN STOCK WE FLY GOLD USD 366 / Onz GOLD RP 97,000 / Gr. IHSG 492 USD / IDR 8,200. END 2003 ? ? :oops: :oops: :oops: :?: USD 366, dgn rate Rp 8200, equivalent dgn Rp 255,000 per troy ounze. Sedangkan 1 troy ounze = 31,10348 gram, jadi pasaran di luar indonesia = Rp 8,200 per gram emas ??????? Dimana salah hitung nya ?? :twisted: :twisted: :twisted: :roll:
Ini namanya analisa speculative, tapi bisa aja disimak.\r\n :roll: :roll: :roll: :roll: \r\nIHSG RISE: The Untold MOTIVE by jsx_consultant 7 Sep 03\r\n\r\nKenaikan IHSG yang sangat LUAR BIASA dari 539 ke level 582 dalam tiga hari doang, atau naik 43 point (8%) dalam tiga hari (Rabu, Kamis dan Jumat) mengundang banyak pertanyaan. \r\n\r\nKenaikan ini sudah termasuk EXTRA ORDINARY RISE mengingat IHSG praktis TIDAK NAIK dalam tiga BULAN terkakhir. Tgl 9/6 IHSG ada pada level 519 atau IHSG cuman naik 20 point dalam tiga bulan. Tapi dalam tiga HARI doang IHSG bisa naik 43 point !!!! Embah mencoba menganalisa kenaikan ini dari segi ilmu bandarmologi, dbawah ini adalah hasil analisanya:\r\n\r\nNOTE: ANALISA DIBAWAH ADALAH HASIL ANALISA YANG BERSIFAT SPECULATIVE, SUBYEKTIF. Jadi mengandung UNCERTAINTY and RISK !!!!\r\n\r\nIHSG RISE: The Untold MOTIVE by jsx_consultant 7 Sep 03 :twisted: :twisted: :twisted: \r\n\r\nTHE FACT:\r\n· Penyerbuan ke bursa menggunakan kombinasi strategi BLITZKRIEG ala Hitler dan PENYERBUAN GANAS ala SUNTZU. \r\n· Serangan dilakukan pada Saham Index Mover terutama pada\r\no TLKM naik 4,3%, 5,4%, 5,4% (3 hari ber-turut2) \r\no GGRM naik 3,8%, 13,5%, -2,7% \r\no ISAT naik 4,9%, 3,0%, -1,2% \r\n· GGRM digunakan sebagai BANTENG yang nyeruduk JAUH KEDEPAN, kenaikan GGRM yang mencapai 13,5% sehari adalah suatu EXTRA ORDINARY EVENT yang kemungkinannya hanya terjadi 2 atau 3 tahun sekali.\r\n\r\nADDITIONAL FACT:\r\n· BUMI sudah naik dari 35 kelevel 75 (saat suspend) dan saat ini dilevel 180. Atau sudah naik 514% !!! \r\n· selama 3 hari index naik, BUMI malah pernah turun dari titik tertinggi 200 kelevel 160 dan naik lagi kelevel 180. \r\n· Timing penyerbuan IHSG sangat COINCIDENTAL dengan jatuhnya BUMI dari 200 kelevel 160. A very daring KOCOKAN… \r\n· Naiknya BUMI dari level 35 kelevel 180 melibatkan kenaikan Market Capitalisation BUMI diatas 3 TRILIUN !!! :shock: :shock: :shock: \r\n\r\nTHE ANALYSIS: \r\n· Pembelian KPC oleh BUMI memerlukan dana besar yang bisa diperoleh melalui Equity holder, Financing atau melalui bursa. Dana murah bia didapat melalui bursa. \r\n· Keberhasilan ‘'LISTING’' BUMI (dalam tanda kutip) memerlukan kondisi BEJ yang CONDUSIVE. \r\n· Kenaikan Kapitalisasi BUMI yang mencapai 3 triliun memberikan PROFIT OPPORTUNITY yang sangat menggiurkan dan cukup menjadi PROFIT MOTIVE dan sumber pendanaan PERANG DIBURSA. (INI HANYA SPECULATIVE GUESS) !!! \r\n· Biaya perang kilat dibursa memerlukan dana besar untuk menggerakannya, tapi EXPENSE nya kecil karena PIGGYBACK dalam suatu perang kilat sangat kecil. Engga banyak yang berani ikut beli GGRM pada saat GGRM diangkat dengan cepat. \r\n· Perang kilat diperlukan untuk menciptakan MOMENTUM PASAR, ingat hukum Newton: \r\no Acceleration = Force / Mass. \r\no Mass X acceleration = Force. \r\no Diperlukan Dana (Force) untuk mengambil alih Piggyback (Mass) untuk menciptakan acceleration dalam pembentukan momentum. \r\n· Agar project ini berhasil maka momentum pasar harus dijaga tapi, \r\no BIAYA perang akan menjadi BESAR bila perang berlangsung lama (teori SUNTZU) jadi IHSG akan bersifat SHORT-LIVED dengan kombinasi PRICE SPIKE sebagai strategi defensif.\r\no BIAYA perang akan menjadi LEBIH BESAR lagi jika pasar kehilangan momentum (teori EMBAH), maka momentum akan dijaga sebisa mungkin. \r\no Pada saat pasar kehilangan momentum (IHSG melemah), maka si Jendral harus tetap menjaga momentum gerak BUMI. Dia harus memberikan image bahwa pada saat IHSG melemah, BUMI bisa bertahan atau malah naik (speculative guess).\r\n\r\nThe CONCLUSION: :oops: :oops: :oops: \r\n· Menurut embah: The motive behind the IHSG rise ialah ‘'THE WORLD’',\r\nalias BUMI, project BUMI memerlukan market yang condusive agar ‘'LISTING’' (dalam tanda kutip) bisa berhasil: \r\no Jumlah saham yang bisa di ‘'listingkan’' akan tambah besar jika pasar bullish sehinga bisa menjadi sumber dana bagi pemebelian KPC. \r\no Harga saham yang di ‘'listingkan’' pun akan tinggi sehingga bisa\r\nmemberikan gain yang lumayan untuk menutup EXPENSE biaya perang dan memberikan PROFIT bagi banyak pihak pada saat ‘'LISTING’'\r\n\r\nNOTE: \r\no KEMBALI EMBAH TEKANKAN, TULISAN INI ADALAH ANALISA SPECULATIVE. Jadi bisa saja tulisan ini tidak sesuai dengan kenyataan di kemudian hari. \r\no Melalui tulisan ini, embah juga mau menunjukan ‘'WHAT IS IT ALL ABOUT’' tentang ilmu bandarmologi. Mudah mudahan tulisan ini bisa memberikan persepsi yang lebih jelas tentang ilmu bandarmologi, yaitu suatu ILMU PERANG DI BURSA…\r\n\r\nEmbah, The jsx_strategist. :twisted: :twisted: :twisted: \r\n\r\n\r\n
smile Telkom New York Stock May Be Delisted, Indonesian Minister Says Dec. 6 (Bloomberg) – Indonesia''s government said it may seek to delist the shares of PT Telekomunikasi Indonesia, the country''s biggest telephone company, from the New York Stock Exchange after it missed a deadline to file a financial report. The government is studying the plan to delist the shares as Telekomunikasi, or Telkom, faces sanctions from the U.S. Securities and Exchange Commission including monetary penalties after the company missed a mid-July deadline to file a re-audited 2002 financial report. ``If the benefit of listing shares there is less than its costs, why should we keep it listed there?'''' State Enterprises Minister Laksamana Sukardi told reporters while attending a conference in Bali. ``Even without listing on exchanges overseas, stocks like this are in high demand.'''' Telkom said last month it needs more time to file an audited report to the U.S. commission. Telkom said it''s discussing with its auditors adjustments to the statements that were initially submitted to the U.S. commission. The initial statements were audited by an auditor that''s not accredited by the U.S. regulator. Telkom shares fell for a second day, by 100 rupiah, or 1.6 percent, to 6,000 rupiah at the 4 p.m. close on the Jakarta Stock Exchange yesterday. Its American depositary receipts, consisting of 20 shares an ADR, fell 28 cents, or 1.9 percent, to $14.32 yesterday on the New York Stock Exchange. Last Updated: December 6, 2003 04:03 EST

Comments