Universalbroker's Profile

Your Profile Pic

UniversalBroker


Birth Date : -

Website : -

Point : 132

About me
-

Badges

Citizen Journalist
PyoBie

Articles

  • Mengamati Pullback dengan Waspada...

    Pada perdagangan kemarin, rebound yang terjadi pada saham-saham perbankan dan big caps lainnya, akhirnya bisa ...

    created on: 22 Apr 2016

    0 comments

  • Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

    Selamat pagi… Sentimen dari bursa regional pagi hari ini, sebenarnya relatif netral.  Kenaikan tipis 13 ...

    created on: 28 Mar 2016

    66 comments

  • Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

    Selamat pagi… Nanti malam, The Fed akan memulai pertemuan FOMC untuk yang biasanya akan menetapkan ...

    created on: 15 Mar 2016

    0 comments

  • Kinerja Positif BMRI

    Selamat pagi… Pada hari ini, Bank Mandiri mengumumkan kinerja FY2015.  Pada sisi bottom line, BMRI ...

    created on: 24 Feb 2016

    4 comments

  • Net Interest Margin

    Selamat pagi… Pada perdagangan hari Jumat, mengalami penurunan yang cukup tajam sebagai reaksi pasar atas ...

    created on: 22 Feb 2016

    0 comments

  • Sentimen Positif Kinerja WSKT

    Selamat pagi… Hari ini, PT. Waskita Karya (WSKT) mempublikasikan kinerja FY2015.  Dari sisi bottomline, WSKT ...

    created on: 10 Feb 2016

    0 comments

  • Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

    Selamat pagi… Sempat terkoreksi lebih dari 500 poin, Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dengan ...

    created on: 21 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

    Selamat pagi… Pada akhir minggu kemarin, PBB dan beberapa negara adidaya telah menghapuskan sanksi ekonomi ...

    created on: 18 Jan 2016

    5 comments

  • Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

    Selamat pagi… Harga minyak WTI semalam memang masih bergerak turun hingga ditutup pada level US ...

    created on: 13 Jan 2016

    5 comments

  • Shanghai Factor

    Koreksi 7% yang terjadi pada indeks CSI300 akhirnya membuat Bursa Shanghai melakukan supsensi perdagangan.  Sentimen ...

    created on: 05 Jan 2016

    5 comments

Topics

Topic Posts Views Last post

Mengamati Pullback dengan Waspada...

1 31 22 Apr, 2016 03:16

Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

pages: 1 2 3 4 ... 7
67 491 25 Mar, 2020 10:22

Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

1 22 15 Mar, 2016 02:33

Kinerja Positif BMRI

5 57 24 Feb, 2016 08:41

Net Interest Margin

1 24 22 Feb, 2016 02:31

Sentimen Positif Kinerja WSKT

1 40 10 Feb, 2016 02:47

Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

6 53 21 Jan, 2016 03:13

Menanti Data GDP China

6 42 19 Jan, 2016 03:16

Menanti Data GDP China

6 42 19 Jan, 2016 02:53

PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

6 63 18 Jan, 2016 03:57

Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

6 37 13 Jan, 2016 09:56

Shanghai Factor

6 54 05 Jan, 2016 08:32

Posts

14 Dec, 2015 02:33




Pada tanggal 15-16 Desember
2015 nanti, Bank Sentral Amerika (The Fed) akan menentukan jadi tidaknya suku
bunga Fed Rate naik dalam pertemuan FOMC. Kejadian ini sangatlah penting,
karena sudah ditunggu tunggu dan juga membuat gonjang-ganjing pasar finansial
setidaknya dalam dua-tiga tahun terakhir. Bagi Indonesia, hasil FOMC
tersebut juga sangat penting mengingat Bank Indonesia menanti keputusan dari
FOMC tersebut sebagai panduan dari kebijakan suku bunga BI Rate yang akan
ditetapkan.


Mendekati keputusan dari
The Fed tersebut, harga minyak terlihat mengalami guncangan, karena penguatan
US$ yang bakal terjadi, turut memberikan tekanan pada harga minyak.
Indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada hari Jumat terkoreksi tajam, 309,54 poin
(-1,76 persen) sehingga ditutup pada level 17.265,21 poin. Koreksi
tersebut mendorong turun indeks Hang Seng pagi ini dengan koreksi sebesar 1,7
persen, sedangkan Strait Times terkoreksi 1,4 persen.


Sentimen negatif dari bursa
global tersebut, diperkirakan bakal memberikan tekanan pada pergerakan IHSG
yang hingga hari Jumat kemarin masih berada dalam trend turun. IHSG pada
hari ini diperkirakan bakal bergerak turun, dengan kisaran utama diantara
suport 4.346 – 4.435. Level psikologis 4.250 akan menjadi suport kedua
untuk pergerakan IHSG.


Menjelang FOMC,
guncangan-guncangan sepertinya masih akan terus terjadi. Akan tetapi,
kami masih memandang bahwa kepastian akan kenaikan suku bunga Fed Rate, bakal
memberikan sentimen positif bagi pergerakan bursa global selanjutnya.
Pelaku pasar sebaiknya menunggu IHSG mencapai suport yang kuat, untuk kembali
melakukan akumulasi. Kami memperkirakan bahwa trend turun jangka pendek
IHSG kali ini bakal mencapai titik terendah sebelum pengumuman FOMC nanti pada
hari Kamis dini hari.




05 Jan, 2016 02:33


Koreksi 7% yang terjadi
pada indeks CSI300 akhirnya membuat Bursa Shanghai melakukan supsensi
perdagangan. Sentimen negatifnya berhasil mengirim indeks Dow Jones
Industrial bergerak turun sebesar 276,09 poin (-1,58 persen) sehingga ditutup
pada level 17.148,94. Koreksi ini sebenarnya tidak terlalu buruk karena
posisi penutupan DJI tersebut, hampir 200 poin dari titik terendahnya.
Indeks Dow Jones Industrial masih ditutup diatas suport pertama di level
17.050. Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini terlihat cenderung
bergerak flat-naik, dengan indeks Hang Seng hanya terkoreksi tipis 0,12 persen,
sedangkan Strait Times running dengan kenaikan sebesar 0,2 persen.


Dari dalam negeri,
publikasi inflasi 2015 yang sebesar 3,35 persen kemarin, sebenarnya memiliki
sentimen positif karena membuka peluang penurunan BI Rate. Terlebih lagi,
pada hari ini, Pemerintah juga menurunkan harga BBM Subsidi. Meskipun
demikian, sentiment regional sepertinya tetap akan mendominasi. Tekanan
dari bursa regional harus mereda dulu, baru IHSG berpeluang untuk keluar dari
masa konsolidasi.


Secara teknikal, penutupan
IHSG kemarin sebenarnya memiliki signal negatif karena jauh dibawah suport
pertama di level 4.570. Meskipun demikian, dengan kondisi dari bursa
regional yang cenderung flat, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan bakal
bergerak bervariasi pada kisaran 4.490 – 4.570. Hanya penutupan diatas
resisten 4.570 yang bisa membatalkan signal negatif yang muncul kemarin.


Kejatuhan harga saham di
Bursa China kemarin, benar-benar menghantam optimisme yang ada dari
berita-berita dalam negeri. Pemodal sebaiknya menunggu hingga sentiment
tersebut mereda, baru mulai kembali melakukan akumulasi.




Selamat pagi…


Harga minyak WTI semalam
memang masih bergerak turun hingga ditutup pada level US$30,44 per barrel .
Akan tetapi, Indeks Dow Jones Industrial (DJI) terlihat malah melanjutkan
teknikal rebound dengan kenaikan sebesar 177,65 poin (+0,72 persen) sehingga
ditutup pada level 16.516,22. Penutupan diatas level psikologis 16.500
ini, mengakhiri trend turun jangka pendek yang sudah berlangsung sekitar
seminggu. Signal positif dari indeks Dow Jones Industrial (DJI) ini
direspon positif oleh pelaku pasar di bursa Asia, dengan kenaikan pada indeks
Hang Seng dan Strait Times.


IHSG sebenarnya sudah
memberikan signal positif semenjak pergerakan kemarin, setelah berhasil ditutup
diatas resisten pertama di levl 4.500. Jika IHSG bergerak naik pada pergerakan
hari ini, berarti merupakan konfirmasi bahwa untuk jangka pendek, IHSG sudah
berada dalam trend naik. Meskipun demikian, untuk trend turun jangka
menengah, IHSG baru akan memberikan signal positif jika mampu mencetak level
tertinggi baru diatas resisten di 4.639.


Kondisi dari bursa global
memang masih volatile. Meskipun demikian, minimnya aktifitas dari pemodal
asing diperkirakan bakal membuat IHSG lebih bisa bertahan jika dibandingkan
dengan indeks dari bursa di kawasan Asia lainnya. Dengan indeks Dow Jones
Industrial sudah kembali dalam trend naik jangka pendek, pemodal di Bursa Efek
Indonesia sepertinya bisa merespon lebih baik berita-berita positif dari dalam
negeri seperti kemungkinan penurunan BIRate.


Kami masih memberikan
rekomendasi Buy On Weakness pada saham-saham sektor konstruksi dan saham-saham
lain yang terkait dengan sektor tersebut.




18 Jan, 2016 02:24


Selamat pagi…


Pada akhir minggu kemarin,
PBB dan beberapa negara adidaya telah menghapuskan sanksi ekonomi atas Iran,
setelah Pemerintah Iran dianggap mematuhi semua tuntutan atas PBB atas program
nuklir yang mereka lakukan. Dengan dihapuskannya sanksi ekonomi ini
berarti Iran diperbolehkan kembali untuk melakukan kegiatan ekspor minyak yang
selama ini dibekukan. Masuknya suplai minyak dari Iran ini diperkirakan
bakal memperburuk kelebihan suplai yang saat ini terjadi pada pasar minyak
dunia. Harga minyak diperkirakan masih akan tertekan.


Padahal, indeks Dow Jones
Industrial pada 10 hari pergerakan terakhir telah turun lebih dari 1400 poin
sebagai akibat dari kejatuhan harga minyak. Di akhir minggu kemarin,
indeks Dow Jones Industrial juga terkoreksi 390,97 poin (-2,39 persen) sehingga
ditutup pada level 15.988,08 sebagai akibat dari harga minyak WTI yang
mengakhiri perdagangan dibawah level psikologis US$30 per barrel.
Sentimen negatif dari koreksi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) ini telah
membuat indeks dari bursa di kawasan Asia bergerak turun. Indeks
Hang Seng running dengan koreksi sebesar 1,3 persen, sedangkan indeks Strait
Times running dengan koreksi sebesar 1,5 persen. Harga minyak WTI di
pasar Asia pagi ini masih kembali terkoreksi turut memberikan tekanan bagi pergerakan
indeks di kawasan regional.


Setelah pada hari Jumat
kemarin ditutup dengan signal negatif setelah gagal menembus resisten di
kisaran 4.526 – 4.533, sentimen negatif dari bursa regional ini diperkirakan
bakal membuat IHSG pada hari ini kembali bergerak turun pada kisaran 4.450 –
4.525.


Dalam beberapa hari
terakhir, IHSG memang terlihat masih bisa bertahan ditengah berbagai sentimen
negatif yang menerpa. Minimnya aktifitas dari pemodal asing, membuat IHSG
masih bisa bertahan, setidaknya untuk bergerak flat pada kisaran 4.450 –
4.550. Meskipun demikian, krisis yang terjadi pada harga minyak,
diperkirakan masih akan akan terus berlangsung, seiring dengan meningkatnya
suplai minyak dunia setelah Iran kembali menjual minyak ke pasar internasional.
Pemodal sebaiknya mengambil posisi wait and see dulu, sambil menunggu krisis
ini selesai. Jika suport IHSG di 4.450 gagal bertahan, IHSG bakal
memiliki potensi koreksi hingga kisaran 4.200 – 4.250.


19 Jan, 2016 01:52


Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur perdagangan,
untuk memperingati hari Martin Luther King.
Indeks dari bursa di kawasan Eropa semalam cenderung turun tipis,
setelah penurunan harga minyak masih saja memberikan sentimen negatif. Indeks
dari bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak flat naik, menanti
perkembangan dari data GDP China.


Sentimen utama dari
perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sepertinya bakal berasal dari
publikasi GDP China yang akan dilakukan jam 9.00 nanti. Sebagai pelaku utama perekonomian di kawasan
Asia dan juga salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, data pertumbuhan GDP
China bakal memberikan pengaruh pada pelaku pasar di bursa global.


IHSG kemarin ditutup dengan
signal negatif, setelah gagal bertahan diatas suport pertama di level 4.516. Sejak minggu lalu, IHSG memang terlihat
cenderung bergerak flat diantara kisaran suport 4.450-4.460 dan kisaran
resisten 4.540 – 4.550. Artinya, dengan
prediksi awal untuk hari ini bahwa IHSG bakal bergerak bervariasi diantara
suport di 4.450 dan resisten di 4.503, pelaku pasar harus bersiap dengan
munculnya signal negatif untuk trend jangka menengah jika IHSG gagal bertahan
diatas suport 4.450. Hanya penutupan
diatas resisten 4.503 yang akan memberikan sentiment positif.


Pada perdagangan kemarin,
saham-saham konstruksi dan semen, yang selama beberapa minggu terakhir menjadi
penggerak IHSG, terlihat mulai ditutup dibawah suport pertamanya. Ini adalah sebuah tanda peringatan bahwa
pemodal sebaiknya menunggu munculnya sentiment positif sebelum kembali
melakukan akumulasi. IHSG hanya
memberikan signal positif jika pada hari ini mampu ditutup diatas resisten
pertama di 4.503.


19 Jan, 2016 01:52


Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur perdagangan,
untuk memperingati hari Martin Luther King.
Indeks dari bursa di kawasan Eropa semalam cenderung turun tipis,
setelah penurunan harga minyak masih saja memberikan sentimen negatif. Indeks
dari bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak flat naik, menanti
perkembangan dari data GDP China.


Sentimen utama dari
perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sepertinya bakal berasal dari
publikasi GDP China yang akan dilakukan jam 9.00 nanti. Sebagai pelaku utama perekonomian di kawasan
Asia dan juga salah satu konsumen minyak terbesar di dunia, data pertumbuhan GDP
China bakal memberikan pengaruh pada pelaku pasar di bursa global.


IHSG kemarin ditutup dengan
signal negatif, setelah gagal bertahan diatas suport pertama di level 4.516. Sejak minggu lalu, IHSG memang terlihat
cenderung bergerak flat diantara kisaran suport 4.450-4.460 dan kisaran
resisten 4.540 – 4.550. Artinya, dengan
prediksi awal untuk hari ini bahwa IHSG bakal bergerak bervariasi diantara
suport di 4.450 dan resisten di 4.503, pelaku pasar harus bersiap dengan
munculnya signal negatif untuk trend jangka menengah jika IHSG gagal bertahan
diatas suport 4.450. Hanya penutupan
diatas resisten 4.503 yang akan memberikan sentiment positif.


Pada perdagangan kemarin,
saham-saham konstruksi dan semen, yang selama beberapa minggu terakhir menjadi
penggerak IHSG, terlihat mulai ditutup dibawah suport pertamanya. Ini adalah sebuah tanda peringatan bahwa
pemodal sebaiknya menunggu munculnya sentiment positif sebelum kembali
melakukan akumulasi. IHSG hanya
memberikan signal positif jika pada hari ini mampu ditutup diatas resisten
pertama di 4.503.


Selamat pagi… Sempat terkoreksi lebih dari 500 poin, Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dengan hanya koreksi sebesar 249,28 poin (-1,56 persen) pada level 15.766,74, setelah harga minyak mengalami kejatuhan sebesar 6,7 persen pada perdagangan semalam. Penutupan yang cukup jauh dari harga terendahnya ini dipandang positif oleh pelaku pasar di bursa kawasan Asia, terutama dengan harga minyak yang pagi ini mengalami rebound. Indeks Hang Seng pagi ini naik 1,1 persen, sedangkan indeks Strait Times pagi ini juga bergerak naik sebesar 1,0 persen. Pada sesi penutupan kemarin, tekanan jual pada beberapa saham big caps, telah membuat IHSG ditutup lebih rendah setidaknya 25 poin dari posisi IHSG saat sesi pra penutupan. Sentimen positif dari pergerakan indeks dari bursa di kawasan Asia, diperkirakan bakal membuat IHSG turut mengalami rebound dengan kisaran pergerakan diantara suport pada level 4.409 dan resisten pada level 4.460. Koreksi IHSG pada pergerakan kemarin, telah membuat IHSG gagal bertahan diatas suport 4.450 sehingga ditutup dengan signal negatif. Itu artinya, pada hari ini, IHSG harus ditutup setidaknya diatas level 4.460 untuk ‘membatalkan’ signal negatif yang kemarin muncul. Pemodal sebaiknya tetap dalam posisi trading sambil melihat perkembangan sentimen di bursa regional. Jika IHSG ternyata gagal kembali diatas kisaran 4.450 – 4.460, kami menyarankan pemodal untuk wait and see dulu, sambil menunggu berakhirnya trend turun yang tengah berlangsung.
10 Feb, 2016 02:47
Selamat pagi… Hari ini, PT. Waskita Karya (WSKT) mempublikasikan kinerja FY2015. Dari sisi bottomline, WSKT mampu membukukan EPS FY2015 sebesar Rp90,15, jauh diatas perkiraan konsensus yang memperkirakan EPS FY2015 WSKT hanya sebesar Rp 60,15. Pada perdagangan hari ini, pemodal perlu melihat apakah sentimen positif dari kinerja WSKT tersebut mampu menjaga IHSG dari keterpurukan, mengingat kondisi dari bursa regional Asia pagi ini masih terlihat jelek. Indeks Strait Times yang baru bergerak setelah libur Imlek, masih menyesuaikan diri dengan koreksi Dow Jones dengan koreksi sebesar 2,0 persen. Indeks Nikkei masih terkoreksi, seiring dengan koreksi 4,6 persen yang terjadi pada harga minyak WTI tadi malam. Kemarin, IHSG masih berhasil mempertahankan trend naik jangka pendek, setelah ditutup diatas suport 4.725 – 4.750. IHSG masih berada dalam trend naik dengan potensi kenaikan hingga kisaran 4.850 – 5.000 untuk jangka pendek. Level psikologis 4.800 akan menjadi resisten pertama untuk IHSG pada hari ini. Setelah data pertumbuhan GDP kemarin dipublikasikan, sentiment dari dalam negeri sebenarnya cenderung positif. Masalahnya terdapat dari bursa global yang masih terus berputar pada sentiment negatif dari harga minyak dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Selama tidak ada signal negatif, pemodal masih bisa melakukan akumulasi atas posisi jangka menengah. Kami masih memberikan rekomendasi Buy On Weakness terutama pada saham-saham sektor perbankan dan konstruksi.
22 Feb, 2016 02:31
Selamat pagi… Pada perdagangan hari Jumat, mengalami penurunan yang cukup tajam sebagai reaksi pasar atas rencana Pemerintah untuk meminta perbankan melakukan penurunan Net Interest Margin. Meski penurunan Net Interest Margin ini sebenarnya positif untuk perekonomian karena pengusaha bisa berhutang dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, penurunan Net Interest Margin yang cukup drastis, dari rata-rata saat ini sebesar 5,39 persen menuju target Pemerintah di level 3 persen – 4 persen, akan membuat perbankan mengalami penurunan laba bersih yang cukup tajam. Penurunan laba bersih akan berakibat pada penurunan valuasi pada sebuah perseroan. Terkait dengan masalah tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pagi ini telah memberikan pernyataan bahwa OJK tidak akan mengeluarkan aturan pembatasan margin bank. Dari bursa regional, sentimen sebenarnya terlihat cukup netral setelah koreksi tipis 21,44 poin (-0,13 persen) pada indeks Dow Jones Industrial tidak membuat indeks dari bursa di kawasan regional Asia terkoreksi. Indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini masih cenderung bergerak naik. Pada hari ini, pasar bakal memberikan reaksi yang lebih rasional terhadap berita terkait pembatasan NIM perbankan ini. Tekanan mungkin masih akan terlihat pada saham-saham perbankan. Akan tetapi, aturan tersebut sebenarnya bisa memberikan sentiment positif, terutama pada emiten yang mengandalkan penjualannya secara kredit seperti sektor otomotif dan property (hanya saja, properti masih ada sentiment negatif dari pembatasan harga properti). Emiten sektor konstruksi juga bisa memperoleh pendanaan yang lebih murah.
24 Feb, 2016 02:44
Selamat pagi… Pada hari ini, Bank Mandiri mengumumkan kinerja FY2015. Pada sisi bottom line, BMRI mampu membukukan laba bersih per saham (EPS) sebesar Rp 871,5, cukup tinggi diatas perkiraan konsensus yang memprediksikan EPS BMRI hanya sebesar Rp 837. Kinerja positif dari BMRI ini diharapkan bisa meredakan sentimen negatif yang sedang berkembang di saham perbankan dalam beberapa hari terakhir ini. Dari bursa regional, koreksi 188,88 poin (-1,14 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) terlihat berhasil membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi hari ini cenderung bergerak turun. Indeks Hang Seng running dengan koreksi tipis sebesar 0,4 persen, sedangkan Strait Times running dengan koreksi tipis sebesar 0,4 persen juga. Besarnya tekanan jual dari pemodal asing dalam beberapa hari ini menunjukkan, bahwa pelaku pasar sepertinya masih menunggu aturan Net Interest Margin yang akan dikeluarkan oleh OJK. Kondisi global yang volatile, terlihat memperburuk keadaaan. Kinerja bagus dari BMRI, diharapkan bisa meredakan sentiment negatif yang tengah berkembang. IHSG pada hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-turun pada kisaran 4.625 – 4.690. Penutupan diatas resisten 4.690 akan mengakhiri trend turun jangka pendek yang tengah berlangsung.
Selamat pagi… Nanti malam, The Fed akan memulai pertemuan FOMC untuk yang biasanya akan menetapkan tingkat suku bunga Fed Rate. Dari konsensus yang kami pantau, ekonom memprediksikan bahwa tingkat suku bunga The Fed bakalan tetap. The Fed akan mengumumkan kebijakannya besok malam WIB. Disisi lain, konsensus yang kami pantau juga memperkirakan, bahwa BI Rate diperkirakan akan bergerak turun. Ini menunjukkan bahwa kedepan akan terdapat sentiment positif yang berasal dari faktor pergerakan suku bunga. Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak bervariasi, setelah koreksi 2,94 persen pada harga minyak WTI tadi malam, hanya membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak naik tipis 15,82 poin (+0,09 persen) sehingga ditutup pada level 17.229,13. IHSG kemarin ditutup dengan signal positif, setelah berhasil mencetak level tertinggi baru diatas resisten kuat 4.870. Dengan sentiment yang ada, IHSG diperkirakan bakal bergerak flat-naik pada kisaran 4.850 – 4.925. IHSG saat ini sedang berada dalam trend naik. Hanya penutupan dibawah suport 4.850 yang bisa mengakhiri trend naik jangka pendek yang tengah berlangsung. BI Rate dan Fed Rate adalah sumber utama sentiment di minggu ini. Pemodal sepertinya masih akan terus bereaksi terhadap saham-saham yang terkait suku bunga, meski pemodal tetap akan menghindari saham-saham perbankan. Pemodal sebaiknya tetap fokus pada saham-saham sektor otomotif, property, dan consumer.
Selamat pagi… Sentimen dari bursa regional pagi hari ini, sebenarnya relatif netral. Kenaikan tipis 13,14 poin (+0,08 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial hari Kamis, pada saat harga minyak WTI terkoreksi cukup dalam, membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak flat-naik. Sentimen negatif malah datang dari dalam negeri, dari laporan keuangan kelompok Indofood, yaitu dari INDF dan ICBP yang gagal membukukan laba bersih per saham (EPS) diatas ekspektasi konsensus. Untuk tahun 2015, INDF hanya mampu membukukan EPS sebesar Rp 293 vs estimasi 361. ICBP hanya mampu membukukan EPS sebesar Rp 515 vs estimasi 532. Kinerja dari kedua emiten utama di sektor konsumer ini, sentimennya negatif. Dengan sentimen dalam negeri yang cenderung negatif, IHSG pada hari ini diperkirakan hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, 4.825 – 4.850. IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun jangka pendek dengan potensi koreksi hingga kisaran 4.700 – 4.750. Hanya penutupan diatas resisten 4.850 yang bisa mengakhiri trend turun jangka pendek tersebut. IHSG, harga minyak WTI, dan Indeks Dow Jones Industrial saat ini sudah berada dalam trend turun jangka pendek. Pemodal sebaliknya mengambil posisi defensif, dan hanya melakukan positioning dengan mode trading. Posisi lebih agresif sebaiknya hanya dilakukan saat trend turun sudah berakhir.

Comments