Universalbroker's Profile

Your Profile Pic

UniversalBroker


Birth Date : -

Website : -

Point : 132

About me
-

Badges

Citizen Journalist
PyoBie

Articles

  • Mengamati Pullback dengan Waspada...

    Pada perdagangan kemarin, rebound yang terjadi pada saham-saham perbankan dan big caps lainnya, akhirnya bisa ...

    created on: 22 Apr 2016

    0 comments

  • Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

    Selamat pagi… Sentimen dari bursa regional pagi hari ini, sebenarnya relatif netral.  Kenaikan tipis 13 ...

    created on: 28 Mar 2016

    66 comments

  • Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

    Selamat pagi… Nanti malam, The Fed akan memulai pertemuan FOMC untuk yang biasanya akan menetapkan ...

    created on: 15 Mar 2016

    0 comments

  • Kinerja Positif BMRI

    Selamat pagi… Pada hari ini, Bank Mandiri mengumumkan kinerja FY2015.  Pada sisi bottom line, BMRI ...

    created on: 24 Feb 2016

    4 comments

  • Net Interest Margin

    Selamat pagi… Pada perdagangan hari Jumat, mengalami penurunan yang cukup tajam sebagai reaksi pasar atas ...

    created on: 22 Feb 2016

    0 comments

  • Sentimen Positif Kinerja WSKT

    Selamat pagi… Hari ini, PT. Waskita Karya (WSKT) mempublikasikan kinerja FY2015.  Dari sisi bottomline, WSKT ...

    created on: 10 Feb 2016

    0 comments

  • Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

    Selamat pagi… Sempat terkoreksi lebih dari 500 poin, Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dengan ...

    created on: 21 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

    Selamat pagi… Pada akhir minggu kemarin, PBB dan beberapa negara adidaya telah menghapuskan sanksi ekonomi ...

    created on: 18 Jan 2016

    5 comments

  • Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

    Selamat pagi… Harga minyak WTI semalam memang masih bergerak turun hingga ditutup pada level US ...

    created on: 13 Jan 2016

    5 comments

  • Shanghai Factor

    Koreksi 7% yang terjadi pada indeks CSI300 akhirnya membuat Bursa Shanghai melakukan supsensi perdagangan.  Sentimen ...

    created on: 05 Jan 2016

    5 comments

Topics

Topic Posts Views Last post

Mengamati Pullback dengan Waspada...

1 31 22 Apr, 2016 03:16

Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

pages: 1 2 3 4 ... 7
67 489 25 Mar, 2020 10:22

Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

1 22 15 Mar, 2016 02:33

Kinerja Positif BMRI

5 57 24 Feb, 2016 08:41

Net Interest Margin

1 24 22 Feb, 2016 02:31

Sentimen Positif Kinerja WSKT

1 40 10 Feb, 2016 02:47

Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

6 53 21 Jan, 2016 03:13

Menanti Data GDP China

6 42 19 Jan, 2016 03:16

Menanti Data GDP China

6 42 19 Jan, 2016 02:53

PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

6 63 18 Jan, 2016 03:57

Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

6 37 13 Jan, 2016 09:56

Shanghai Factor

6 54 05 Jan, 2016 08:32

Posts

24 Aug, 2015 01:46




Selamat pagi…


Kekhawatiran akan
perlambatan ekonomi China, telah mendorong kejatuhan indeks Dow Jones
Industrial sebesar 530,94 poin (-3,12 persen) sehingga ditutup pada levl
16.459,75. Koreksi tajam pada indeks DJI
ini telah mendorong indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini untuk jatuh ke
level yang lebih dalam. Indeks Hang Seng
pagi ini running dengan koreksi sebesar 3,94 persen, sedangkan indeks Strait
Times terkoreksi sebesar 2,04 persen.


Kejatuhan pada bursa global
ini, diperkirakan bakal memberikan tekanan pada pergerakan IHSG yang sejak awal
bulan terus didera tekanan jual oleh pemodal asing. IHSG pada hari ini diperkirakan bakal
bergerak turun dengan kisaran utama diantara suport di 4.200 dan resisten di
4.529. Jika suport di 4.200 gagal
bertahan, kisaran IHSG di 3.900 – 3.950 akan menjadi suport berikutnya bagi
IHSG.


Banyaknya ketidakpastian
global menjelang kenaikan suku bunga The Fed, diperkirakan masih akan
memberikan tekanan bagi pergerakan IHSG maupun pergerakan dari indeks di bursa
global. Pemodal sebaiknya tetap rasional
dan berhati-hati dalam melakukan positioning.



Sebagai saham defensif,
kami tetap menyarankan pemodal melakukan akumulasi pada saham-saham perbankan,
konstruksi, dan konsumsi. Meskipun
demikian, pemodal sebaiknya memperhatikan suport level dari saham-saham
tersebut dan juga suport level dari IHSG, sebelum mulai melakukan posisi beli.








Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
(DJI) pada hari Jumat kemarin hanya turun tipis sebesar 11,76 poin (-0,07
persen) sehingga ditutup pada level 16.643,11.
Meskipun sentimen negatif dari penurunan tersebu terlihat minim, akan
tetapi pernyataan dari Stanley Fischer, wakil pimpinan dari The Fed, pada hari
Sabtu kemarin, bahwa dirinya optimis terhadap inflasi dan tetap akan menaikkan
suku bunga pada bulan September ini, telah membuat Futures Indeks dari Indeks
Dow Jones Industrial (Dow Futs) pagi ini sempat terkoreksi lebih dari 200 poin,
sebelum terakhir running pada posisi -173 poin (-1,04 persen). Sentimen negatif dari pernyataan Stanley
Fischer ini membuat indeks Hang Seng pagi ini running dengan koreksi tipis
sekitar 0,3 persen, sedangkan indeks Strait Times masih mampu bergerak naik
sekitari 0,3 persen.


Ketidakpastian yang muncul
dari Bursa Regional ini, mengancam trend naik jangka pendek yang tengah
berlangsung pada IHSG. IHSG yang pada hari Jumat kemarin trend naik
jangka pendeknya tertahan oleh resisten kuat di kisaran 4.473 – 4.490, pada hari
ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi dengan suport pada level 4.433. Jika gagal ditutup diatas suport pertama
tersebut, trend naik jangka pendek IHSG bakal berakhir dan IHSG memasuki trend
konsolidasi dengan suport di kisaran 4.300 – 4.350.


Pemerintah sedang berencana
mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi sebagai respon atas krisis global yang
tengah terjadi. Akan tetapi, sentiment utama
dari pergerakan IHSG sepepertinya lebih cenderung pada pergerakan dari bursa
global menjelang pengumuman suku bunga The Fed (Fed Rate) yang akan dilakukan
setelah FOMC pada tanggal 16-17 September nanti. Pergerakan IHSG dan harga saham menjelang
FOMC ini diperkirakan masih akan volatile.
Pemodal diharapkan berada dalam posisi trading hingga terdapat kepastian
(atau minimal ‘keyakinan yang kuat’) atas langkah yang akan dilakukan oleh The
Fed terkait dengan suku bunga Fed Rate.








Selamat pagi…


Kemarin sore, Pemerintah
mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi VI yang mengatur tentang kemudahan
investasi di Kawasan Ekonomi Khusus, aturan mengenai penyediaan air, dan
simplifikasi perijinan di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Reaksi pasarnya perlu dilihat pada hari ini,
meski Menteri Koordinator Ekonomi, Bapak Darmin Nasution sudah menyatakan bahwa
pengaruhnya akan lebih ke jangka panjang.


Kondisi dari bursa regional
sendiri terlihat kurang begitu bersahabat, setelah pernyataan dari salah satu pejabat
The Fed tenang keyakinan mereka untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember,
direaksi negatif oleh pasar di wilayah Asia.
Indeks Dow Jones Industrial (DJI) sendiri semalam hanya turun tipis 4,15
poin (-0,02 persen) sehingga ditutup pada level 17.863,43, bukan merupakan
signal negatif. Akan tetapi, indeks Hang
Seng pagi ini running dengan koreksi sekitar 1 persen, sedangkan Strait Times running
dengan koreksi sebesar 0,3 persen.


Kemarin, BPS mengumumkan
Data Pertumbuhan GDP Tahunan untuk Kuartal III 2015 sebesar 4,73 persen. Sebenarnya sesuai dengan ekspektasi konsensus,
yang memberikan estimasi terhadap data tersebut sebesar 4,79 persen. Meskipun demikian, pergerakan IHSG yang
kenaikannya dianggap terlalu cepat pada beberapa hari terakhir, telah memicu
aksi profit taking dari investor lokal.
Pemodal asing masih berada dalam posisi net buy.


IHSG kemarin masih ditutup didalam
kisaran suport 4.572 – 4.585 sehinga masih berada dalam trend naik. Dengan adanya sentiment negatif dari bursa
regional, jika suport di 4.572 gagal bertahan, gap di 4.546 – 4.560 akan
menjadi suport berikutnya. Level
psikologis 4.600 akan menjadi resisten bagi pergerakan IHSG hari ini.

Konsolidasi yang
berlangsung pada bursa regional, disamping juga data ekonomi yang bersentimen
netral, sebaiknya membuat pemodal mengambil posisi wait and see dulu, atau
setidaknya, kalau melakukan akumulasi, sebaiknya dilakukan dalam mode Buy On
Weakness.

09 Nov, 2015 01:58




Selamat pagi…


Publikasi data tenaga kerja
Amerika yang sesuai dengan ekspektasi pada hari Jumat kemarin, ternyata tidak
memicu kekhawatiran pemodal akan semakin besarnya kemungkinan kenaikan suku
bunga The Fed. Indeks Dow Jones Industrial
(DJI) pada hari Jumat berhasil bergerak naik tipis 46,90 poin (+0,26 persen)
sehingga ditutup pada level 17.910,33.
Indeks dari bursa di kawasan Asia pada pagi hari ini, terlihat cenderung
bergerak bervariasi, dengan Hang Seng masih running dengan koreksi tipis
dibawah 0,1 persen, demikian pula indeks Strait Times.


Dari dalam negeri, pasar
masih menunggu apakah Investor Forum yang akan diselenggarakan hari Selasa, 10
November 2015 besok, bisa memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG
selanjutnya. Jika tidak, pasar terancam
akan munculnya konsolidasi jangka pendek, mengingat hingga pengumuman BI Rate
mendatang, sepertinya tidak terlihat ada event besar yang bisa diharapkan bisa
menjadi pemicu pergerakan.


Pada hari Jumat kemarin,
IHSG sebenarnya ditutup dengan signal negatif, setelah aksi profit taking pada
saham-saham bluechip telah berhasil membuat IHSG gagal bertahan diatas suport
pertama di 4.572. Tercatat setidaknya ACES,
INDF, INTP, JSMR, PGAS, dan PTPP telah ditutup dibawah suport pertamanya.


Dengan signal negatif
tersebut, IHSG pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak bervariasi. Kisaran gap di 4.546 – 4.560 akan menjadi
suport kuat untuk pergerakan IHSG pada hari ini. Di sisi lain, hanya penutupan diatas resisten
4.601 yang akan menjadi signal positif untuk pergerakan IHSG selanjutnya.








Selamat pagi…


Kembalinya rasa takut atas
kenaikan suku bunga The Fed, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI)
terjatuh 179.85 poin (-1,00 persen) pada pergerakan semalam. Indeks Hang Seng pagi ini sudah running
dengan koreksi sebesar 1,2 persen, sedangkan indeks Strait Times hari ini tidak
mengalami perubahan karena Bursa Singapore libur.


Koreksi pada bursa regional
tersebut terlihat bakal memperburuk keadaan.
Sentimen perdagangan di Bursa Efek Indonesia semenjak kemarin memang
tidak terlalu bagus, setelah fund manager lokal terlihat masih terus melakukan
portfolio rebalancing terkait masuknya kembali HMSP ke dalam hitungan
IHSG.


IHSG pada hari ini
diperkirakan bakal bergerak turun diantara suport di 4.470 dan resisten di
4.530. Suport di 4.422 bakal menjadi
suport yang kedua. Untuk jangka pendek,
IHSG memang sedang berada dalam trend turun dengan potensi koreksi hingga
kisaran 4.350 – 4.422.


Kembalinya rasa takut akan
The Fed ini, sebaiknya membuat pemodal lebih berhati-hati dalam melakukan
positioning. Meski untuk jangka
menengah-panjang IHSG masih berada dalam trend bullish dengan potensi kenaikan
hingga kisaran 4.900 – 5.000, pemodal sebaiknya melakukan akumulasi hanya
dengan menggunakan strategi Buy On Weakness, terutama ketika IHSG berada di
kisaran suport di 4.350 – 4.422.








Selamat pagi…


Hari ini, Investor Forum
dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan berlangsung. Acara ini, masih akan terus berlangsung
hingga hari Jumat. Setelah pergerakan
IHSG pada sesi pertama kemarin ‘terjaga’ oleh aktivitas beli dari investor
selama acara ini, sebelum akhirnya pemodal kembali melepas posisi, karena
kondisi dari bursa regional masih terlihat memburuk. Pemodal asing yang kemarin terlihat melakukan
aksi jual yang agresif, terlihat menekan IHSG di sore hari.


Kondisi yang sama,
dimungkinkan akan terjadi pada hari ini.
Besarnya tekanan jual menjelang akhir perdagangan di sore hari kemarin,
memungkinkan terjadi rebound pada harga saham dan juga IHSG di pagi hari. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya
mengamati dengan seksama pergerakan dari indeks di bursa regional, mengingat sentiment
dari bursa regional terlihat masih cukup kuat.
Dari dalam negeri, portfolio rebalancing yang masih terus dilakukan oleh
para fund manager, juga berpeluang memberikan tekanan pada pergerakan IHSG pada
hari ini.


IHSG pada hari ini
diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 4.422 – 4.518. Saat ini IHSG masih berada dalam trend turun
dengan potensi koreksi menuju kisaran 4.350 – 4.422. Hanya penutupan diatas kisaran resisten 4.500
– 4.518 yang bisa mengakhiri trend turun jangka pendek yang tengah berlangsung
pada IHSG.

Bagi pemodal yang
ingin melakukan akumulasi untuk posisi jangka menengah, kami menyarankan
strategi Buy On Weakness atas saham-saham dengan kinerja 3Q2015 diatas
ekspektasi, seperti BBRI, BBCA, ICBP, dan UNTR, terutama ketika IHSG sudah
memasuki kisaran suport di 4.350 – 4.422.

12 Nov, 2015 02:26




Selamat pagi…


Koreksi yang terjadi pada
harga minyak semalam, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI)
terkoreksi 55,99 poin (-0,32 persen) sehingga ditutup pada level
17.702,22. Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini bereaksi secara
variatif dengan indeks Hang Seng running dengan kenaikan sebesar 0,6 persen,
tipis diatas resisten pertama di 22.480, sedangkan indeks Strait Times running
dengan koreksi tipis sebesar 0,18 persen.


Dari dalam negeri, pelaku
pasar sepertinya masih menunggu detail dari Paket Kebijakan Ekonomi terbaru
dari Pemerintah. Selain itu, sentiment positif dari Investor Forum yang
masih berlangsung, diperkirakan akan membuat IHSG sulit untuk terkoreksi
dalam. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kisaran
utama 4.422 – 4.463. Penutupan diatas 4.463 akan mengakhiri trend turun
yang tengah berlangsung pada IHSG.


Secara umum, kekhawatiran
pasar atas kenaikan suku bunga The Fed bulan depan, sepertinya masih belum
mereda. Meskipun demikian, sentiment positif dari Investor Forum
sepertinya bakal menjaga IHSG. Masuknya HMSP kembali ke dalam berbagai
indeks sepertinya pengaruhnya juga mulai berkurang, setelah MSCI kemarin
mempublikasikan bahwa hanya akan memasukkan bobot sebesar 3,25 persen, jauh dibawah
bobot BBCA (13,82 persen), BBRI (10,09 persen) bahkan UNVR (4,69 persen).
Pemodal kami sarankan untuk mengambil posisi Buy On Weakness untuk
mengantisipasi akhir tahun. Pemodal bisa melakukan posisi secara lebih
agresif jika IHSG hari ini mampu ditutup diatas resisten pertama di 4.463.








Selamat pagi…


Rasa khawatir akan pengaruh
negatif dari kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed, kembali
menjangkiti pelaku pasar global. Pernyataan Janet Yellen semalam bahwa
The Fed masih percaya diri untuk menurunkan suku bunga di bulan Desember, telah
membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi cukup dalam 254,15 poin
(-1,44 persen) sehingga ditutup pada level 17.448,93. Koreksi yang
terjadi pada indeks DJI tersebut, telah membuat indeks Hang Seng pagi hari ini
running dengan koreksi sebesar 1,9 persen, sedangkan Strait Times bergerak
turun 0,7 persen.


Pada pergerakan kemarin,
IHSG sebenarnya gagal memberikan signal positif, setelah pada closing session
IHSG gagal mencetak posisi penutupan diatas resisten di 4.463. Signal
negatif tersebut ditambah dengan sentimen negatif yang ada pada bursa regional
di pagi hari ini seakan memantabkan kondisi bahwa IHSG sedang berada dalam
trend turun dengan potensi koreksi hingga kisaran 4.350 – 4.422. Jika suport
pertama IHSG di 4.450 hari ini gagal untuk bertahan, kisaran tersebut akan
menjadi suport kedua dari bagi pergerakan IHSG. Level psikologis 4.500
akan menjadi resisten pertama untuk pergerakan IHSG pada hari ini.


Posisi net buy asing untuk
jangka pendek, sebenarnya sudah tidak banyak lagi. Akan tetapi, seberapa
lama kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed ini bakal mereda, sepertinya
bakal sulit untuk diprediksi. Di sisi lain, berakhirnya Investor Forum
BEI pada hari ini, sepertinya juga memberikan tanda tanya akan bisa tidaknya
IHSG rebound untuk minggu depan.


Kami masih tetap
menyarankan posisi Buy On Weakness untuk saham-saham sektor konstruksi, semen,
dan perbankan jika IHSG bergerak turun hingga kisaran suport di 4.350 – 4.422.




16 Nov, 2015 02:28




Selamat pagi…


Pada hari Jumat sore
kemarin (Sabtu dini hari WIB), telah terjadi rangkaian aksi terror di kota
Paris yang memakan korban jiwa sebanyak 128 orang. Teror yang dilakukan
oleh ISIS ini, terjadi pasca Bursa New York mengakhiri sesi perdagangan.
Artinya: pengaruh dari aksi Teror Paris tersebut terhadap bursa Amerika, baru
akan terasa pada perdagagangan nanti malam. Padahal, indeks Dow Jones
Industrial (DJI) sendiri pada hari Jumat sudah terkoreksi sebesar 202,83 poin
(-1,16 persen) sehingga ditutup pada level 17.245,24. Indeks dari bursa
di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak turun. Indeks Hang Seng
running dengan koreksi sebesar 1,75 persen, sedangkan indeks Strait Times
running dengan koreksi sebesar 1,07 persen.


Selama seminggu kemarin,
IHSG sebenarnya terlihat kuat, karena pada saat itu sedang berlangsung Investor
Forum. Sentimen negatif dari Teror Paris ini sebenarnya merupakan ujian
bagi kekuatan pasar pasca Investor Forum tersebut. Jika dilihat dari
aliran dana asing, sisa aliran dana asing yang mengalir masuk semenjak bulan
September lalu, sebenarnya juga hanya tersisa sekitar Rp 1 tr – Rp 2 tr, tidak
banyak lagi. Tekanan sepertinya tidak akan terlalu besar.


IHSG sebenarnya relatif
resilien (tahan) terhadap sentiment negatif dari aksi teror seperti ini.
Akan tetapi, karena pengaruhnya terhadap indeks Dow Jones Industrial (DJI) baru
akan terlihat pada pergerakan nanti malam, pemodal sebaiknya tetap berhati-hati
dalam melakukan posisi beli. IHSG saat ini memang sedang berada dalam trend
turun dengan potensi koreksi hingga kisaran 4.350 – 4.422. Akumulasi atas
posisi jangka menengah sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG memasuki kisaran
suport 4.350 – 4.422.








Selamat pagi…


Semalam, pesawat F-16 dari
Angkatan Udara Turki telah menembak jatuh sebuah pesawat Sukhoi dari Angkatan
Udara Rusia. Indeks Dow Jones Industrial
(DJI) terlihat tidak terpengaruh, malah ditutup dengan kenaikan tipis 19,51
poin (+0,11 persen) pada level 17.812,19, setelah sebelumnya sempat terkoreksi kecil,
sedikit diatas 100 poin. Meskipun
demikian, kejadian tersebut membuat pelaku pasar di bursa kawasan Asia semakin
berhati-hati dalam bertransaksi, dan memperpanjang konsolidasi yang tengah
berlangsung. Pagi ini, indeks Hang Seng
running dengan koreksi sebesar 0,5 persen, sedangkan indeks Strait Times running
dengan koreksi sebesar 0,6 persen.


Sentimen negatif dari bursa
Asia tersebut juga diperkirakan bakal memperpanjang masa konsolidasi pada
IHSG. Dari dalam negeri, pandangan Bank
Indonesia tentang perekonomian Indonesia 2016 yang dinilai masih terlalu
berhati-hati juga menunjukkan bahwa pada pasar tidak terdapat sentiment positif. IHSG pada hari ini memiliki kisaran utama
yang cukup sempit, 4.535 – 4.555. Jika
suport di 4.535 gagal bertahan, kisaran suport 4.450 – 4.500 akan menjadi
suport kedua. Hanya penutupan diatas
4.555 yang mampu mengakhiri trend turun jangka pendek yang tengah berlangsung
pada IHSG.


Pada perdagangan kemarin,
aksi profit taking pada saham-saham sektor konsumsi dan konstruksi terlihat
membuat IHSG bergerak stagnan. Berlanjutnya aksi profit taking pada sektor
tersebut, diperkirakan bakal kembali menekan IHSG. Pemodal juga sebaiknya memperhatikan
saham-saham sektor perbankan mengingat pada pergerakan kemarin, saham BBCA juga
ditutup dibawah suport pertamanya.




02 Dec, 2015 03:37




Selamat pagi…


Sentimen negatif dari data
manufaktur ternyata tidak mampu membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI)
terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam malah bergerak naik
sebesar 168,43 poin (+0,95 persen) sehingga ditutup pada level 17.888,35.
Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini masih bergerak naik, dengan indeks
Hang Seng running dengan kenaikan sebesar 0,4 persen, sedangkan Strait Times
naik 0,9 persen.


IHSG kemarin mengalami
kenaikan tajam, setelah pelaku pasar ‘membalikkan’ pergerakan harga dari
rebalancing MSCI indeks yang terjadi sehari sebelumnya. Dengan kenaikan
2,5 persen tersebut, IHSG berhasil ditutup menembus resisten ketiga pada
kisaran gap 4.535 – 4.541 sehingga memberikan signal positif. IHSG akan
menggunakan kisaran gap tersebut sebagai suport pertama untuk hari ini. Kisaran
4.610 – 4.620 bakal menjadi resisten pertama.


IHSG telah mengawali
pergerakan di bulan Desember dengan sebuah trend naik. Trend naik yang
diperkirakan bakal terus berlanjut sebagai window dressing akhir tahun.
Selama tidak ada signal negatif, pemodal bisa terus melakukan akumulasi.
Pemodal bisa melakukan posisi spekulatif, terutama pada saham-saham perbankan
dan konstruksi.




04 Dec, 2015 01:43




Selamat pagi…


Langkah Bank Sentral Eropa
(ECB) untuk memberikan stimulus yang ‘lebih kecil dari harapan’ telah memicu
terjadinya aksi jual di lantai Bursa Saham New York. Indeks Dow Jones
Industrial (DJI) semalam terkoreksi cukup dalam, 252,01 poin (-1,42 persen)
sehingga ditutup pada level 17.477,67. Koreksi tersebut mendorong koreksi
pada bursa di kawasan Asia. Indeks Hang Seng pagi ini running dengan koreksi
sebesar 1,0 persen, sedangkan Indeks Strait Times pagi ini hanya terkoreksi
tipis sekitar 0,5 persen.


Sentimen negatif dari Eropa
tersebut diperkirakan bakal memberikan tekanan pada pergerakan IHSG hari
ini. Setelah kemarin hanya bergerak mendatar karena minim sentiment, IHSG
pada hari ini diperkirakan bergerak turun dengan suport pertama di kisaran
4.495-4.510. dan resisten pada level 4.550.


Menjelang akhir tahun,
perdagangan memang berlangsung dengan minim sentimen. Pasar masih dalam
mode ‘wait and see’ menjelang pengumuman kenaikan suku bunga The Fed yang akan
dilakukan pada FOMC tanggal 15-16 Desember nanti. Kondisi ini membuat
pasar rentan terhadap tekanan jual jika terdapat sentimen negatif.
Meskipun demikian, dengan posisi net buy asing di pasar reguler sejak bottom
akhir September kemarin hanya berkisar antara Rp 100 miliar – Rp 150 miliar,
tekanan jual yang mungkin akan terjadi sebenarnya tidak terlalu besar.


IHSG kemarin, sebenarnya masih berhasil bertahan
diatas suport pertama di level 4.535. Jika suport tersebut gagal bertahan
hari ini, berarti trend jangka pendek IHSG sudah kembali berubah menjadi trend
turun. Pemodal sebaiknya menunggu trend turun ini berakhir untuk kembali
melakukan positioning.

Comments