Universalbroker's Profile

Your Profile Pic

UniversalBroker


Birth Date : -

Website : -

Point : 132

About me
-

Badges

Citizen Journalist
PyoBie

Articles

  • Mengamati Pullback dengan Waspada...

    Pada perdagangan kemarin, rebound yang terjadi pada saham-saham perbankan dan big caps lainnya, akhirnya bisa ...

    created on: 22 Apr 2016

    0 comments

  • Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

    Selamat pagi… Sentimen dari bursa regional pagi hari ini, sebenarnya relatif netral.  Kenaikan tipis 13 ...

    created on: 28 Mar 2016

    66 comments

  • Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

    Selamat pagi… Nanti malam, The Fed akan memulai pertemuan FOMC untuk yang biasanya akan menetapkan ...

    created on: 15 Mar 2016

    0 comments

  • Kinerja Positif BMRI

    Selamat pagi… Pada hari ini, Bank Mandiri mengumumkan kinerja FY2015.  Pada sisi bottom line, BMRI ...

    created on: 24 Feb 2016

    4 comments

  • Net Interest Margin

    Selamat pagi… Pada perdagangan hari Jumat, mengalami penurunan yang cukup tajam sebagai reaksi pasar atas ...

    created on: 22 Feb 2016

    0 comments

  • Sentimen Positif Kinerja WSKT

    Selamat pagi… Hari ini, PT. Waskita Karya (WSKT) mempublikasikan kinerja FY2015.  Dari sisi bottomline, WSKT ...

    created on: 10 Feb 2016

    0 comments

  • Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

    Selamat pagi… Sempat terkoreksi lebih dari 500 poin, Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dengan ...

    created on: 21 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • Menanti Data GDP China

    Selamat pagi… Indeks Dow Jones Industrial semalam tidak mengalami perubahan mengingat Bursa New York libur ...

    created on: 19 Jan 2016

    5 comments

  • PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

    Selamat pagi… Pada akhir minggu kemarin, PBB dan beberapa negara adidaya telah menghapuskan sanksi ekonomi ...

    created on: 18 Jan 2016

    5 comments

  • Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

    Selamat pagi… Harga minyak WTI semalam memang masih bergerak turun hingga ditutup pada level US ...

    created on: 13 Jan 2016

    5 comments

  • Shanghai Factor

    Koreksi 7% yang terjadi pada indeks CSI300 akhirnya membuat Bursa Shanghai melakukan supsensi perdagangan.  Sentimen ...

    created on: 05 Jan 2016

    5 comments

Topics

Topic Posts Views Last post

Mengamati Pullback dengan Waspada...

1 31 22 Apr, 2016 03:16

Sentimen Negatif Kinerja Kelompok Indofood

pages: 1 2 3 4 ... 7
67 489 25 Mar, 2020 10:22

Menanti Fed Rate, Menanti BI Rate...

1 22 15 Mar, 2016 02:33

Kinerja Positif BMRI

5 57 24 Feb, 2016 08:41

Net Interest Margin

1 24 22 Feb, 2016 02:31

Sentimen Positif Kinerja WSKT

1 40 10 Feb, 2016 02:47

Peluang Rebound Terbatas pada IHSG...

6 53 21 Jan, 2016 03:13

Menanti Data GDP China

6 43 19 Jan, 2016 03:16

Menanti Data GDP China

6 42 19 Jan, 2016 02:53

PBB Hapuskan Sanksi atas Iran

6 63 18 Jan, 2016 03:57

Ketakutan akan Harga Minyak Mereda...

6 37 13 Jan, 2016 09:56

Shanghai Factor

6 54 05 Jan, 2016 08:32

Posts

13 Mar, 2015 02:16




Selamat pagi…


Memburuknya data penjualan
retail telah membuat kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga cepat dari The
Fed sedikit mereda. Indeks Dow Jones Industrial kemudian bergerak naik
259,83 poin (+1,47 persen) sehingga ditutup pada level 17.895,22.
Kenaikan tersebut signalnya cukup positif karena telah mengubah trend jangka
pendek indeks DJI dari trend turun menjadi trend naik.


Meskipun demikian, indeks
dari bursa di kawasan Asia terlihat mensikapi perkembangan dengan
berhati-hati. Indeks Hang seng hanya naik tipis sebesar 0,2 persen, dan
indeks Strait Times masih relatif belum bergerak dengan kenaikan atau
penurunan dibawah 0,05 persen. Indeks Hang Seng butuh setidaknya kuat
diatas resisten pertama di 23.900 untuk bisa memunculkan signal positif.


Sentimen positif dari bursa
regional ini, diperkirakan akan membuat IHSG kembali bergerak naik, untuk
menguji resisten pertama di kisaran 5.440 – 5.450. Jika berhasil
ditembus, trend turun jangka pendek IHSG berarti sudah berakhir, dan IHSG bakal
memiliki potensi kenaikan hinggqa kisaran 5.500-5.610.


Satu-satunya berita negatif
pagi ini datang dari harga minyak, dimana minyak WTI pagi ini diperdagangkan
pada level US$47.21 per barrel, dibawah suport di 47.50 per barrel. Harga
minyak semalam turun sebagai akibat dari peningkatan cadangan minyak yang
dimiliki oleh Amerika.


Dari perdagangan kemarin,
saham-saham sektor konstruksi, perbankan, dan consumer, terlihat mulai
mengalami pergerakan harga dan peningkatan volume perdagangan. Meskipun
demikian, kondisi pasar yang masih relatif rentan, membuat saham-saham tersebut
gagal untuk membentuk trend naik yang baru. Jika trend IHSG kembali bergerak
naik, saham-saham di sektor ini diperkirakan bakal terus bergerak menjadi
penggerak pasar, terutama pada saham sektor konstruksi yang dalam dua bulan
terakhir sudah masuk ke dalam masa konsolidasi.








Selamat siang…


Sentimen positif dari bursa
regional, tetap disikapi pelaku pasar dengan berhati-hati. Hingga akhir
dari perdagangan sesi pertama, IHSG masih saja berkutat di kisaran sempit, dan
masih belum berhasil bertahan diatas resisten 5.450 yang menjadi resisten
pertama.


Pemodal asing yang masih
dalam posisi jual di pasar reguler, membuat IHSG siang hari ini masih cenderung
berada pada teritori negatif. Meski, aksi jual dari pemodal asing ini,
terlihat sedikit berkurang jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin.
Hingga akhir dari sesi pertama, pemodal asing terlihat berada dalam posisi net
sell di pasar reguler sebesar Rp 121,98 M. Aksi jual dari pemodal asing
untuk hari ini, diperkirakan berada pada kisaran Rp 200 M – Rp 350 M, sama
seperti yang terjadi pada perdagangan kemarin.


Saham-saham komoditas
terlihat mengalami tekanan, seiring dengan koreksi yang terjadi pada harga
minyak WTI pada perdagangan semalam. Meski pagi ini harga minyak menguat
tipis 0,21 persen di level US$ 47,15 per barrel, tapi saham-saham UNTR dan
AALI, terlihat mengalami tekanan jual. Hanya ITMG yang terlihat masih
bertahan dalam trend naik yang sudah berlangsung dalam beberapa hari.


Dengan kondisi Rupiah yang
diatas level psikologis 13.000, Pemerintah sebenarnya bukannya tidak melakukan
apa-apa. Pemerintah sebenarnya sedang berencana untuk membuat suatu Paket
Kebijakan Ekonomi yang akan diumumkan di akhir minggu ini. Mari kita
nanti, apakah Paket Kebijakan Ekonomi tersebut bisa berimbas positif terhadap
pergerakan harga saham.


IHSG sendiri saat ini
memiliki resisten pertama di level 5.450 dan suport di 5.410. Penutupan
diatas resisten 5.450 akan merupakan signal bahwa trend jangka pendek IHSG
sudah berada dalam trend naik.


BOW: Perbankan, Konstruksi,
Konsumer.







Selamat pagi…


Pagi ini, pasar terlihat
penuh dengan sentiment positif. Selain
dari Paket Kebijakan Ekonomi yang kemarin malam diumumkan Pemerintah, kenaikan
228,11 poin (+1,29 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI)
semalam juga membuat indeks di kawasan regional Asia terus bergerak naik. Indeks Hang Seng (Hong Kong) pagi ini
bergerak naik 0,18 persen, sedangkan indeks Strait Times (Singapore) naik 0,33
persen.


Dengan pergerakan IHSG
kemarin hanya flat di kisaran 5.410 – 5.450, IHSG pada hari ini tetap menggunakan
kisaran tersebut sebagai kisaran utama.
Penembusan atas resisten di 5.450 bakal mempunyai potensi kenaikan
jangka pendek menuju kisaran 5.500 – 5.650.


Satu hal yang perlu
diperhatikan adalah posisi dari aliran dana asing di pasar reguler, yang hingga
pada perdagangan kemarin masih dalam posisi net sell. Dengan posisi net sell rata-rata harian
sebesar Rp 440 M di pasar reguler, pemodal sebaiknya melihat apakah aliran dana
asing tersebut bisa berubah menjadi posisi net buy, dengan seluruh sentimen
positif yang ada. Jika ternyata net sell
masih berlanjut, kita sebaiknya waspada bahwa konsolidasi jangka pendek ini
memang masih belum usai.


Semalam, Pemerintah
mengumumkan 6 Kebijakan Ekonomi yang diharapkan dapat meredam pelemahan
Rupiah. Bagaimana reaksi pasar akan
Paket Kebijakan Ekonomi ini, bisa dilihat pada pergerakan harga pada pagi
ini. Signal positif hanya muncul jika
IHSG mampu ditutup diatas resisten 5.450.




19 Mar, 2015 03:57




Selamat pagi…


The Fed akhirnya memberikan
signal bahwa kenaikan suku bunga yang akan dilakukan kedepan, bakal lebih
perlahan dibandingkan perkiraan pelaku pasar. Ini menjawab kekhawatiran
pasar bahwa kenaikan suku bunga bakal berlangsung secara agresif.
Sentimen positif dari pernyataan The Fed ini membuat indeks Dow Jones
Industrial (DJI) bergerak naik 227,11 poin (+1,27 persen) sehingga ditutup pada
level 18.076,19. Indeks DJI kembali ditutup diatas level psikologis
18.000. Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini juga bergerak naik.
Indeks Hang Seng pagi ini sudah naik 0,83 persen, sedangkan indeks Strait Times
naik 0,43 persen.


Sentimen positif dari bursa
regional tersebut, diperkirakan bakal mendorong IHSG untuk menembus resisten di
5.450. Kisaran utama IHSG hari ini tetap diantara suport 5.410 –
5.450. Penutupan diatas resisten 5.450 akan membuka potensi penguatan
menuju kisaran 5.500 – 5.610.


Dilihat dari pergerakan
harga beberapa hari terakhir, potensi pergerakan naik terlihat cukup
merata. Sektor konstruksi, properti, dan semen terlihat sudah mulai
mengakhiri trend naiknya. Perlu dilihat apakah sektor perbankan bakal
meninggalkan trend konsolidasinya dan membuat trend naik yang baru.







Selamat siang…


Indikasi bahwa The Fed akan
melakukan kenaikan suku bunga secara lebih perlahan, telah membuat IHSG
bergerak naik dan Rupiah kembali menguat. Hingga siang hari ini, IHSG bergerak naik
untuk menguji resisten di 5.450, sedangkan Rupiah menguat dan berada di sekitar
level psikologis 13.000.


Pemodal asing juga terlihat
kembali melakukan aksi beli di Bursa Efek Indonesia. Hingga tengah hari ini, posisi net buy dari
pemodal asing sudah melewati level psikologis Rp 100 miliar. Meski belum sebesar posisi net sell Rp 353,49
miliar yang terjadi kemarin, setidaknya pemodal asing sudah kembali dalam
posisi beli.


IHSG memang memiliki
resisten kuat di 5.450 yang sudah bertahan dalam beberap ahari terakhir. Penembusan atas resisten ini, bakal membuat
IHSG bergerak dalam trend naik dengan potensi kenaikan hingga kisaran 5.500 –
5.610.


Dari pergerakan saham,
potensi kenaikan sebenarnya terlihat masih cukup merata. Saham-saham property (terutama ASRI dan SMRA)
yang kemarin sempat mengalami tekanan jual, hari ini kembali bergerak naik,
kembali dalam trend naiknya. Demikian
juga pada saham-saham sektor konstruksi terlihat masih melanjutkan trend naik
yang sudah terjadi. Yang masih ditunggu
adalah penambahan volume beli di saham-saham perbankan karena saham-saham ini
terlihat masih kesulitan dalam menembus resisten.


SpecBuy: Konstruksi,
Properti, Semen



BOW: Perbankan, Komoditas, Konsumer,
Retail








Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
semalam bergerak turun 117,16 poin (-0,65 persen) sehingga ditutup pada level
17.959,03. Koreksi ini terjadi sebagai akibat aksi profit taking yang
dilakukan oleh pelaku pasar, setelah rally sentiment positif The Fed yang
terjadi sehari sebelumnya. Meskipun demikian, bursa di kawasan Asia pagi
ini masih terlihat cenderung bergerak mendatar, dengan indeks Hang Seng dan
Strait Times bergerak bervariasi dengan kenaikan/penurunan dibawah 0,1 persen.


Sentimen positif dari The
Fed ini, sebenarnya kemarin sudah memunculkan signal positif pada pergerakan
IHSG. IHSG berhasil ditutup diatas resisten pertama di 5.435, dengan
aliran dana asing yang masuk ke bursa dalam jumlah yang sangat besar Rp 541,48
miliar. Aksi beli tersebut menunjukkan pembalikan aliran dana dari
pemodal asing, yang sudah hampir dua minggu berada dalam posisi net sell.
Koreksi yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial bisa saja menahan
kenaikan IHSG. Akan tetapi, perlu dicermati pembalikan arah dari aliran
dana asing ini bisa bertahan.

Dalam seminggu terakhir, IHSG terlihat bergerak
berkonsolidasi dalam kisaran lebar 5.410 – 5.465, sehingga untuk mengakhiri
trend flat minguan ini, IHSG harus mampu ditutup diatas resisten 5.460 –
5.465. Level tersebut adalah resisten pertama untuk IHSG pada hari
ini. Disisi lain, kisaran gap di 5.435 – 5.444 yang terjadi akibat
lompatan harga kemarin pagi, adalah kisaran suport untuk pergerakan hari ini.
Selama suport tersebut masih bertahan, kami lebih cenderung untuk memberikan
rekomendasi Buy On Weakness untuk saham-saham lapis pertama.



Selamat pagi…

Kondisi dari bursa regional terlihat membaik, setelah kenaikan 168,62 poin yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada hari Jumat, telah membuat perdagangan di bursa kawasan Asia pagi ini bergairah. Indeks Hang Seng bergerak naik 0,52 persen, sedangkan indeks Strait Times naik 0,22 persen.

Kondisi dari bursa regional yang kondusif ini, diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat naik, untuk kembali menguji resisten di kisaran 5.460 - 5.465. Resisten ini adalah resisten yang kuat, mengingat IHSG sudah hampir dua minggu bergerak mendatar dengan suport di kisaran 5400 - 5410 dan resisten di 5.460 - 5.465. Penembusan atas resisten di 5.465 tersebut bakal membuka potensi kenaikan menuju kisaran 5.500 - 5.610.

Pada hari Jumat kemarin, pemodal asing kembali melakukan tekanan jual dengan alasan yang kurang jelas. Pemodal sebaiknya melihat lagi, apakah tekanan jual dari pemodal asing tersebut bakal berlanjut pada perdagangan hari ini. Kami sebenarnya tidak melihat adanya berita besar yang bisa menekan pergerakan IHSG. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya berhati-hati jika IHSG menembus suport 5.410 dengan tekanan jual pemodal asing yang sangat besar.

Dari posisi pergerakan harga di hari Jumat, saham-saham batubara terlihat mulai menembus resisten sehingga menarik untuk posisi trading. Disisi lain, adanya aturan baru di sektor CPO, sebaiknya membuat pemodal berhati-hati.






Selamat siang…


Pelemahan US$ yang terus
terjadi, membuat kurs tengah Rupiah (Reuters) hingga siang hari ini terus
bertahan dibawah level psikologis Rp 13.000, atau tepatnya di level Rp 12.945
untuk setiap US$. Penguatan Rupiah yang
berlangsung semenjak berhasil membuat IHSG menguat semenjak pagi hingga
mencapai level tertinggi di 5.457,95, sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan
tipis 11,56 poin (+0,21 persen) pada level 5.448,66.


Padahal, kondisi dari bursa
regional terlihat masih belum terlalu kondusif, setelah data manufaktur China
yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur China kembali memasuki masa kontraksi,
telah membuat indeks di kawasan regional Asia cenderung bergerak turun. Indeks Hang Seng hingga siang hari ini running
dengan koreksi sebesar 0,31 persen, sedangkan Strait Times masih mampu bergerak
naik tipis sebesar 0,09 persen.


Pemodal asing juga masih
terus agresif dalam melakukan posisi jual.
Aksi jual dari pemodal asing terlihat mengalami peningkatan intensitas,
setelah pemodal asing melepas posisi pada saham Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
(MIKA) yang baru saja IPO pada hari ini.
Hingga penutupan perdagangan di sesi pertama ini, Aksi jual dari pemodal
asing tercatat sebesar Rp 473,21 miliar, dimana Rp 277,07 miliar sendiri
berasal dari saham MIKA. Jika kita
mengeluarkan posisi jual dari pemodal di saham MIKA, intensitas jual dari
pemodal asing untuk hari ini sepertinya masih sama dengan posisi kemarin,
dimana pemodal asing melakukan posisi jual sekitar Rp 400 miliar, atau tepatnya
Rp 396,84 miliar.


Minimnya sentimen pergerakan,
diperkirakan masih akan membuat IHSG hingga sore hari ini masih akan tertahan
pada kisaran 5.410 – 5.465. Kisaran ini
adalah kisaran pergerakan IHSG, yang sudah bertahan dalam 2 minggu
terakhir.


Dengan pergerakan IHSG yang
cenderung flat, pemodal sebaiknya hanya melakukan posisi beli ketika harga
berada di suport, dan posisi jual ketika harga berada di resisten. Kami masih memberikan rekomendasi Buy On
Weakness untuk saham-saham sektor konstruksi dan perbankan. Trend naik baru pada harga minyak WTI (West
Texas Intermediate) membuat kami masih memberikan rekomendasi Buy On Weakness
pada saham-saham pertambangan batubara.

BOW: Perbankan (BBRI, BMRI), Konstruksi (WIKA, ADHI, PTPP,WSKT),
Batubara (ITMG, PTBA, UNTR)





Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
(DJI) semalam terkoreksi 104,90 poin (-0,58 persen) setelah data-data ekonomi
yang positif, membuat pelaku pasar kembali mengkhawatirkan saat dari The Fed akan
menaikkan suku bunga. Meskipun demikian,
bursa di kawasan Asia pagi ini hanya bergerak bervariasi, dengan indeks Hang Seng
masih bisa running di teritori positif 0,14 persen, sedangkan Strait Times juga
naik tipis 0,01 persen.


Dengan bursa regional hanya
bergerak flat, IHSG hari ini diperkirakan juga masih akan bergerak bervariasi,
melanjutkan pergerakan flat di kisaran sempit 5.410- 5.465 yang sudah
berlangsung dalam dua minggu terakhir.


Ketika IHSG bergerak flat, posisi
buy on weakness bisa dilakukan ketika harga berada di suport, terutama untuk
saham-saham sektor perbankan, consumer, dan batubara. Meskipun demikian, untuk beberapa saham yang
terlihat mengalami trend turun yang kuat seperti saham di sektor pakan ternak,
CPO, PGAS, dan GGRM, pemodal sebaiknya menanti saham-saham tersebut mengalami
bottoming, sebelum mulai melakukan posisi akumulasi.








Selamat pagi…


Kekhawatiran akan kinerja
kuartal pertama 2015 (1Q2015) telah menekan indeks Dow Jones Industrial (DJI)
sebesar 292,60 poin (-1,62 persen) sehingga ditutup pada level 17.618,54.
Koreksi ini mengkonfirmasi signal negatif yang telah muncul dalam pergerakan
DJI sehari sebelumnya.


Sentimen negatif dari
koreksi DJI tersebut, telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini
tertekan, meski tidak terlalu dalam. Indeks Hang Seng hanya running
dengan koreksi sebesar 0,5 persen, sedangkan indeks Strait Times running dengan
koreksi sebesar 0,15 persen.


Sentimen negatif ini,
diperkirakan bakal memberikan tekanan bagi pergerakan IHSG, setelah pada
perdagangan kemarin masih berhasil ditutup di kisaran suport 5.400-5.410.
IHSG pada hari ini diperkirakan bakal bergerak turun tetap dengan kisaran utama
diantara suport 5.400 dan resisten di 5.465. Jika suport pertama di 5.400
gagal bertahan, kisaran suport di 5350 – 5.370 akan menjadi suport kedua.


Jika suport IHSG di 5400
gagal bertahan, maka trend jangka menengah IHSG akan berubah dari mendatar
menjadi turun. Dari beberapa scenario teknikal yang kami pertimbangkan,
sejauh ini potensi koreksi IHSG adalah ke kisaran 5.350 – 5.370. Jika
kondisi memburuk dan suport itu gagal bertahan, suport selanjutnya bagi IHSG
ada di kisran 5.290 – 5300. Trend jangka panjang IHSG dengan target di
6.100 – 6.350 hanya akan gagal jika IHSG mencetak titik terendah baru (new low)
dibawah suport 5.121.


Setelah mencetak rekor di
5.514,79 pada tanggal 6 Maret 2015 kemarin, IHSG memang kemudian membentuk
trend turun yang baru, dengan pemodal asing melakukan posisi jual yang
kontinyu, dengan rata-rata tekanan jual di pasar reguler sebesar Rp 400M –Rp
500M. Dari berbagai berita negatif yang ada, sepertinya hanya tinggal
masalah Bea Materai Saham yang terlihat sangat mengganggu. Pemodal
sebaiknya menunggu kepastian mengenai permasalahan ini untuk melakukan
positioning. Disisi lain, posisi beli ketika market turun terlihat
menarik menjelang publikasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2015.
Pemodal sebaiknya melakukan posisi buy on weakness pada saham-saham yang
terkait dengan sentiment pertumbuhan ekonomi ini, terutama pada sektor
perbankan, otomotif, dan consumer. Saham-saham perusahaan batubara juga
terlihat menarik, menyusul rebound yang terus terjadi pada harga minyak.



26 Mar, 2015 06:55




Selamat siang…


Sentimen negatif dari
koreksi 1,62 persen pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) ternyata tidak
membuat IHSG terkoreksi tajam. Hingga
akhir perdagangan sesi pertama, IHSG hanya turun 5,64 poin (-0,10 persen)
sehingga ditutup pada level 5.399,85. Koreksi
tipis dari IHSG ini, didukung oleh pergerakan bursa di kawasan Asia siang hari
ini yang juga terlihat cenderung kuat, dengan indeks Hang Seng masih running
dengan kenaikan sebesar 0,01 persen, sedangkan indeks Strait Times naik sebesar
0,49 persen.


Kuatnya IHSG ini, didukung
oleh kenaikan saham-saham sektor perbankan, karena pada hari ini adalah Cum
Dividen dari saham BBRI. BBRI yang akan
membagikan dividen sebesar RP 294,81 dengan cum deviden hari in, hingga siang hari ini menguat Rp 100 (+0,76
persen) dan mengakhiri pergerakan pada level 13.250. Penguatan BBRI ini diikuti oleh BMRI, BBCA
dan BBNI yang akan juga akan membagikan dividen pada beberapa hari
mendatang.


Dana asing sebenarnya juga
masih cenderung melakukan tekanan jual dalam jumlah yang cukup stabil. Hingga akhir dari perdagangan sesi pertama
tadi, posisi jual dari pemodal asing di pasar reguler masih berada di sekitar
Rp 180 miliar. Ini membuat aksi jual
dari pemodal asing untuk perdagangan hari ini, perkiraannya masih akan sama
dengan posisi kemarin, yang berada pada kisaran Rp 350M hingga Rp 450M.


Dalam dua minggu terakhir,
IHSG memang masih bergerak mendatar pada dengan suport di kisaran 5400-5410 dan
resisten di kisaran 5460 – 5465. Sejauh
ini, meski sempat mencetak titik terendah di level 5.368,67, IHSG masih terlihat
bertahan pada kisaran suport dan resisten tersebut. Potensi koreksi hingga kisaran 5.325 – 5.370 adalah
hal yang wajar jika IHSG gagal ditutup diatas level suport 5.400.


Untuk posisi jangka
menengah, selama suport IHSG di 5.121 masih bertahan, IHSG memiliki potensi
kenaikan hingga kisaran 6.100 – 6.350.
Sejauh ini, setiap koreksi adalah kesempatan untuk melakukan akumulasi
pada harga yang lebih murah. Pemodal hanya
perlu melihat potensi pergerakan harga jangka pendek untuk menentukan posisi
beli yang sesuai. Kami masih memberikan
rekomendasi beli untuk saham-saham di sektor perbankan, konstruksi, dan
batubara.




27 Mar, 2015 02:42




Selamat pagi…


Indeks Dow Jones Industrial
(DJI) semalam kembali terkoreksi sebesar 40,31 poin (-0,23 persen) setelah
kekhawatiran investor akan kinerja 1Q2015 kembali memberikan sentiment negatif
pada perdagangan. Indeks di kawasan regional Asia pagi ini cenderung
bergerak bervariasi, dengan indeks Hang Seng turun 0,13 persen dan indeks
Strait Times naik 0,32 persen.


Dengan sentimen regional
yang masih bervariasi ini, IHSG pada hari ini diperkirakan juga akan bergerak
bervariasi pada kisaran 5.372 – 5415. Koreksi yang 36,69 poin yang
terjadi pada IHSG kemarin telah membawa IHSG ke kisaran gap 5.342 – 5.372 yang
merupakan suport kuat untuk jangka pendek. Disisi lain, suport lama dari
kisaran pergerakan IHSG sebelumnya di 5.400-5.410 akan menjadi resisten untuk
pergerakan IHSG hari ini.


Kegagalan dari suport di
level 5.410 untuk bertahan, memperlihatkan bahwa konsolidasi yang terjadi pada
IHSG terlihat mengalami perpanjangan. Potensi koreksi teknikal yang
terlihat sejauh ini baru mencapai kisaran 5.325 – 5.375 yang sebenarnya tidak
jauh lagi. Kami masih memberikan rekomendasi Buy On Weakness dengan
harapan bahwa data-data ekonomi yang akan keluar pada minggu-minggu awal di
bulan April akan memberikan sentiment positif bagi pergerakan IHSG selanjutnya.





Comments