Trustsec's Profile

Your Profile Pic

PT. Trust Securities


Birth Date : -

Website : http://www.trust.co.id/

Point : 536

About me
-

Badges

Citizen Journalist
PyoBie
Journalist
Paparazzi
PyoMe

Articles

  • Market View

    Pada perdagangan akhir pekan, Jumat 6/1/2017 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21 ...

    created on: 09 Jan 2017

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Kamis 5/1/2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24,32 poin ...

    created on: 06 Jan 2017

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Rabu 4/1/2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 25,21 poin ...

    created on: 05 Jan 2017

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Selasa 3/1/2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 20,74 poin ...

    created on: 04 Jan 2017

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Kamis 29/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 93,12 poin ...

    created on: 30 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Selasa 27/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 75,25 poin ...

    created on: 28 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Kamis 22/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 68,52 poin ...

    created on: 23 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Rabu 21/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 51,08 poin ...

    created on: 22 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan akhir pekan, Jumat 16/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22 ...

    created on: 19 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Rabu 14/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 30,80 poin ...

    created on: 15 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Selasa 13/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14,50 poin ...

    created on: 14 Dec 2016

    0 comments

  • Market View

    Pada perdagangan Kamis 8/12/2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 38,36 poin ...

    created on: 09 Dec 2016

    0 comments

Topics

Topic Posts Views Last post

Market View

1 22 09 Jan, 2017 01:44

Market View

1 18 06 Jan, 2017 01:29

Market View

1 18 05 Jan, 2017 01:37

Market View

1 18 04 Jan, 2017 01:43

Market View

1 24 30 Dec, 2016 01:58

Market View

1 26 28 Dec, 2016 02:59

Market View

1 21 23 Dec, 2016 01:39

Market View

1 22 22 Dec, 2016 01:38

Market View

1 20 19 Dec, 2016 01:33

Market View

1 34 15 Dec, 2016 01:31

Market View

1 25 14 Dec, 2016 01:20

Market View

1 25 09 Dec, 2016 01:52

Posts



BUSINESS OUTLOOK



Indonesia’s telecommunication sector is dynamic industry,
rapidly changing, and highly competitive. PT Telekomunikasi Indonesia as a
pioneer cooperated with government has installed millions of fixed lines in



early 90’s. Since
the mobile phone penetration started, its growth grew dramatically even
surpassing the number of fixed line users and a though price competition
started as the mobile providers emerged one by one. Indisputably, it has
managed to get through tight competition and still dominates the
telecommunication industry.


PT Telekomunikasi Indonesia
remains the main provider in terms of fixed line, which covers 99% of the total
market and leads the pack in CDMA market. A stiff price competition in GSM
services does not drag to its end; it has retained a market share of 60%
instead, according global business guide Indonesia’s research in 2013.
Another interesting fact, if we look at the financial performance of 9 months
in 2014, PT Telekomunikasi Indonesia
was the only company who earned profit, where its competitor surfer loss. We
believe that PT Telekomunikasi Indonesia
will keep growing as it has launched new services, 4G, which hype recently and
leading the market as it is the initiator of 4G services.


Data
Internet Becoming A Trend



A high penetration
of smartphones is bringing massive changes in telecommunication industry.
Smartphone growth took off in 2010 as the price of Android smartphones fell
below US$200. People nowadays can



send texts, make
calls, and video calls, read news, and play games in one gadget, complete
features all in one.


The rise of
smartphone usage ignites the emergence of communication app, which uses data
Internet access. Rely on historical data, data Internet was the one
of major revenue contributors for Telkom in the last 5 years after voice
cellular and would be the main driver of revenue years ahead. In addition,
lately, Telkom has launched 4G LTE that offers customers high speed Internet,
which absolutely makes the subscribers more comfortable using this service.


A Stagnant
Growth of Fixed Line Due To Tech-Innovations



The penetration of
mobile phone is beyond 114% last year, which seem to be a slow growth upcoming
years. However, the cellular voice would not significantly declines because the
call is one of main purpose of having mobile phone besides texting. The number
of fixed line in Indonesia has slowly declined as people move over to mobile
service but it won’t be vanished because its primarily customers are business
and institutions, which always rising and still need fixed line at their
office.


Moreover, in the
rise of data Internet service, the number of broadband users will also
increase, since the 4G LTE offers high speed Internet, which is a main use of
broadband. According to these facts, we estimate the subscribers’ growth of
fixed line around 5%, cellular and broadband is higher up to 7%, and 6% as the
ARPU growth.


Offers Better
Network Quality



Since, price is not
the only considerations for users, PT Telekomunikasi Indonesia should pay attention to
its call quality and network coverage. Telkom would not let its subscribers
down because in upcoming year, it will install more than 10,000 BTS, which 80%
BTS 3G, 10% BTS 4G, and 10% BTS 2G. Telkom seems do not want to completely abandon
2G business because they have subscribers who use device with 2G technology,
which unable to capture 3G and 4G signal.







VALUATION



This valuation is
based on Discounted Cash Flow method. We have assumed WACC of 10.03% (risk-free
rate of 7.7% and 8.4% after-tax cost of debt). The calculation shows the total
Discounted Cash Flow is Rp107,219 billions, which soon added with the present
value of perpetuity (1%) and resulted Rp331,966 billions. The calculation
resulted an intrinsic value of Rp3,292/share. The current stock price is
p2,810/share, which represents 15% discount to intrinsic value.


We recommend to BUY.










• Bank BRI FY 2014 berhasil
membukukan laba bersih sebesar Rp.24,197 Triliun, tumbuh 14,35%. Laba bersih FY
2014 BBRI lebih tinggi 1,5% dari estimasi kami sebesar Rp.23,824 T.




• Total aset selama tahun 2014
tumbuh 28,3% dengan rasio earning aset terhadap total aset sebesar 70%. Total
aset tahun 2014 sebesar Rp.778 T, dengan Earning Aset bersih Rp.690 T.


• Kredit sepanjang tahun 2014
tumbuh 13,8% menjadi Rp.490, 4 Triliun. Pertumbuhan kredit tahun 2014 masih
jauh dibawah dari pertumbuhan kredit Bank BRI tahun 2012, 2013 yang tumbuh
22,9% dan 23,8%. Prosentase total kredit dibanding total earning aset sebesar
71%.


• Untuk menyiasati penurunan
pertumbuhan kredit Bank BRI meningkatkan transaksi Reverse Repo/ dan transaksi
Obligasi. Pertumbuhan
dari transaksi ini meningkat pada tahun 2014 transaksi Obligasi dan Repo
tercatat Rp.136 T meningkat 98,8%. Prosentase
dari total Earning asset 2014 sebesar 19,7% sebagai dana yang disalurkan BRI untuk
menghasilkan yield dari transaksi obligasi dan repo.


• Bank BRI terus meningkatkan
kualitas dan pelayanan di Teknologi Informatika, dengan jumlah account yang
aktif sebesar lebih dari 50 juta. Bank BRI berupaya terus memperluas jaringan
ATM dan program Internet Banking dan Mobile Banking. Tahun 2014 Fee based
Income dari transaksi ini BRI membukan pendapatan sebesar Rp.1,208 T naik 71%
yoy dibandingkan tahun 2013 Rp.705 Milyar.


• NIM bank BRI tahun 2014
masih berada dilevel 8,51%, angka ini diatas dari ekspektasi NIM yang kami
proyeksikan tahun 2014 sebesar 7,26%. Masih tingginya NIM BRI tidak terlepas
dari segmen mikro kredit yang mengkontribusi 31,3% dari total kredit BRI selama
tahun 2014. BRI masih membebankan bunga kredit pada segmen ini 22% sd 26% per
tahun. NPL dari segmen mikro sangat kecil tahun 2014 sebesar 1,12%.



• Sepanjang tahun 2014
pertumbuhan DPK sebesar 23,4%, hal ini mengindikasikan besarnya likuiditas
dipasar. Komposisi dana pihak ketiga BBRI di 2014 adalah 14,8% atau Rp.89,1 T
dalam bentuk giro, tabungan sebesar Rp.232,4 T atau 38,7% dan deposito Rp.278.9
T atau 46,45%.







• Deposito tumbuh 40,6%,
tabungan 14,2% dan giro tumbuh 10,7% sepanjang tahun 2014. Pertumbuhan Deposito
yang signifikan membuat COF (Cost Of Fund) naik dari 3,71% pada FY 2013 menjadi
4,38% di 2014.


• Hal ini seiring dengan
naiknya BI Rate dari 7,5% menjadi 7,75%. Posisi LDR BRI stabil di 81,68% masih
tersedia ruang bagi BRI ditahun 2015 untuk meningkatkan posisi kreditnya.
Posisi CAR BRI masih dilevel 18,31% level yang masih sangat lebar buat BRI
meningkatkan pertumbuhan kredit ditahun-tahun mendatang.


• Tahun 2015 perseroan
mentargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15%-17%, LDR sebesar 80%-92%, NPL
2%-2,2%, NIM 8%-8,5%. CER 42-43%. Dan pertumbuhan laba sebesar 10%-11%.


• Dari kinerja 2014 kami
melihat proyeksi yang di buat manajemen BBRI sangat bisa di realisasikan di
2015. Pemerintah dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 5,7%. Dengan
focus kepada penguatan di empat sektor Maritim, Agribisnis (swasembada pangan),
Infrastruktur, dan pembangunan energy terbarukan.







• Komposisi kredit BBRI
ditahun 2014 untuk SOE dan Corporate Loan. Dari segmen SOE sektor agribisnis
mendominasi total kredit yakni sebesar 25,8% dari total kredit SOE sepanjang
tahun 2014 sebesar Rp.74,1 T. dan disegmen yang sama infrastuktur sebesar
25,6%.


• Untuk Corporate Loan tahun
2014 BBRI menyalurkan Rp.57,1 Triliun. Dengan komposisi kredit disektor
agribisnis sebesar 40,14% dan untuk infrastruktur sebesar 6,99%.


• Komposisi kredit yang
tersebar merata, dengan focus tetap pada micro kredit. Menjadi kekuatan utama
bagi Bank BRI dalam menghadapi persaingan yang ketat dipasar perbankan Indonesia.


• Pengembangan produk mikro
yang dapat dijangkau masyarakat bawah. Menjadi hal penting yang harus dijaga dan
diperhatikan oleh Bank BRI. Melalui program teras BRI (sebagai kepanjangan tangan
Cabang) tampaknya cukup berhasil menjaga market share BRI disegmen mikro.


• Total DPK dari segmen mikro
terus meningkat dalam 5 tahun terakhir tumbuh 138%, dan kredit mikro tumbuh
139%. Total Deposit dari nasabah mikro berjumlah Rp.166,2 T dengan total kredit
dari segmen mikro Rp.153,3 T. Bank BRI bisa mendapatkan pendapatan bunga 22% sd
26%.


• Dari sisi dana yang masuk
dari segmen mikro 86,3% dari Rp.166,2 T dalam bentuk tabungan, 12,9% dalam
bentuk giro dan 0,9% deposito. Dengan komposisi tersebut COF BRI hanya sebesar
3,5%. Sehingga BRI bisa mendapatkan spread margin +/- 20%. Dari total kredit
yang disalurkan dalam tahun 2014 sebesar Rp.495 T. 31% kreditnya menghasilkan
margin +/- 20%.


• BRI sebagai bank yang
mempuyai account +/- 50 juta, mempunyai potensi pendapatan fee based income
yang besar. Sehingga BRI terus focus mengembangkan layanan kepada masyarakat
dalam memudahkan bertransaksi. Jumlah ATM, EDC, Mobile Banking, Teras Mobile,
merupakan upaya BRI meningkatkan pendapatan dari Fee Based Income.


• Tahun 2015 kami asumsikan
pertumbuhan kredit Bank BRI sebesar 11.99% dengan gross loan 2015 Rp.554.4T.
NIM tahun 2015 kami proyeksikan sebesar 7.33%. Laba bersih tahun 2015 kami proyeksikan
sebesar Rp.26.552.


VALUATIONS


• Dengan menggunakan metode
Gordon Growth Model, dengan asumsi total Equity 2015 sebesar Rp.105.289T.
sehingga adj BV 2015 Rp.3954. Dengan asumsi ROE 2015 sebesar 19%. Deviden
Payout Ratio 50%. Maka Normalized Growth ROE 2015 sebesar 9,5%.







• Risk Free rate 7,75% dan
Market Risk sebesar 4,5%, dengan tingkat beta 1, maka discount rate sebesar
12,2%. Sehingga ditahun 2015 didapat adjusted BV BBRI 2015 sebesar 3,52x. Sehingga
harga wajar saham Bank BRI 2015 sebesarRp.13,915/saham. Dilevel
Rp.11,700/saham BBRI diperdagangkan dengan PER 10,87x.







Research oleh:
PT. Trust Securities

Analyst:
Muhammad Reza
m.reza@trust.co.id

021-57940678








06 Mar, 2015 03:44


Liputan6.com,
Jakarta - Pemerintah akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10
persen kepada pengguna jasajalan tolsebesar 10 persen. Kebijakan
tersebut akan dibebankan kepada konsumen atau pengguna jasa jalan tol. Lalu
bagaimana dampaknya ke sektor logistik?










Ketua Asosiasi
Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Pratama menuturkan, kenaikan tarif tol dengan
tambahan PPN akan menambah biaya operasional perusahaan logistik. Meski
demikian, dampaknya kecil.



“Dampaknya
terhadap total biaya logistik sangat kecil dan juga tidak mengakibatkan
kenaikan tarif biaya transportasi,” kata Zaldy saat
dihubungiLiputan6.com
, yang ditulis Senin (2/3/2015).



Menurut Zaldy,
biaya logistik karena kemacetan di jalan tol masih lebih besar dari pada PPN
untuk tarif logistik. Oleh karena itu, ia menuturkan, pemerintah tidak hanya
membebankan PPN pada tarif tol tetapi juga berusaha mengurangi kemacetan di
jalan tol.



“Biaya
logistik gara-gara kemacetan bisa mencapai 15 persen dari biaya transport. Ini
jadi salah satu faktor utama tingginya biaya logistik di Indonesia,” kata
Zaldy.



Sekretaris
Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, David Wijayanto menuturkan, tarif tol yang naik
akan sebesar PPN yang dikenakan. Saat ini tarif yang berlaku belum
memperhitungkan PPN. Dengan kebijakan ini, menurut David tidak berdampak
terhadap perseroan



“Bagi
Jasa Marga tidak masalah karena tidak mengurangi pendapatan dari tarif yang
ada,” ujar David, lewat pesan singkat yang diterimaLiputan6.com.



Sebelumnya
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo menuturkan, langkah penerapan PPN terhadap
pengguna jasa jalan tol untuk mengejar target pendapatan negara dari sektor
pajak. Penerimaan pajak sekitar Rp 1.439 triliun dalam Anggaran Pendapatan
Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.



“Kami
sudah berikan poin-poin untuk mencapai target penerimana pajak sesuai APBN-P
2015. Itu salah satunya kami ingin lakukan seperti itu (PPBN 10 persen jalan
tol-red),” kata Mardiasmo. (Ahm/)



Source:
http://bisnis.liputan6.com/read/2183792/tarif-tol-kena-ppn-ini-pinta-pengusaha-logistik


09 Mar, 2015 02:30

Pada Perdagangan Jum,at (6/3/2015) IHSG kembali mencetak rekor tertinggi baru 5,515.78 + 1,17%. Pergerakan indeks didominasi oleh saham-saham blue chip berkapitalisasi besar seperti UNVR, SILO, INTP, MYOR.


Bursa saham di kawasan Asia jatuh setelah ekuitas AS lebih rendah. Disisi lain klaim pengangguran AS naik 7.000 selama pekan lalu dikarenakan cuaca ekstrem yang mungkin menyebabkan beberapa tenaga kerja diberhentikan sementara. Cuaca dingin yang ekstrem dapat mengulur-ulur kemajuan pasar kerja. Data ekspor China 2 bulan pertama tahun ini bergerak naik 48,9% dibadingkan tahun lalu 2014, dan surplus perdagangan
selama bulan Februari $60,6 miliar.


Minimnya sentimen dari dalam negeri kemungkinan akan membawa IHSG mengikuti bursa regional. Kami perkirakan
IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dalam kisaran support 5.457 dan resistance 5.532.

09 Mar, 2015 03:25



ADHI










MACD Dead cross. Chart membentuk pola double top, secara teoritis mengindikasikan penurunan lebih lanjut. Rec : Sell On Strength (SOS). Support 3.245 dan resistance 3.350





BBCA










MACD dead cross. RSI diatas 70% dan stochastic diatas 80% mengindikasikan saham berada di area overbought dan rawan aksi profit taking. Rec : Sell On Strength (SOS). Support 14.475 dan resistance 14.800.






JPFA




Stochastic golden cross. Saham kemungkinan akan bergerak di area bullish jika mampu breakout MA-50 di level 890. Rec : Buy On Weekness (BOW). Support 855 dan resistance 895.



BMRI




MACD dead cross, diikuti trend penjualan meningkat. Mengindikasikan saham berada di area overbought dan rawan aksi profit taking. Rec : Sell On Strength (SOS). Support 11.875 dan resistance 12.300.





TLKM







MACD Golden cross dan Stochastic golden cross, didukung trend pembelian meningkat. Kedua indikator mengindikasikan kemungkinan penguatan lebih lanjut. Rec : BUY. Support 2.920 dan resistance 3.020.








BMTR







EMA-5 uprend. Stochastic golden cross diikuti volume meningkat. Kemungkinan mempunyai potensi menguat lebih lanjut. Rec : BUY. Support 1.890 dan resistance 2.050.








10 Mar, 2015 02:12

Pada perdagangan kemarin, Senin 9/2/2015 IHSG tergelincir ke level 5.444,53 -70,15/(-1,27%). Pelemahan pada bursa regional menyeret IHSG ke zona merah selama perdagangan berlangsung, keadaan nilai tukar rupiah yang terus melemah makin memperburuk keadaan. Dari 399 saham yang diperdagangkan, tercatat 71 saham naik, 237 saham turun, 92 saham stagnan.


Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan malam tadi, menyusul aksi korporasi dalam transaksi akuisisi beberapa perusahaan. Indeks SP 500 naik 0,4% dan DJIA naik 0,8%. Bursa dikawasan Asia ikut menguat. MSCI Asia Pacific Index naik 0,1% pagi ini, Indeks Topix Jepang
naik 0,5%. Sementara itu menteri keuangan Eropa menekan Yunani untuk menindaklanjuti perjanjian yang telah disepakati dalam paket penyelamatan. Yunani akan melanjutkan pembicaraan dengan kreditur di Brussels, Rabu. Sentimen dari pasar regional tersebut kami perkirakan akan mempengaruhi laju IHSG pada hari ini. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran sempit, mixed dengan kecenderungan menguat dalam kisaran support 5.424 dan resistance 5.485. Disc On

10 Mar, 2015 02:32



AALI



Stochastic dead cross. EMA-5 downtrend. Kemungkinan saham akan bergerak di area bearish.
Rec : Sell. Support 25.600 dan resistance 26.325.


MAPI




MAPI dalam konsolidasi sehat. EMA-5 dan stochastic netral, didukung tren penjualan mereda. Saham akan bergerak uptrend jika mampu breakout di level 5.500.
Rec : Speculative Buy (SB). Stoploss dibawah 5.350.

WTON





Stochastic dibawah 20% dan RSI dibawah 30%, didukung
trend penjualan menurun. Kemungkinan saham berada di
area oversold.
Rec : Buy On Weekness (BOW). Support 1.310 dan resistance 1.360.


LPCK





EMA-5 dan Boolinger Band uptrend, didukung
stochastic golgen cross.
Rec : Buy On Weekness (BOW). Support 11.800 dan resistance 12.150.


SMCB





MACD dan EMA-5 netral. Stochastic dibawah 20%, mengindikasikan saham diarea oversold. Kemungkinan saham akan bergerak uptrend jika mampu breakout dilevel 1.905.
Rec : Buy On Weekness (BOW). Support 1.850 dan resistance 1.925.


UNVR




RSI 70% dan Stochastic 80%, diikuti tren penjualan meningkat, secara teoritis mengindikasikan penurunan lebih lanjut.
Rec : Sell On Strength (SOS). Support 36.650 dan resistance 37.850.

#DiscOn






12 Mar, 2015 02:24





Pada perdagangan kemarin, Rabu 11/2/2015 IHSG turun ke level 5.419,57-43,36/(-0,79%). Pelemahan pada bursa global dan regional menyeret IHSG di zona merah selama perdagangan berlangsung. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar menambah sentimen negatif di pasar. Tercatat sektor Properti dan Mining menjadi kontributor utama penurunan indeks.



Bursa AS kembali melemah. Aksi jual mewarnai perdagangan ditengah menguatnya dolar. Turunnya indeks disebabkan jatuhnya sektor konsumsi dan teknologi. Indeks SP 500 turun 0,19% dan DJIA turun 0,16%, sedangkan Nasdaq turun 0,6%.



Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan pagi ini. Tercatat MSCI Asia Pacific Index naik 0,3%, Indeks Topix naik 0,6%. Data penjualan ritel AS yang akan diumumkan Kamis, akan menjadi salah satu acuan untuk pertemuan The Fed minggu depan. Dari dalam negeri, terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memberikan dampak negatif bagi pasar. Jika rupiah melemah hari ini kemungkinan akan memberkan tekanan bagi pergerakan indeks. Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dalam kisaran support 5.410 dan resistance 5.486.(Disclm.on)





13 Mar, 2015 01:47




IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis 12/3/2015mengalami penguatan ke level 5.439,83 +20,27/(+0,37%). Selama perdagangan berlangsung indeks cenderung flat, hal tersebut kemungkinan dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah serta aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Tercatat investor asing melakukan aksi net sell sebesar138 Miliar.



Bursa Regional menguat. Menyusul reboundnya bursa AS, setelah penurunan tak terduga penjualan ritail Amerika. Hal tersebut memperkuat alasan The Fed untuk menjaga suku bunga rendah lebih lama. Penjualan ritail AS turun 0,6% pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Para ekonom memperkirakan, data penjualan ritail AS akan naik 0,3% menjadikan kekhawatiran untuk The Fed menaikan suku bunga. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 144 pagi ini.



Kemungkinan sentimen positif dari bursa global dan regional tersebut akan mengangkat laju IHSG pada hari ini. Kami perkirakan indeks akan bergerak menguat dalam kisaran support 5.421 dan resistance 5.478. (Disclm.On)




16 Mar, 2015 02:13




Pada perdagangan Jumat pekan lalu 13/2/2015, IHSG ditutup melemah ke level 5.426,47 -13,37/(-0,25%). Selama perdagangan berlangsung indeks bergerak mixed, aksi profit taking yang dilakukan investor menyeret IHSG berakhir memerah. Tercatat saham-saham berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama utama penurunan indeks, seperti GGRM, AALI dan INTP.



Bursa saham Asia jatuh pada pada perdagangan pagi ini, karena investor menunggu hasil pertemuan dari Federal Reserve yang akan dilaksanakan minggu ini sebagai petunjuk timeline suku bunga AS yang lebih tinggi. Pertemuan The Fed akan dilakukan tanggal 17-18 Maret. Bank Of Japan akan merilis kebijakan moneter pada 17 Maret. MSCI Asia Pacific Index turun 0,3%. Sentimen negatif dari bursa regional tersebut kemungkinan akan mempengaruhi laju IHSG pada perdagangan pagi ini. Kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam kisaran support 5.418 dan resistance 5.470. (Disclm.On)




17 Mar, 2015 01:46




Pada perdagangan kemarin, Senin 16 Januari 2015 IHSG ditutup naik ke level 5.435,27 +8,8/(+0,16%). Pelemahan nilai tukar rupiah nampaknya tidak terlalu mempengaruhi pasar. Investor sepertinya lebih mmeperhatikan dan menunggu hasil dari FOMC yang akan dilaksanakan pada 17-18 Maret mendatang.



Bursa saham AS menguat, Indeks standard Poor’s 500 menguat paling tinggi dalam lima minggu terakhir. Bursa saham Amerika Serikat (AS) diuntungkan dengan pelemahan mata uang dollar setelah adanya spekulasi bahwa Bank Sentral (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga secepat yang diperkirakan. SP 500 menguat 1,4% pada pukul 4.p.m di New York, tertinggi sejak 3 Februari 2015. Sembilan dari 10 group industri yang mengisi SP 500 menguat, terutama saham perusahan utilitas sebesar 1,7% dan saham industri kesehatan sebesar 2,2%.



Untuk hari ini kami melihat IHSG berpotensi menguat dengan range Support 5.420 dan Resistance 5.480, saham-saham disektor infrastruktur berpotensi menguat, setelah mengalami koreksi cukup besar beberapa minggu terakhir. (Disclm.On)




18 Mar, 2015 02:17




Pada perdagangan kemairn 17/2/2015 IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.439,15 +3,8/(+0,07%). Kenaikan indeks dipicu oleh hasil dari RDGBI untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di 7,50%.



Bursa saham Amerika Serikat memerah terseret penurunan saham komoditas menjelang keputusan The Fed. SP 500 turun 0,3% dan DJIA 0,71%. Investor sedang menunggu pengumuman kebijakan The Fed yang akan diumumkan Rabu 18 Maret, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk waktu kenaikan suku bunga. Dari Asia, kementrian keuangan Jepang mengumumkan, ekspor naik lebih besar dari perkiraan pada bulan Februari. Sentimen dari global dan regional tersebut kemungkinan akan mempengaruhi laju IHSG pada hari ini. Kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam kisaran support 5.425 dan resistance 5.485. (Disclm.On)




Comments