Mr.Fact's Profile

Your Profile Pic

Mr.Fact


Birth Date : -

Website : -

Point : 1835

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points
3000 Points
PyoBie
PyoMe
PyoTastic

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

28 Feb, 2009 05:03
Hati2 guys BLTA banyak hutang in USD. Just my opinion
01 Mar, 2009 02:50
Sorry ya Bro Binngung kalau perhitungan saya kurang cermat, begini (sumber saya ambil dari FS-Q3-3200smile: Pendapatan BLTA itu kemungkinan besar 90% dalam mata uang asing terutama dalam USD, hal ini bisa dilihat dari posisi aset lancarnya terutama bank, investasi (sebagian) dan piutang kebanyakan dalam denominasi USD. Asumsi saya adalah kalau sebagian besar dananya di bank dalam USD berarti yang diinvestasikan maupun piutangnya juga dalam USD sehingga hutangnya juga dalam USD (supaya natural hedging gitu) Total dari ketiga pos aktiva itu saja sekitar USD 340.000.000 Total hutang bank sekitar USD 1.005.000.000 Hasil dari offset tsb adalah USD 665.000.000 dalam posisi hutang berarti potensial kerugian kurs nya sebesar Rp. 1,050 trilyun Kenapa ada selisih kurs? karena penjabaran laporan keuangan BLTA dalam Rupiah. Nah laba bersih BLTA per Q3 sebesar 1,7 trilyun, itu pun disumbang oleh pos pendapatan karena perubahan nilai wajar obligasi dan wesel sebesar 1,6. trilyun, sedangkan beban keuangannya juga sebesar 1,6 trilyun, berarti istilah kerennya "pak pok" kan. Seandainya tidak ada pos pendapatan atas perubahan nilai wajar obligasi dan wesel bayar tsb maka labanya kan hanya menjadi 100 milyar saja. Permasalahannya kita tidak tahu berapa perubahan nilai wajar obligasi dan wesel itu per 31 Des 08 ini, naik atau turun, sedangkan kondisi keuangan global runyam kayak gini. Worst case tidak ada perubahan nilai wajar sehingga yang ada hanya beban keuangan yang disetahunkan menjadi 2,1 trilyun. Estimasi laba usaha Q3 disetahunkan 1,8 trilyun - beban keuangan 2,1 trilyun - estimasi selisih kurs diatas sebesar 1,05 trilyun maka hasilnya………..hitung sendiri ya. Saya ingat di bulan Nov kalau tidak salah Kevin Wong bilang akan jualan kapal lagi untuk menurunkan DER-nya sehingga lumayan-lah untuk nambah cash lagi. Yang pasti BLTA ini salah satu saham favorit saya dan terbukti saya memiliki XXX lot dan sudah terbukti sejak tahun 2003 Manajemen BLTA sangat bagus dan agresif (saya acungi jempol buat financial departemennya). BLTA bisa sebesar ini karena didukung oleh kemampuan Finance Dept yang luar biasa. Jarang ada perusahaan yang kalau menurut saya ujung tombaknya adalah Finance. Bravo!! terbukti dengan rata2 ROE selam 5 tahun average di 20% an dan DPR yang average 27%an. Mudah2 mudahan pos yang saya sorot yaitu perubahan nilai wajar obligasi dan wesel bayar tsb tidak jeblok dan ada penambahan hasil jualan kapal lagi sehingga estimasi EPS tetap 300-500 dimana berarti Deviden nya menjadi 100-150 an…waooww dengan harga saham sekarang. Saya tidak bermaksud apa denagn tulisan ini karena saya punya saham ini. Inilah fakta menurut saya, kalau salah mohon maaf dan tolong kalau ada rekan rekan lain yang kurang setuju dengan ulasan saya ini silahkan diperbaiki. Salam saya buat Bro Binngung atas pertanyaannya dari saya yang baru nimbrung di KSC.
Beli bertahap saja mulai 590 kebawah kalau turun lagi, sementara ini kita mengharapkan laporan per 31 Des cukup baik, kalau bisa EPS 350-400 perak-an lah setelah dikorting sama selisih kurs dan jebloknya harga jual chemical di Q4 2008. But be carefull sama Q1 2009 ini karena harga jual chemical sudah turun lagi plus ditambah banting bantingan harga dari beberapa competitornya untuk buang barang. Disclaimer ON.
02 Mar, 2009 05:57
Ya good lah…akhirnya BLTA menggunakan laporan keuangan dengan mata uang USD per tahun 2009, hal ini sama seperti TRST yang selalu mengalami kerugian akibat selisih kurs kemudian manajemennya mengajukan dalam Lap Keu in USD 3/4 tahun yang lalu (kalau tidak salah). Tambah porsi aja kali… Thanks Bro.
02 Mar, 2009 07:21
Yang saya takutkan adalah pos other income/expenses yaitu pos perubahan nilai wajar obligasi dan wesel bayar sebesar 1,6 trilyun itu lho…itu per Q3 2008, sedangkan kondisi keuangan global Q4 kan jeblok..apakah pos itu menjadi negatif…kalau negatif berarti ada pengurangan laba sebesar 1,6 trilyun atau bahkan lebih…sedangkan beban bunganya saja per Q3 sudah 1,6 trilyun disetahunkan 2,1 trilyun lho… Selama pos itu tetap positif ya selamatlah kita…ada yang bisa kasi pencerahan?
03 Mar, 2009 03:18
Gw sih mau nengahi Oup sama Holly, udah udah jangan berantem dan jangan pamer gitu dong, ingat kekayaan kita ini cuman semu lho, sebentar aja dikasi kekayan sama yang di Atas, kalau diambil lagi habis loh. Semua yang kita tulis disini kelak akan dipertanggunjawakan. Baik yang menghasut, menghina, memprovokasi, dll demi kepentingan pribadi semata. Gw sangat percaya itu. Peace lah…kita cari makan disini kok…apa pada mau baikan lagi setelah langit digoncag juga? peace and smile.
03 Mar, 2009 14:29
ingat kekayaan kita ini cuman semu lho, sebentar aja dikasi kekayan sama yang di Atas, kalau diambil lagi habis loh. Bravo for You, GBU Mr. Fact! :hug: Bravo for U too Semar_Bumi…GBU and God Bless Us in this forum :peace:
03 Mar, 2009 14:48
buruan donk l.k nya keluar, biar bisa ane telanjangin boroknya! :evil Bro, hari gini ga usah berharap banyak info dari dari LK. Buat emiten ga ada insentifnya buat ngeluarin laporan bagus. Tahun ini saatnya buat buang borok-borok dan accrue semua loss dan biaya-biaya lain. Jadi klo anda nyari borok di lk nya, itu mang sengaja di keluarin sudah waktu berjelek-jelek ria sd lk tahun 2009. www.tidakadainsentifberdandanriatahunini :peace: cmiiw blta justru menutupi boroknya dengan pendapatan non cash agar laporannya kelihatan bagus, dalam hal ini laba bersihnya seakan2 meledak. tapi sayangnya investor udah pintar semua dalam menganalisa l.k. l.k terbit tanggal 14 nov 2008. pada awal nov 2008 harga saham blta masih 710. saat l.k terbit, udah jadi 500. terus menurun sampai sempat 375 pada tanggal 24 nov 2008. dan nggak pernah bisa kembali ke 710 sampai hari ini mentok di 485. analoginya, kalau l.k bagus, harga pasti mendapat sentimen positif. itu harapan manajemen blta yang dengan bangganya mengagung2kan kenaikan laba bersihnya yang fantastis. kenyataannya? emangnya kita2 gampang dikadalin??? :rofl: Maksudnya Bung San San adalah: Coba lihat berapa laba usaha Q3 2008: 1,4 trilyun, terus berapa beban keuangannya..1,6 trilyun kan berarti seharusnya laba sudah minus 200 milyar kan, nah yang membuat NIAT menjadi 1,7 trilyun itu apa? yang membuat laba sebesar 1,7 trilun itu adalah seperti yang saya pertanyakan di postingan saya sbelumnya yaitu: pos perubahan nilai wajar obligasi sebesar 1,6 trilyun dan penjualan kapal 305 milyar. Nah seandainya pos perubahan nilai wajar dan penjualan kapal itu tidak ada maka hasilnya NIAT BLTA menjadi MINUS, EPS menjadi MINUS maka no deviden… Masalah tambahannya adalah MENGAPA MANAJEMEN MELAKUKAN PERUBAHAN PENJABARAN LK TAHUN 2009 DALAM MATA UANG USD??? berarti melakukan perubahan bukan?? perubahan karena apa?? karena sesuatu yang sudah terjadi/akan terjadi/antisipasi?? Kalau sudah terjadi di Q4 2008 maka??? jangan terjadi deh pos yang gw takutkan itu………. :-? Sorry bukan bermaksud tidak tidak, just opini…karena gw punya saham ini (salah satu favorit gw)… :peace:
Guys….jangan percaya ramalan deh…baca dari tanda tanda jaman ajah….kan semua bisa dilihat dari tanda tanda yang sudah terjadi….keep praying and smile…
09 Mar, 2009 02:13
BDI apa tuh? BDI itu Baltic Dry Index yaitu Indeks yang dikeluarkan di London untuk mengukur antara permintaan akan kapasitas kapal (kapasitas besar antara 15.000 dwt - > 100.000 dwt seperti kapal Panamax, dll) dengan cargo (mostly dry bulk) yang akan diangkut. Kebanyakan cargo itu adalah bahan bahan utama untuk produksi. Semakin tinggi BDI berarti semakin tinggi pula cargo yang diangkut dan itu berarti sudah ada permintaan akan bahan bahan utama tsb meskipun jumlahnya masih kecil saat ini. BDI tertinggi sempat mencapai 11.500 an dan terendah sempat 1.300 an. Tolong kalau ada yang melengkapi ya… :-?
09 Mar, 2009 03:01
trus hub dgn blta apa? maaf, nanyanya katro… Hubungan BDI dengan BLTA secara langsung sih tidak ada karena BDI cenderung untuk pengukuran dry bulk (cement, ore, coal, etc) sedangkan BLTA adalah shipping untuk liquid kan (mostly chemical and petroleum). Nah bukankah kalau produksi dasar dry bulk sudah bergerak berarti yang liquid akan ikut juga gerak. Kalau perekonomian mulai pulih berarti transportion kena yang pertama kali pulih kan… :-?
09 Mar, 2009 03:08
sekarang 10.00 WIB udah pada merah lagi ya…

Comments