Joyoboyo's Profile

Your Profile Pic

JOYOBOYO


Birth Date : -

Website : -

Point : 170

About me
-

Badges

PyoBie
PyoMe

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Si Sersan akan naik pangkat

 Closed
0 2749 08 Dec, 2014 04:42

WIRE&CABLE, GROWTH COMPANY

pages: 1 2 3
26 816 14 Nov, 2012 14:00

PJAA...EMAS YANG BELUM DIGALI!

pages: 1 2 3 4 ... 12
120 2753 03 Apr, 2016 10:52

SUPER BULISH IHSG!!!

pages: 1 2 3 4 ... 52
520 15422 27 Jan, 2015 18:15

Kimia gantian:ETWA, BUDI, LTLS, AKRA, SRSN

pages: 1 2 3 4 ... 7
61 1850 04 Aug, 2011 09:09

PAK CI GROUP LAGI

pages: 1 2 3 4 5
41 1038 03 Apr, 2012 10:27

PAK CI GROUP

 Closed pages: 1 2 3 4
34 554 03 Mar, 2011 09:46

SAHAM PROPERTY

pages: 1 2
16 299 08 Feb, 2011 14:54

goreng...goreng...MASAk...masak

2 144 08 Feb, 2011 03:15

Si Sersan akan naik pangkat

pages: 1 2 3 4 ... 11
107 3015 22 Mar, 2020 19:31

BIG CRASH TIDAK AKAN TERJADI

 Closed pages: 1 2 3 4 ... 31
304 12577 17 Jul, 2008 11:08

Saham-saham Suroboyo-an yg Alim

pages: 1 2
15 730 09 May, 2006 00:07

Posts

09 Jun, 2003 01:26
Mau yang sekarang kece tapi besok memble :shock: atau sekarang memble besok SUPER KECE smile
26 Jun, 2003 01:34
huahahahahaha smile
01 Jul, 2003 01:11
1 APRIL? HEHEHEHE PASTI APRIL MOP :roll:
04 Sep, 2003 01:28
Watch MYTX mulai akan dikerjain deh!!!!! Good Luck smile
04 Sep, 2003 01:49
Ini barang punya bandar yg top deh… Target pertama 40 dulu. MYTX (APAC) not MYRX, rumors: kinerja membaik, bikin pabrik di negeri Firaun
10 Sep, 2003 01:56
Siap-siap, countdown akan segera dimulai, 5..4..3..2..1..0, GOOOOOOOOO smile
12 Sep, 2003 01:43
Saya pernah menulis di Bisnis Indonesia tentang delisting saham seperti di bawah ini, tapi tidak ada tanggapan dari Bapepam, adakah diantara rekan-rekan yang mempunyai akses ke Bapepam? untuk menyampaikan unek-unek? smile thank''s Salah satu aturan Bapepam untuk ‘menghukum’ emiten adalah dengan men-delisting saham tersebut. Tetapi menurut saya ‘hukuman’ tersebut merupakan ‘hadiah’ bagi si emiten dan justru merupakan hukuman bagi investor publik. Berdasarkan pengamatan saya, saat ini banyak emiten -dengan berbagai cara-, listing di bursa dengan tujuan awal menipu publik dengan modus operandi sebagai berikut: sebelum listing mereka me-mark up asset sehingga Book Value perusahaan menjadi tinggi untuk menentukan harga perdana, setelah listing dengan berbagai berita manis, mereka ‘menggoreng’ harga saham sampai 4-5 kali harga perdana, kemudian setelah mereka berhasil jualan diharga tersebut, saham tersebut ditinggal begitu saja, dengan posisi bid ala kadarnya, laporan keuangan selalu ditelatkan, bahkan tidak melaporkan lagi kondisi perusahaan, teguran-teguran Bapepam tidak dihiraukan, karena mereka mengharapkan delisting. Dengan delisting perusahaan tersebut menjadi perusahaan tertutup lagi, mereka tidak perlu lagi membayar annual fee, tidak perlu melaporkan kondisi keuangan perusahaan melalui surat kabar, dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan lainnya. Sampai saat ini hak-hak investor publik masih sangat lemah, seperti dalam contoh kasus FISK, PSMD, DGSA, BMRA, POFI dan terakhir MANY. Saya ambil contoh yang masih hangat, saham MANY. Meskipun dalam laporan keuangan terakhir masih mempunyai equity sebesar Rp. 27.233.000.000,- dengan jumlah saham 112.460.000 lembar, menghasilkan Book Value Rp. 242,- perlembar saham, atau dengan kata lain setiap lembar saham mewakili kekayaan perusahaan sebesar Rp. 242,-. Kesempatan dari Bapepam di Pasar Negosiasi untuk menjual saham dimanfaatkan emiten untuk menawar dengan harga terendah di Rp.5,-, belum lagi kalau di Reverse Stock Split yang saat ini baru trend, sehingga harga saham terendah Rp. 5,- bisa lebih rendah lagi setelah di Reverse Stock Split seperti contohnya saham MTFN yang Reverse Stock Split dengan perbandingan 100:1. Logikanya selain emiten, siapa lagi yang mau menawar saham tersebut di harga terendah kalau tidak mempunyai akses atau kepentingan? Selisih harga (Rp.242 - 5) x 112.460.000 = Rp. 26.653.020.000,-. Seperti memakan buah Simalakama., kalau investor mau menjual hanya menerima Rp.5,- x jumlah lembar saham, kalau tidak mau menjual hanya memegang wallpaper untuk hiasan dinding, Apa yang dapat dilakukan investor publik dengan kertas saham tersebut? Secara teori apabila suatu perusahaan bangkrut, aset perusahaan harus dijual dan setelah semua kewajiban dilunasi, sisanya dibagi sesuai porsi saham. Inilah tantangan bagi Bapepam untuk menegakkan keadilan dengan me-likuid-kan saham yang sudah atau akan menjadi wallpaper tersebut. Mohon Bapepam meninjau kembali keputusan untuk mendelisting saham MANY dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Seharusnya Bapepam dapat dengan mudah melacak si owner, apalagi owner tersebut adalah nama-nama lama di BEJ. Masalahnya sekarang adalah MAUKAH Bapepam melaksanakannya? Karena saat ini investor banyak yang tidak percaya lagi pada perusahaan kecil yang akan listing dan hal tersebut berpengaruh pula pada perusahaan-perusahaan yang listing dengan niat baik.
17 Sep, 2003 01:02
tenang aja bung Bulis, yg lepas barang gue tau orangnya, jumlah barangnya gue tau, dan yg pasti BUKAN BANDAR, dan barangnya udah habis, proyek jalan terus, kerikil kecil bukan sandungan smile
18 Sep, 2003 01:25
Mas IS, mungkin APAC yg ke 700, bukan APEX, hehehe smile
15 Oct, 2003 01:48
gw dulu pernah maen saham ini, incomenya tdk stabil, fluktuatif profit tinggi, tp kayaknya br sekali ini minus, dulu pernah sekali profit turun drastis tp gak minus. Yang pasti devidennya rutin, jasa konstruksinya juga jalan terus, buka aja websitenya:http://www.petrosea.com target gw 2300 aja deh smile
16 Oct, 2003 01:28
seeetelah ditunggu sebulan lebih akhirnya balik lagi ke 200an bung joyo…kapan tarikan kencengnya keluar…ane udah ngak sssabar nih tenang bung bulis, orang sabar dikasihi bandar, bunga bank 1 bulan nggak bakalan menang ama gainnya hehehe smile
21 Oct, 2003 01:44
gimana nih kapan traktir gue bung Bulis?smile

Comments