Herman_Sanjaya's Profile

Your Profile Pic

Herman_Sanjaya


Birth Date : -

Website : -

Point : 5969

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points
3000 Points

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

PT. BHAKTI INVESTAMA, TBK

pages: 1 2 3 4 ... 6
56 2204 10 Oct, 2013 08:25

PT. STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA, TBK

pages: 1 2 3 4 ... 11
102 3010 25 Aug, 2014 02:40

PT. Adi Sarana Armada, Tbk

pages: 1 2 3 4 ... 11
104 2328 30 Dec, 2018 05:12

PT. Express Transindo Utama, Tbk

pages: 1 2 3 4
31 683 23 Nov, 2012 08:21

PT. INTI BANGUN SEJAHTERA, TBK

pages: 1 2 3 4 ... 10
96 2147 29 Oct, 2012 06:00

PT. GLOBAL TELESHOP, TBK

pages: 1 2 3 4 ... 8
77 1609 27 Nov, 2012 05:56

PT. TOBA BARA SEJAHTRA, TBK

pages: 1 2 3 4
40 812 11 Nov, 2014 07:29

PT. TRISULA INTERNATIONAL, TBK

pages: 1 2 3 4 ... 7
65 1504 22 Oct, 2013 08:45

PT. SUPRA BOGA LESTARI, TBK (RANC)

pages: 1 2 3 4 ... 11
101 2485 30 Dec, 2018 05:10

PT. CIPUTRA SURYA, TBK

4 131 31 May, 2012 03:53

PT. Bekasi Fajar Industrial Estate, Tbk

pages: 1 2 3 4 ... 9
82 2242 14 Sep, 2012 07:03

PT. ABM Investama

pages: 1 2 3 4
36 1118 03 Sep, 2012 15:17

Posts

saham2 yang baru masuk lq45: bbtn, bmtr, giaa, imas, main, mapi, smcb, ssia. saham2 yang diusir keluar lq45: bjbr, born, elty, enrg, inta, kija, tins, tram.
istirahat dulu deh, lihat situasi.
01 Feb, 2013 09:50
Cerita perjalanan hidup seorang Merry Riana yang begitu menginspirasi dan memotivasi, menarik perhatian produser Manoj Punjabi dari MD Picture untuk mengangkatnya ke layar lebar. Film tersebut saat ini sedang memasuki tahap pra produksi dan ditargetkan pada pertengahan tahun pengambilan gambar baru dimulai. Film itu akan dibuat berdasarkan kisah nyata perjuangan Mery Riana, seorang mahasiswa yang pas-pasan sampai mencapai penghasilan satu juta dollar Singapura (sekitar Rp 7 miliar) dalam usia 26 tahun, yang sebelumnya telah terangkum dalam buku berjudul `Mimpi Sejuta Dolar''. Namun, dijelaskan oleh Manoj Punjabi, dalam filmnya nanti, tidak akan sama persis dengan yang ada di buku. "Buku dengan film kan berbeda. Kita tentunya akan menuturkan kisah sukses Merry Riana dengan gaya film. Nanti ada beberapa penambahan beberapa aspek yang belum ada di buku. Tapi intinya kita ingin membuat film yang terbaik tanpa merusak konten yang sudah ada di buku tersebut," kata Manoj Punjabi saat berbincang dengan Wartakotalive.com di kantor MD Entertainment, Jalan Tanah Abang III No. 23, Jakarta Pusat, Kamis (30/01). Sementara itu, Merry Riana menyambut gembira kisahnya akan diangkat menjadi sebuah film. Menurutnya, melalui konten audio visual (film) pesan-pesan positif yang tertuang di dalam buku `Mimpi Sejuta Dolar'', akan lebih mudah sampai ke masyarakat luas. Selain itu, Merry berharap kisah suksesnya di masa muda bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pemuda-pemudi di Indonesia. "Saya ingin menjadi contoh kepada masyarakat agar mereka melihat secara real bagaimana kisah anak muda pas-pasan bisa menjalani hidupnya hingga meraih kesuksesan di usia 26 tahun. Intinya, film ini adalah sebagai testimoni: Merry aja bisa berarti mereka juga bisa," ujar Merry.
02 Feb, 2013 03:10
ane sudah ada bayangan mau bikin film dgn background dunia saham……meski bukan dunia saham itu sendiri yang perlu ditonjolkan….persis seperti kisah PURSUIT OF HAPPINESS nya si Chris Gardner….. perjuangan hidupnya itulah yang jauh lebih menarik ketimbang dunia saham yang akhirnya digelutinya….! lebih-2 untuk negeri sehebat indonesia ini….yg laku dijual cuma 2: tema kemiskinan (seperti film "slumdog millionaire" dan kekerasan (tragedi mei 9smile tapi, ane masih asik nyopet di bei….ntar kalau copetan agak longgar baru kepikir nulis….. smile smile smile smile smile smile urusan tulis menulis ''kan bisa dioper ke nyonya. smile smile smile
02 Feb, 2013 03:24
Prestasi Merry Riana terbilang fenomenal. Di usia 25 tahun dan hanya 4 tahun dari kelulusannya, entrepreneur perempuan yang telah mengantongi banyak penghargaan ini mampu mengumpulkan kekayaan hingga 700 ribu dolar Singapura, sebuah jumlah yang fantastis. Fakta yang paling membanggakan ialah bahwa Merry Riana berasal dari Indonesia. Ia lahir di tahun 1980 dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Dengan penuh keberanian, sulung dari 3 bersaudara ini tinggal di Singapura dan mengadu untung di sana. Karena dorongan sang ayah, Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Awalnya Merry tidak pernah bertujuan untuk belajar di negeri jiran, Singapura. Akan tetapi seiring dengan terjadinya kekacauan multi dimensi tahun 1997-1998 di Indonesia dan Asia, ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus. Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Demi pendidikan, Merry harus menanggung utang sekitar 40 ribu dolar Singapura. Sembari belajar di NTU, Merry harus menabung untuk membayar pengeluaran sehari-hari dan biaya kuliah. Merry menyadari bahwa ia harus memikirkan masa depannya. Dengan kewajiban pelunasan pinjaman sebanyak itu saat lulus dari bangku kuliah, Merry mulai bekerja keras dan ingin mencapai kesuksesan di usia 30 tahun. Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Kemudian suatu saat Merry berinvestasi pada saham dengan mengandalkan uang tabungannya yang susah payah ia kumpulkan. Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Merry akhirnya menemukan panggilan jiwanya untuk bergabung dengan Prudential Assurance Company sebagai penasihat keuangan. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Hingga tahun 2003, Merry dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan. Di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer. Ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization). Setahun setelah itu (2005), Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun). Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain.
02 Feb, 2013 03:25
Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut. Orangtua Merry kemudian memutuskan mengirimkan putrinya ke Singapura dengan alasan keselamatan.\r\n\r\n”Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya diminta pergi agar saya selamat,” kata Merry merasakan kesedihan yang terjadi 13 tahun lalu.\r\n\r\nTanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Tak hanya untuk biaya kuliah, tetapi juga untuk hidup sehari-hari. ”Utang saya totalnya 40.000 dollar Singapura,” kata Merry.\r\n\r\nDengan uang saku hanya 10 dollar per minggu, hidupnya harus superhemat. Untuk makan, misalnya, Merry lebih sering makan roti atau mi instan, atau bahkan berpuasa.\r\n\r\nKetika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ”Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut,” ujar Merry.\r\n\r\nMeski sudah ada mimpi dan didukung semangat, Merry belum menentukan cara mewujudkannya. Pikirannya baru terbuka setelah magang di perusahaan produsen semikonduktor.\r\n\r\nDari pengalaman ini, Merry melakukan hitung-hitungan, seandainya dia menjadi karyawan perusahaan seusai kuliah. ”Dari perhitungan tersebut, ternyata saya baru bisa melunasi utang dalam waktu 10 tahun, tanpa tabungan. Kalau begitu caranya, mimpi saya tak akan terwujud,” kata Merry yang akhirnya memutuskan memilih jalan berwirausaha untuk mencapai mimpinya.\r\n\r\nKarena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar.\r\n\r\nMerry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah.\r\n\r\nTamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses, dia memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Kerja kerasnya menjual berbagai produk keuangan, seperti tabungan, asuransi, dan kartu kredit, hingga 14 jam sehari mulai membuahkan hasil. Dalam waktu enam bulan setelah bekerja, Merry bisa melunasi utang pada Pemerintah Singapura. Tunai!\r\n\r\nKesuksesan lain pun datang. Karena kinerjanya, Merry bisa membentuk tim sendiri hingga akhirnya mendirikan MRO. Dengan penghasilan total 1 juta dollar Singapura di usia 26 tahun, ambisi Merry saat berusia 20 tahun terwujud.
02 Feb, 2013 03:41
smile smile smile coba perhatikan perjalanan hidup merry. dia lulusan nanyang, singapore jurusan electrical and electronics engineering (EEE), tapi ilmu itu nggak pernah diaplikasikan dalam pekerjaan sehari2. dia kaya cuma gara2 jadi AGEN ASURANSI. oleh karenanya, kalau kalian mau sukses, sekolah cukup sampai sma, lalu kerja keras jadi penjual asuransi seperti manulife atau prudential. ane banyak teman yang sukses di bidang itu, walaupun yang gagal juga lebih banyak. tapi yang sukses benar2 gede penghasilannya dan sering dapat bonus wisata ke manca negara. jadi kisah hidup merry nggak fenomenal banget. biasa aja, menurut ane. dia gagal waktu bisnis mlm dan saham. gelar insinyur nggak terpakai dalam pekerjaannya. setelah sukses sebagai agen asuransi, dia aji mumpung bikin konsultan yang kerjanya mengadakan seminar motivasi & penjualan berdasarkan kisah hidupnya itu. smile smile smile

Comments