Fundamentalist's Profile

Your Profile Pic

Fundamentalist


Birth Date : -

Website : -

Point : 0

About me
-

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

Posts

30 May, 2003 14:05
Senin antri beli di Rp.295,-
DILD, dapat haircut dari BPPN 70%. JAKARTA (Bisnis) : Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mengalihkan piutangnya atas Dharmala Intiland Tbk sebesar Rp 601,75 miliar kepada Dayspring Investment Ltd melalui proses cessie (jual beli piutang). Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Dharmala Intiland (DILD) mengatakan utang Dharmala INtiland sebenarnya termasuk utang perusahaan di bawah Grup Dharmala dengan titel utang atas nama PT Dharmala Intiland Tbk. Utang tersebut terdiri atas utang Dharmala Intiland, PT Dharmala Land, PT Grand Interwisata dan PT Sinar Puspa Persada. “Seluruh utang Dharmala Intiland dan afiliasi telah dialihkan kepada Dayspring Investment Ltd,” ujarnya kepada Bapepam akhir pekan lalu. Dengan demikian, sejak 2 Desember 2002 seluruh tagihan BPPN telah beralih kepada Dayspring Investment Ltd segera setelah ditandatangainya pengalihan utang oleh pejabat terkait. Pejabat yang menandatangani akta jual beli utang (cessie) dari pihak BPPN diwakili oleh Iwan W. Soemekto (Kadiv Penjualan Aset Kredit 1 - AMK) dan Adi Dharmanto (Kepala Grup Penjualan Aset Kredit 1 - AMK). Sedangkan dari pihak Dayspring Investment Ltd diwakili direkturnya Lennard Ho, sementara dari Dharmala Intiland diwakili General Manager Teguh Prayitno. Namun tidak dijelaskan berapa nilai cessie dari penjualan tagihan tersebut. Namun merujuk pada prediksi sejumlah pengamat nilai cessie tersebut sesuai dengan nilai sustainale debt yaitu sekitar 29,12% dari nilai utang. Diperkirakan BPPN hanya menerima Rp 175,23 miliar.
22 Jun, 2003 14:07
Ciptadana bilang dengan harga Rp.110,-, RMBA sangat mahal. Kinerja 2003 jeblok banget. PERnya jauh lebih tinggi dari GGRM & HMSP
22 Jun, 2003 14:14
PNIN boleh tuh dijadikan temen tidur nyenyak. Dikekepin setaon pasti bangun lagi :roll:
23 Jun, 2003 07:05
Gile bener udah ke 140 today……………. Gue masih pegang 100 lot lagi di Rp 160,- enaknya di gimanainnya ? Di cut loss atau di jadiin temen tidur setahun ?? Tenang, disimpan aja. Justru nanti kalau menyentuh 130 boleh colek lagi, 120 colek lagi, 100 borong, bawa tidur sampe tahun depan, nanti bangun jadi 200. Gak usah dipusingin nih saham, siklusnya memang lucu begitu. Fundamental OK banget, tapi harganya memble.
24 Jun, 2003 04:33
Tenang, disimpan aja. Justru nanti kalau menyentuh 130 boleh colek lagi, 120 colek lagi, 100 borong, bawa tidur sampe tahun depan, nanti bangun jadi 200. Gak usah dipusingin nih saham, siklusnya memang lucu begitu. Fundamental OK banget, tapi harganya memble. Ikuti saran saya, pasti OK punya. Ini saatnya mulai ngumpulin lagi, anggap aja tabungan untuk dicairkan tahun depan dengan bunga minimal 60%.
24 Jun, 2003 07:28
zzzz….zzzzz….zzzz Budi bobo nyenyak sekali ditemenin PNIN 100 lot, mungkin ampe 1 atau 2 tahun lagi, tapi moga2 aja bangun pas bagi dividen. Tambahin lagi 100 lot di 130, Bud. Bobonya jadi lebih nyaman.
28 Aug, 2003 14:46
pesta belum usai…………………… hajar sampai 140…………….. Masih ada kesempatan untuk masuk. Hari ini penutupan turun ke Rp.100,- Besok antri di 95,90.
29 Oct, 2003 05:03
Kamis, 11 September 2003, 9:21:00 Ciptadana Sekuritas Penjualan RMBA pada bulan agustus turun 2.1% MoM ke 437.31 juta batang (Juli 2003 = 446.6 juta batang). Penurunan tertinggi terjadi pada rokok Bentoel Merah (-12.5% MoM) sementara kenaikan tertinggi diraih oleh jenis rokok Bentoel Sensasi (yang di luncur setahun yang lalu pada Agustus 2002). Untuk perbandingan YoY, yaitu Jan-Agust 2003 vs Jan-Agustus 2002, ada penurunan 15.5% YoY ke 3.2 miliar batang dari 3.9 miliar batang. Seperti diketahui, management telah menurunkan target volume penjualan tahun 2003 sejak awal tahun dari 6.5 miliar batang menjadi 6 miliar batang. Kami melihat, sales volume untuk RMBA sejak tahun 2001 terus menurun, terbukti dari volume penjualan pada tahun 2001 yang dicapai 7.8 miliar batang, di tahun 2002, turun 20.5% YoY menjadi 6.2 miliar batang. Sementara, tahun ini diperkirakan akan turun lagi ke 6 miliar batang (-3% YoY). Dengan demikian, kami masih ragu terhadap kemampuan RMBA untuk harus membukukan rata rata sales volume setiap bulan untuk 4 bulan kedepan sekitar 700 juta batang, supaya dapat meraih 6 miliar batang tersebut. Hal ini karena menurut data penjualan historisnya, angka volume penjualan tertinggi yang pernah dicapai RMBA pada tahun 2002 adalah 636 juta batang Pada harga Rp95, P/E 2003 adalah 9.5x sudah dianggap tidak murah dan tidak menarik untuk dilirik.
07 Sep, 2005 20:18
Meninjau keadaan perusahaan ini yang solid dan beroperasi penuh, dan sejalan dengan kenaikkan kebutuhan konsumsi “AYAM” yang bakal naik drastis Tahun ini, dan juga sudah “Meredanya” issue Flu Burung …… maka bukannya tidak mungkin jika dalam “Medium Term” saham ini akan “bounced back” kembali menembus Rp. 500 …..(= Rp. 50 sebelum Reserve stock) …… But …..biasanya pendapat saya sering “diacuhin” , tapi kalau kemudian Saham ini sudah melejit naik, baru diharga atas mereka akan mngejarnya. Menurut saya diharga saat ini sangat pantas untuk di“Collect” ……. :hypnotized: :hypnotized: Bung High, bisa tolong kasih analisis keadaan perusahaan ini yg up to date, kok harganya ancur2an yah cuman rp.70, apa kondisinya sudah tidak sesuai lagi dengan analisis bung High diatas ? apa bakal direverse lagi nih ? Thanks.
25 Apr, 2007 08:16
Pemerintah Tolak Permintaan Rio Tinto Rabu, 25 April 2007 Jakarta (Indofinanz) - Permintaan Rio Tinto agar perhitungan royalti berdasarkan bijih di kontrak tambang nikel Lasamphala langsung ditolak pemerintah. Dirjen Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon Felix Sembiring, di Jakarta, Selasa (24/04), menegaskan, perhitungan royalti yang dilakukan pemerintah hanya berdasarkan logam dan ini sejalan dengan RUU Mineral dan Batu Bara yang memawajibkan pembangunan pengolahan logal (smelter). Artinya, perusahaan nantinya tidak lagi diperbolehkan mengekspor langsung bijih nikel melainkan dalam bentuk logam. Menurut Felix, perhitungan royalti berdasarkan bijih lebih kecil nilainya ketimbang logam.
08 May, 2007 08:38
Wajar toh! Bikin LapKeu keluar tepat waktu aja nggak becus bagaimana BUGIL mau percaya isinya bagus????? :-O Minta Sofyan Djalil kembalikan Arwinku!!!! Bapepam harus tegas, kalau LapKeu terlambat didenda, terlambat terus disuspend!!! :shameonyou: Siapa sih dirut baru TLKM tsb ? Sepertinya orang gak becus ya… TLKM semakin tak berdaya menghadapi saingan2nya…

Comments