Ambassador's Profile

Your Profile Pic

Ambassador


Birth Date : -

Website : -

Point : 4157

About me
-

Badges

1500 Points
2000 Points
3000 Points
PyoBie
PyoMe
PyoTastic

Articles

No article yet.

Topics

Topic Posts Views Last post

SPEKULASI MINYAK !

pages: 1 2
17 480 14 Sep, 2005 13:24

WOMF

pages: 1 2 3 4 ... 6
53 1696 12 Mar, 2007 07:49

M K B D

pages: 1 2
12 425 07 Feb, 2005 07:31

TOP IHSG FOR 2005

pages: 1 2 3 4 ... 9
84 2406 21 Mar, 2020 22:25

PSIKOLOGI BANDAR

pages: 1 2
18 772 08 Nov, 2004 07:28

Kiat Memilah Informasi

3 154 18 Aug, 2004 03:24

RUMOR SAHAM PROPERTY

pages: 1 2 3 4 ... 45
450 16944 14 Nov, 2018 07:58

INTUISI : PRO & KONTRA

pages: 1 2 3
26 666 08 Jul, 2004 07:26

KONTRAK OPSI SAHAM

pages: 1 2
16 394 25 Aug, 2004 04:42

SONA TOPAZZZ

pages: 1 2 3 4 5
46 1586 29 Mar, 2012 07:36

MLPL = Mau Lari Paling Lama

pages: 1 2 3 4 ... 27
268 9928 20 Mar, 2020 10:33

BMRI

pages: 1 2 3 4 ... 59
582 17041 21 Mar, 2020 23:11

Posts

17 Mar, 2003 04:27
Belajar dari pengalaman saya pribadi, pengalaman teman2 di market, saran saya: be a speculator, not an investor. Kenapa? 1. Posisi investor di pasar modal indonesia kebanyakan adalah masih minoritas, yang mengendalikan harga, informasi dll adalah yg mayoritas. KECUALI anda bisa menjadi mayoritas pada satu emiten tertentu. Bila merasa tidak mampu sendirian, cobalah bikin tim supaya lebih kuat. 2. Hukum di indonesia masih cenderung membela yg kuat, bukan yg benar. 3. Perilaku daripada pelaku pasar di jsx itu sendiri yg mayoritas trader, jibur dan sejenisnya. 4. Kondisi equity market itu sendiri sekarang (belum terlihat sinyal2 bullish) Saran teman mbak christina saya kira cukup beralasan. Untuk pergerakan bursa saham ritme 1 tahunan kecenderungannya: *Naik sekitar April-Mei utk mengantisipasi /akibat laporan keuangan dan pembagian dividen—> SELL * Cenderung turun coz of No news (quiet time) September-Oktober —> BUY * Up trend mengantisipasi Window dressing tutup tahun dan january effect Dec-Jan —> SELL * Februari - Maret cenderung correction after window dressing dan january effect —> BUY dst. Saya di atas berbicara mengenai pergerakan air lautnya lho, yaitu timing yg ‘'lebih aman’' untuk berlayar. Agar lebih ‘'jreng’' sebaiknya pilih2 juga kapal lautnya. Perlakukan transaksi saham as a business, so we must work! Saham kita turun jangan diliatin saja. Saham kita naik jangan buru2 gatal untuk dijual. Jangan kapok bertransaksi saham, mungkin yg perlu dirubah adalah sikap mental kita, emosi kita. Wish u all luck,
17 Mar, 2003 09:35
Pada awal tahun 1997, ketika saya masih bekerja di satu perusahaan konstruksi di Jakarta, saya ditelpon oleh satu teman lama saya "Eh, elu mau nggak sebagian jatah saham gue, harganya Rp750/lembar, buat elu gue kasih 50 lot deh..". Besoknya saya transfer sejumlah uang ke rekening teman saya itu. Selang seminggu kemudian dia menelepon kembali.. "Saham kita harganya sudah Rp1250 tuh, mau gue jualin nggak?" Saya mengiyakan. Telepon ditutup. Minggu depannya saya ditransfer sejumlah uang hampir senilai Rp1250 x 50 x 500. Beres. Sebegitu mudahnya. Tanpa menganalisis. Tanpa membaca koran. Tanpa melihat monitor. Cuma bermodalkan kepercayaan. TRUST. titik. Sampai tahun 1998 saya beberapa kali melakukan hal seperti di atas, tidak banyak, tidak lebih dari jumlah jari tangan. Pada 1998 saya menetap di Bandung. Tentu ada teman2 baru. Dari beberapa teman itu saya mulai mengenal monitoring saham. Tapi saya belum terlalu mengerti. Saya percayakan saja sebagian tabungan saya untuk digabung dengan portofolio mereka. Puji Tuhan masih menguntungkan, meskipun tidak spektakuler seperti tahun sebelumnya. Pada akhir 1999 saya kembali tinggal di daerah Jakarta. Saat itu saya memutuskan untuk selalu monitoring pergerakan saham. Kebetulan momennya bullish, jaman2 GusDur diangkat jadi Presiden. Saya mendapatkan teman2 baru. Para trader. Monitoritis. Saya jadi bersemangat melihat monitor pergerakan harga saham. Melakukan transaksi jual-beli. Indofood sampai PTRA. Telkom sampai SMMA. Sekitar satu bulan pertama…Easy money! Masalah mulai timbul ketika ‘'buyback’' saham2 tsb pada harga beli pertama… dan selanjutnya tidak pernah ke atas lagi!!! (bullish is over). Katakanlah seperti SMMA. Beli pertama 1600. Jual 1800-2000. Setelah itu beli lagi di 1600. Beberapa bulan cut-loss di 1200. Buyback di 1000. Cut loss lagi di 800. Buy-back di 500. Cut-loss di 400… SATU TAHUN AKTIF BERTRANSAKSI DAN MONITORING SAHAM, MODAL MENYUSUT HINGGA TINGGAL 10% ! (bersambung– melakukan right issue)
19 Mar, 2003 02:03
Sikap
19 Mar, 2003 03:24
Bung hasanudin, yg saya dengar juga begitu, target Q1 2003 LPBN bertengger di fraksi 25 perak (Rp500 ke atas). Harga tsb sudah tercapai pada awal minggu ini. Mbak christina, begitulah grup lippo. Bermain di BEJ jangan terlalu mengutamakan tools-nya (laporan keuangan, analisis data dll). Yg harus jadi perhatian utama adalah SIAPAnya. Saya kira orang2 seperti mbak yg beli LPBN Rp50 ke atas (sblm RS) banyak yg sudah cut loss di level Rp200an ketika “bad news” bulan lalu. Jadi ‘'wajar’' (di BEJ) bila sahamnya dapat naik kembali ke level 500.
25 Mar, 2003 05:54
Tidak ada yg tidak mungkin. Beberapa bulan terakhir saya perhatikan saham rokok (HMSP dan terutama GGRM) ‘'dijaga’' dalam rentang harga yg terbatas. Sekarang ini saya tidak terlalu tertarik untuk berspekulasi atas saham ini, as long as no new rumours or sharply lower in price.
Bung indiana jones, saham gorengan lihat fundamentalnya? Bagaimana korelasinya…? Mungkin maksudnya BOW saham2 yg laporan keuangannya lumayan baik sehingga kalau harga sahamnya ditekan/ diguyur kita masih ‘'tenang’' menyimpannya? Gimana menurut anda saham MREI aatau PNBN?
26 Mar, 2003 03:56
Kemarin saya lihat posisi beli Rp2400 cukup kuat dengan volume besar 25,000 lot lebih. Ada investor yg buang, namun lebih kuat yg tampung, prediksi saya trend-nya masih naik nih. Boleh spekulasi buy ASII 2425-2500 sepanjang nggak ada kejadian yg aneh2 (kondisi perang nggak ada senjata kimia dll)
27 Mar, 2003 06:14
Laporan keuangan 2002-nya (yg net profitnya meningkat) sudah muncul di koran hari ini. Sahamnya, sesi 1 ini, malah cenderung flat to lower, turun 1 poin…. hmmm… Cum dividen 7 april cuma dibagi Rp50,- You pilih mana sama telkom yang katanya sekitar Rp300-400 bulan mei?
27 Mar, 2003 07:14
Buseeet… investor kakap ASII masih melanjutkan aksi jualnya! Apakah sang market maker masih sanggup menampung barangnya? Setuju bung shine… SOS now Stay away dulu deh, BOW aja… As I told before: 2425-2500
28 Mar, 2003 08:05
Hmmm… bila investor jualnya sudah berhenti jualan, kelihatannya ASII bisa melaju s/d Rp3000 nih… TIDAK PEDULI BERITA PERANG IRAQ!!!
03 Apr, 2003 04:36
Saya kira metode bung ART sama dengan metode saya. Yang penting adalah kita harus punya titik cut loss (buat saya cuma -5% saja) dan disiplin. Sedangkan untuk batas atas, biasanya saya ‘'lepas’' tergantung kondisi market dan kelanjutan informasinya. Apa yg dibilang bung Tigershark pun ada benarnya. Kalo kita tahu kekuatan kita nggak sebanding dengan market maker (bandar), jangan coba2 rampok (maen gede), nyopet2 aja. Siapa sih yg mau kasih untung orang lain (katakanlah) Rp 1 juta bila dia (bandar) sendiri cuma untung Rp200 ribu??? Market maker bukanlah seorang sinterklas. Dia = pengusaha. Anda..???
15 Apr, 2003 10:17
Valuasi yg mana bung chandra wijaya??? Historical valuation atau projectional valuation??? Valuasi SMGR sendiri atau gabungan dengan tonasa dan padang??? Berbicara dari sisi fundamental, dengan harga sahamnya Rp7600, PER-nya (historis, data RTI) sudah mencapai 11.5 X ! Masih jauh lebih besar dibanding SMCB maupun INTP. Tapi yg lebih utama adalah, ini saham sedikit banget di market!

Comments