Administrator's Profile

Your Profile Pic

Administrator1


Birth Date : Aug. 17, 1945

Website : -

Point : 26

About me
-

Articles

  • Saham UNVR, Sinyal Peningkatan Minat Beli

    INILAHCOM, Jakarta - Harga saham Unilever Indonesia (UNVR) sepekan terakhir bergerak konsolidasi di area downtrend seiring ...

    created on: 11 Aug 2014

    0 comments

  • Belanja Saham Saat IHSG di Kisaran 4.900-4.750

    INILAHCOM, Jakarta – Para trader disarankan bersikap wait and see. Sementara itu, para investor disarankan belanja ...

    created on: 11 Aug 2014

    1 comments

Topics

Posts






INILAHCOM, Jakarta – Para trader disarankan bersikap wait and see. Sementara itu, para investor disarankan belanja saham saat IHSG berada di kisaran support 4.900-4.750.

Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan hal itu kepadaINILAHCOM.Menurut dia, saat indeks berada pada kisaran support tersebut, pemodal bisa mengutamakan saham-saham yang jadi penggerak indeks. Akan tetapi, ada dua sektor saham yang patut diwaspadai. Apa saja?

Pada perdagangan Jumat (10/10/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 30,919 poin (0,619%) ke angka 4.962,96. Intraday tertinggi 4.993,879 dan terlemah 4.933,977. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Mengakhiri pekan lalu, IHSG melemah ke bawah level psikologis 5.000. Apa yang terjadi?

Pelemahan IHSG 30,9 poin (0,61%) ke 4.962 itu memang seiring dengan kondisi bursa saham regional yang negatif. Saya termasuk orang yang menentang pendapat bahwa kondisi politik yang jelek menekan IHSG. Jika regional buruk, kita mau apa? Faktor politik hanya memperburuk situasi tapi bukan faktor utama.

Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG sepekan ke depan?

Arah IHSG sepekan ke depan sangat tergantung pada laju bursa saham regional. Kita harus menunggu bursa regional move on terlebih dahulu. Sebab, sentimen politik dari dalam negeri sudah minim. Sudah relatif tidak ada. Pekan lalu, saya sempat mengkhawatirkan aksi dari Rachmawati Soekarnoputri. Tapi, akhirnya, ternyata tidak ada apa-apa.

Intinya, pelaku pasar harus menunggu kejelasan arah bursa saham regional. Sebab, dalam tiga pekan terakhir, Dow Jones Industrial Average (DJIA) bergerak variatif, sehari naik, sehari turun. Paling tidak, kita harus menunggu tren turun dari Dow Jones berakhir.

Sebenarnya, sudah tiga kali terjadi di mana Dow memperlihatkan berakhirnya tren turun. Tapi, untuk kali ketiga, sinyal positif Dow Jones kembali dihantam dengan penurunan yang dalam. Itu menunjukkan pelaku pasar sedang galau.

Level support dan resisten IHSG sendiri yang mungkin diuji dalam sepekan ke depan?

Setelah IHSG menembus support 5.050 di awal pekan, potensi koreksi IHSG bisa mencapai antara 4.900-4.750. Sekarang, IHSG berada dalam tren turun. Jadi, pasar harus menunggu di mana tren turun ini akan berakhir. Dasar (bottom) IHSG berada pada kisaran 4.750-4.900 yang bisa menjadi support sebulan ke depan.

Di sisi lain, resistance IHSG berada di 5.000-5.100. Pasar sedang menanti bottom untuk jangka pendek dan bottom jangka menengah.

Di mana bottom-nya?

Jika bottom jangka pendek masih di support 4.850, saya justru khawatir, penurunan IHSG masih akan berlangsung hingga akhir 2014. Artinya, koreksi IHSG berpeluang terjadi cukup dalam. Akan tetapi, jika bottom jangka pendek di bawah 4.850, saya malah optimistis, akhir 2014, IHSG bisa tutup di atas 5.000-5.100.

Jika ternyata bottom jangka pendek berada di atas 4.850 seperti yang terjadi saat ini dan justru rebound lagi, kayaknya tidak bagus. Artinya, reaksi awal pasar atas kabinet Jokowi-JK akan jelek. Memang akan ada efek Jokowi saat pelantikan, 20 Oktober 2014 ke bursa saham. Tapi, hingga hari ini belum terlihat efeknya.

Mengapa pelantikan Jokowi kurang berefek?

Orang juga harus tahu bahwa pelantikan Jokowi akan langsung diikuti oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dua pekan kemudian. Dari sisi ini, sentiment Jokowi memang mixed, campur antara yang positif dan negatif. Orang menjadi tidak bersemangat saat pelantikan Jokowi. Saat kenaikan harga BBM justru pelaku pasar akan lebih bersemangat.

Jadi, kalaupun IHSG masih menguat, akan ada koreksi lagi dan sepertinya kepastian dari bottom baru akan terlihat setelah pelantikan Jokowi.

Apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?

Di tengah situasi IHSG yang masih dalam tren turun, tetap pasar harus menunggu hingga di mana tren turun ini akan berakhir. Bagi trader, saya sarankan wait and see terlebih dahulu. Jika Anda investor, sebaiknya menunggu hingga IHSG masuk ke dalam kisaran support 4.900-4.750 untuk mulai belanja saham.

Saham-saham pilihan Anda?

Saat IHSG masuk kisaran support tersebut, utamakan saham-saham yang jadi penggerak IHSG seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Wijaya Karya (WIKA). Tapi sebenarnya, jika indeks masuk kisaran support tersebut, semua saham juga menarik kecuali sektor tertentu.

Sektor saham apa saja yang tidak menarik meski IHSG masuk kisaran support 4.900-4.750?

Sekarang, penurunan harga minyak masih belum jelas di mana bottom-nya. Selama bottom harga minyak belum terlihat, pelaku pasar harus hati-hati terhadap saham-saham komoditas. Sampai saat ini, harga minyak terus turun seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dunia.

Hati-hati juga dengan saham-saham di sektor properti. Sebab, selama suku bunga masih tinggi, berisiko bagi sektor ini. Apalagi, menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi, suku bunga tidak akan turun. Selama suku bunga tinggi, saham-saham sektor properti akan berat. Untuk sementara, kita harus menghindari dulu saham-saham properti.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2144011/belanja-saham-saat-ihsg-di-kisaran-4900-4750#.VIqZ1NSKa0w





INILAHCOM, Jakarta - Harga saham Unilever Indonesia (UNVR) sepekan terakhir bergerak konsolidasi di area downtrend seiring kondisi pasar yang kurang kondusif. Namun sebenarnya saham ini mengalami peningkatan minat beli.

Harga sahamnya akhir pekan lalu ditutup di Rp30.800. Menurut riset Firs Asia Capital, Senin (13/10/2014), dengan valuasi saat ini, harga saham UNVR ditransaksikan denganprice earning(PE) 36,3 kali (estimasi 2014).

Saat ini PE industri sebesar 44 kali. Dengan asumsi sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE industri 42 kali, peluang harga sahamnya untuk setahun ke depan akan mencapai Rp35.600 atau memiliki ruang penguatan 15,6% dari harga saat ini.

“Secara teknical harga sahamnya kemarin membentuk polapiercing linedi area downtrend mengindikasikan meningkatnya minat beli dan sinyal reversal. Level support saat ini di Rp30.500 dan resisten terdekat di Rp31.200. Trading Buy, SL Rp30.400,” ungkap riset tersebut.

Saat ini tren pelemahan rupiah atas dolar AS yang sudah bergerak di atas Rp12.000 membuat penguatan harga sahamnya cenderung tertahan. Pelemahan rupiah atas dolar AS membuat biaya impor bahan baku meningkat sehingga bisa menekan marjin apabila harga jual produk tidak dinaikkan.

Namun posisi rupiah atas dolar AS saat ini yang sudah berada di atas Rp12.200 dinilai bersifat sementara dan berpeluang kembali menguat. Tantangan lain adalah rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat yang bisa meningkatkan biaya produksi dan operasional perseroan.

Namun tahun ini penjualan bersih perseroan diperkirakan masih tumbuh 16,9% mencapai Rp35,97 triliun. Sedangkan laba bersih dengan asumsi marjin dipertahankan 18% mencapai Rp6,47 triliun atau tumbuh 20,9%. Earning per share (EPS) proyeksi 2014 sebesar Rp848.

Sepanjang semester I 2014 (1H14), penjualan bersih perseroan naik 14% mencapai Rp17,58 triliun atau mencapai 49% dari proyeksi penjualan bersih tahun ini. Kenaikan penjualan bersih tersebut dipicu kenaikan harga jual produknya di kisaran 4% hingga 5% sejak akhir Maret lalu untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Sedangkan laba bersih 1H14 relatif flat atau hanya tumbuh tipis 0,85% di Rp2,85 triliun. Pencapaian laba bersih tersebut mencerminkan 44% dari proyeksi laba tahun ini.

Perseroan mulai September ini kembali menaikkan harga jual produknya sebesar rata-rata 5%. Ini berarti tahun ini perseroan telah menaikkan harga produknya dua kali. Tahun lalu perseroan menaikkan harga jual produknya tiga kali.

Souce:http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2144080/saham-unvr-sinyal-peningkatan-minat-beli#.VIqXCNSKa0w




Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend mi. Fusce elementum ullamcorper orci sed ullamcorper. Suspendisse in urna a urna commodo venenatis. Vivamus imperdiet dictum libero. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
11 Aug, 2014 08:32
Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend mi. Fusce elementum ullamcorper orci sed ullamcorper. Suspendisse in urna a urna commodo venenatis. Vivamus imperdiet dictum libero. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend mi. Fusce elementum ullamcorper orci sed ullamcorper. Suspendisse in urna a urna commodo venenatis. Vivamus imperdiet dictum libero. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.



JAKARTA. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum juga mencapai target. Berdasarkan data BEI, nilai transaksi harian hari Rp 6,06 triliun. Padahal BEI menargetkan bisa mencapai Rp 6,5 triliun. Asal tahu saja, target tersebut bahkan sudah direvisi dari awal tahun, yang berharap transaksi harian bisa mencapai Rp 7 triliun.

Para pelaku pasar menilai, kondisi tersebut disebabkan dari beleid anyar dari BEI yang mengubah ketentuan fraksi harga saham(tick price). Investor ritel dan anggota bursa yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai, kebijakan BEI yang diterapkan di awal tahun ini menyebabkan penurunan likuiditas saham.

Selain itu, pelaku pasar juga sulit mendulang untung secara maksimal. Meski begitu, Ito Warsito, Direktur Utama BEI, menilai, penurunan likuiditas terjadi karena kondisi ekonomi yang berbeda. Sehingga menurut dia tidak hubungannya dengan fraksi harga saham BEI.

“Mereka membandingkan (kondisi pasar) semester I-2014 dengan semester I-2013, ini seperti membandingkan mangga dengan durian, tidak pas,” ujar dia. Pada periode tersebut, ada penurunan rata-rata nilai transaksi harian dari Rp 7 triliun menjadi Rp 6,1 triliun. Kondisi ekonomi yang dimaksud Ito adalah nilai tukar dollar AS terhadap rupiah.

Rupiah di semester I-2013 di Rp 9.600 per dollar AS. Sedangkan, di enam bulan pertama 2014 antara Rp 11.500-Rp 12.000 per dollar AS. Kalau menurut Ito, perbandingan yang setara seharusnya dilakukan antara semester II-2013 dengan semester I-2014. Pada periode itu, kondisi perekonomian di dalam negeri hampir sama.

“Terjadi defisit perdagangan, rupiah pun di kisaran yang sama,” tutur dia. Domestik dominan Kegiatan investor domestik saat ini lebih dominan dibanding tahun lalu. Tahun lalu, porsi investor asing mencapai 44% dari total transaksi saham di BEI. Tahun ini, jika dilihat dari transaksi harian, porsi asing hanya 40%. Artinya, porsi transaksi perdagangan investor domestik meningkat dari 56% menjadi 60%.

Atas dasar itu, BEI tidak akan mengubah ketentuan baru terkait fraksi harga saham ini. Tapi dengan ketentuan yang baru, harga saham lebih memang lebih lambat bergerak, baik turun maupun naik. Di satu sisi, investor lebih lama mendapat cuan. Tetapi, di sisi lain, investor juga tidak menelan kerugian terlalu banyak ketika ingincut lost.

Reza Priyambada, Kepala Riset Woori Securindo, menilai, perubahan fraksi harga sebenarnya bukan merupakan satu-satunya penyebab penurunan nilai transaksi harian bursa pada semester I 2014.

Menurut dia, penurunan ini karena sentimen lain baik dari luar negeri maupun domestik. Sejak awal tahun, investor memang sudah dibayangi oleh memanasnya situasi politik menjelang Pemilu maupun rencana The Fed memangkas program stimulus dan normalisasi suku bunga acuan di sana.

“Kebetulan kondisi market sedang banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif dan perubahan fraksi harga menjadi lebih kecil membuat ruang untuk mendapatkan gain lebih sempit,” jelas Reza. Menurut dia, agak sulit meminta BEI kembali mengubah fraksi harga yang baru berlaku tahun ini. Investor mau tidak mau mesti menerapkan strategi baru menyesuaikan dengan fraksi harga baru dalam trading.




Source:http://investasi.kontan.co.id/news/fraksi-harga-baru-bikin-transaksi-harian-mini







JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusut di akhir pekan ini. Pada transaksi Jumat (10/10), IHSG ditutup melemah 0,62% ketimbang sehari sebelumnya menjadi 4.962,96.

Di hari yang sama, pemodal asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 620,29 miliar. Sepekan terakhir, sejatinya, IHSG masih menguat 0,23%. Tapi, di akhir pekan ini, IHSG ikut terseret pelemahan pasar saham Asia yang tecermin di indeks MSCI Asia Pasifik. Indeks ini turun 1,6% menjadi 136,47 pukul 16:17 waktu Hong Kong, kemarin.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai, koreksi IHSG didorong sentimen global. Kondisi ekonomi Eropa masih melambat dan kemudian menekan harga komoditas global. “Indonesia sebagai eksportir komoditas juga kena imbas,” kata dia.

Kisruh politik nasional juga membayangi laju indeks. Setelah melewati pemilihan ketua MPR dan DPR yang berlangsung alot, kini investor menunggu susunan kabinet pemerintahan baru. “Mungkin setelah perhelatan ini, IHSG bisa kembali normal dan menguat,” tutur Purwoko.

Sementara, David Nathanael Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital mencermati, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan tertekan. “Kemarin data manufaktur Jerman turun, ini sentimen negatif,” terang dia.

David dan Purwoko memproyeksikan, IHSG berpotensi turun pekan depan. David memprediksi, IHSG di kisaran 4.850-5.070. Sedangkan Purwoko menargetkan IHSG di rentang 4.850-5.050.



http://investasi.kontan.co.id/news/efek-lokal-global-terhadap-ihsg





20 Oct, 2014 04:11
Raih sejumlah keuntungan dengan membeli ORI011 perdana di BCA. Anda bisa mendapat cashbackuntuk pembelian di atas nominal Rp500 juta, bebas biaya pembukaan rekening efek, bebas biaya penyimpanan efek sampai dengan jatuh tempo. ORI juga dapat dijadikan jaminan kredit.

Selain itu, jika investor hendak menjual ORI 011 di pasar sekunder maka transaksi bisa dilakukan di counter BCA Prioritas dengan harga yang kompetitif, selanjutnya dana akan masuk ke rekening pada T+2 (hari bursa). Investor pun dibebaskan dari biaya pengiriman surat konfirmasi jual/beli dan biaya transfer kupon per bulan. (Webtorial)
Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend mi. Fusce elementum ullamcorper orci sed ullamcorper. Suspendisse in urna a urna commodo venenatis. Vivamus imperdiet dictum libero.
20 Oct, 2014 10:19
“Berinvestasi di ORI itu risk free (dari sisi gagal bayar). Di samping itu, ORI merupakan salah satu langkah pemerintah untuk terus melakukan pendalaman di pasar domestik. Karena itu saya sangat berharap bahwa upaya kita dengan launching ORI 011 ini akan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Seperti penjualan tahun lalu yang terbilang bagus, mudah-mudahan tahun ini akan lebih baik karena situasinya jauh lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Menteri Keuangan RI Chatib Basri pada acara pembukaan masa penawaran ORI 011 di Hutan Kota Srengseng.

Tingkat kupon yang ditawarkan di ORI pun biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito yang ditawarkan bank milik pemerintah. Selain itu investasi ORI pun terbilang likuid karena bisa diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum tanggal jatuh tempo dengan harga kompetitif. Namun penjualan di pasar sekunder baru bisa dilakukan setelah pembayaran kupon pertama, atau setelah tanggal 15 November 2014. Kupon akan dibayarkan tanggal 15 setiap bulannya ke rekening dana tunai investor.
Atas dasar itu, BEI tidak akan mengubah ketentuan baru terkait fraksi harga saham ini. Tapi dengan ketentuan yang baru, harga saham lebih memang lebih lambat bergerak, baik turun maupun naik. Di satu sisi, investor lebih lama mendapat cuan. Tetapi, di sisi lain, investor juga tidak menelan kerugian terlalu banyak ketika ingin cut lost.

Reza Priyambada, Kepala Riset Woori Securindo, menilai, perubahan fraksi harga sebenarnya bukan merupakan satu-satunya penyebab penurunan nilai transaksi harian bursa pada semester I 2014.
Menurut dia, penurunan ini karena sentimen lain baik dari luar negeri maupun domestik. Sejak awal tahun, investor memang sudah dibayangi oleh memanasnya situasi politik menjelang Pemilu maupun rencana The Fed memangkas program stimulus dan normalisasi suku bunga acuan di sana.

“Kebetulan kondisi market sedang banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif dan perubahan fraksi harga menjadi lebih kecil membuat ruang untuk mendapatkan gain lebih sempit,” jelas Reza. Menurut dia, agak sulit meminta BEI kembali mengubah fraksi harga yang baru berlaku tahun ini. Investor mau tidak mau mesti menerapkan strategi baru menyesuaikan dengan fraksi harga baru dalam trading.
Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai, koreksi IHSG didorong sentimen global. Kondisi ekonomi Eropa masih melambat dan kemudian menekan harga komoditas global. “Indonesia sebagai eksportir komoditas juga kena imbas,” kata dia.

Kisruh politik nasional juga membayangi laju indeks. Setelah melewati pemilihan ketua MPR dan DPR yang berlangsung alot, kini investor menunggu susunan kabinet pemerintahan baru. “Mungkin setelah perhelatan ini, IHSG bisa kembali normal dan menguat,” tutur Purwoko.

Sementara, David Nathanael Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital mencermati, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan tertekan. “Kemarin data manufaktur Jerman turun, ini sentimen negatif,” terang dia.

Comments

Administrator
Cooling Down, BEI Suspensi Saham Multifiling Mitra

Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend ...

posted by: Administrator1
11 Aug 2014

Administrator
Wall Street Terus Terjun

Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend ...

posted by: Administrator1
11 Aug 2014

Administrator
IHSG Baru Bernafas Lagi, Dihajar Sentimen Global

Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend ...

posted by: Administrator1
11 Aug 2014

Administrator
Investasi Aman di ORI 011

Raih sejumlah keuntungan dengan membeli ORI011 perdana di BCA. Anda bisa mendapat ...

posted by: Administrator1
20 Oct 2014

Administrator
IHSG Baru Bernafas Lagi, Dihajar Sentimen Global

Pellentesque vestibulum pretium fermentum. Sed in nibh faucibus, mollis justo et, eleifend ...

posted by: Administrator1
20 Oct 2014

Administrator
Investasi Aman di ORI 011

“Berinvestasi di ORI itu risk free (dari sisi gagal bayar). Di samping ...

posted by: Administrator1
20 Oct 2014

Administrator
Fraksi harga baru bikin transaksi harian mini

Atas dasar itu, BEI tidak akan mengubah ketentuan baru terkait fraksi harga ...

posted by: Administrator1
20 Oct 2014

Administrator
Efek lokal dan global terhadap IHSG

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai, koreksi IHSG didorong sentimen global. Kondisi ...

posted by: Administrator1
21 Oct 2014

Administrator
Cooling Down, BEI Suspensi Saham Multifiling Mitra

BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham MFMI. Penghentian sementara perdagangan saham ...

posted by: Administrator1
21 Oct 2014

Administrator
Belanja Saham Saat IHSG di Kisaran 4.900-4.750

Saat IHSG masuk kisaran support tersebut, utamakan saham-saham yang jadi penggerak IHSG ...

posted by: Administrator1
21 Oct 2014

Administrator
Pelatihan Saham

asasdasd

posted by: Administrator1
28 Oct 2014

Administrator
Efek lokal dan global terhadap IHSG

asdasd

posted by: Administrator1
28 Oct 2014

Administrator
Deposito di Saham APEX - Part II

Bunga segini jelas masih jauh di atas suku bunga deposito benaran yang ...

posted by: Administrator1
29 Dec 2014