.... IT''S TIME TO SWITCH .... :

Dlm Fed meeting tgl. 18 Maret ini, pasti The Fed akan kembali pangkas rate-nya ! Jika pd tgl. 6 Maret ini BI belum Pede utk turunkan BI rate-nya ( total inflasi MoM utk bln Januari = 1,71 % + Februari = 0,82 % = 2,53 % ), saya prediksi di awal April 08 BI bakal mulai turunkan BI rate-nya dari 8,00 % menjadi 7,75 % ! Utk inflasi 2 bln awal 08 ini memang cukup tinggi, tapi justru di bulan Maret & April bahkan bisa terjadi "deflasi", krn para petani terutama di bulan April / Mei akan lakukan panen raya ! Pagi ini terlihat Rupiah kembali menguat di Rp. 9.075 / Usd, walaupun selama 2 hari terakhir ini terjadi profit taking dari foreign investor di JSX. Jika Anda tergolong smart investors yg punya NYALI KUAT serta bermain utk skala medium term, lakukanlah segera switching portfolios Anda ke saham2 bluechips serta small caps di sektor yg selama ini telah TERPURUK / OVERSOLD menjadi SANGAT MURAH, yaitu saham2 sektor FINANCIALS / PERBANKAN, INFRASTRUCTURES, PROPERTIES, RETAILS, FARMACIES. Buat saya dari saham2 minings hanya di sektor coal & tins yg masih saya "mainkan". Beranikah BI mulai pangkas SBI nya di awal April 2008 ini ? , marilah kita tunggu hal tsb bakal benar2 terjadi ! Kemarin support kuat di JSX ada di 2.610, dan kedepannya saya prediksi akan terjadi reversal jika harga crude oils turun terus serta BI mulai turunkan BI ratenya : JSX akan menuju ke level 3.000, lalu bakal akan terjadi koreksi krn profit taking yg sehat ke level 2.700 an - 2.800 an , dan di akhir 2008 saya berani prediksi JSX akan menuju ke level 3.300 ! Safe trading & enjoy the wild ride …. :peace: :applause: Bravo buat Ben Bernanke yg telah lakukan gebrakan yg saya anggap "BRILLIANT" , dimana The FED akan segera salurkan pinjaman uang sebesar Usd. 200 Miliar ke institusi keuangan, yg dinamakan sbg new TERM SECURITIES LENDING FACILITY ( TSLF ). Gebrakan ini sangat menolong likuiditas keuangan, dan mengembalikan KEPERCAYAAN pelaku bisnis. Jika CONFIDENCE telah kembali ke market, maka nilai Usd. akan kembali MENGUAT, dan ini akan mematahkan spekulasi di bidang OILS & COMMODITIES, dimana bisa dlm waktu dekat harga crude oils kembali turun dibawah Usd. 100 / barrel. Kemarin di Wallstreet justru sektor FINANCIALS / BANKINGS yg memelopori kenaikan ! Dow ditutup menguat + 416 atau + 3,6 % = 12.156 ( kenaikan terbesar selama 5 thn terakhir sejak Maret 2003 ! ). Setelah gebrakan The Fed kmarin, pd tgl. 18 Maret tetap akan dilakukan pemangkasan The Fed''s rate yg diekspektasikan bakal turun 50 basic point ( sebelumnya diramalkan akan dipangkas 75 basic point ). Semoga pemilihan Gubernur baru BI dapat segera terlaksana ( saya rasa Agus Martowardoyo bakal terpilih ), hingga di awal April benar2 BI akan mulai memangkas BI ratenya. Saham2 sektor PERBANKAN / PROPERTI / INFRASTUKTUR / SEMEN / FARMASI / RETAIL akan kembali PULIH, manfaatkan segera momentum ini …. :$-)
Multi Quote Quote
Confession Mode ON. Posisi sudah terlanjur Cash, tersisa satu saham khusus. smile( Saya anggap rebound hari ini sebagai Emergency Exit dari amukan Mr. Bear, :p dan bonus untuk yang beli kemarin. :applause: Masih wait & see. :peace:
Multi Quote Quote
….saya telah berikan "WARNING" sebelumnya , melihat kenaikkan harga2 saham Komoditas telah meroket naik tetapi sudah TERLALU MAHAL ! Sewaktu beberapa lama harga Oils naik diatas USD. 100 , lalu mencapai puncaknya di USD. 112/B …., harga2 saham Komoditas yg seharusnya ikutan naik tinggi, justru terjadi koreksi . Itu merupakan pertanda "bahaya" dan kita hrs segera lakukan "SWITCHING" portfolios kita di-saham2 minings / commodities ! Gebrakan the FED turunkan the Fed''s fund rate sebesar 75 Bps ke 2,25 % (market menghendaki penurunan 100 Bps !) , diimbangi dgn lakukan the DISCOUNT RATE sebesar 75 Bps pula ke 2,50 % . Kali justru nilau USD. MENGUAT , dan para spekulan lakukan SELOFF besar2an saham2 komoditi /Tambang , dan saat ini harga Crude Oils sudah turun keras mencapai sekitar 100 USD. / B . Demikian pula harga GOLD telah turun kembali ke USD. 914 . Dan yg bagus nilai YEN kembali melemah mndekati 100Y/USD , yg sebelumnya mencapai 95,5Y/USD. . Nilai Yen terlalu kuat adalah berbahaya, krn spekulasi Yen Carry Trade akan men-jadi2 , dan harga saham global akan hancur ! Masih adakah harapan JSX kita ? Itu semua tergantung dari perkembangan CONSUMER / MARKET CONFIDENCE yang bakal terbentuk di USA ! Jika Market Confidence kembali kemarket, dan harga Crude Oils & commodities turun terus , maka bahaya Resesi di AS bisa diredam. Jika Market confidence pulih kembali, NILAI USD. AKAN KEMBALI MENGUAT , DAN PARA SPEKULAN OILS & COMMODITIES AKAN LAKUKAN TERUS SELL OFF ! Demikian pula dgn JSX kita : saya amati selama beberapa lama JSX TERTEKAN TERUS dan FOREIGN lakukan NETSELL (mrk benar2 lakukan switching Portfolios-nya serta lakukan sementara Capital Outflow) . Kabar bagusnya hari Rabu tgl. 19.13. hari terakhir sebelum Libur Paskah : JUSTRU FOREIGN telah mulai lakukan NETBUY sebesar Rp. 109 Miliar . Semoga saja akan terjadi kembali ARUS BALIK / CAPITAL INFLOW ke JSX dlm waktu dekat ini ! Jika saja BI MAU BERTINDAK SMART : maka dia HARUS BERANI MULAI TURUNKAN BI RATE-NYA pada awal April 08 ini, spread BI rate = 8,00 % dan Fed''s Rate = 2,25 % terlalu jauh gap-nya ! BI harus turunkan BI ratenya se-tidak2nya 25 Bps agar roda perekonomian kita bisa cepat Pulih dan menjaga pert.ekonomi yg moderat . Pagi ini kurs Rupiah menguat menjadi Rp. 9.200 / USD , dan ini merupakan alasan BI UTK SEGERA TURUNKAN BIRATENYA ! Reason : FOREIGN akan merasa comfortable jika kusr USD./Rp. menguat desekitar level diatas Rp. 9.200 , hingga memicu mrk kembali lakukan Capital Indlow ! Jika di AS MARKET MAKERS-lah yang berkuasa LAKUKAN TEKANAN THD THE FED utk terus turunkan sukubunganya , KENAPA KITA DISIN TIDAK LAKUKANNYA ? Takut Inflasi tinggi ? , itulah kesalahan terbesar the Fed yg lalu yg biayanya sangat besar sekali ! FEAR OF RECESSION JAUH LEBIH BERBAHAYA, DARIPADA FEAR OF INFLATION ! Para analis meramalkan, the Fed''s rate akan turun derus dan dibulan Juni 2008 bakal mencapai hanya 1,50 % ! Pagi ini akan terjadi SELL OFF saham2 Komoditi & Pertambangan di Indo , yang kejatuhannya sudah cukup parah sebetulnya ! JIka kedepannya harga Crude Oils turun terus hingga dibawah USD. 90/B , itu bakal bagus buat Equity market diseluruh dunia . Jika BI bakal PDE turunkan BI RATENYA , ber-siap2lah segera masuk ke-saham2 Perbankan / Properti / Infrastruktur / Farmasi / Retail yg harganya sudah sangat Murah …. :peace:
Multi Quote Quote
Senin, 24 Maret 2008 | 06:14 WIB JAKARTA,SENIN - Pekan ini perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih fluktuatif (naik turun), berpeluang menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diharapkan bisa mengejar ketertinggalannya dari Wall Street dan beberapa bursa regional yang positif, setelah sentimen libur panjang menekan BEI pada pekan lalu. Pekan ini pasar domestik masih diramaikan berita masih seputar di polemik calon gubernur Bank Indonesia, dimana pemerintah meminta DPR menjelaskan penolakan atas dua calon yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu pasar juga antisipasi terhadap inflasi Maret. Secara global, suasana ketidakpastian masih tetap menghantui pasar saham sebagaimana terjadi pada pekan lalu dengan adanya volatilitas (pergerakan yang tidak menentu) yang besar, sehingga perdagangan saham dunia berakhir beragam. Pada perdagangan akhir pekan lalu, beberapa pasar saham regional seperti indeks Nikkei225 di Bursa Efek Tokyo, indeks tertimbang Taiwan serta indeks Kospi Korea Selatan berhasil mengikuti Wall Street di zona positif. Namun sebagian lagi seperti Hang Seng di Hong Kong, Strait Times Index Singapura, ataupun all ordinaries di Australia dan juga IHSG harus berkubang di zona merah sebagaimana terjadi pada bursa saham di Eropa. IHSG pada Rabu (19/3) lalu, ditutup merosot ke level 2.323,566, atau merosot 59,854 poin (2,51 persen) dibandingkan penutupan 14 Maret 2008 yang berada di posisi 2.383,420. Sementara indeks LQ45, kelompok 45 saham likuid, turun 12,58 poin (2,46 persen) ke level 498,940 dari penutupan pekan sebelumnya di posisi 511,52. Sedangkan sebagian bursa regional dan Wall Street, meski pada awal pekan berguguran, namun berhasil bangkit hari-hari berikutnya, seiring dengan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve sebesar tiga perempat poin persen, serta pembelian lembaga keuangan yang hampir bangkrut, Bear Stearns Cos oleh saingannya JPMorgan Chase & Co yang didukung oleh the Fed. Wall Street pada perdagangan terakhir pekan lalu, Kamis (20/3) kembali menguat, dimana Dow Jones Industrial Average melonjak 261,66 poin atau 2,16 persen menjadi 12.361,32. Kemudian indeks Standard & Poor''s 500 naik 31,09 poin atau 2,39 persen ke 1.329,51. Serta indeks komposit Nasdaq menguat 48,15 poin (2,18 persen) pada 2.258,11. Secara keseluruhan, pada pekan lalu The Dow naik 3,43 persen, indeks S&P 500 meningkat 2,39 persen dan Nasdaq meraih 2,06 persen. Pekan ini Wall Street akan keluar beberapa data ekonomi. Sebagian kecil investor memprediksi pasar perumahan dan belanja perorangan menunjukkan penguatan. Namun sebagian besar memperkirakan data-data tersebut akan memperlihatkan setidaknya petunjuk bahwa ekonomi rebound (kembali menguat). Setelah lebih enam bulan the Fed mulai menurunkan suku bunga, biasanya akan ada fakta-fakta dari hasil pemangkasan tersebut terhadap perekonomian secara luas. Seperti dikutip AP, pelaku pasar di pasar saham paman sam itu mulai yakin tindakan the Fed bisa menolong sistem finansial yang pincang, meski belum percaya seratus persen pulih. Perdagangan fluktuatif pekan lalu meski membawa gain yang besar, namun adanya volatilitas mengindikasikan para investor masih cemas. Wall Street masih belum tenang, karena masih terlalu dini untuk mengatakan krisis pasar kredit sudah berakhir. Pasar kredit telah menunjukkan sinyal-sinyal perbaikan setelah beberapa langkah the Fed, namun hal itu masih belum cukup untuk menenangkan pasar. Pekan ini juga, merupakan minggu terakhir dikuartal pertama ini, dimana menurut analis, biasanya pasar saham bergerak positif karena adanya aksi window dressing dari para investor yang memoles kinerja laporan kuartal mereka agar terlihat bagus oleh kliennya. Selain itu pelaku pasar saham juga masih terus mewaspadai pergerakan harga-harga komoditas seperti harga minyak dan emas yang sudah mulai turun dari harga yang sebelumnya mencetak rekor harga tertinggi, namun dikhawatirkan bisa kembali melambung.
Multi Quote Quote
bung high saya RASA penurunan komoditi hanya akan sementara kalau benar US gak jadi resesi karena kalau itu terjadi maka ekonomi US akan bertumbuh sehingga akan memicu pertumbuhan permintaan komoditi kembali kalau saya malah melihat ini jadi BOW u saham2 coal n tins,dll btw saham2 ,properti,infrastruktur ,farmasi,retail lapkeunya rata2 gak bagus,kecuali beberapa di perbankan buat apa invest diperusahaan yg kurang ok walaupun murah kalau ada pilihan lain yg lebih bagus walaupun mahal? any idea bung high?
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...