Kematian dan Tujuan kita hidup di dunia

skipajaib wrote: menurut aku, pertanyaan seperti judul diatas , mungkin sudah tersimpan dibenak manusia2 ribuan tahun yang lalu, sehingga setiap orang mencari jawabannya sendiri-sendiri sehingga muncul berbagai macam kepercayaan, agama dll, yang intinya didasari mengapa aku ada didunia ini, sedangkan aku sebelumnya tidak bisa mengingat yang terjadi sebelumnya mulai dari kandungan di dalam perut sampai kita meninggal>>>>>>>>>kalau pikir begitu sich capek>>>>>>>semakin dipikir semakin tidak ketemu jawabannya>>>>>>sebab setiap agama dan kepercayaan mempunyai argumentasi yang sering bertolak belakang>>>>>>>beruntunglah orang yang telah mendapatkan petunjuk tersendiri dari YANG MAHA MISTERI>>>>>walaupunaku memeluk agama tertentu, tapi mencoba bersikap netral dengan pemeluk agama dan kepercayaan yang lain.., saya mempunyai pendapat yang mungkin agak beda, aku juga tidak tahu ini betul apa salah jadi hidup ini kita seperti wayang dan ada dalang yang mengatur itu semua, contoh misalnya kita ingin jadi orang baik, tapi kalau dalangnya ingin kamu jadi pelacur, pencuri, coba dilihat film2 dan kisah2 nyata ada sesuatu yang membuat orang harus terpaksa berbuat jahat….sebab didunia ini ada satu juta sebab yang akan membuat kita jadi jahat, kaya, miskin, mati, dan hidup>>>>>kita hanya bisa berusaha., mari kita ikutin sandiwara misteri ini dengan peran masing-masing>>>>>>mungkin ada yang lain bisa menambahkan atau bisa menjernihkan masalah ini secara netral>sebab aku juga bingung>>> Menurut saya , malahan kita adalah sutradara dari diri kita sendiri…….. Tidak ada yang mengatur kita, kita memiliki kebebasan terhadap jalur hidup kita . Tidak ada yang bisa membuat kita jahat kecuali kita menginginkannya dan juga tidak ada yang bisa membuat kita baik kecuali kita menginginkannya….. Tidak ada dalang dalam kehidupan kita…. Tetapi manusia memang suka mencari kambing hitam atas kegagalannya sehingga di tuduhlah si dalang. Jika si A berprestasi lebih baik, maka di katakanlah ini memang sudah skenario si dalang, apapun yang dikerjakan si A selalu ada keberuntungan……Padahal bukan atas skenario si dalang, si A berprestasi baik memang karena persiapannya dan kegigihan serta keuletannya dan semangat tak kenal menyerahnya………
Multi Quote Quote
harus fokus
Multi Quote Quote
Terima kasih atas jawabannya, bung Funda………. Yup, bisa menerima segala sesuatu yang terjadi dengan lapang dada adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan. Dan bisa berpuas hati terhadap yang didapat adalah juga salah satu jalan mendapatkan kebahagiaan….. Sayangnya dalam zaman kompetensi ini, personal yang gampang cepat berpuas hati biasanya dipandang rendah oleh sekitarnya….. Lingkungan memaksa agar manusia selalu tertantang untuk mengungguli lainnya……… Padahal di atas langit masih ada langit, kompetensi tak pernah akan ada habisnya…… Harta dan kedudukan menjadi simbol dan cerminan dari kualitas seseorang…… Manusia dilahirkan seakan-akan hanya untuk tujuan tersebut……… Padahal kualitas seseorang diukur dari pikiran, perkataan dan perbuatannya……….. Mengutip apa yang anda tuliskan : Accumulating wealth, what meaning has that? It all disappears when you die. Indulging in the pleasures of life, even if you manage to get them in great amounts, usually just bring lots of frustrations. If you do get lots and lots of pleasure in this life, so what! It always disappears in the pain and fog of old age. One of the things that you notice in life, as you get older, is that most of the pleasures in life occur early on and the pain of life is what you''re mostly left with at the end. Knowing this, seeing the dangers in life, why does anybody get involved in all this wasting of time? Perkataan di atas tepat sekali…….. Harta yang banyak bukan jaminan kebahagiaan…… Semakin kaya seseorang, semakin banyak yang perlu dia kuatirkan… Semakin banyak yang dikuatirkan, tak mungkin akan ada ketenangan pikiran sebagai sumber kebahagiaan….. Tetapi tanpa harta, kita juga akan menjadi susah, yang penting adalah keseimbangan………. Jangan biarkan keserakahan merasuki kita …….. BTW …. yang bold itu bukan tulisan saya .. itu cuplikan dari ajaran Ajahn Brahm … saya sendiri masih punya kekayaan .. masa suruh orang ngak boleh ngumpulin kekayaan smile Target audience Ajahn Brahm adalah para bhikku .. tapi ketika kita membaca nya .. memang keinginan untuk mengumpulkan harga jadi lebih lemah … tapi itu ironisnya .. beberapa tahun ini saya makin "malas" dan "santai" dengan dagangan dan investasi saya … udah ngak sefanatik dulu dalam kerjaan … dan mulai ke Thailand untuk nyumbang2 ke vihara2 hutan … nyatanya duit tambah banyak .. maybe that is the result of my generosity … smile Dulu cita2 saya ketika masih belajar di universitas adalah kerja di perusahaan2 seperti HewlettPackard, PWC, Microsoft … terus terang saya sekarang udah ngak punya keinginan kerja di tempat2 itu lagi … apa gunanya hidup dikekang oleh kerjaan …
Multi Quote Quote
Btw … saya juga masih menikmati … Cuma yang wajar2 aja .. menjadi Buddhist berarti anda mesti paling tidak mengurangi kenikmatan2 indera terutama yang off-limit .. such as no alcohol, no seafood, ngak boleh tepuk nyamuk, kecoa ngak boleh bunuh, dagang ngak boleh nipu, etc … Mengutip apa yang anda tuliskan: Apakah anda tidak pernah membunuh nyamuk dan kecoa? Dua makhluk tersebut saya kira semua pernah membunuhnya……… Kita semua tahu betapa bahayanya deman berdarah…. Juga saya penasaran dengan Bhikkhu hutan di thailand sana, apa yang mereka lakukan terhadap nyamuk tersebut mengingat gigitan nyamuk tersebut bisa membahayakan ? Apakah mereka memakai lotion nyamuk atau mereka menyadari gigitan tersebut tetapi hanya sekedar mengamati dalam pikiran dan membiarkannya berlalu? Di Ekayana Grha, pernah saya dengarkan ceramah mengenai Nian Fo, melafal nama Buddha Amitabha….. Apa pendapat anda mengenai pelafalan nama Buddha tersebut? Mengingat pelafalan nama tersebut berkaitan dengan kematian yang saya tanyakan, mohon anda memberikan penjelasan. ok .. this might sound extreme. Saya juga tau masih banyak Buddhist yang membunuh serangga seperti semut2, nyamuk malaria, kecoa etc … Terakhir kali saya membunuh nyamuk adalah sekitar tahun 1995an. Kalau saya ngak salah ingat .. waktu saya masih teenager. Sejak saat itu sampai sekarang udah ngak pernah … saya terus terang sangat ingin membunuh mereka … they are such a pain in the ass … terutama pas di vihara ketika lagi duduk .. selalu diserbu mereka … tapi karma kebiasaan menjadi begitu kuat sehingga susah untuk membunuh mereka … sebaliknya bagi yang udah terbiasa membunuh mereka .. susah untuk membiarkan mereka … (well .. at least that''s why happened to me before 1995 .. I tried many times not to kill them .. but eventually I chase them and kill them :rofl: ) pernah pas perayaan Kathina di Vihara Buddha sasana di kelapa gading. Saya diserbu nyamuk … at that time my mind was SCREAMING at me (internally) to just kill those blood-sucker parasites … tapi saya ngak bunuh mereka … saya usir aja … selepas pulang dari upacara Kathina tangan saya banyak benjolan2 merah .. sampai saya sedih berminggu2 melihat tanganku yang indah jadi benjol2 di banyak tempat smile Untuk kecoa seingat saya dalam hidup ini saya belum pernah membunuh satu pun. Mungkin pas kecil pernah .. tapi saya benar2 ngak ingat … I used to be scared of kecoa … but now .. hehe … sometimes when I was sleeping on the mat … I saw them in front of them .. and in my mind I say .. "hello kecoa" they are scared of me .. but I am not … :rofl: Untuk nyamuk malaria saya juga ngak membunuh mereka sekarang .. saya pernah melihat mereka dalam beberapa kesempatan .. but well .. I just chase them away … if I got malaria .. that''s my kamma … semenjak saya berhenti membunuh nyamuk … saya tidak pernah kena malaria … justru pernah kena malaria pas jadi anak2 ketika sering membunuh nyamuk :evil Bhikku2 hutan di Thailand juga tidak membunuh nyamuk. Adalah pelanggaran sila bagi bhikku untuk membunuh binatang. Memang kadang2 pernah ngak sengaja menginjak serangga .. tapi itu bukan pelanggaran sila. Karena ngak sengaja. Sebagian dari mereka punya lotion .. tapi ada yang ngak punya. Saya rasa mereka udah terbiasa dengan nyamuk … waktu saya di Wat Pa Pong … nyamuknya banyak sekali dan besar2 .. :rofl: Tapi tidak seekorpun yang dibunuh. Saya pribadi sih pakai selimut untuk "melindungi" .. but well .. as you know .. not too efficient … sometimes you just have to "donate" blood to them … :rofl: Mengenai nian fuo itu terus terang praktek Mahayana. Lebih baik tanya bhikku2 di sana .. mereka pasti bisa kasih penjelasan yang lebih baik. Saya rasa itu salah satu cara meditasi .. seperti di vihara hutan di Thailand mereka pakai kata "Buddho" .. breath in .. Bud .. breath out .. Dho … supaya pikiran bisa tenang dan terpusat … Untuk meditasi lebih baik ditanyakan ke guru2 meditasi … I am not that qualified to answer.
Multi Quote Quote
Pertanyaan terbesar dalam hidup kita mungkin adalah pertanyaan ini.\r\nUNTUK APAKAH DAN KENAPA KITA HIDUP DI DUNIA INI ?\r\n\r\nAPAKAH KITA DILAHIRKAN UNTUK AKHIRNYA MATI?/ DENGAN KATA LAIN APAKAH TUJUAN KITA HIDUP ADALAH UNTUK MENGHADAPI KEMATIAN? \r\n\r\nAPA YANG TERJADI SETELAH KEMATIAN?\r\n\r\nMohon dibantu bagi rekan ksc yang mempunyai jawaban atas 3 pertanyaan saya.\r\n\r\nTerima Kasih\r\n\r\n\r\nBung Nokiasam1 sekedar share, popular style aja ya\r\n\r\n\r\n1. UNTUK APAKAH KITA DILAHIRKAN\r\n\r\n\r\nDisari dari Mazmur : \r\n\r\n……………………..Apa hak periuk untuk bertanya \r\n……………………..Apa hak periuk untuk protes\r\n \r\n……………………..Haaaiii TUKANG PERIUK \r\n\r\n……………………..kenapa Kau ciptakan aku\r\n…………………….. kenapa jadi periuk kok bukan kuali,\r\n…………………….. atau cawan minum raja Sulaiman ??\r\n\r\n\r\nHe he he, mungkin ada yg nggak nerima, bahkan terlalu menyakitkan, atau memang belum tau \r\n\r\n————- suka suka TUKANG PERIUK dong —————-\r\n\r\n\r\n\r\n2. UNTUK APAKAH HIDUP DI DUNIA INI ?\r\n\r\n\r\nSejak semula , Sejak semula 100x…….\r\n\r\nMemang KU tempat Adam dan Hawa ditempat yg mulia, Eden\r\n\r\nKita mahluk terbuang ini pada mulanya di planning Tuhan untuk hidup ditaman firdaus\r\n\r\nDasar apes ada Accident, maka tercampak lah nenek moyang kita ke dunia\r\n\r\nMazmur berkata “Minumlah anggur mu sebab hanya itu upahmu di dunia ini’’\r\n\r\n :cry: :cry: :cry: :cry: :cry: \r\n\r\n dengernya aja membuat kering tenggorokan !!!!\r\n\r\nKALAU TAK ADA BONUSnya terasa gersang bener, serba mono\r\n\r\n oh dunia memang hanya derita , sungguh derita tiada akhir\r\nBahkan terasa seperti didalam lorong tanpa ujung nan gelap\r\n\r\nHingga datangnya seberkas PENGHARAPAN \r\nDi ujung lorong terlihat seberkas cahaya TERANG membawa KASIH dari kota kecil di Betlehem\r\n\r\nYg menarik justru upah non dunianya \r\n\r\n \r\n3. APA PERLUNYA KITA HARUS TERUS MENERUS HIDUP \r\n\r\n\r\nBagi yg msh punya urusan dan belum bosan\r\nAda rumors segeeer nich\r\n\r\n Para ilmuwan lagi berusaha agar ente bisa di cloning en juga immortal\r\n\r\n\r\n 4. HARUSKAH MENGHADAPI KEMATIAN\r\n\r\n\r\n Yaak,\r\n selamat datang di ruang tunggu\r\n Dan sambil menunggu anda dipersilahkan istirahat, tidur yg lelap\r\n\r\nNungguin apa sih ?\r\n\r\n\r\n5. APA YANG TERJADI SETELAH KEMATIAN ?\r\n\r\n\r\nMenunggu penghakiman \r\n\r\nApa hebat nya sang HAKIM nya sehingga LAYAK tunggu, toh banyak pilihan ? \r\nApa penawaran DIA.\r\nDan kalau nggak mau memangnya siapa yg keberatan ?\r\n\r\n—Apa salahku dan apa dosaku hingga ku begini ooh ooh—–\r\nGw juga udah lupa\r\n\r\nInti kristen adalah \r\n "Akulah jalan! HANYA melalui Aku, kau bisa sampai kerumah Bapa" \r\n"Dan pada waktunya Aku akan datang untuk menghakimi orang yg hidup maupun mati"\r\nGlory Haleluya\r\n \r\nDan jangan lupa\r\nPanitia juga menyediakan tiket gratis tujuan Medan.\r\n\r\nMasuklah Engkau Dalam Api Neraka\r\n\r\n smile(
Multi Quote Quote
Buset, bahasanya…
Multi Quote Quote
Buset, bahasanya… bukan pendeta yg membuat kita ingat Tuhan :$-) :$-) Tapi sopir metro mini yg ugal ugalan :applause: smile)
Multi Quote Quote
yang jadi pertanyaan yang tidak terjawab: 1. surga/neraka ? 2. apa yg terjadi ketika sdh meninggal? gentayangan/khidupan baru 3. perbuatan baik/jahat selama hidup? utk sementara ajaran Siddharta Gautama bisa menjawabnya secara logis dan tidak muluk-muluk kalau mau egois jawabnya sederhana : semua masuk surga, ditolong meski hidupnya banyak buat jahat, semuanya seperti janji sales2 barang/produk mereka paling bagus ??….hidup/mati kog dikasih janji2 padahal secara logika seseorang yg meniggal meningalkan jasad tubuh (termasuk pikiran) ….
Multi Quote Quote
yang jadi pertanyaan yang tidak terjawab: 1. surga/neraka ? 2. apa yg terjadi ketika sdh meninggal? gentayangan/khidupan baru 3. perbuatan baik/jahat selama hidup? utk sementara ajaran Siddharta Gautama bisa menjawabnya secara logis dan tidak muluk-muluk kalau mau egois jawabnya sederhana : semua masuk surga, ditolong meski hidupnya banyak buat jahat, semuanya seperti janji sales2 barang/produk mereka paling bagus ??….hidup/mati kog dikasih janji2 padahal secara logika seseorang yg meniggal meningalkan jasad tubuh (termasuk pikiran) …. Isi perjanjian lama itu sangat keras ingat dng signtr Gabrie168 ( terasa SOMBONG benar, padahal itu adalah ucapan Tuhan bukan bung Gab) segala pertanyaan bung little_popeye dpt dgn mudah dijawab karena yg menjawab bukan saya, bukan juga manusia melainkan Tuhan sendiri melalui kitap suci banyak jg bahasanya yg lbh soft, cuma sy tdk kepingin meng copy paste ratusan halaman
Multi Quote Quote
Terakhir kali saya membunuh nyamuk adalah sekitar tahun 1995an. Kalau saya ngak salah ingat .. waktu saya masih teenager. Sejak saat itu sampai sekarang udah ngak pernah … saya terus terang sangat ingin membunuh mereka … they are such a pain in the ass … terutama pas di vihara ketika lagi duduk .. selalu diserbu mereka … tapi karma kebiasaan menjadi begitu kuat sehingga susah untuk membunuh mereka … sebaliknya bagi yang udah terbiasa membunuh mereka .. susah untuk membiarkan mereka … (well .. at least that''s why happened to me before 1995 .. I tried many times not to kill them .. but eventually I chase them and kill them ROFL ) Excellent………hati anda benar-benar suci. Dari tahun 95 s/d sekarang, tidak pernah pukul mati seekor nyamukpun, anda memang luar biasa. Jago di fundamental, hati bersih lagi…… :^smile^ :^smile^ Saya sampe dengan sekarang masih pukul nyamuk, tetapi from now on, I will try to follow you not to kill any insect…… Trims atas semua jawabannya……….. Saya telah menemukan jawaban atas 3 pertanyaan saya…..
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...