Kematian dan Tujuan kita hidup di dunia

Yup, I catch the point…… Hidup ini adalah untuk hidup berikutnya di sorga…… Yang tentunya jalan menuju ke sana sesuai dengan ajaran masing-masing yang intinya: Berbuat kebajikan…… Tetapi benarkah ini tujuan kita hidup di dunia ini? Apakah surga itu ada? Adakah yang pernah menceritakah setelah dia mati dia di lahirkan di surga? Bukankah surga adalah ketika kita mengalami suka cita dan neraka adalah ketika kita mengalami duka cita? Benarkah kita hidup untuk akhirnya agar kita bisa ke surga? Mohon diberikan pencerahan lebih lanjut….Trims.
Multi Quote Quote
JOY saya mulai mengerti……….. KITA hidup untuk Jesus / Tuhan……… Kita Hidup untuk Others…. Kita hidup untuk diri kita sendiri…….. Tetapi kenapa kita mesti hidup untuk tiga ini? Rumit ya……Saya hidup tanpa mengerti tujuan saya hidup di dunia ini………. Semua yang kita kerjakan adalah rutinis yang mana semua orang di dunia juga ikut mengerjakannya………. Kita hidup untuk sebuah rutinitas……….
Multi Quote Quote
wahh..berat nokiasam…bakal beda nanti…the point is "Berbuat Kebajikan"..klo yang laen laennya mah…puyeng aink….mungkin musti minta bantuan blackjackychan untuk menjawab…hahahaa tapi saya seneng ama signature anda… DO NOT DEPEND ON OTHERS….. DEPEND YOURSELF CONFIDENCE…. dan biarlah seperti itu… smile :hug: :peace:
Multi Quote Quote
Pertanyaan terbesar dalam hidup kita mungkin adalah pertanyaan ini. UNTUK APAKAH DAN KENAPA KITA HIDUP DI DUNIA INI ? Hidup itu untuk cari Istri
Multi Quote Quote
Hidup untuk makan 3 kali sehari dan untuk tidur 1 hari sekali smile smile hmmm…………Please yang serius …
Multi Quote Quote
Tetapi , anda belum menjawab pertanyaan saya: UNTUK APAKAH KITA HIDUP DI DUNIA INI? Hmm….. kita hidup sesuai dengan rencana Tuhan utk kita. Bgm tau apa rencana Tuhan utk kita? Cobalah utk berdoa dgn khusuk :hug: Dekatkanlah diri anda dgn pencipta anda :hug:
Multi Quote Quote
setiap orang pasti memiliki tujuan hidup yg berbeda2, semua itu tergantung dari lingkungan, pola pikir, prinsip hidup masing2 individu
Multi Quote Quote
menurut aku, pertanyaan seperti judul diatas , mungkin sudah tersimpan dibenak manusia2 ribuan tahun yang lalu, sehingga setiap orang mencari jawabannya sendiri-sendiri sehingga muncul berbagai macam kepercayaan, agama dll, yang intinya didasari mengapa aku ada didunia ini, sedangkan aku sebelumnya tidak bisa mengingat yang terjadi sebelumnya mulai dari kandungan di dalam perut sampai kita meninggal>>>>>>>>>kalau pikir begitu sich capek>>>>>>>semakin dipikir semakin tidak ketemu jawabannya>>>>>>sebab setiap agama dan kepercayaan mempunyai argumentasi yang sering bertolak belakang>>>>>>>beruntunglah orang yang telah mendapatkan petunjuk tersendiri dari YANG MAHA MISTERI>>>>>walaupunaku memeluk agama tertentu, tapi mencoba bersikap netral dengan pemeluk agama dan kepercayaan yang lain.., saya mempunyai pendapat yang mungkin agak beda, aku juga tidak tahu ini betul apa salah jadi hidup ini kita seperti wayang dan ada dalang yang mengatur itu semua, contoh misalnya kita ingin jadi orang baik, tapi kalau dalangnya ingin kamu jadi pelacur, pencuri, coba dilihat film2 dan kisah2 nyata ada sesuatu yang membuat orang harus terpaksa berbuat jahat….sebab didunia ini ada satu juta sebab yang akan membuat kita jadi jahat, kaya, miskin, mati, dan hidup>>>>>kita hanya bisa berusaha., mari kita ikutin sandiwara misteri ini dengan peran masing-masing>>>>>>mungkin ada yang lain bisa menambahkan atau bisa menjernihkan masalah ini secara netral>sebab aku juga bingung>>>
Multi Quote Quote
oohhh iya…jangan lupa.. hidup ini..gimana kita musti harus beryukur untuk udara yang gratis..( kalo sakit..kadang udara-nya kita musti bayar lho… smile ..) bersyukur dengan kesehatan, ..berkat pekerjaan.., makanan yang bisa dimakan…pakaian yang disediakan..dan rumah yang nyaman..yah kadang..jika ada masalah di dalam hidup…tinggal gimana kita menghadapi dan menyelesaikannya..tentu dengan bantuan Tuhan..karena hidup ini seperti warna..yang dimana kita harus mencoba semua warna…apakah itu putih, hitam, merah dan biru… hidup ini bagaimana kita menikmatinya…punya uang miliaran..tapi dateng ke gallery maen saham..pake kaos + celana pendek + sendal jepit + gak mandi… smile …sayang banget…kan harta gak bisa dibawa sampe mati… pengen makan kue tiaw ACIAP…makan!! pengen beli sepatu NIKE+ADIDAS+KASOGI+DONATELLO…..beli lah selagi mampu.. pengen beli Mercedes Benz serie S class terbaru..beli lah selagi masih sanggup! pengen beli kaos BOLA yg asli…borongg!! mumpung baru di aproved kartu kredit baru.. pengen jam tangan rolex…sikat selagi ada duit.. pengen pijet…tinggal dateng aja..asal bini jangan tahu..hahahahaa… so…Hidup itu adalah gimana kita bisa tetap untuk BERSYUKUR..and LIFE IS HOW WE CAN ENJOY THAT LIFE…karena LIFE IS BEAUTIFUL!! dan hanya sekali!!… salam… :peace:
Multi Quote Quote
Untuk apakah dan kenapa kita hidup di dunia ini? Lahir, menyusui, belajar merangkak, memakan makanan padat, mencoba berkata, belajar berjalan….. Play Group, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah dan kerja……………. Bagi yang ga beruntung mungkin TK, SD dan kerja…….. Kerja kemudian menikah, dan akhirnya memiliki anak………. Bagi yang beruntung, mungkin bisa mengumpulkan kekayaan, untuk akhirnya disibukkan dan dikuatirkan oleh kekayaan itu sendiri sampai akhirnya tiba-tiba dalam sekejap karena usia dah tua, kematian datang menjemput dan akhirnya mati…… Bagi yang kurang beruntung, dan tak bisa mengumpulkan kekayaan, bekerja setengah mati dan dikuatirkan oleh kemiskinannya sendiri sampai akhirnya ketika badan dah sakit, kematian tiba-tiba datang menjemput tanpa ada pertanda sama sekali dan akhirnya mati…………. Dari semua siklus di atas, yang saya masih tidak mengerti adalah: UNTUK APAKAH KITA HIDUP DI DUNIA INI? Tujuan tertinggi dari segala bentuk kehidupan adalah menyadari Keadaan Tanpa Kematian (Deathless). Maksudnya apa, Mr. Funda? Trims. Saya jabarkan atas dasar pengertian saya terhadap kehidupan ini. Sorry kalau ada yang ngak nyambung, pengalaman saya juga terbatas. Seringkali di dalam kehidupan kita setelah kita merasa sukses, kita masih belum puas. There is still "something" missing. Seperti yang Ajahn Chah katakan kepada murid2nya yang para bhikku (sorry, ini agak kasar, tapi begitulah gaya beliau berceramah, very to the point, and very FORCEFUL, to wake us up) : "Lihat saja para orang awam (lay people, artinya yah mereka yang masih hidup duniawi, seperti kita2 ini). Mereka bekerja keras sepanjang hidup, mengumpulkan begitu banyak harta. Tapi tetap saja ketika mati mereka tidak bisa membawa apa-apa dan digerogoti ulat-ulat." If you have long life, it is only SO MUCH. Nothing special. You still have to die. If you have a lot of wealth, it is only SO MUCH. Nothing special. Because when you die, you would leave behind a lot. Your children might even fight for it smile Intinya adalah kehidupan ini tidak memuaskan. Kenapa tidak memuaskan? Karena kebahagiaan di dunia ini tidak kekal dan tanpa-aku (Not-self). Yang miskin pengen kaya. Yang kaya takut kehilangan kekayaannya dan harus terus menerus menjaganya. Both the poor and the rich find no peace at all. Kalau anda udah tau segala sesuatu tidak kekal tapi masih bergantung terhadapnya, suatu saat akan ada kekecewaan dan penderitaan ketika segalanya berubah. Seperti yang dikatakan Ajahn Chah: if you see certainty in what is uncertain, you are BOUND to suffer. Contohnya usia muda dan kesehatan. Dunia kita sekarang benar-benar terlalu memuja kecantikan… iklan di mana2 suruh kita beli balsem ini, obat kulit itu, shampo anu, lipstik itu, mesti ke salon itu, ikut mode rambut si anu, etc …. :#-o Fakta kedua ada dunia itu berubah sesuai dengan karma. Bukan sesuai keinginan kita. So it is not self. Not according to "our" wish. But according to causes, then effects arise. Cause-effect. Birth is the cause for death. Tanpa ada kelahiran, mana ada kematian? Saya ambil contoh tubuh jasmani. Tubuh jasmani "lahir" dari perpaduan unsur padat, cair, udara, dan panas. Dan "mati" setelah unsur unsur tersebut terurai lagi. Coba bilang ke tubuh anda: "tolong jangan tua, tolong jangan sakit, tolong jangan mati." Tetap saja dia tua, jatuh sakit, dan mati. So kamma causes birth, kamma also causes death. Ada 2 cara menyingkapi ini: *) Bagi yang masih mau berputar putar terus di dunia ini, berbuat banyak karma kebaikan untuk mendapatkan sebanyak banyaknya kebahagiaan. Bisa kaya, makmur, ganteng, masuk surga, etc…. Seperti yang saya katakan… kebanyakan orang masuk kategori ini. They stop here. Ketika kaya, mereka bersyukur … bahagianyaaaaaaaaa kaya … Memang benar, kaya itu bahagia. Tapi tidak 100% memuaskan. Karena kekayaan tidak kekal, kesehatan tidak kekal. Hidup ini tidak kekal. Surga di hidup akan datang juga tidak kekal. Kalau hidup di dunia ini tidak kekal, apa yang membuat kamu berpikir bahwa hidup yang akan datang di surga akan kekal? smile Ada lahir yah ada mati…. that''s the law of nature. Saya pernah dengar cerita dari Ajahn Brahm. Ketika dia lulus SMP, ibunya bilang ke dia: "Setelah kamu lulus SMA baru kamu merasa bahagia." Ketika dia lulus SMA, ibunya bilang: "Setelah kamu lulus kuliah baru kamu merasa bahagia." Ketika dia lulus kuliah, ibunya bilang: "Setelah kamu dapat kerjaan, baru kamu merasa bahagia" Ketika dia udah dapat kerja, ibunya bilang: "Setelah kamu kawin dan punya anak, baru kamu merasa bahagia." Pada saat itu … dia udah mulai curiga .. akhirnya memutuskan untuk menjadi bhikku :rofl: Jadi kalau ada yang janji .. setelah kamu nanti lahir di surga .. kamu baru bahagia … well … be careful smile Cara ini hanya efektik untuk meminimalisasi penderitaan dalam jangka pendek. Bukan solusi. Ada orang yang balik tanya bahwa mereka tidak pernah menderita dalam hidup ini karena semua tercukupi. Ajahn Chah bilang: you are riding on a horse and you can''t see the horse? :rofl: Saya tanya, orang kaya dan orang muda yang sehat, pernah ngak merasa capek? Pernah sakit perut? Pernah kebelet pengen kencing? Pernah stress ketika market crash? smile Bukankan itu penderitaan? Ajahn Liem (muridnya Ajahn Chah, abbot of Wat Pah Pong) bilang: having to urinate and defecate is already suffering … smile *) Cara yang kedua yang ditempuh oleh Sang Buddha dan para bhikku adalah menghentikan proses kehidupan ini. Menghentikan proses karma, going beyond kamma, good and bad. Going beyond happiness and suffering. Mereka capek dengan siklus kebahagiaan dan penderitaan yang tidak berujung. Tujuan mereka adalah merealisasi Nibbana (The Deathless Element). Kehidupan terdiri dari apa saja? Hanya lima unsur: *) Bentuk-bentuk (form). Tubuh jasmani dan segala sesuatu yang bisa kita lihat, dengar, cium, kecap, sentuh adalah bentuk-bentuk. Form is impermanent. Contohnya gadis muda yang cantik … kalau dia punya nenek .. coba lihat neneknya .. 50 tahun lagi gadis itu akan seperti sang nenek :rofl: *) Perasaan. Feeling is impermanent. Tolong kasih tau saya kalau ada orang yang dari lahir sampai umur 80 tahun merasa sedih terus dan sampai sekarang air matanya terus mengalir… smile Begitu juga sebaliknya, ketika anda menang lotere atau cuan saham BUMI … tolong cantumkan berapa lama feeling highnya bisa bertahan … smile The fact that feeling is impermanent (it rises and ceases according to conditions) means that HAPPINESS FOREVER is impossibe now and in the future. Coba kontemplasikan ini. Saya ngak tau apakah nanti di surga tiba2 feeling menjadi kekal dan anda bahagia selamanya … you only need to see the present to conclude for yourself. smile *) Memory (persepsi) Memory is impermanent. Kadang kita ingin mengingat sesuatu, tapi memorynya ngak muncul. Kadang di siang bolong memory tiba2 datang. Kalau anda pernah melihat Sang Buddha dan 2 tahun lagi ketika ketemu lagi lupa siapa dia .. that''s FINE … because All Buddhas know that memory is impermanent .. anda tidak akan masuk neraka karena tidak punya keyakinan terhadapnya … smile *) Thought process (pemikiran, kehendak) Thinking is even more impermanent! Right now typing here, so many thoughts arise and pass away in my mind. Thinking only lasts as long as the thought … just like chewing gum bubble … *) Kesadaran (awareness, consciousness). Kita menggunakan awareness sebagai hubungan atau jalan kita untuk merealisasi Unsur Ketidakmatian (Nibbana/Deathless). Bhikku2 di Thailand menamakan awareness sebagai "citta" atau "jit". Kesadaran tidak timbul, dan tidak mati. Awareness is not born and does not die. Makanya dalam praktek Dhamma selalu ditekankan untuk : be aware. Mindful. Ketika anda sedih, tahulah lagi sedih. Lagi marah, tahulah lagi marah. Jangan terbawa kesedihan, jangan terbawa kebahagiaan. Stay with this awareness. It is transcendent, beyond the world. It leads to Nibbana, the Ultimate Peace, Freedom from Birth and Death. Ajahn Chah bilang: the moment your are not mindful, that moment you are crazy. Pada saat anda tidak mindful, anda tenggelam lagi ke dalam siklus dualitas, kelahiran/kematian, kebahagiaan/penderitaan, tenggelam lagi ke pandangan tentang Sang Aku. Ketika anda marah, tapi ada awareness. Apa yang terjadi? Awareness mencatat siklus kelahiran/kematian dari kemarahan. Kemarahan disadari … dia timbul, stays a while, dan mati. Tidak ada "Aku" di sana. Tapi awareness tetap ada di situ … that''s why areness is beyond death. Makanya Sang Buddha bilang: Awareness is the path to the Deathless. It is also the Deathless. Oneness. No This and That, No Here and There. Just Suchness. Semua praktik Dhamma dimulai dengan kedermawanan, kemoralan, meditasi, dan kebijaksanaan tujuannya adalah: to train awareness and to let go this sense of self. Saya mau bahas tentang sense of self. Yang namanya manusia terdiri dari 5 unsur yang saya bahas di atas. Ada yang lain? Ada diri atau "aku" atau roh yang kekal selain yang di atas? TIDAK ADA. Tidak ada Sang Aku di sana. Sang Aku hanya timbul ketika thinking process atau perasaan sedang berlangsung. Dia bagaikan gelembung yang terbentuk dan pecah .. hanya ilusi … Selama ilusi ini masih dibiarkan sebagai raja dari kehidupan kita, selama itu pula anda tidak akan terbebas dari lingkaran kebahagiaan/penderitaan yang tidak berujung. Bagaimana caranya melihat sense of self? Dengan awareness. Umpama ketika pikiran muncul: "I am so happy today" or "I really hate my boss" … kebanyakan orang bener2 terbawa pikiran itu dan MEMPERCAYAInya sebagai dirinya. Setelah itu baru muncul perasaan … thought + thinking itu dua komplotan yang selalu menipu kita bahwa ada "AKU" di sini. Ketika bentuk bentuk pikiran dan perasaan itu muncul .. sadari saja …. lihat timbul dan tenggelamnya mereka … mereka datang .. mereka pergi juga … ketika anda tidak bereaksi sesuai kebiasaan yang lampau .. saat itulah karma itu berhenti. Process of creating kamma ends here. Seperti apa penghentian kamma itu … well .. tidak bisa dijabarkan. It goes beyond words. Language really cannot describe it here. The wise ones know from themselves. Sang Buddha pernah ditanya kemana dia pergi setelah mencapai nibbana? Beliau menjawab: bayangkan sebuah lilin yang menyala. Suatu saat api lilin itu padam karena lilinnya udah habis. Kemana api itu pergi? Api itu "padam" karena bahan bakarnya sudah padam. Begitu juga nibbana (coolness) … padamnya penderitaan yang diakibatkan keserakahan, kebencian, dan ketidak tahuan. Di dalam kitab2 Buddhist .. ketika seseorang mencapai Arahat (i.e. terbebas total dari kamma), seringkali dia merasa lega dan berucap: "No more of all this (life process, duality). Done is what needs to be done for the sake of the world." An Arahant is one whose job is finished. Nothing further to do for the sake of the world. Jasmani, perasaan, ingatan, thought, kesadaran masih berfungsi seperti kita. Bedanya dengan kita, Arahat tidak menganggap tubuh mereka sebagai "tubuhku". Mau mati yah silahkan … seperti pohon kalau ditebang tidak menderita … karena pohon tidak pernah menganggap pohon itu sebagai "pohonku" :rofl: === Catatan: Mungkin kalau ada waktu … kunjungilah vihara-vihara hutan di Thailand. Lihat bagaimana para bhikku menjalankan kehidupan mereka yang serba sederhana (no TV, no Internet, no sex, no movie, one meal a day, no snack, just daily routine and meditation in the forest) … that is living Truth, Inner Happiness. Happiness Here and Now that is beyond the world. Anda boleh tinggal di sana juga .. ngak harus Buddhist. Yang penting menaati peraturan di sana. Kalau lapar pas malam hari … well .. contemplate this feeling then. You are not going to die, contrary to what your thoughts tell you …. sometimes thoughts are so deceptive and they feel so REAL, only for you to wake up tomorrow and find out that you are still alive and have the strength to sweep the monastery floor :rofl: Reference: www.bswa.org.au www.accesstoinsight.org www.amaravati.org http://www.watnongpahpong.org/indexe.php ==== Sekian .. setuju atau tidak setuju ngak apa … doesn''t matter … just a food for reflection … smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...