Kematian dan Tujuan kita hidup di dunia

Pertanyaan terbesar dalam hidup kita mungkin adalah pertanyaan ini. UNTUK APAKAH DAN KENAPA KITA HIDUP DI DUNIA INI ? APAKAH KITA DILAHIRKAN UNTUK AKHIRNYA MATI?/ DENGAN KATA LAIN APAKAH TUJUAN KITA HIDUP ADALAH UNTUK MENGHADAPI KEMATIAN? APA YANG TERJADI SETELAH KEMATIAN? Mohon dibantu bagi rekan ksc yang mempunyai jawaban atas 3 pertanyaan saya. Terima Kasih
Multi Quote Quote
SI TOU TUMOU TOU TU TOU… KITA HIDUP UNTUK ( KALO BISA DAN SANGGUP…smile MENGHIDUPI ORANG LAIN… kalau sebagai seorang Kristen..kami percaya ada hidup setelah kematian..yaitu di Surga..jika kita hidup baik dan melakukan segala perintah perintah-Nya… Dan kami percaya..apa yang kita tabur ( perbuat..) itu yang bakal kita tuai ( pahala atau kutuk..) seperti sebuah iklan rokok….biarlah kita bisa BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP!!…( orang laen…smile… :peace:
Multi Quote Quote
Di dunia ini… Hidup itu adalah ujian. Hidup itu adalah penugasan sementara. Raga bisa mati. Roh itu kekal. Sebaiknya kerjakan ujian dan tugas di dunia ini sesuai dengan jalan-Nya Mudah-mudahan Roh kekal di surga. Amin.
Multi Quote Quote
Kutipan dari Ajahn Chah: We are born so that we are not born again. smile Tujuan tertinggi dari segala bentuk kehidupan adalah menyadari Keadaan Tanpa Kematian (Deathless). How to do it? The Buddha said: Awareness is the path to the Deathless. Dari segala unsur di alam semesta, kita bisa mengelompokkan mereka jadi 2 sisi: *) Sisi tidak kekal (sankhara: arti harafiahnya adalah sesuatu yang berkondisi). Kata lainnya dualitas yang terus berubah. Sifat dari sankhara adalah tidak kekal, tidak memuaskan, dan tanpa inti. Apabila sebab sebabnya sudah habis (bahan bakarnya sudah habis), maka sankhara akan habis juga. Contohnya adalah tubuh jasmani (dia akan hidup sepanjang karma penjunjangnya atau bahan bakarnya belum habis), mobil (bisa jalan kalau masih ada bensin), kebahagiaan inderawi (alcoholic akan tetap happy kalau masih bisa menenggak alkohol). *) Sisi kekal yang tidak pernah berubah (Deathness/Unborn/God). Awareness belongs to this category. Apa yang dilahirkan akan mati. The Buddha and his Arahant disciples are wise enough to escape this beginningless and endless cycle of nature (birth and death). Mereka terbebas dari dualitas kebahagiaan/penderitaan, siang/malam, lahir/mati. Apa yang terjadi setelah kematian? *) Yang jahat lahir di neraka *) Yang baik lahir di alam yang baik (alam manusia, alam sorga) *) Yang Tercerahkan mengakhiri siklus kelahiran/kematian (the prison of impermanence) forever. Bye bye sankhara … smile Kebanyakan dari kita di kategori jahat atau baik, dibawa arus karma (dosa dan pahala) kita, almost none di kategori Yang Tercerahkan (Free from kamma). :siul:
Multi Quote Quote
Untuk apakah dan kenapa kita hidup di dunia ini? Lahir, menyusui, belajar merangkak, memakan makanan padat, mencoba berkata, belajar berjalan….. Play Group, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah dan kerja……………. Bagi yang ga beruntung mungkin TK, SD dan kerja…….. Kerja kemudian menikah, dan akhirnya memiliki anak………. Bagi yang beruntung, mungkin bisa mengumpulkan kekayaan, untuk akhirnya disibukkan dan dikuatirkan oleh kekayaan itu sendiri sampai akhirnya tiba-tiba dalam sekejap karena usia dah tua, kematian datang menjemput dan akhirnya mati…… Bagi yang kurang beruntung, dan tak bisa mengumpulkan kekayaan, bekerja setengah mati dan dikuatirkan oleh kemiskinannya sendiri sampai akhirnya ketika badan dah sakit, kematian tiba-tiba datang menjemput tanpa ada pertanda sama sekali dan akhirnya mati…………. Dari semua siklus di atas, yang saya masih tidak mengerti adalah: UNTUK APAKAH KITA HIDUP DI DUNIA INI? Tujuan tertinggi dari segala bentuk kehidupan adalah menyadari Keadaan Tanpa Kematian (Deathless). Maksudnya apa, Mr. Funda? Trims.
Multi Quote Quote
KITA HIDUP UNTUK ( KALO BISA DAN SANGGUP…smile MENGHIDUPI ORANG LAIN… Bung Bolobolo, yang ini apakah maksudnya kita hidup untuk membantu sesama kita ? Menjadi penderma ya? Masa tujuan kita hidup adalah untuk menghidupi orang lain? Kalo tujuan kita hidup adalah untuk menghidupi orang lain , tentunya ga ada fakir miskin di jalan….. Why we are living today? Anybody can help?
Multi Quote Quote
Jangan memberikan saya jawaban: Jikalau anda seorang peneliti, maka tujuan hidup anda adalah menciptakan alat yang lebih berguna untuk kelangsungan hidup manusia………. Jikalau anda seorang Kepala keluarga, maka tujuan hidup anda adalah bagaimana menciptakan keluarga yang bahagia…… Saya butuh jawaban yang spesifik……………. Untuk apakah kita hidup di dunia ini?
Multi Quote Quote
Yang pasti hidup didunia itu singkat dan kita tidak bisa menikmatinya dengan sempurna: 1) Waktu kecil mau makan enak nggak ada duit. Sekarang udah banyak duit nggak boleh makan enak sama dokter. 2) Waktu kecil nggak punya uang nggak bisa main saham long term. Sekarang sudah punya uang banyak main saham long term rasanya kelamaan.
Multi Quote Quote
Bandarr wrote: Yang pasti hidup didunia itu singkat dan kita tidak bisa menikmatinya dengan sempurna: 1) Waktu kecil mau makan enak nggak ada duit. Sekarang udah banyak duit nggak boleh makan enak sama dokter. 2) Waktu kecil nggak punya uang nggak bisa main saham long term. Sekarang sudah punya uang banyak main saham long term rasanya kelamaan. Bagi saya, yang anda tuliskan atas poin No.1 adalah bahwasanya hidup adalah penuh larangan dan Poin No.2 bahwasanya hidup penuh ketidakpuasan oleh karena keinginan kita yang begitu heterogen…….. Pendeknya saya simpulkan: Poin No.1 dan No.2 , hidup adalah penderitaan oleh karena larangan dan keinginan kita sendiri…… Tetapi , anda belum menjawab pertanyaan saya: UNTUK APAKAH KITA HIDUP DI DUNIA INI?
Multi Quote Quote
KITA HIDUP UNTUK ( KALO BISA DAN SANGGUP…smile MENGHIDUPI ORANG LAIN… Bung Bolobolo, yang ini apakah maksudnya kita hidup untuk membantu sesama kita ? Menjadi penderma ya? Masa tujuan kita hidup adalah untuk menghidupi orang lain? Kalo tujuan kita hidup adalah untuk menghidupi orang lain , tentunya ga ada fakir miskin di jalan….. Why we are living today? Anybody can help? sebelumnya..saya minta maaf..karena saya tidak ahli dalam berfilsafat.. cuma as a Christian….saya belajar yang namanya life is JOY!!…what is JOY??? J for Jesus O for Others Y for You… jadi yang dalam hidup itu..klo mau JOY..musti Jesus is the first…abis itu Mementingkan orang lain terlebih dahulu..( walaupun susah untuk mempraktekkannya…that''s why anda bilang masih banyak fakir miskin di jalan..karena gak semua orang melakukan for the others..after Jesus…smile dan yang terakhir….diri kita sendiri.. kembali saya akan bertanya…UNTUK APA SIH KITA HIDUP?? untuk diri sendiri?? lahir…dewasa..menikah..bekerja, punya anak..getting old dan meninggal?? cuma itu??…apakah setelah nanti kita mati ada nirwana?? …apa???…sekali lagi as a Christian saya akan menjawab dengan filsafat Kristiani…. …….Ada sebuah pelajaran menarik dimana Jesus ready to sacrifice His life..the one who died for me…HE died untuk dosa dosa dan kesalahan saya..supaya saya bisa bertemu dengan-Nya disana dan hidup kekal di Surga…dan pelajaran yang saya dapat..hidup harusnya berani untuk berkorban..(tepatnya..jika kita berlebih..kita menjadi sumber dan saluran berkat untuk yang tidak seberuntung saya dan anda)….hal yang tersulit untuk saya dan anda… kira kira…. ada gak yang mau mati, berkorban dan menanggung semua dosa anda bung nokiasam?? klo ada let me know.. jadi intinya…apa yang saya yakini dan pelajari..hidup ini..adalah untuk memperoleh hidup berikutnya yang lebih indah di surga…gimana caranya..yang saya pelajari..yah itu..harus bisa menjadi sumber berkat untuk orang lain..( jika kita bisa dan sanggup..)..karena saya yakin..upah kita besar di Surga… falsafah kita tidak harus sama..karena filsafat itu banyak dan berbeda.. Ini sudut pandang dan falsafah saya..bagaimana kita menjalani hidup… :peace:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...