BRPT

:getar:\r\nInvestor Incar Saham Barito \r\n\r\n Jakarta – Saham PT Barito Pacific Timber (BRPT) layak diburu investor seiring harga minyak dunia yang meningkat pasca akuisisi Star Energy dan Tripolyta. Analis merekomendasikan buy mengingat aksi perseroan itu positif bagi kinerja fundamental dan saham. \r\n\r\nSalah seorang analis pasar modal menilai secara teknikal saham BRPT layak dikoleksi investor. Hal ini karena indikator moving average convergence divergence (MACD) yang merupakan indikator kecenderungan arah menunjukkan sinyal naik sehingga saham BRPT layak dikoleksi dalam jangka pendek. \r\n\r\n“Selain itu RSI (relative strength index) juga masih bergerak dengan tren postif dan saat ini berada di level 67,47. Akan tetapi bila RSI telah tembus dari 70,00, investor harap waspada karena akan ada koreksi teknikal. Support saham BRPT di Rp 1.280 dan resistance level di Rp 2.425,” papar analis itu. \r\n\r\nSementara itu dalam risetnya, analis BNI Securities, Alfatih, menargetkan harga saham Barito dalam 12 bulan ke depan Rp2.100 per lembar. Karenanya BNI Securities merekomendasikan buy untuk saham BRPT. \r\n\r\nSaham BRPT berpotensi naik hingga 30% lebih dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp1.600 per lembar. Artinya, saham Barito telah berhasil menembus level resistensi Rp1.540 per saham. \r\n\r\n"Setelah menembus level resistensi tersebut, harga BRPT diperkirakan bisa terus menguat ke kisaran Rp1.700-1.800, sebelum akhirnya ke Rp2.100. Sedangkan level support-nya kini berada di Rp1.550," jelasnya.\r\n\r\nPenjualan Barito per Maret 2008 mencapai Rp4,384 triliun. Petrokimia menyumbangkan 98,7% atau Rp4,328 triliun dari penjualan tersebut. Adapun sektor perkayuan yang merupakan bisnis tradisional Barito hanya menyumbang Rp54,81 miliar. Ini turun dari Rp 90,98 miliar per Maret 2007.\r\n\r\nKendati penjualannya meningkat 38,93%, per Maret 2008 Barito gagal membukukan laba kotor. Beban pokok penjualan produk petrokimia yang mencapai Rp4,399 triliun menyebabkan Barito menderita rugi kotor Rp67,14 miliar. \r\n\r\nPer Maret 2008, rugi bersih Barito meningkat menjadi Rp183,19 miliar atau merugi Rp26 per saham dari Rp9,57 miliar atau minus Rp4 per lember pada Maret 2007. \r\n\r\nBRPT pada Desember 2007 lalu mengakuisisi 70% saham Chandra Ari senilai US$1,05 milyar dengan pembiayaan berasal dari right issue. Chandra Asri merupakan perusahaan yang bergerak di dalam bisnis petrochemical. \r\n\r\nKe depan, BRPT juga akan semakin ekspansif dengan mengakuisisi Star Energy dan Try Polyta. Star Energy merupakan pemegang saham terbesar pada Blok Natuna. Blok tersebut mampu memproduksi 7.500 barel minyak per hari dan 50 juta kubik gas per hari. \r\n\r\nProduksinya dikirim ke Singapura, sesuai kontrak selama 27 tahun sejak Maret 2001. Selain itu pemerintah juga telah memberikan kontrak eksplorasi minyak dan gas kepada Star Energy di Blok Sebatik, Kalimantan. \r\n\r\nSedangkan Tripolyta merupakan perusahaan produsen polypropylene yang pada 2007 lalu berhasil menciptakan pertumbuhan laba bersih 175% menjadi Rp486 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp177 miliar. Hal ini karena permintaan polypropylene yang meningkat khususnya di dalam negeri.\r\n\r\nHal ini akan berdampak positif bagi kinerja fundamental dan saham perseroan. Alhasil, Ciptadana Securities merekomendasikan buy untuk BRPT jika rencana akuisisi ini terlaksana.\r\n\r\nRencananya, PT Tripolyta Indonesia Tbk akan relisting alias kembali mencatatkan sahamnya di lantai bursa tanpa melalui skema penawaran umum atau IPO. Dengan demikian saham publik yang ada saat ini yaitu 16,8% akan langsung diperdagangkan. \r\n\r\n“Perseroan saat ini sedang mengajukan permohonan relisting kepada Bapepam-LK dan BEI. Manajemen menyatakan salah satu pemegang saham yaitu Prajogo Pangestu yang memiliki 16,42% saham berencana melepas sebagian kepemilikannya setelah relisting untuk menambah likuiditas saham perseroan,” ungkap Ciptadana. :getar:
Multi Quote Quote
Saham Barito Menuju Rp 3.000 SAHAM PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan diangkat ke level Rp 2.200-3.000 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, penguatan harga saham tersebut seiring aksi perseroan merampungkan akuisisi Star Energy dan Tri Polyta pada pertengahan tahun ini. Saat ini, Star Energy merupakan pemegang saham terbesar atas eksplorasi di lapangan kakap, blok Natuna dengan kapasitas produksi sebanyak 7.500 barel minyak dan 50 juta kubik gas per hari. Star Energy telah mendapatkan kontrak pengiriman migas ke Singapura selama 27 tahun sejak Maret 2001. Selain itu, kata dia, rencana pencatatan kembali saham Try Polyta di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan menjadi momentum penguatan harga saham perseroan.
Multi Quote Quote
Bukannya BRPT mau ngeluarin obligasi untuk akuisisi Tripolyta BUkannya Obligasi kalee, tapi RI !
Multi Quote Quote
Bukannya BRPT mau ngeluarin obligasi untuk akuisisi Tripolyta BUkannya Obligasi kalee, tapi RI ! Obligasi, bukan RI pak…
Multi Quote Quote
Sell on news… salam :-? :-? :-?
Multi Quote Quote
Bukannya BRPT mau ngeluarin obligasi untuk akuisisi Tripolyta BUkannya Obligasi kalee, tapi RI ! Obligasi, bukan RI pak… Uuups, kalo gitu saya yg salah ya. He :malu: Tapi memang kalo dia terbitin Obligasi bisa laku yach ? :-?
Multi Quote Quote
Hmm, ternyata Unsecred Notes Berita Harian Barito Akan Emisi Surat Utang Rabu, 21 Mei 2008 Jakarta (Indofinanz) - PT Barito Pacific Tbk berencana menerbitkan surat utang tanpa jaminan (unsecured notes) dimana UBS AG (Singapore) bertindak sebagai arranger. Emiten berkode BRPT itu mengklaim Magna Resources Corporation Ptd. Ltd telah menyatakan minatnya untuk membeli surat utang tersebut. Tak diketahui besarnya surat utang yang akan diterbitkan Barito, yang pasti dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk mengakuisisi 553.239.700 saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk atau setara 75,95 persen dari seluruh saham yang ditempatkan, yang dimiliki Newport Global Investment Ltd dan Prajogo Pangestu. Perseroan dan Newport telah menandatangani MoU pembelian saham Tri Polyta Indonesia sebanyak 470.901.000 lembar atau 64,65 persen dengan harga US$116.152 juta atau setara Rp1,077 trilyun dan 82.338.700 lembar saham Prajogo Pangestu dengan harga US$20.309 juta atau Rp188,473 milyar.
Multi Quote Quote
Mana boleh RI?. Kan baru RI?. Ngutang dulu kale, karena ada Benturan Kepentingan. Bapepam mana mo kasih RI …
Multi Quote Quote
hajar kanan
Multi Quote Quote
:getar: Barito Siap Akuisisi 75,95% Saham Tri Polyta Jakarta - PT Barito Pacific Tbk akan mengakuisisi 553.239.700 lembar atau 75,95% saham PT Tri Polyta Indonesi Tbk (TPI). Saham yang dibeli tersebut merupakan saham yang dimiliki Newport Global Investmen Ltd (NGI) dan Prajogo Pangestu. Barito akan membeli saham milik NGI yang berjumlah 470.901.000 lembar atau setara dengan 64,65% dengan harga setara dengan Rp 1,077 triliun atau US$ 116,152 juta atau Rp 2.289 per lembar. MoU pembelian saham itu telah ditandatangani pada 19 Mei 2008. Barito juga akan membeli saham milik Prajogo Pangestu sebanyak 82.338.700 atau setara dengan 11,30% dengan harga Rp 188,473 miliar, setara dengan Rp 2.289 per saham. Terkait rencana pembelian saham TPI itu, Barito akan menerbitkan surat utang tanpa jaminan (unsecured notes). UBS AG cabang Singapura akan bertindak sebegai arranger. Terkait penerbitan surat utang itu, Magna Resources Corporation Pte Ltd (MRC) melalui suratnya tertanggal 14 Mei 2008 telah menyatakan minatnya untuk membelinya. MRC juga merupakan salah satu pemegang saham Barito. MRC juga dimiliki oleh Prajogo Pangestu melalui Thevelton Global Asset Ltd. Sementara Barito dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Prajogo. Barito dalam keterbukaan informasinya, Rabu (21/5/200smile menyatakan, dengan akuisisi ini perseroan akan mengintegrasikan dan memperkuat pertumbuhan kinerja. Sebagian besar bahan baku TPI dipasok oleh PT Chandra Asri. Dengan akuisisi TPI ini diharapkan akan menambah kategori portofolio produk-produk petrokimia anak perusahaan Barito, sehingga hal ini akan memberikan fleksibilitas kepada anak perusahaannya untuk mengkonsentrasikan produksi pada produk yang memberikan marjin laba tertinggi. TPI merupakan penghasil bijih plastik polypropylene terbesar yang menguasai 39% pangsa pasar di Indonesia. Produk TPI digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi kemasan plastik. TPI sebelumnya juga telah menyatakan akan kembali masuk ke bursa. TPI akan mencatatkan 728.401.000 juta lembar saham dengan nominl Rp 1.000. Rencananya, sisa dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk menambah modal kerja. Barito menyatakan, jika pemegang saham independen tidak memberikan persetujuannya, maka rencana transaksi ini tidak dilanjutkan. RUPSLB untuk meminta persetujuan akuisisi ini ini akan dilaksanakan pada 19 Juni 2008. :getar:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...