4 Serangkai IHSG

Barisan penyerang hmin makin buas aja…. Rata-rata menyerang signaturenya yang dulu dipasang yang sampai dengan saat ini ga tercapai smile smile Btw, ksc akan menjadi semakin di tinggalkan kalau begitu…….. Bukan analisa yang didapat , malahan caci maki dan penyerangan personality yang didapat…….. Jika hmin membahas BUMI,ANTM, TLKM, BNBR dengan alasan PEMILU, yang ga agree seharusnya memberikan rentetan alasan kenapa bukan saham ini yang akan menjadi ajang duit buat PEMILU…… Dan saham mana yang seharusnya dijadikan ajang duit buat pemilu…. Berikan dasar dan alasan anda kenapa…….. Jika setiap member memberikan dasar alasan buy saham ini, anda yang ga setuju memberikan dasar alasan penolakan anda kenapa tidak boleh buy, anda berikan logika anda, riset anda, kesimpulan anda….. Dengan demikian KSC akan menjadi adu debat saham yang bermanfaat…… Dan KSC akan menjadi besar…… Berikut ini contoh posting yang tidak bermanfaat: A : Saham BB akan naik karena bra bra bra……..( A memberikan logikanya ) B: Si A penipu, rekomendnya banyak salahnya…. C: Si B betul, A banyak salahnya, saya masih ingat lagi dengan rekomend saham XX yang pernah di bahasnya….Pendeknya hati-hati dengan A D : Si B dan C betul, A memang brengsek…. dan bra bra bra………….Sampai kapanpun ga ada kesimpulan apakah saham BB patut di buy atau tidak karena membernya asyik berdebat si A bukannya saham BB smile smile kalau saham turun baru diberikan alasannya, bla..bla…bla kalau saham naik baru diberikan alasannya, bla..bla…bla capek deh…alasan bisa dicari :whew: :#-o logika nggak berlaku, adu nasib saja
Multi Quote Quote
Barisan penyerang hmin makin buas aja…. Rata-rata menyerang signaturenya yang dulu dipasang yang sampai dengan saat ini ga tercapai smile smile Btw, ksc akan menjadi semakin di tinggalkan kalau begitu…….. Bukan analisa yang didapat , malahan caci maki dan penyerangan personality yang didapat…….. Jika hmin membahas BUMI,ANTM, TLKM, BNBR dengan alasan PEMILU, yang ga agree seharusnya memberikan rentetan alasan kenapa bukan saham ini yang akan menjadi ajang duit buat PEMILU…… Dan saham mana yang seharusnya dijadikan ajang duit buat pemilu…. Berikan dasar dan alasan anda kenapa…….. Jika setiap member memberikan dasar alasan buy saham ini, anda yang ga setuju memberikan dasar alasan penolakan anda kenapa tidak boleh buy, anda berikan logika anda, riset anda, kesimpulan anda….. Dengan demikian KSC akan menjadi adu debat saham yang bermanfaat…… Dan KSC akan menjadi besar…… Berikut ini contoh posting yang tidak bermanfaat: A : Saham BB akan naik karena bra bra bra……..( A memberikan logikanya ) B: Si A penipu, rekomendnya banyak salahnya…. C: Si B betul, A banyak salahnya, saya masih ingat lagi dengan rekomend saham XX yang pernah di bahasnya….Pendeknya hati-hati dengan A D : Si B dan C betul, A memang brengsek…. dan bra bra bra………….Sampai kapanpun ga ada kesimpulan apakah saham BB patut di buy atau tidak karena membernya asyik berdebat si A bukannya saham BB smile smile iya nih.. Jangan-jangan emang bener ke-4 saham ini yang dibuat cari duit buat pemilu smile) padahal aku cuman analisa aja .. tapi yang menyerang koq bertubi-tubi.. dan lagi-lagi yang diserang PGAS smile smile) kayak saham hmin cuman PGAS aja smile) smile) :rofl:
Multi Quote Quote
hmin918 … ini ket ttg cadangan devisa RI : Jakarta - Cadangan devisa Indonesia hingga awal Februari 2008 turun sebesar US$ 960 juta menjadi US$ 56 miliar. Selain untuk intervensi, cadangan devisa juga berkurang untuk pembayaran utang. http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/06/time/145441/idnews/890092/idkanal/5
Multi Quote Quote
yup… saya sudah tahu dari minggu lalu dari koran Jawa Pos aneh kan ?? IDR menguat tapi perlu interverensi. Lagian IDR 10 Year bond masih di situ-situ aja ?? smell something fishy btw.. SBI minggu lalu bagaimana ?? ada peningkatan tidak ?
Multi Quote Quote
Dana yang Parkir di SBI Merosot Dana asing di SBI naik menjadi 11% dari total outstanding Novrida Manurung JAKARTA. Dana yang parkir di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menyusut sepanjang pekan ini. Lelang SBI pada Rabu (13/2) menyerap dana lebih rendah dibanding SBI yang jatuh tempo pada saat yang bersamaan. Dari hasil lelang terlihat bahwa jumlah SBI yang diserap oleh BI hanya sebesar Rp 25 triliun. Sedangkan jumlah SBI yang jatuh tempo sebesar Rp 30,58 triliun. Itu artinya, BI menyuntikkan rupiah di pasar uang sebesar Rp 5,58 triliun. Nilai outstanding SBI setelah lelang pekan ini sebesar Rp 275,61 triliun, berkurang dari nilai per pekan sebelumnya, Rp 281,19 triliun. Dalam lelang kemarin, penawaran yang masuk untuk SBI berjangka 1 bulan sebesar Rp 41,06 triliun. Dari tawaran sebesar itu, BI hanya menyerap dana sebesar Rp 20,19 triliun. Untuk SBI berjangka 3 bulan, penawaran penempatan dana mencapai Rp 5,69 triliun, sementara penyerapan dana sebesar Rp 4,81 triliun. Direktur Danareksa Research Institute (DRI) Purbaya Yudhi Sadewa mengaitkan kecilnya penyerapan dana dalam lelang SBI kemarin dengan kenaikan permintaan rupiah, seiring mengalirnya dana-dana berjangka pendek dari luar negeri. Untuk berbelanja bursa saham atau pun surat utang di Indonesia, tentu para investor asing itu harus menukarkan valuta mereka terlebih dahulu ke rupiah. Nah, untuk mengantisipasi tingginya permintaan rupiah dari investor asing, BI pun meningkatkan persediaan rupiah di pasar. "Masuknya dana-dana asing menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Sebagai otoritas moneter, BI tentu ingin menjaga agar pelemahan dan penguatan rupiah tidak terjadi secara tiba-tiba. Jadi, dana yang diserap pada lelang SBI minggu ini kecil. BI tidak ingin rupiah terlalu cepat menguat," jelas Purbaya. Kepemilikan asing di SUN turun Hasil lelang SBI pekan ini memperlihatkan semakin besar nilai SBI di tangan investor asing. Lihat saja, pada minggu lalu, kepemilikan asing di SBI masih Rp 30,08 triliun, sekitar 10,7% dari total outstanding SBI. Nah, pada minggu ini, porsi kepemilikan asing di SBI naik menjadi sebesar Rp 31,38 triliun, atau setara 11,4% dari total outstanding SBI. Namun, kepemilikan investor asing atas Surat Utang Negara (SUN) justru menurun. Pada pekan ini, dana asing di SUN sebesar Rp 80,18 triliun, tergerus dari outstanding pekan lalu, Rp 80,57 triliun. Investor asing kembali melirik Indonesia, karena suku bunga yang ditawarkan di sini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bunga di negara lain. BI mempertahankan BI rate sebesar 8% hingga sebulan ke depan. Padahal The Federal Reserve telah memangkas Fed fund rate, yang menjadi patokan bunga di Amerika Serikat, menjadi 3%. Saat ini, selisih suku bunga antara Indonesia dengan Amerika pun melebar menjadi 5%. Bila kondisi ini masih terus berlanjut, pasti dana-dana jangka pendek dari luar negeri alias hot money akan mengalir kencang.Apalagi, saat ini banyak pelaku pasar global yang percaya bahwa ekonomi Amerika Serikat tidak mengalami resesi. Jika Amerika Serikat sehat, berarti ekonomi negara-negara berkembang juga ikut stabil. "Mereka percaya outlook ekonomi Indonesia ke depan lebih baik," ujar Purbaya.
Multi Quote Quote
yup… saya sudah tahu dari minggu lalu dari koran Jawa Pos aneh kan ?? IDR menguat tapi perlu interverensi. Lagian IDR 10 Year bond masih di situ-situ aja ?? smell something fishy btw.. SBI minggu lalu bagaimana ?? ada peningkatan tidak ?
Multi Quote Quote
sorry om benn..itu tahun 2006 lho
Multi Quote Quote
sorry om benn..itu tahun 2006 lho Iya , maaf saya salah ! saya ralat posting atas , ntar ada yg komat - kamit …
Multi Quote Quote
smile)
Multi Quote Quote
g setuju sama pendapat Bung Hmin 918. Kalau mau pemilu, cara cepat cari duit ya di Bursa Saham. Lihat saja ANTM, di turunin sampai ke bawah dulu, baru di naikkan lagi. g rasa IHSG juga dinaikkan dulu ke 2800 an, lalu nyungsep lagi kebawah. Pada akhirnya close di 3000 an. thx [-o<
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...