------ REAL CRASH 2008------

when…when…when??? :evil soon….
Multi Quote Quote
when…when…when??? :evil The Fed: Ada Risiko Gelembung Ekonomi Kamis, 8 April 2010 - 16:34 wib SANTA FE - Dua pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) memperingkatkan adanya risiko ekonomi penggelembungan aset jika tetap mempertahankan suku bunga rendah. "Saya yakin jika suku bunga terus dipertahankan pada level rendah akan memicu penggelembungan, sebab ini mendorong utang melebihi ekuitas dan konsumsi melebihi tabungan. Ketika kita belum mengetahui dimana penggelembungan terjadi, suku bunga rendah akan mengudang booming credit," kata Presiden Bank Sentral Kansas Thomas Hoenig seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2010). Hoenig adalah anggota Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) yang memiliki suara untuk memutuskan suku bunga acuan AS. Saat pemungutan suara, dia merupakan salah satu anggota FOMC yang menolak perpanjangan suku bunga rendah. Hoenig berpendapat bahwa Fed tidak perlu lagi memperpanjang karena pemulihan ekonomi sudah terjadi. Namun, Gubernur Fed Ben Bernanke bersikukuh AS tidak perlu terburu-buru memperketat kebijakan moneternya. Sebab, saat ini AS masih menghadapi berbagai masalah pelik, seperti belum pulihnya sektor perumahan dan tingginya pengangguran di pasar tenaga kerja. "Kita masih jauh dari baik. Banyak warga Amerika yang sedang mengalami masalah pengangguran dan sita jaminan, atau mengalami kedua hal itu," papar Bernanke saat pidato di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dalas, baru-baru ini. Hoenig berpendapat bahwa Fed sebenarnya bisa menaikkan suku bunga acuan menjadi sekira satu persen. Kebijakan ini sebenarnya masih mendukung keinginan beberapa pihak untuk menekan biaya utang pada level terendah sepanjang sejarah. Kenaikan yang rendah juga akan mengirim sinyal kepada pasar bahwa kebijakan moneter longgar, yang dikeluarkan untuk mentabilkan ekonomi saat krisis keuangan, mulai ditarik. Waktunya sangat tepat untuk memberikan peringatan kepada pasar dalam mengelola risiko mereka, menjadi lebih accountable atas aksi mereka, dan jangan tergantung kepada jaminan yang disediakan Fed. "Mereka akan mengelola risikonya dan mereka akan berhadapan dengan ekonomi pasar," papar Hoenig. Sebagian besar dewan gubernur Fed berpendapat tingkat pengangguran sedikit di bawah 10 persen menandakan ekonomi Paman Sam masih lemah. Sehingga, tidak perlu buru-buru menaikkan suku bunga acuan. Ramat FOMC 16 Maret lalu menunjukkan pengambil kebijakan di Fed mencemaskan kemungkinan kemundurun pemulihan dan ambruknya inflasi. Presiden Bank Sentral New York William Dudley mengatakan, penggelembungan nilai aset sulit diidentifikasi, tapi sering terjadi. Sehingga, pengambil kebijakan harus secara agresif mengantisipasinya. Jadi kata Dudley, indentifikasi penggelembungan saat terjadi adalah suatu keharusan. Tidak ada alasan pembenaran untuk tidak segera bertindak, ucap dia dalam pidato di Economic Club of New York. "Berdasarkan pengalaman, ada potensi besar penggelembungan aset masih ada dan ambruknya nilai aset akan sangat merusak ekonomi," tambah dia. Seperti diketahui, penggelembungan aset real estate pada awal 2000 mulai mengalami deflasi di 2007. Ambruknya harga rumah telah memicu krisis kredit yang kemudian tumbuh menjadi pelemahan keuangan terburuk sejak 1930-an.(Achmad Senoadi/Koran SI/ade)
Multi Quote Quote
2008 memang krisis tapi 2010 sudah tak akan terjadi krisis ekonomi lagi
Multi Quote Quote
Bursa Saham Indonesia Bubble \r\n09/04/2010 08:20:44 WIB \r\nOleh Jauhari Mahardhika\r\n \r\nJAKARTA, INVESTOR DAILY\r\nKenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang kuartal I-2010 dinilai terlalu cepat. Kondisi tersebut memicu terjadinya gelembung aset (bubble), yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan koreksi tajam (crash). Karena itu, bank sentral siap mengontrol aliran dana asing yang bersifat jangka pendek (hot money).\r\n \r\n“Harga saham sekarang sudah melebihi nilai fundamentalnya," kata Direktur Riset Ekonomi dan Kajian Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (8/4).\r\n \r\nPerry menegaskan, pihaknya telah menggunakan berbagai metodologi untuk menganalisis pasar. Penelitian itu telah dilakukan BI dalam beberapa bulan terakhir. “Apapun metodologinya, telah menunjukkan overvaluation. Pasar cenderung koreksi, tapi kami terus memantaunya,” jelas mantan direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) itu.\r\n \r\nIndeks harga saham gabungan (IHSG) telah mencapai rekor tertinggi baru dalam sejarah pasar modal pada 5 April 2010. Ketika itu, indeks ditutup menguat 17,61 poin (0,61%) ke level 2.898,58. Secara akumulasi, kenaikan indeks sudah mencapai 14% dari posisi akhir 2009.\r\n \r\nNamun, kemarin, IHSG ditutup anjlok 47,7 poin (1,64%) ke posisi 2.850,83. Investor asing membukukan jual bersih (net selling) sebesar Rp 408,34 miliar. Aksi jual dipicu oleh kabar tentang kebijakan yang akan mengontrol aliran hot money di pasar modal dan …
Multi Quote Quote
Bahas tuh saham2 2/3nd liner yang harganya masih letoy………… :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :peace:
Multi Quote Quote
Bahas tuh saham2 2/3nd liner yang harganya masih letoy………… :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :peace: paling ditakuti klo BC udah koreksi..saham2 2/3liner yg blum sempet naik malahan ikutan jebol…sakit dah
Multi Quote Quote
Di saat Blue Chips dibanting , saham2 B-7 dipake utk penyeimbang /Balancer ?
Multi Quote Quote
Nice blog, I will keep visiting this blog very often. 토토사이트
Multi Quote Quote
The website is looking bit flashy and it catches the visitors eyes. Design is pretty simple and a good user friendly interface. 릴게임사이트
Multi Quote Quote
This is such a great resource that you are providing and you give it away for free. [url=https://www.india-visa-online.org/ga/cineálacha/víosa-leighis-india/]Víosa Leighis India[/url]
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...