CITIGROUP STRATEGIC MOVE : THE END OF CREDIT CRISIS??

Mudahan-mudahan aja indeks saham global bisa naik lagi………dgn adanya sinyal yen carry trade…. Minggu, 16/12/2007 - 16:06 WIB Amerika Diambang Resesi, Asia-Eropa Hati-Hati! SIDNEY - Amerika Serikat tengah menghadapi resesi. Senior Executive Morgan Stanley, Stephen Roach, melihat sejumlah negara salah merespons kondisi ini. Negara-negara merespons bahwa resesi AS tidak akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. Seperti dikutip AFP, Minggu (16/12/2007), Roach mengatakan Bank Sentral AS, The Federal Reserve akan kembali menurunkan suku bunganya untuk mengenjot perekonomian. "AS akan mengalami resesi," katanya. Menurutnya, The Federal Reserve memiliki sejumlah tugas yang harus dilakukan. Tugas ini mencakup pemotongan suku bunga sebesar satu hingga satu setengah persen. Hal ini akan dilakukan dalam kurun waktu sembilan atau 12 bulan mendatang. Roach menilai adanya kesalahan pandangan selama ini. Pandangan itu melihat jika percepatan pembangunan ekonomi China dan India dapat mengimbangi resesi AS. "Pendapat ini menarik dan berpotensi mengganggu. Sejumlah negara juga tidak mempersoalkan kondisi AS," ujarnya. Selain itu, ada pandangan yang mengatakan bahwa bagaimanapun juga perkembangan dunia tidak bisa disejajarkan dengan mesin pertumbuhan ekonomi AS. "Pandangan itu salah. Suasana global memberi konsekuensi ke Asia dan Australia," terangnya. Roach mengatakan, sisi eksternal perekonomian AS membutuhkan keputusan, sejauh mana permintaan dari konsumen suatu negara dibanding permintaan konsumen di AS. "Kesimpulannya tidak sebanyak yang dikira banyak orang," jelasnya. Pertumbuhan Asia ditopang dari sisi ekspor. Konsumsi AS sering menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Asia. "Di AS, pertumbuhan konsumsi mencapai USD9,5 triliun. Sedangkan China senilai USD1 triliun. India USD senilai USD650 miliar," terangnya. "Secara perhitungan, hampir tidak mungkin bagi konsumen China dan India untuk menyamai tingkat konsumsi di AS," lanjutnya. (mbs)
Multi Quote Quote
CITIGROUP TO BRING 7 SIV TO BALANCE SHEET… BANYAK YANG BILANG INI BISA MENYELAMATKAN… BANYAK YANG BILANG INI MENJADI BOTTOM LINE OF CREDIT CRISIS… APA TANGGAPAN SENIOR smile Akar masalahnya belum terselesaikan, jadi masalah kredit ini masih belum selesai. Masalahnya ada di sistem keuangan di US yang sangat liberal. Kredit yang punya potensi bermasalah, bisa dibikin ratingnya oleh lembaga pemeringkat seperti Standard & Poor sehingga bisa diperdagangkan dan akhirnya jadi bom waktu. Seharusnya salah satu pihak yang harus diminta pertanggungjawaban dari masalah kredit ini adalah lembaga-lembaga pemeringkat tsb. Kenapa kredit2 yang sdh mereka berikan rating untuk bisa diperdagangkan di pasar derivatives bisa macet???
Multi Quote Quote
Drama adu otot Bear vs Bull. Tapi kl liat cadangan devisa Amrik yg jelas jauh luar biasa lebih besar dari cadangan devisa Indo pada waktu krismon 97 sepertinya kok krisis seperti ini akan berakhir dgn sendirinya in the medium term…ngga ampe long term (semoga) Yg serem justru IHSG sudah over-inflated (kl ga ada koreksi sehat bisa bahaya) Saya pribadi berharap Bull yg menang, kl mesti short2 an kok lebih berisiko ya…lebih safe jadi investor. Kl emang mesti koreksi ya koreksi yg sehat aja :peace:
Multi Quote Quote
CITIGROUP TO BRING 7 SIV TO BALANCE SHEET… BANYAK YANG BILANG INI BISA MENYELAMATKAN… BANYAK YANG BILANG INI MENJADI BOTTOM LINE OF CREDIT CRISIS… APA TANGGAPAN SENIOR smile Akar masalahnya belum terselesaikan, jadi masalah kredit ini masih belum selesai. Masalahnya ada di sistem keuangan di US yang sangat liberal. Kredit yang punya potensi bermasalah, bisa dibikin ratingnya oleh lembaga pemeringkat seperti Standard & Poor sehingga bisa diperdagangkan dan akhirnya jadi bom waktu. Seharusnya salah satu pihak yang harus diminta pertanggungjawaban dari masalah kredit ini adalah lembaga-lembaga pemeringkat tsb. Kenapa kredit2 yang sdh mereka berikan rating untuk bisa diperdagangkan di pasar derivatives bisa macet??? Ya, tapi Bernanke jadi sadar bahwa menurunkan lagi suku bunga sama seperti mengobati infeksi saluran kemih dengan ANTIBIOTIK SPEKTRUM LEBAR, buang2 ongkos tidak ada gunanya dan malah bisa merugikan bakteri2 "BAIK" yang ikut menjaga pertahanan badan jadi ikut mati semua, jadi kerjasama auction antar bank sentral tersebut boleh dikatakan mempersempit spektrum lebih focus kepada akar masalah yang sebenarnya.l :-? Dan tanda2 tidak akan diturunkan lagi suku bunga the Fed akan memperkuat mata uang US Dollars terhadap semua mata uang kuat lainnya. :-$ Welcome JANUARY EFFECT :peace:
Multi Quote Quote
Federal Reserve Officials Plan Steps to Crack Down on Shady Mortgage Lending Practices WASHINGTON (AP) – People taking out home mortgages may gain new protections soon against shady lending practices as the Federal Reserve seeks to back even the riskiest borrowers, already hit hardest by the housing and credit crunches. Rules expected to be proposed Tuesday would apply to loans made by all types of lenders, including banks and brokers. The plan from the Fed, which has regulatory powers over the nation''s financial system, could be finalized next year. The effective date would be know then. The Fed is considering: –barring lenders from penalizing subprime borrowers – those with spotty credit or low incomes – who pay their loans off early. –forcing lenders to make sure that borrowers, especially subprime borrowers, set aside money to pay for taxes and insurance. –restricting loans that do not require proof of a borrower''s income. –examining lenders'' failure, in some cases, to consider a borrower''s ability to repay a home loan. –improving financial disclosure so people better understand the terms and conditions of their mortgages and get this information when it is most useful. –curtailing abuses in mortgage advertising. "We have an obligation to prevent fraud and abusive lending," the Fed chairman, Ben Bernanke, said earlier this year. "At the same time, we must tread carefully so as not to suppress responsible lending or eliminate refinancing opportunities for subprime borrowers.'' The issue has taken on heightened importance given the meltdown in the housing and credit markets that has led to record numbers of home foreclosures. The crisis has raised the odds that the economy might fall into a recession, roiled Wall Street and has given Democrats and Republicans much fodder to blame each other. On prepayment penalties, consumer advocates say these deter homeowners from refinancing on more favorable terms. Those penalties can be hard on borrowers who want to get out of adjustable-rate mortgages that reset from a low introductory rate to a much higher one they have trouble paying off. Mortgage industry representatives say prepayment penalties ensure that lenders receive a minimum return if loans are paid off early. They also say people with mortgages that include such penalties often get a benefit of lower upfront costs or lower interest rates. Of the nearly 3 million subprime adjustable-rate loans surveyed by the Mortgage Bankers Association from July through September, a record 4.72 percent entered the foreclosure process during those months. At the same time, a record 18.81 percent of the subprime adjustable-rate loans were past due. When home values weakened, borrowers were left with loans balances that eclipsed the value of their homes. They also were clobbered when their loans reset with much higher interest rates. As for the idea of setting aside money to cover taxes and insurance, consumer groups worry that subprime borrowers do know about these expenses or might not be able to budget for them. These groups also have raised concerns about lenders quoting subprime borrowers monthly payments that do not include taxes and insurance costs. The Mortgage Bankers Association has some problems with mandating escrow accounts – where those costs specifically are set aside each month – for borrowers. The association does support efforts to make sure borrowers have the appropriate information about their obligations to pay taxes and insurance. The Fed says loans to subprime borrowers typically do not include such an account, while loans to people with better credit and lower risk to the lender usually do. The central bank also says that lenders sometime will make a loan without documenting or verifying a borrower''s income. Lenders may charge higher rates for such loans, the Fed says. Mortgage lenders say these loans are appropriate for many borrowers, including those who are self-employed and cannot easily document their income. Consumer groups say many borrowers who could document their income are not aware they are getting a loan at a higher interest rate. These loans are sometimes called "liar''s loans" because critics believe they can be used to perpetrate fraud. Majority Democrats in Congress have been vocal in urging the Fed to act against abusive practices. Massachusetts Rep. Barney Frank, chairman of the House Financial Services Committee, and other House Democrats said in a recent letter to the Fed that tougher rules are overdue and "needed to help eliminate the kinds of predatory lending practices that exacerbated the current subprime lending crisis." The House has passed legislation that would put into law some of the same actions the Fed is considering. A similar bill is pending in the Senate. Supporters are heartened the Fed is moving ahead because they think the Fed might be able to finalize action before Congress does.
Multi Quote Quote
Federal Reserve Officials Plan Steps to Crack Down on Shady Mortgage Lending Practices …….. intinya sih cuman satu .. Risk reward belum terukur
Multi Quote Quote
analisa komprehensif 2008 : -mohon dibahas oleh ekonom senior KSC & senior TA, FA+dll topik2 & driver ekonomi: a. ekonomi global kena dampak dari resesi AS dan kenaikan harga minyak>>> inflasi b. asia dikatakan akan terbantu cina sebagai motor ekonomi asia yang masih ok c. asia tenggara katanya masih terbantu oleh india sebagai motor ekonomi asia tenggara d. minyak keliatannya gimana…kayaknya bakal di 90-an…dan perlahan menuju 120-an?? e. indonesia sangat sensitif dengan kenaikan BBM…katanya mau ada pembangkit listrik nuklir>>> bisa hemat BBM dan listrik jadi murah??? ini stimulus ekonomi yang sangat signifikan…tapi jangka pendek karena alamnya hancur f. Harapan perbaikan dari pengembangan KEK(kawasan ekonomi khusus) dan NSW?? g. 2009 pemilu….persiapan pemilu dimulai dari 2008…apa bakal ada chaos?? atau malah sentimen postitif untuk IHSG karena optimisme pemerintahan yang lebih baik?? h.sampe mana sih ketergantungan expor inpor kita ke amrik… i.dari chart…IHSG bisa kemana di 2008? j.apakah akan ada inflow ke asia tenggara(karena DJIA ancur) k. bagaimana prospek ekonomi asutralia, hongkong & singapore sebagai negara tetangga… l. Price earning indonesia saat ini 16-an…malay baru 11-an CMIIW(liat dari bllomberg kemarin)….PE tinggi bisa disebut sebagai apresiasi investor terhadap postensi indo…bisa juga sebagai resiko tinggi karena udah mahal… m. ____ n. ___ o. ___ mohon dilengkapi topik2 yang berpengaruh signifikan, nohon patisipasi senior…
Multi Quote Quote
Bro vincent, Setor yg point A. Saat ini adalah saat yg sangat genting di US. Di saat masyarakat mau merayakan natal, dan harinya makin mepet. Ternyata, sampai saat ini belum ada satu ahli ekonominya yang teorinya bisa di ikuti. Bernanke bilang positif, Greenspan bilang negatif. Sedangkan Robert Kiyosaki bilang sudah bisa merasakan resesi (lihat yahoo>finance). Saya sendiri lebih banyak akan resesi, DJIA akan segera koreksi. Untuk jangka pendek impaknya IHSG juga tak jauh berbeda. Untuk oil, sekalipun harganya sampai 100USD, saya rasa memang akan berpengaruh. Akan tetapi orang indonesia sudah mulai pinter2, harga komoditi pangan akan ikut2 terkerek, orang2 akan tertarik kembali ke agribisnis, agribisnis kalau dikelola benar akan menjadi penyelamat masyarakat kelas bawah, jadi impaknya gak banyak.
Multi Quote Quote
Bro vincent, Setor yg point A. Saat ini adalah saat yg sangat genting di US. Di saat masyarakat mau merayakan natal, dan harinya makin mepet. Ternyata, sampai saat ini belum ada satu ahli ekonominya yang teorinya bisa di ikuti. Bernanke bilang positif, Greenspan bilang negatif. Sedangkan Robert Kiyosaki bilang sudah bisa merasakan resesi (lihat yahoo>finance). Saya sendiri lebih banyak akan resesi, DJIA akan segera koreksi. Untuk jangka pendek impaknya IHSG juga tak jauh berbeda. Untuk oil, sekalipun harganya sampai 100USD, saya rasa memang akan berpengaruh. Akan tetapi orang indonesia sudah mulai pinter2, harga komoditi pangan akan ikut2 terkerek, orang2 akan tertarik kembali ke agribisnis, agribisnis kalau dikelola benar akan menjadi penyelamat masyarakat kelas bawah, jadi impaknya gak banyak. agribisnis memang penuh harapan … apalagi sekarang indonesia udah net importer oil … jadi kalau punya tekad sih saya rasa bisa kayak brazil .. pakai biofuel. karena indonesia mengekspor sebagian besar produksi cponya. masalahnya pemerintah sekarang sangat tidak fokus pada jangka panjang. jadi jangan heran apabila oil udah di 200 dollar dan realisasi biofuel masih sangat rendah. tapi terlepas dari oil … saya rasa indonesia diuntungkan commodity boom dekade ini … gas, coal, cpo, nikel, emas, tembaga … semuanya bakalan terkerek naik …
Multi Quote Quote
indo memang lelet……. konversi biofuel aja macet, banyak investor yang kecewa implementasi dan teori ga nyambung jgn berharap terlalu tinggi……. yg ada gov tiap hari bikin susah ekonomi rakyat aja harga mahal….tambah mahal lagi :marah: :marah: :marah:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...