DUTA GRAHA PROPERTY

Duta Graha Indah Listing 18 Desember 2007 Penulis: Dwi Tupani JAKARTA–MEDIA: Setelah sempat tertunda, PT Duta Graha Indah (DGI) berencana mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta (BEJ) 18 Desember mendatang. Perseroan melepas 1,662 miliar lembar saham yang setara 30% saham dengan nilai nominal Rp100, melalui penawaran perdana ke publik (initial public offering/IPO). "Dana hasil IPO tersebut dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat struktur perusahaan. Sebanyak 50% untuk meningkatkan kapasitas dan 50% sisanya untuk perkuatan struktur modal perusahaan," ujar Dirut DGI JB Koesnarno dalam paparan publik di Jakarta, Senin (26/11). Ia menyatakan saat ini perseroan mulai akan membangun proyek di daerah-daerah. Saat ini, perseroan berfokus pada pembangunan di daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah karena pemda memiliki otoritas pembangunan di wilayahnya. Beberapa daerah yang menjadi target adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Riau, Kalimantan timur, Sulawesi, Papua, Medan, dan Nias. Dalam IPO tersebut, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Dinamika Usahajaya dan PT CLSA Indonesia. Presdir CLSA Indonesia Swantara Gotama mengatakan pihaknya memperkirakan harga penawaran saham tidak akan lebih dari Rp300. Hal ini sesuai dengan rata-rata industrinya. Namun, dirinya tidak mau merinci besaran price earning ratio (PER) yang menjadi acuan dan dana yang ingin diperoleh dari hasil penawaran tersebut. ''''Hari Kamis (29/11), harga penawarannya baru kita sebutkan setelah premarketing yang dilakukan di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta selesai,'''' katanya. Sementara, Presdir Dinamika Usahajaya Kris S Widjojo menyatakan pihaknhya akan mengalokasikan 70% saham untuk investor asing dan sisa 30% untuk investor domestik. "Porsi asing lebih banyak, lantaran mereka membidik investor jangka panjang. Selain itu ketertarikan pada sektor properti dan infrastruktur pemodal asing lebih tinggi dari pada domestik," terangnya. Di tempat yang sama, Direktur Keuangan DGI Laurensius Teguh memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan tahun depan mencapai Rp 1,7 triliun. Capex tersebut rencana pembangunan di berbagai daerah. Pada 2008 perseroan juga menargetkan pertumbuhan 65% sampai 70%. Pada akhir 2007 perseroan menargetkan pendapatan Rp950 miliar dengan laba bersih Rp70 miliar. Sementara pada semester pertama 2007, perseroan membukukan pendapatan Rp339,64 miliar dengan laba bersih Rp23,98 miliar. Direktur Marketing Ongky Abdulrahman menyatakan, hingga saat ini, perseroan tengah membangun 18 gedung di Indonesia, antara lain, Grand Indonesia senilai Rp400 miliar, Dharmawangsa Apartemen, City Development di Pulau Natuna senilai Rp385 miliar, dan Grand Aston Labersa di Pekanbaru. Selain itu DGI juga mengerjakan proyek infrastruktur, seperti Bendungan Sermo, Apron Bandara Hasanuddin. Pihaknya melakukan diversifikasi usaha seperti bandara, irigasi, jembatan, dan jalan raya. Hal ini diyakini akan memperkuat kinerja keuangan perseroan. Ongky mengatakan, selain di dalam negeri, perseroan sedang mengikuti tender di Timur Tengah. Di Riyadh perseroan mengikuti tender pembangunan apartemen senilai Rp700 miliar dan perkantoran di Bahrain senilai Rp500 miliar. Perseroan saat ini memiliki penyertaan saham pada empat anak usahanya. Mereka adalah perusahaan kontraktor interior PT Duta Graha Living, pengembang properti PT Duta buana Permata, PT Bajradaya Sentranusa untuk pembangkit listrik tenaga air, dan PT Margaraya Jawa tol sebagai operator ruas tol di Surabaya.(DW/OL-2)
Multi Quote Quote
PT Duta Graha Indah (DGI) siap listing di BEJ Salah satu perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia, PT Duta Graha Indah (DGI) berencana akan melepas sahamnya ke publik (go-public). Perseroan akan mencatatkan 30% sahamnya melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) per tanggal 18 Desember 2007 nanti. Harga saham per lembarnya akan dilepas pada kisaran harga Rp. 100, sedangkan jumlah lembar sahamnya adalah sebanyak 1.662.345.000 lembar. Berdasarkan informasi tersebut, paling tidak perusahaan akan menerima tambahan modal sebesar Rp. 166,2 miliar. Selain untuk meningkatkan kapasitasnya, tambahan dana yang diperoleh perseroan rencananya akan digunakan untuk memperkuat struktur modal perusahaan. Dari 30% saham yang dilepas oleh perseroan, 70% dialokasikan untuk investor asing sedangkan 30% sisanya akan dialokasikan bagi investor lokal. Saat ini DGI juga memiliki penyertaan saham pada empat anak usahanya, diantaranya adalah perusahaan kontraktor interior PT Duta Graha Living, pengembang properti PT Duta buana Permata, PT Bajradaya Sentranusa untuk pembangkit listrik tenaga air, dan PT Margaraya Jawa tol sebagai operator ruas tol di Surabaya. Hingga akhir tahun 2007, DGI menargetkan pendapatan Rp. 950 miliar, dengan target laba bersih mencapai Rp. 70 miliar (www.detik.com). Popularity: 16%
Multi Quote Quote
Danareksa.com - Setelah sempat tertunda, akhirnya PT Duta Graha Indah (DGI) akan mencatatkan 30 persen sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 18 Desember 2007. "Saham yang dilepas sebanyak 1.662.345.000 dengan nilai nominal Rp100. Kami alokasikan 70 persen untuk investor asing dan sisanya, 30 persen untuk domestik," kata Presdir Dinamika Usahajaya di Jakarta, Senin. "Porsi asing lebih banyak, lantaran mereka membidik investor jangka panjang. Selain itu juga ketertarikan pemodal asing lebih tinggi pada sektor properti dan infrastruktur," katanya. Dirut DGI JB Koesnarno mengatakan, dana hasil "go public" tersebut dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat struktur perusahaan. "Sebanyak 50 persen untuk meningkatkan kapasitas dan 50 persen lainnya perkuatan struktur modal perusahaan karena kami akan banyak bergerak ke daerah-daerah," katanya. Menurut dia, saat ini perseroan berfokus pada pembangunan di daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah. Beberapa daerah yang menjadi target adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Riau, Kalimantan timur, Sulawesi, Papua, Medan, dan Nias. Direktur Keuangan DGI Laurensius Teguh menuturkan, dengan rencana pembangunan di berbagai daerah tersebut, diperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan tahun depan mencapai Rp1,7 triliun. "Pada 2008 perseroan menargetkan pertumbuhan 65 persen sampai 70 persen," ujarnya. Pada akhir 2007 perseroan menargetkan pendapatan Rp950 miliar dengan laba bersih Rp 70 miliar, katanya. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yakni PT Dinamika Usahajaya dan PT CLSA Indonesia. Dirut CLSA, Swantara Gotama mengatakan, harga saham DGI diperkirakan tidak lebih dari Rp300 per saham. Namun dari perhitungan Antara, jika menggunakan proyeksi laba bersih 2007 sebesar Rp70 miliar dan "price earning ratio" (PER) industri sejenis sekitar 15-20 kali, harganya sekitar Rp190 sampai Rp250 per saham.
Multi Quote Quote
Asing apa Aseng ? :-? Asing koq main saham ecek - ecek kayak gini :peace:
Multi Quote Quote
apakah ada yang tahu dapat berapa persen kalau ikut ipo Duta Graha ?
Multi Quote Quote
ADUH AKU HOKKY DAPAT 37% DARI BB HEHE JADI JKON——CTRP??????? DIKIRA DAPAT DIKIT OESAN BANYAK WAH MENDOOL NIH
Multi Quote Quote
bung suporter ikut bb di mana ?
Multi Quote Quote
I dapet 9,5 % . Ayo yg lain pada dapet berapa % ?
Multi Quote Quote
welah dalah, kok dah pada tau tapi i ga tau ? bung magellan pesen di mana nih ?
Multi Quote Quote
I dapet 9,5 % . Ayo yg lain pada dapet berapa % ? aku kok gak dapet jatah ya ? :kesel: padahal gak ikut mesen :rofl:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...