Daily enlightenment- Renungan harian

HARGA MANUSIA DI MATA TUHAN Suatu ketika saat seorang pendeta sedang mengajar anak-anak kecil, ada seorang anak kecil bertanya kepada Pendeta, "Pendeta, sedemikian berharganya kah kita sehingga Tuhan Yesus mau berkorban demi kita?" Pendeta itu heran namun akhirnya tersenyum dengan pertanyaan polos dari anak tersebut. Anak itu benar, seberharga apakah kita ini, manusia, sehingga Tuhan Yesus mau datang ke bumi, menderita dan wafat di salib demi kita semua? Pendeta itu lalu mengeluarkan selembar uang sebesar Rp 50.000,00 lalu memperlihatkannya di depan anak-anak tersebut. Pendeta itu bertanya, "Siapakah di antara kalian yang menginginkan uang ini?" Spontan semua anak mengangkat tangannya sambil berteriak, "Saya! Saya!" Tentu saja, siapa yang tidak mau diberikan uang 50 ribu rupiah gratis? Berapa banyak permen dan snack yang bisa dibeli dengan uang sebesar itu? Pendeta itu lalu meremas uang itu keras-keras, lalu kembali memperlihatkan uang itu pada anak-anak. "Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang ini?" tanya pendeta itu kembali. "Saya! Saya!" kata anak-anak itu, biar pun penampilannya jelek, uang kan tetap uang. Dirapikan sedikit nanti bagus lagi kok. Uang itu tidak diberikan kepada siapa pun, sebaliknya, uang itu dilemparkan ke tanah, diinjak-injak hingga bercampur dengan debu dan tanah. Uang itu sekarang benar-benar kusam dan kotor. Sekali lagi pendeta itu mengangkat uang itu dan bertanya, "Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang yang kumel ini?" Pendirian anak-anak itu tidak berubah, biar pun jelek, kotor, toh itu tetaplah uang sebesar 50 ribu rupiah! "Demikianlah nilai kita di mata Tuhan. Sejelek apapun, sebodoh apapun, sekotor apapun, semiskin apapun, betapapun berdosanya kita, Tuhan tidak menganggap kita berbeda. Nilai kita di mata Tuhan begitu besar, bahkan dosa-dosa kita sekalipun tidak menutupi nilai kita di mata Tuhan. Tuhan berusaha agar kita tidak hancur, agar kita tidak lenyap. Karena itu Ia mengutus anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kehancuran." Karena itu percayalah, sehina apapun kamu di dunia ini, tangan Tuhan tetap terbuka untukmu." :hug:
Multi Quote Quote
kita selalu punya 2 pilihan jerry adalah seorang manager restoran ,dia selalu dalam keadaan gembira kalau dia pindah bekerja ,pelayan yg lainya juga pindah bekerja mengikuti dia mengapa ? karena jerry adalah motivator alami kalau pelayan mengalami hari yg sukar ,jerry selalu mengatakan unt melihat sisi positifnya dlm situasi itu satu waktu saya bertanya kepada dia bagaimana caranya dia bisa selalu berfikiran positif Setiap waktu jerry menjawab :setiap pagi saya bangun tidur saya bertanya kepada diri saya bahwa saya punya 2 pilihan hari ini , saya bisa memilih menjadi gembira atau saya bisa memilih bermuram. dan saya selalu memilih bergembira setiap kali ada masalah yg merugikan datang , saya bisa memilih menjadi menerima kerugian itu atau belajar mencari tau apa yg menyebabkan saya rugi dan saya selalu memilih untuk belajar dari kerugian itu setiap kali seseorang datang kepada saya dan protes ,saya dapat memilih menerima protes itu atau saya mengarahkan kearah yg positive dalam hidup ini ,dan saya selalu memilih mengarahkan kearah yg positive dalam hidup ini tapi saya berkata ,ga sebegitu mudahnya kan ? dia menjawab sebegitu mudah hidup ini hanyalah mengenai pilihan kalau kita memotong semua kesulitan dalam setiap situasi itu adalah pilihan kita memilih bagaimana kita bereaksi dalam setiap situasi kita memilih bagaimana orang lain mempengaruhi kegembirraan kita kita memilih menjadi gembira atau muram semua adalah pilihan kita dalam hidup kita beberapa tahun kemudian saya mendengar berita bahwa jerry dirampok oleh 3 orang berpistol sementara jerry berusaha membuka berangkasnya ,tanganya gemetar karena shock dan lupa nomer kombinasinya , perampok marah dan menembaknya dan lari beruntung jerry cepat ditolong dan dilarikan ke rumah sakit setelah 18 jam operasi dan beberapa minggu di rumah sakit jerry diperkenankan pulang saya bertemu dengan jerry 6 bulan setelah kecelakan tersebut saya bertanya apa yg dia pikirkan saat perampokan terjadi ? yang pertama ada dlm pikirannya adalah saya seharusnya mengunci pintu saat mau tutup , tapi setelah mereka menembak saya dan saya terkapar dilantai ,saya punya 2 pilihan ,saya bisa memilih unt hidup atau saya bisa memilih unt mati dan saya memilih unt hidup apakah kamu takut tanya saya ? jerry melanjutkan petugas ambulan sangat baik , mereka selalu berkata engkau akan segera baik kembali tetapi sesampainya di rumah sakit ,saya melihat expresi dari dokter dan juru rawat ,saya menjadi takut dimatanya saya dapat membaca sepertinya mereka melihat saya seperti telah menjadi mayat saya mengetahuinya bahwa saya harus melakukan sesuatu apa yg kau lakukan tanyaku ? seorang juru rawat bertanya dengan kencangnya ,katanya apakah saya ada alergi terhadap sesuatu saya menjawab Ya …..! dokter dan juru rawat berhenti bekerja dan menantikan jawaban saya saya menarik napas panjang dan berteriak ,PELURUH …! didalam riuh tawa mereka saya berkata saya memilih unt hidup ,tolong operasi saya seperti saya masih hidup jangan seperti saya telah mati jerry hidup karena keahliannya dokter yg mengoperasinya juga karena pandangannya yg luar biasa yg bisa membangkitkan semangat saya belajar darinya setiap hari kita bisa memilih apakah akan menikmati hidup ini atau membenci hidup ini satu satunya yg menjadii milik kita yg tidak ada yg mengontro kita dan mengambilnya dari kita adalah pilihan kita kalau kita memahaminya ,segalanya dalam hidup ini akan menjadi lebih mudah
Multi Quote Quote
BAGIAN TUBUH YANG PALING PENTING Ibuku selalu bertanya padaku, mana bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar, Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yg paling penting bagi kita sebagai manusia, jd aku jawab "Telinga, Bu " tp ternyata bukan itu bukan jawabannya "Bukan itu Nak,banyak orang yang tuli. Tapi teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakan lagi nanti" Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab,sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita " Dia memandangku dan berkata "Kamu belajar dengan cepat, tp jawabanmu masih salah karena byk orang yg buta" Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu "Bukan, Tapi kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku." Akhirnya thn lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek. Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting,sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperi ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu benar-benar ‘'hidup’'. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan,tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini , semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya." Akhirnya, aku tahu. Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
Multi Quote Quote
ALLAH BAPA KITA TAHU APA YANG TERBAIK UNTUK KITA Jadi mengapa kita harus mengeluh? Kita selalu ingin sinar matahari, tapi Ia tahu bahwa hujan harus turun. Kita menyukai suara tawa dan keceriaan dari sorak sorai, tapi hati kita akan kehilangan kelembutannya jika kita tak pernah menitikkan air mata. Allah Bapa kerapkali menguji kita dengan penderitaan dan kepedihan. Ia menguji kita, tetapi bukan untuk menghukum kita, melainkan untuk menolong kita untuk menghadapi hari esok! Karena pohon yang sedang tumbuh akan menjadi kuat apabila mereka tahan terhadap terpaan badai. Dan sayatan tajam sebuah pahat akan membuat marmer jadi lebih indah dan berbentuk! Allah tidak pernah ‘'menyakiti’' kita tanpa tujuan dan Ia tidak pernah menyia-nyiakan penderitaan kita. Karena setiap kehilangan yang Ia ijinkan selalu diikuti dengan berkat. Dan ketika kita menghitung berkat yang Allah berikan dengan demikian berlimpahnya, kita tidak punya alasan untuk menggerutu dan tidak ada waktu untuk meratap! Karena Allah Bapa kita mengasihi anak-anakNya. Dan bagi Dia segala sesuatu jelas. Maka Ia tidak pernah memberi kita kesenangan, bila kebutuhan jiwa kita yang terdalam adalah penderitaan. Jadi bila kita berada dalam kesulitan dan apabila segala sesuatu berjalan tidak lancar, adalah Tuhan yang bekerja pada diri kita… Untuk membuat roh kita kuat!
Multi Quote Quote
ULANG TAHUNKU Seperti kau sadari sendiri, ulang tahunku semakin dekat. Tiap tahun pasti ada perayaan ulang tahunku dan aku yakin bahwa tahun ini perayaan itu pasti akan berulang. Sambil menunggu hari ulang tahunku itu, pasti banyak orang yang memenuhi toko untuk membeli hadiah, radio dan tv memajang iklan-iklan diskon ini dan itu, dan di berbagai tempat semua orang membicarakan tentang hari ulang tahunku yang semakin dekat. Senang juga rasanya mengetahui bahwa paling tidak setahun sekali ada begitu banyak orang yang mengingat diriku. Seperti kau juga sudah paham, perayaan hari ultahku sudah mulai sejak lama. Awalnya orang-orang tampaknya tahu dan berterima kasih atas apa yang aku lakukan buat mereka. Tapi, akhir-akhir ini, banyak dari mereka yang tidak paham alasan merayakan ulang tahunku. Keluarga dan teman saling berkumpul dan bergembira bersama, tapi mereka tidak mengetahui arti perayaan itu. Tahun lalu, kau pun masih ingat, ada pesta yang begitu megah dan meriah merayakan hari ulang tahunku. Pesta makan malam penuh dengan berbagai makanan lezat, kue enak, buah-buahan segar dan berbagai jenis coklat. Pasti kau juga masih ingat dengan dekorasi yang menawan dan kau ingat juga khan dengan hadiah warna-warni yang menggunung di pojok ruangan? Tapi, ingatkah kau bahwa waktu itu justru aku tidak diundang? Aku cuma menjadi tamu penggembira dan meraka rupanya lupa mengirimkan undangan kepadaku. Pestanya memang untuk aku, tapi saat hari besar itu datang, mereka meninggalkanku, mereka tutup pintu di depan mukaku ..padahal aku ingin bersama-sama dengan mereka dan berbagi meja pesat bersama. Sebenarnya, hal itu tidak mengejutkanku karena akhir-akhir ini mereka memang sering menutup pintu untuk diriku. Karena memang tidak diundang, aku memutuskan untuk masuk dalam pesta itu dengan diam-diam. Aku masuk dan berdiri di pojokan. Mereka semua minum dengan gembira; bahkan ada yang sampai mabuk juga, khan? Yang tertawa-tawa juga banyak, lelucon bertebaran dalam pesat itu. Benar-benar pesta yang meriah. Akhirnya, sebagai puncak pesta, seorang gendut tua dengan baju berwarna merah menyala dan janggut lebat masuk ke ruang pesta sambil berteriak: Ho..ho…ho…! Dia tampaknya mabuk juga. Dia duduk di sebuah sofa yang besar dan semua anak kecil lari menghampirinya sambil berkata,"Sinterklas, sinterklas.." seolah-olah yang ulang tahun justru dia! Pada jam 12 malam semua orang saling berpelukan; aku membuka tanganku menunggu orang yang akan memelukku dan… kamu pasti tahu… tidak ada orang yang memelukku! Tidak satupun pelukan yang aku terima! Tiba-tiba semua mulai bertukar hadiah. Masing-masing membuka kado yang dibungkus kertas warna-warni dengan penuh harap. Ketika semua telah membuka, aku berharap ada satu kado juga untukku. Bagaimana rasanya jika pada hari ulang tahunmu semua orang berbagi kado dan kau justru tidak mendapatkan satu buah hadiah pun? Aku akhirnya tahu bahwa aku memang tidak mereka harapkan dalam pesta itu. Makanya, dengan diam-diam aku meninggalkan kemeriahan itu. Semakin tahun keadaannya semakin buruk. Orang hanya ingat makan dan minum, kado, pesta dan tidak ada yang ingat aku. Natal ini aku harap kau ijinkan aku masuk dalam kehidupanmu. Aku ingin kau tahu bahwa hampir dua ribu tahun lalu aku datang ke dunia ini untuk memberi kau kehidupan, disalib dan untuk menyelamatkanmu. Hari ini, aku hanya ingin bahwa kau percaya semua itu dengan sepenuh hati. Sekarang aku ingin berbagi sesuatu denganmu. Karena banyak orang yang tidak mengundangku dalam pesta, aku akan buat perayaan sendiri, sebuah pesta megah yang belum pernah terpikirkan, pesta yang spektakuler. Sekarang aku masih membuat rancangan akhir pesta ini. Tadi pagi, aku kirim banyak undangan, salah satunya buatmu. Aku pengin kamu datang dalam pesta itu dan jangan lupa untuk menulis namamu di buku tamu nanti. Ingat, tulis namamu dengan huruf besar dan mencolok. Yang tidak mengkonfirmasikan kedatangannya tidak akan diperkenankan untuk memasuki ruang pesta dan silakan tunggu di luar. Bersiap-siaplah untuk berpesta, kau pasti akan ambil bagian dalam pesta meriahku, khan? Sampai jumpa dan…. I love you! –Jesus–
Multi Quote Quote
NAMAKU ‘'’'SI BURUK RUPA'''' Aku hanyalah seekor keledai yang sudah cukup tua. Tubuhku tidak lagi sekuat dahulu ketika aku masih muda. Dan kini orang-orang menyebutku "si buruk rupa." Aku punya begitu banyak pengalaman sewaktu masih muda. Aku pernah berjalan berkilo-kilo meter sambil membawa beban yang berat di punggungku. Aku bahkan pernah diajak masuk ke dalam perahu yang sangat besar, menyeberangi lautan sembari menanggung beban berat. Bagiku semua itu pengalaman yang membanggakan. Namun aku tak akan pernah lupa satu peristiwa yang membuatku bergetar jika mengingatnya. Waktu itu majikanku adalah seorang pria muda. Ia hendak bepergian jauh dengan istrinya yang sedang hamil tua. Pria itu bernama Yusuf, dan istrinya Maria. Sepanjang perjalanan Maria duduk di atas punggungku. Perjalanan itu memakan waktu berhari-hari. Dan aku tahu ia pasti sangat lelah. Hingga sampailah kami malam itu di Bethlehem, kota kecil di tanah Yudea. Malam itu agaknya sudah tiba waktunya bagi Maria untuk bersalin. Yusuf, sang suami yang setia, mencoba mencari tempat yang layak untuk kelahiran putranya. Hmm, tentunya kelahiran putra pertama itu suatu pengalaman yang menggetarkan hati. Kami berjalan dari rumah peristirahatan yang satu ke tempat yang lain. Namun, tak satu pun tempat yang kosong untuk menampung mereka. Sungguh kasihan … Akhirnya tibalah kami di suatu tempat, di situ terdapat sebuah kandang domba. Maria melahirkan di kandang domba itu. Bayinya ia letakkan di atas palungan dan dibungkus kain lampin. Mereka menamai bayi itu Yesus. Aku sangat terharu atas peristiwa itu. Tak pernah terbanyangkan sebelumnya ada manusia yang dilahirkan di sebuah kandang dan diletakkan di atas palungan. Namun tiba-tiba aku terkejut melihat pemandangan di langit. Kulihat sebuah bintang yang sangat terang tepat di atas kandang tempat Yesus lahir. Para malaikat pun melagukan pujian bagi Yesus. Dan para gembala beserta orang-orang majus datang menyembah Yesus. Wah … wah … pastilah Yesus ini seorang Raja. Hanya Raja yang patut disembah, kan? Dan ya, aku yakin Yesus seorang Raja. Saat itu pula aku merasakan kedamaian yang begitu besar. Ada kebanggaan tersendiri saat aku sadar bahwa ternyata aku dapat menyaksikan kelahiran Yesus, sang Juruselamat itu. Sekarang, meski aku aku sudah tua, peristiwa itu begitu lekat dalam benakku. Aku tak pernah lupa, bahwa Tuhan yang agung sudi hadir di tengah-tengah manusia. Bahkan aku, si buruk rupa ini, dipilih untuk mengantar-Nya. Ah, kebaikan Tuhan memang tak ada habisnya dan aku yakin ada ribuan rencana Tuhan yang indah, … meski sederhana.
Multi Quote Quote
KEKAYAAN, KESUKSESAN, DAN KASIH SAYANG Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu,kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba Tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu." Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen lading pertanian kita." Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang." Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini." Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? " Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."
Multi Quote Quote
TOSERBA SORGA Saya sedang berjalan sepanjang jalan raya kehidupan beberapa waktu yang lalu. Saya melihat suatu gedung bertuliskan "Toko Serba Ada SORGA". Ketika saya mendekat, pintunya terbuka lebar, kemudian saya masuk. Saya melihat malaikat-malaikat bertugas di situ. Salah satunya memberikan pada saya sebuah keranjang belanja dan berkata, "Anakku, pilihlah barang belanjaanmu dengan cermat. Segala sesuatu yang diperlukan orang Kristen tersedia di sini. Bila kamu tidak sanggup membawanya, kembalilah lagi ke sini." Pertama saya mengambil KESABARAN dan KASIH di rak yang sama. Di rak lain saya mengambil PENGERTIAN, Anda memerlukan semuanya itu di manapun Anda berada. Saya mengambil sekotak KEBIJAKSANAAN, dan dua kantong IMAN. Saya berhenti untuk mengambil beberapa KEKUATAN dan KEBERANIAN untuk membantu saya memenangkan pergumulan saya. Walaupun keranjang saya hampir penuh, saya ingat untuk mengambil beberapa ANUGERAH. Saya tidak lupa akan KESELAMATAN, karena dengan keselamatan kita dimerdekakan. Oleh karena itu saya mengambil secukupnya untuk Anda dan saya. Kemudian saya pergi ke kasir untuk membayar, saya rasa saya telah memperoleh semuanya yang saya perlukan untuk melakukan kehendak Tuhan. Saya menuju ke tempat pembayaran, ketika melewati suatu suatu rak saya melihat DOA, saya mengambilnya karena saya tahu bila saya keluar saya akan bertemu dengan DOSA dan saya akan memerlukannya. DAMAI dan SUKACITA terdapat di rak terakhir. NYANYIAN dan PUJIAN juga ada di situ. Saya mengambil masing-masing satu. Kemudian sambil tersenyum saya bertanya pada Malaikat, "Berapa yang harus saya bayar?" Dia juga tersenyum dan berkata, "Bawa saja barang-barang itu kemanapun Anda pergi!" Saya tersenyum lagi dan bertanya, "Berapa sesungguhnya yang harus saya bayar?" Malaikat itu tersenyum lagi dan berkata, "Anakku, Yesus telah membayar semua keperluan Anda sejak lama berselang."
Multi Quote Quote
KISAH SHAMILA Dulu pernah ada teman bertanya padaku "Seandainya engkau meninggal hari ini kemudian Tuhan bertanya kepada kamu: ‘'Mengapa Aku harus mengijinkan engkau masuk surgaku ?’'" Kira-kira jawabannya ? Ada yg menjawab karena aku telah berbuat baik. ian kalau dipikir lagi, perbuatan baik apa yg bisa kita lakukan ? Kalau kita berbuat baik untuk mendapat surga, apakah itu berbuat baik ? Kalau kita memberi sesorang 500 rupiah untuk mengharap imbalan 1 milyar, apakah itu perbuatan baik ? Kira-kira standar Tuhan masuk surga apa ya , agak baik, setengah baik, atau mutlak baik ? Standar Tuhan adalah sempurna, mutlak baik. Kalau dipikir lagi, bisa nggak ya, manusia ciptaan Tuhan bisa memenuhi standar Tuhan yang sempurna ? Sepertinya manusia tidak akan ada yg dapat memenuhi standar Tuhan yang suci dan sempurna itu. Terus bagaimana ? Sebenarnya surga itu diberikan Tuhan secara cuma-cuma kepada manusia. Surga diberikan bukan karena usaha manusia. Tetapi tidak semua manusia mendapatkan surga itu, mengapa ? Karena dosa. Apakah itu dosa ? Dosa itu berbuat jahat, ini betul. Tidak berbuat baik itu dosa juga lho. Misal ada anak kecil yg tergelincir, dan kita tidak menolong itu juga dosa. So kalau seperti ini, dosa manusia bisa banyak sekali. Misal ada orang yg baik sekali, karena dia baik sekali maka dosanya hanya 3 x sehari. 1 bulan berarti ada 90 dosa, dibulatkan menjadi 100 1 tahun berati ada 1200 dosa dibulatkan menjadi 1000 Andai umur manusia 70 tahun, berarti ada 70.000 dosa. Sehingga manusia yg baik sekali ada 70.000 dosa , bisa masuk surga nggak ya ? Kalau demikian harus ada cara lain supaya manusia bisa selamat dari neraka, dan untunglah ada cara Tuhan. Apakah sifat Tuhan itu ? Tuhan itu maha besar, betul. Tuhan maha adil, betul. Tuhan maha pengasih, betul Kadang-kadang orang berpikir kasih Tuhan itu seperti seorang kakek kepada cucunya. Cucunya mecahin piring, oh gak apa-apa cu, cucunya merusakkan lemari es, gak apa-apa cu, eh cucu lucu. Atau kadang-kadang orang berpikir Tuhan itu seperti polisi, sedikit salah menghukum, sedikit salah lagi menghukum. Sebenarnya Tuhan itu adil dan kasih. Dulu ada penglima pasukan di Rusia namanya Shamila. Karena pemerintahan kaisar waktu itu sangat otoriter maka dia bersama pasukannya lari ke padang gurun untuk melakukan konsolidasi melawan kaisar. Karena ada di padang gurun maka semua makanan harus dihemat supaya seluruh pasukan bisa bertahan hidup. Suatu ketika ada laporan bahwa sekarung beras telah hilang Shamila marah, ia memberi peringatan kepada seluruh pasukannya "Siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali" Hari berikutnya ada sekarung beras lagi yang hilang. Shamila sangat marah kemudian dia memerintahkan pasukannya "Siapapun yang mencurinya, tidak peduli pria atau wanita, muda atau tua harus dihukum cambuk 50 kali." Shamila kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari pencurinya. Beberapa saat kemudian anak buahnya datang : "Panglima ada kabar baik, pencurinya sudah ketemu". Shamila menjawab : "Bagus" Anak buahnya menjawab lagi : "Tetapi ada berita buruknya, Panglima". Shamilla menjawab lagi: "Apa itu ?" Anak buahnya menjawab lagi: "Yang mencuri adalah ibu Panglima". Shamila terdiam, dia bingung, ibunya sudah lanjut usia, kalau diberi hukuman, jangankan 50 kali cambukan, 2 kali cambukan saja ibunya pasti meninggal. Tapi kalau tidak dihukum, ia tidak adil. Akhirnya Shamilla berkata : "Keputusan ditunda besuk pagi" Semalaman ia berpikir keras bagaimana mengambil keputusan. Seluruh pasukan juga bingung, ada yg tidak tega kalau ibunya dihukum, ada yg bersikeras yang bersalah harus dihukum. Akhirnya pagi hari tiba. Seluruh anggota pasukan berkumpul. Semua mata menatap kepada Shamilla menanti keputusan yang akan diambil Shamila maju dan berkata : "Seperti yang sudah ditetapkan yang mencuri beras harus dihukum cambuk 50 kali. Pasukan, bawa pencurinya ke depan". Kemudian pencurinya yang juga ibunya dibawa ke depan. Shamilla berkata "Segera laksanakan hukum cambuk 50 kali". Sesaat sebelum algojo menjalankan cambukan yang pertama, Shamilla berkata:"Stop". Kemudian dia berkata kepada ibunya: "Ibu, aku menyayangi ibu, tapi keadilan harus ditegakkan.Harus ada hukuman untuk suatu pelanggaran." Tiba tiba ia memeluk ibunya dan berkata : "Ibu, aku menyayangi ibu, aku yang akan menggantikan ibu menerima hukuman ini. Ibu jangan mencuri lagi ya". Kemudian dia membawa ibunya ke pinggir. Shamilla berkata kepada algojo : "Algojo cambuk aku 50 kali". Kemudian Shamilla dihukum cambuk 50 kali. Dengan demikian Shamilla sebagai pemimpin mempunyai kasih dan sekaligus menjalankan keadilan. Itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia. Setiap manusia pasti akan mendapatkan hukuman karena dosanya. Tapi Tuhan tidak tega melihat seluruh manusia binasa, sehingga Tuhan mengorbankan diriNya menanggung dosa manusia. Manusia yang mau menerima penggantian hukuman ini menerima keselamatan.
Multi Quote Quote
KUE DARI TUHAN Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake." "Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya. "Bagaimana dgn telur mentah ?" "You''re kidding me, Mom." "Mau coba tepung terigu atau baking soda ?" "Mom, semua itu menjijikkan." Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak." Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...