BULLISH ataukah BEARISH

Indikasi Resesi Ekonomi AS Semakin Nyata Citigroup dan Lehman mencatat kerugian baru akibat subprime Hari Widowati, Bloomberg, Reuters posted by kontan on 12/15/07 SANFRANSISKO. Tanda-tanda resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) kian nyata. Tak kurang dari mantan Gubernur The Federal Reserve Alan Greenspan kembali melontarkan peringatan soal ini. "Mungkin terlalu dini mengatakan bakal terjadi resesi, tetapi indikasinya semakin jelas," kata Greenspan dalam wawancara dengan National Public Radio, Kamis (13/12). Indikasinya, ekspansi ekonomi AS yang berjalan sejak 2001 melesu seiring terpuruknya pasar perumahan tiga tahun terakhir. Konsumsi yang jadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi juga mulai turun. Pendapat Greenspan ini didukung Martin Feldstein, Kepala Biro Riset Ekonomi Nasional AS, yang bertugas mendata siklus perekonomian AS. Senada, mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers juga menaikkan kemungkinan melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Greenspan, yang memimpin The Fed selama 18,5 tahun itu, menilai perekonomian AS rentan terinfeksi penyakit-penyakit ekonomi akibat krisis kredit yang membandel. Namun, tak semua ekonom sepakat dengan pandangan ini. Salah satunya Alan Meltzher, Guru Besar Ekonomi Politik di Carnegie Mellon University, Pittsburgh. "Kita harus melihat pertumbuhan penjualan ritel yang tidak menunjukkan tanda-tanda resesi," ujarnya. Korban subprime berjatuhan Departemen Perdagangan AS memang mengumumkan angka penjualan ritel AS pada November 2007 naik 1,2%. Ini dua kali lipat di atas perkiraan para analis. Meltzher tetap optimistis meski harga energi yang tinggi juga mengancam sektor riil. Tapi prediksi Greenspan bisa jadi benar. Buktinya, korban krisis kredit perumahan berisiko tinggi(subprime mortgage) semakin banyak. Tengoklah Citigroup Inc. Bank beraset terbesar di AS ini memutuskan mengambil alih tujuh structured investment vehicle (SIV)-yang bermasalah. Akibatnya, aset SIV yang diambil alih itu pun dicatatkan sebagai utang senilai US$ 58 miliar. Lembaga pemeringkat internasional Moody''s Investor Service pun langsung memangkas peringkat utang Citigroup menjadi Aa3. Padahal, sehari sebelumnya Moody''s memberikan peringkat Aa2 pada bank tersebut. Lehman Brothers Holding Inc juga mengumumkan pendapatannya pada kuartal keempat 2007 anjlok 11%. Sebab pada kuartal itu, asetnya yang berbasis subprime menyusut sebanyak US$ 830 juta. Sebelum melakukan lindung nilai dan aksi penyelamatan lainnya, penyusutan aset itu pada periode tersebut sempat mencapai US$ 3,5 miliar. Awal pekan ini, Chief Executive Officer (CEO) Wachovia Corp Ken Thomson pun mengaku harus menyisihkan dana talangan US$ 1 miliar untuk menutup kerugian investasinya di subprime.
Multi Quote Quote
RISET EKONOMI Fitch: Inflasi Membayangi Pertumbuhan Ekonomi Asia 2008 posted by kontan on 12/15/07 SINGAPURA. Prospek perekonomian Asia tahun depan masih suram. Kabar buruk ini datang dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings. Dalam risetnya, Jumat (14/12), lembaga rating internasional ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2008 bakal melambat menjadi 7,7%. Ini lebih rendah ketimbang pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini yang diperkirakan mencapai 8,7%. Analis Fitch James McCormack mengatakan, perlambatan ekonomi Asia itu akan terjadi akibat inflasi Asia yang tahun depan diperkirakan naik dari 4,3% pada tahun ini menjadi 4,8% tahun 2008. Sinyal merangkaknya inflasi ini sudah tampak. "Kenaikan harga makanan, energi, dan perumahan sudah terlihat jelas di beberapa negara. Risiko inflasi bakal semakin tajam," kata McCormack. Bank-bank sentral Asia bakal bekerja keras menahan laju inflasi akibat kenaikan harga barang-barang itu. Tapi, tantangan negara-negara Asia berhenti di sini. Mereka pun harus bersiap menghadapi masalah lain yang tak kalah berat. Ekspor negara-negara Asia ke Amerika Serikat (AS) bakal turun seiring melambatnya ekonomi negara adidaya itu. Padahal, sebagian besar negara Asia memiliki ketergantungan pada pasar AS dua kali lipat lebih besar dari negara-negara di benua lain. Kian terbukanya perdagangan dan aliran investasi antar negara-negara Asia ternyata telah membuat perekonomian Asia rentan terhadap faktor eksternal. Asia pun jadi mudah terpengaruh sentimen positif maupun negatif di pasar global. Di balik prospek yang suram itu, ada juga kabar baik. Fitch menilai, perlambatan ekonomi Asia tahun 2008 tidak akan berpengaruh terhadap prospek peringkat utang negara-negara Asia. Lembaga pemeringkat ini masih yakin, sebagian besar negara Asia mampu meningkatkan surplus neraca perdagangannya, sehingga posisi cadangan devisanya tetap tinggi. Lebih rinci, Fitch memperkirakan nilai tukar rupee masih akan menguat terhadap US$. Sejak awal tahun, rupee sudah menguat 12,3% terhadap US$. Soal China, Fitch memperkirakan, pertumbuhan ekonomi nya pada 2008 bakal melambat menjadi 10,1%, dari 11,4% tahun ini. Bank Sentral China juga diperkirakan melanjutkan pengetatan moneternya. Antara lain dengan meningkatkan rasio cadangan bank terhadap simpanannya, dari 13,5% menjadi 14,5% per 25 Desember nanti. Untuk Indonesia, Fitch memprediksi Bank Indonesia bakal memperlambat penurunan suku bunga patokan, BI rate. Hari Widowati, Bloomberg
Multi Quote Quote
MAMPUS DAH LOE AMERIKA BRENGSEK ! Hahaha.. Tapi jadi short semua deh skrg hix2.. GPP LAGH ! :-O ADA DENDAM APA BUNG….ANDA KELOMPOK TERORIS YA?
Multi Quote Quote
bingung…..,bingung…….aku bingung………. :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
Bullish dengan banyak badai, turbulences. Thn 2008 kayanya bursa saham cenderung sideways deh kl liat thn ini dah gain luar biasa gini kok sulit IHSG mau nanjak terus…biar banayk yg IPO thn depan tapi perusahaan2 kelas 2 semua. THn ini aja yg IPO bagus2 tapi harganya pada tidur gitu.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...