KISAH & CERITA YG MEMOTIVATOR

plato pernah berkata….bila seorang pria mendapat istri baik, maka dia akan bahagia…taoi bila ia mendapat istri buruk, ia akan bijaksana… sayangnya itu cuma berlaku buat plato…karena memang sejak semula dia memilih istri yg selalu bersebrangan dgn dirinya….dan dia menganggap istrinya sebagai gurunya…..guru yg selalu menguji kesabarannya… tapi bagi org kebanyakan…bila pria mendapat istri buruk, ya, pasti serasa hidup di neraka….! akhirnyaaaa……cari selingkuhan dia…..! kalau dach gini….akan rumit mencari siapa salah dan siapa benar…..! smile smile smile awal pernikahan adalah berlandaskan nafsu. hal itu nggak bisa dipungkiri. dan itu sah2 aja agar "barang" bisa bangun dan bikin anak. tapi dengan berlalunya waktu, nafsu akan berkurang dan bahkan hilang. interaksi yang terjadi akhirnya lebih condong ke arah kekeluargaan. ikatan seperti itu makin lama makin kuat, apalagi setelah diberkahi anak. suami walaupun udah nggak nafsu dengan istri di kamar tidur, tetap aja akan sangat kehilangan seandainya istrinya minggat atau meninggal, karena istri udah jadi bagian utama dalam kehidupan yang dibangunnya. jadi kebahagiaan berumah tangga bukanlah diukur dari nafsu birahi tapi dari kerukunan dan sikap saling menghargai kedua belah pihak. jarang bertengkar, saling menghormati, bersama2 membesarkan anak. adapun materi adalah faktor pendukung yang cukup mempengaruhi. suatu keluarga yang mapan pasti nggak akan pusing memikirkan caranya mencari nafkah dibandingkan keluarga yang pas2an dan cenderung kekurangan. dan itu mengurangi perdebatan & pertengkaran yang biasa terjadi karena faktor ekonomi. hidup bahagia & harmonis disertai kemakmuran adalah dambaan setiap keluarga di manapun. omong kosong kalau ada yang bilang nggak perlu makmur sejahtera asalkan bahagia. itu hanyalah alasan dari orang2 gagal yang menghibur dirinya sendiri. manusia lahir dan hidup di dunia pasti berusaha menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, secara jasmani & rohani. smile smile smile
Multi Quote Quote
plato pernah berkata….bila seorang pria mendapat istri baik, maka dia akan bahagia…taoi bila ia mendapat istri buruk, ia akan bijaksana… sayangnya itu cuma berlaku buat plato…karena memang sejak semula dia memilih istri yg selalu bersebrangan dgn dirinya….dan dia menganggap istrinya sebagai gurunya…..guru yg selalu menguji kesabarannya… tapi bagi org kebanyakan…bila pria mendapat istri buruk, ya, pasti serasa hidup di neraka….! akhirnyaaaa……cari selingkuhan dia…..! kalau dach gini….akan rumit mencari siapa salah dan siapa benar…..! Ya bro gombal, itulah yang disebut orang bijak, sedang kan didunia ini berapa persen sih orang yang bisa disebut bijak, gw yakin 10 % juga ga bakal ada. Orang bijak pun pada jamannya mau dahulu mau sekarang, akan disebut orang aneh, karena emang dia bukan bagian dari orang dunia pada umumnya. Termasuk bro gombalpun gw yakin sudah masuk orang aneh, mk ga heran kalau saudara2 bro gombal sudah menganggap ga bener. Ibarat minyak dengan air, bagaimana bisa bercampur ? mau dibawa keperdebatan kemana saja ga akan pernah kan minyak dengan air bercampur, kecuali sudah balik masuk ke tanah dan hilang. :peace:
Multi Quote Quote
plato pernah berkata….bila seorang pria mendapat istri baik, maka dia akan bahagia…taoi bila ia mendapat istri buruk, ia akan bijaksana… sayangnya itu cuma berlaku buat plato…karena memang sejak semula dia memilih istri yg selalu bersebrangan dgn dirinya….dan dia menganggap istrinya sebagai gurunya…..guru yg selalu menguji kesabarannya… tapi bagi org kebanyakan…bila pria mendapat istri buruk, ya, pasti serasa hidup di neraka….! akhirnyaaaa……cari selingkuhan dia…..! kalau dach gini….akan rumit mencari siapa salah dan siapa benar…..! smile smile smile awal pernikahan adalah berlandaskan nafsu. hal itu nggak bisa dipungkiri. dan itu sah2 aja agar "barang" bisa bangun dan bikin anak. tapi dengan berlalunya waktu, nafsu akan berkurang dan bahkan hilang. interaksi yang terjadi akhirnya lebih condong ke arah kekeluargaan. ikatan seperti itu makin lama makin kuat, apalagi setelah diberkahi anak. suami walaupun udah nggak nafsu dengan istri di kamar tidur, tetap aja akan sangat kehilangan seandainya istrinya minggat atau meninggal, karena istri udah jadi bagian utama dalam kehidupan yang dibangunnya. jadi kebahagiaan berumah tangga bukanlah diukur dari nafsu birahi tapi dari kerukunan dan sikap saling menghargai kedua belah pihak. jarang bertengkar, saling menghormati, bersama2 membesarkan anak. adapun materi adalah faktor pendukung yang cukup mempengaruhi. suatu keluarga yang mapan pasti nggak akan pusing memikirkan caranya mencari nafkah dibandingkan keluarga yang pas2an dan cenderung kekurangan. dan itu mengurangi perdebatan & pertengkaran yang biasa terjadi karena faktor ekonomi. hidup bahagia & harmonis disertai kemakmuran adalah dambaan setiap keluarga di manapun. omong kosong kalau ada yang bilang nggak perlu makmur sejahtera asalkan bahagia. itu hanyalah alasan dari orang2 gagal yang menghibur dirinya sendiri. manusia lahir dan hidup di dunia pasti berusaha menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, secara jasmani & rohani. smile smile smile betul betul betul bro herman….dan memang itulah kebanyakan yang terjadi….meski seiring waktu segala sesuatunya berubah…. meski perubahan yang terjadi tidak selalu baik….. :peace:
Multi Quote Quote
plato pernah berkata….bila seorang pria mendapat istri baik, maka dia akan bahagia…taoi bila ia mendapat istri buruk, ia akan bijaksana… sayangnya itu cuma berlaku buat plato…karena memang sejak semula dia memilih istri yg selalu bersebrangan dgn dirinya….dan dia menganggap istrinya sebagai gurunya…..guru yg selalu menguji kesabarannya… tapi bagi org kebanyakan…bila pria mendapat istri buruk, ya, pasti serasa hidup di neraka….! akhirnyaaaa……cari selingkuhan dia…..! kalau dach gini….akan rumit mencari siapa salah dan siapa benar…..! Ya bro gombal, itulah yang disebut orang bijak, sedang kan didunia ini berapa persen sih orang yang bisa disebut bijak, gw yakin 10 % juga ga bakal ada. Orang bijak pun pada jamannya mau dahulu mau sekarang, akan disebut orang aneh, karena emang dia bukan bagian dari orang dunia pada umumnya. Termasuk bro gombalpun gw yakin sudah masuk orang aneh, mk ga heran kalau saudara2 bro gombal sudah menganggap ga bener. Ibarat minyak dengan air, bagaimana bisa bercampur ? mau dibawa keperdebatan kemana saja ga akan pernah kan minyak dengan air bercampur, kecuali sudah balik masuk ke tanah dan hilang. :peace: nyeleneh…???? emank sejak remaja opa….seperti ketika teman-2 suka ngeributin cewek….ane malah lebih suka baca…terutama biografi org-2 hebat…..macam mahatma gandhi….martin luther king….bunda theresa dan lain-lain….. entah kenapa secara intuitif ane suka dgn hal-2 yg dipandang "rahasia/terlarang" dalam kehidupan manusia…. dalam benak ane waktu itu semua tentu ada jawabnya….dan ane tidak keberatan bertanya dan berdiskusi dgn banyak org-2 tua yg katanya bijaksana…. ane pernah dikutuk habis-2 an gara-2 tidak percaya bahwa Tuhan berhati kejam….dgn menghukum setiap org yg berbuat salah di neraka kekal….. ane cuman bertanya sederhana….masak org curi ayam dan org bunuh manusia seabreg-abreg hukumannya sama….kekal selamanya….. dalam perspektif ane saat itu….Tuhan tidak seperti yang dituliskan di alkitab….dimana disatu sisi Tuhan bisa demikian kejam…tapi sekaligus penuh kasih sayang….. karena manusia saja tidak bisa punya 2 sisi yg bersebrangan itu sekaligus…… selain itu ane juga pernah berdebat habis-2 an dgn seorang tokoh agama buddha….hanya karena dia mencela ajaran hukum karma….. bagi ane…dia tidak tahu apa-apa…. berdebat sdh jadi napas bagi diri ane sejak muda….ketika kuliah ane setiap hari dikeroyok teman-2 kristen dan islam….. :rofl: :rofl: :rofl: belum lagi berdebat dgn dosen agama….. :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: baru setelah berlatih meditasi dan bertemu guru meditasi yg luar biasa….ane tersadar bahwa perdebatan sungguh tidak ada gunanya……semua hanya sia-sia belaka…kecuali memupuk kebencian dan permusuhan…. makanya ane merasa takjub waktu ada salah satu peserta meditasi di semarang (thn 199smile, sekitar umur 65 thn, yg rajin berlatih meditasi agar menang bila berdebat…. what a waste time…..! jadi, mari kita bertarung merebut cuan dari kantong bandar aja….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
sehubungan dgn kisah khadafi…..ane jadi ingat ada rekan ksc yang sempat membuat trit tentang….mengapa berbuat buruk lebih gampang daripada berbuat baik….???? dalam hal khadafi….yah, dia bisa jadi seorg yg buruk….org dgn kekuasaan yg dianggap menyalahgunakan wewenang…..tapi masak sih si khadafi ini 100% buruk…..????…tidak adakah kebaikan dalam dirinya yg pernah dibagikan pada org-2 disekitarnya….????? ada sebuah aliran kepercayaan yang menggunakansimbol lingkaran yg dipecah jadi dua….hitam dan putih…dimana pada sisi hitam ada setitik warna putih…dan dimana pada sisi putih ada setitik warna hitam….(persis simbol yang dipakai boz Qiu…. smile smile smile ) nama lainnya Im Yang….Yin Yang…atau apalah….smile smile smile pada simbol itu kita diberitahu bahwa sebaik-baiknya orang…dia memiliki kekurangan…dan seburuk-buruknya orang…dia memiliki kemuliaan….. ini berlaku untuk hal-2 lain diluar manusia juga….. jadi, tidak ada yg mutlak dalam hidup ini….itu menurut ajaran tersebut…. tetapi apa yg membuat org mudah berbuat buruk ketimbang berbuat baik….masih belum jelas….dan ane baru mendapat pencerahan ketika mempraktekkan meditasi…. inilah jawabnya…. dalam berlatih meditasi vipassana, pandangan terang, kita diajar untuk melepas….. melepas apa…???? apa saja yang selama ini kita genggam….! kalau kita meyakini bahwa materi membuat kita bahagia….ya, kita belajar melepas konsep itu setelah mengetahui berkali-kali baik melalui pengalaman pribadi maupun org lain bahwa konsep itu hanya berlaku pada tingkatan tertentu…. pada tingkatan yang lebih jauh….konsep itu ternyata menjadi bumerang….. demikian pula dgn konsep cantik/ganteng misalnya….. namun pada prakteknya melepas bukan sesuatu yang mudah… kenapa demikian….???? karena kita sudah terbiasa menggenggam apa saja…. apa-apa yang kita benci dan apa-apa yang kita cintai…. lho, kita menggenggam apa-apa yang kita benci…????…yang bener aja….! silakan dibuktikan….kalau kita tidak suka dgn sesuatu/org….pikiran kita akan tersedot kesitu…..!!!! itulah kenapa ane katakan….benci dan cinta tidak ada bedanya…..!!!! kembali pada kebaikan dan keburukan….. ternyata melalui latihan itu ane menyadari bahwa energi yang dibutuhkan untuk melepas jauh lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk menggenggam…. itulah jawaban yg sama dgn mengapa manusia lebih mudah melakukan keburukan ketimbang kebaikan….! karena untuk melakukan kebaikan…dibutuhkan enregi yg jauh jauh jauh lebih besar ketimbang melakukan kejahatan….. lebih-lebih lagi diera amburadul macam gini….melakukan keburukan akan menjadi semakin dipermudah…..!
Multi Quote Quote
plato pernah berkata….bila seorang pria mendapat istri baik, maka dia akan bahagia…taoi bila ia mendapat istri buruk, ia akan bijaksana… sayangnya itu cuma berlaku buat plato…karena memang sejak semula dia memilih istri yg selalu bersebrangan dgn dirinya….dan dia menganggap istrinya sebagai gurunya…..guru yg selalu menguji kesabarannya… tapi bagi org kebanyakan…bila pria mendapat istri buruk, ya, pasti serasa hidup di neraka….! akhirnyaaaa……cari selingkuhan dia…..! kalau dach gini….akan rumit mencari siapa salah dan siapa benar…..! Ya bro gombal, itulah yang disebut orang bijak, sedang kan didunia ini berapa persen sih orang yang bisa disebut bijak, gw yakin 10 % juga ga bakal ada. Orang bijak pun pada jamannya mau dahulu mau sekarang, akan disebut orang aneh, karena emang dia bukan bagian dari orang dunia pada umumnya. Termasuk bro gombalpun gw yakin sudah masuk orang aneh, mk ga heran kalau saudara2 bro gombal sudah menganggap ga bener. Ibarat minyak dengan air, bagaimana bisa bercampur ? mau dibawa keperdebatan kemana saja ga akan pernah kan minyak dengan air bercampur, kecuali sudah balik masuk ke tanah dan hilang. :peace: nyeleneh…???? emank sejak remaja opa….seperti ketika teman-2 suka ngeributin cewek….ane malah lebih suka baca…terutama biografi org-2 hebat…..macam mahatma gandhi….martin luther king….bunda theresa dan lain-lain….. entah kenapa secara intuitif ane suka dgn hal-2 yg dipandang "rahasia/terlarang" dalam kehidupan manusia…. dalam benak ane waktu itu semua tentu ada jawabnya….dan ane tidak keberatan bertanya dan berdiskusi dgn banyak org-2 tua yg katanya bijaksana…. ane pernah dikutuk habis-2 an gara-2 tidak percaya bahwa Tuhan berhati kejam….dgn menghukum setiap org yg berbuat salah di neraka kekal….. ane cuman bertanya sederhana….masak org curi ayam dan org bunuh manusia seabreg-abreg hukumannya sama….kekal selamanya….. dalam perspektif ane saat itu….Tuhan tidak seperti yang dituliskan di alkitab….dimana disatu sisi Tuhan bisa demikian kejam…tapi sekaligus penuh kasih sayang….. karena manusia saja tidak bisa punya 2 sisi yg bersebrangan itu sekaligus…… selain itu ane juga pernah berdebat habis-2 an dgn seorang tokoh agama buddha….hanya karena dia mencela ajaran hukum karma….. bagi ane…dia tidak tahu apa-apa…. berdebat sdh jadi napas bagi diri ane sejak muda….ketika kuliah ane setiap hari dikeroyok teman-2 kristen dan islam….. :rofl: :rofl: :rofl: belum lagi berdebat dgn dosen agama….. :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: baru setelah berlatih meditasi dan bertemu guru meditasi yg luar biasa….ane tersadar bahwa perdebatan sungguh tidak ada gunanya……semua hanya sia-sia belaka…kecuali memupuk kebencian dan permusuhan…. makanya ane merasa takjub waktu ada salah satu peserta meditasi di semarang (thn 199smile, sekitar umur 65 thn, yg rajin berlatih meditasi agar menang bila berdebat…. what a waste time…..! jadi, mari kita bertarung merebut cuan dari kantong bandar aja….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl: Sipp deh, semua itu butuh hikmat dan kebijaksanaan yang semakin tinggi akan semakin bijak. Gw dhl juga sukanya mirip2 anda, bedanya gw ga mau memperdebatkan saja, paling gw tinggal pergi sambil senyum, hahahaha………. Lebih baik cari cuan di manapun bisa, yang penting bikin hati tentram. Kalau sdh menyadari hidup ini indah, jangan dikotori sama sampah , hahahahaha….. sederhana saja masa TK = SMA, ya ga usah ada pendidikan saja sudah, yg Profesor saja masih mau belajar terus.( sempat gw tanya canda keteman2 gw yg prof, lu itu mau jadi prof. gila atau gimana, jwbnya sederhana, mumpung blom mati ! ) :peace: smile) smile) smile) :peace:
Multi Quote Quote
smile smile smile @bro gombal: don''t worry, manusia dinilai bukan dari masa lalunya, tapi di masa sekarang. jadi nggak masalah dulu ente "nyeleneh" (malah kalau nggak salah mau jadi pemuka agama tertentu ya?) tapi sekarang ‘'kan udah "normal" lagi dan punya anak istri. he he he…! sama halnya seperti orang2 yang mengaku dulunya sukses secara financial, tapi yang terlihat dan dinilai adalah keadaannya sekarang, apakah tetap makmur atau malah kekurangan. it’'s all about time. kita diberi waktu untuk berkompromi dengan perubahan dan kedinamisan. tinggal bagaimana kita menyikapinya agar diri kita bisa ikut berubah menjadi yang lebih baik dalam segala aspek & bidang, dalam jasmani & rohani. selama masih diberi hidup dan masih dalam masa produktif, kita manfaatkan untuk menjadi yang jauh2 lebih baik lagi. berpuas diri dan pasrah atas keadaan diri yang sekarang adalah sifat orang yang udah mati, itu kata2 motivator yang sering mengadakan seminar2 di hotel atau televisi. smile smile smile
Multi Quote Quote
mari kita hajar bd STAR n APIC rame-rame….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
dfgdfg
Multi Quote Quote
smile smile smile @bro gombal: don''t worry, manusia dinilai bukan dari masa lalunya, tapi di masa sekarang. jadi nggak masalah dulu ente "nyeleneh" (malah kalau nggak salah mau jadi pemuka agama tertentu ya?) tapi sekarang ‘'kan udah "normal" lagi dan punya anak istri. he he he…! sama halnya seperti orang2 yang mengaku dulunya sukses secara financial, tapi yang terlihat dan dinilai adalah keadaannya sekarang, apakah tetap makmur atau malah kekurangan. it’'s all about time. kita diberi waktu untuk berkompromi dengan perubahan dan kedinamisan. tinggal bagaimana kita menyikapinya agar diri kita bisa ikut berubah menjadi yang lebih baik dalam segala aspek & bidang, dalam jasmani & rohani. selama masih diberi hidup dan masih dalam masa produktif, kita manfaatkan untuk menjadi yang jauh2 lebih baik lagi. berpuas diri dan pasrah atas keadaan diri yang sekarang adalah sifat orang yang udah mati, itu kata2 motivator yang sering mengadakan seminar2 di hotel atau televisi. smile smile smile bro herman :shameonyou:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...