.... ADA APA DGN CPRO .... ??

managemen BUSUK
Multi Quote Quote
Yang lain naik kenceng dia masih ngedon di 50 smile)
Multi Quote Quote
Central Proteinaprima menderita rugi bersih Rp407,18 miliar per desember 2008 dibanding laba bersih Rp357,79 miliar di periode tahun sebelumnya. Penjualan bersih naik jadi Rp8,16 triliun dari Rp6,12 triliun dan laba usaha menjadi Rp592,83 miliar dari Rp459,83 miliar. Beban lain-lain bersih sebesar Rp1,09 triliun naik akibat selisih kurs dan beban keuangan dari Rp34,73 miliar membuat rugi sebelum pajak menjadi Rp508,44 miliar dari laba sebelum pajak sebelumnya Rp427,50 miliar.
Multi Quote Quote
Habis akuisisi DIPASENA bukannya untung malah BUNTUNG…
Multi Quote Quote
Saham busuk!!!! Hueehhh…
Multi Quote Quote
udah semakin di maki…. entar ga bangun 2 lho… harusnya di beri semangat…. mangkannya hobi makan udang dong…. dikit2 mbantu ha2….
Multi Quote Quote
Apa emang laporan keuangan nya di bikin rugi terus ? http://www.msnhiddenemoticons.com/Library/extra_large/hawki/default/eek.gif
Multi Quote Quote
MASIH DIBAHAS JUGA SAHAM BUSUK INI?????????????????
Multi Quote Quote
INILAH.COM, Jakarta - Perseteruan antara PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) dengan PT Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI), melalui pendirinya, Lin Che Wei, rupanya masih akan semakin berlarut. CPRO sebagai pihak yang merasa dirugikan, membeberkan fakta-fakta untuk menyanggah apa yang telah disuarakan Lin Che Wei terkait penawaran umum Terbatas I (PUT I). Dalam siaran pers yang dilansir CPRO, Rabu (1/4), dipaparkan bahwa dengan adanya aksi Penawaran Umum Terbatas I (PUT I/Right Issue) maka leverage neraca keuangan dengan net gearing ratio (DER plus bunga) yang sudah mencapai 2,85X, maka akan turun menjadi 1,40X dan peluang pelanggaran atas isi kesepakatan pinjaman dengan kreditur bisa terhindarkan. Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan rendahnya rasio tersebut, maka perseroan akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dari bank agar kegiatan usaha dapat terus berjalan dan hal ini akan menguntungkan pemegang saham. CPRO menilai Lin Che Wei tidak memiliki kompetensi untuk memberikan komentar terkait perhitungan DER CPRO, pasalnya perhitungan tersebut hanya boleh dilakukan oleh pihak yang bertindak sebagai kreditur perseroan. Sementara itu, pernyataan yang dikeluarkan Lin Che Wai tentang subloan tanpa bunga yang tidak membebani CPRO, merupakan pernyataan yang salah total. Alasannya, pembayaran pinjaman tersebut harus dalam bentuk tunai dan ini akan menggerus kas perseroan. Namun dengan adanya konversi, maka kas perseroan tidak akan tergerus dan bisa digunakan untuk pembayaran dividen pemegang saham, termasuk minoritas. Untuk harga PUT I yang dinilai rendah, perseroan menyatakan bahwa ada batasan yang harus dipenuhi dalam menetapkan harga untuk PUT, yang antara lain Par Value dari harga saham perseroan sendiri di posisi Rp 100. Sedangkan dengan adanya kemungkinan terdelusinya persentase kepemilikan saham, terutama bagi pemegang saham minoritas, jumlah investasi para pemegang saham tetap bergantung pada pergerakan saham di bursa. Artinya, ketika kondisi pasar membaik maka peluang return-on-investment akan meningkat dan memberi keuntungan sangat besar. Oleh karena itu, argumen Lin Che Wei sangat tidak logis karena dia adalah analis pasar modal, dan terindikasi sekali bahwa ada upaya untuk mengedepankan kepentingan pemegang Obligasi Red Dragon Pte. Ltd. Sebelumnya, IRAI memberikan keterangan kepada publik bahwa PUT I yang akan dilakukan CPRO tidak akan menguntungkan pemegang saham publik karena harganya yang terlalu rendah, dan itu akan mendilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham minoritas.
Multi Quote Quote
saatnya tinggal landas, ada yang tau ngak tadi ane cek di ksei, cpro-w, -w2,-w3 dan w4 kok harganya sama yah yaitu 100, mana yang bener nih????
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...