.... ADA APA DGN CPRO .... ??

agree smile)
Multi Quote Quote
Haha.. kok pikirannya pada sama semua ya? :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
kalau emang besok terbang jangan dilupakan anak-anaknya ya…masih discount abizzz tuh terutama anak ke-3 dan 4nya
Multi Quote Quote
Besok Jum''at katanya ada RUPSLB CPRO agenda apa ya ?
Multi Quote Quote
Agenda RUPSLB CPRO pada tanggal 06-07-2007 1. Persetujuan atas Pembelian oleh Perseroan atas aktiva tetap yang dibeli 2. Hal-hal lain
Multi Quote Quote
AS Cekal Udang Tiongkok, Ekspor RI Bakal Naik \r\n\r\nJAKARTA, Investor Daily\r\nBadan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) mencekal masuk udang dan produk seafood yang lain dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kebijakan Negeri Paman Sam itu bakal mendongkrak ekspor produk perikanan Indonesia. \r\n\r\nDemikian rangkuman wawancara Investor Daily dengan Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto serta pengamat perikanan dan kelautan Luky Adriantoyo di Jakarta, Selasa (3/7).\r\n\r\n“Sebelumnya, Tiongkok dinyatakan melakukan dumping oleh Amerika Serikat (AS) sehingga udangnya kena bea masuk (BM) tinggi, 10-50%. Sanksi antidumping dan pelarangan impor udang asal Tiongkok yang diberlakukan AS akan meningkatkan ekspor udang Indonesia di AS dan negara-negara maju yang memberlakukan kebijakan yang sama,” kata Iwan.\r\n\r\nSelain Tiongkok, banyak produsen udang besar kena sanksi antidumping AS, seperti Thailand, Vietnam, India, Meksiko dan Brasil. Sementara itu, Indonesia yang tidak melakukan dumping udang tidak kena BM di AS.\r\n\r\nSementara itu, Pemerintah AS menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan masuk udang dan produk seafood lain asal Tiongkok, sebelum eksportir bisa membuktikan komoditas itu bebas dari kontaminasi zat berbahaya. Volume ekspor seafood Tiongkok ke AS mencapai lebih dari 1 miliar pound tahun lalu.\r\n\r\nIwan menjelaskan, selama ini Tiongkok dan Thailand merupakan eksportir terbesar di Amerika serikat, diikuti Indonesia dan negara lain. Berdasarkan data National Marine Fisheries Service dan Fisheries of the United States, Tiongkok menguasai 18% pasar seafood impor di AS, disusul Kanada (14%), Thailand (14%), Chili (6%), Ekuador (5%) dan Indonesia (5%). \r\n\r\nDia mengungkapkan, ekspor udang Indonesia ke AS mencapai 30% dari total impor udang negeri itu. “Bila udang Tiongkok makin sulit masuk AS, kita mempunya kesempatan besar untuk mengambil pasar mereka, asal yang diekspor benar-benar produksi Indonesia, bukan udang yang diimpor dari negara lain,” ucapnya. \r\n\r\nIwan mengingatkan, pemerintah harus mencegah praktik ekspor yang menggunakan bahan baku dari udang impor. Itulah sebabnya, pemerintah harus tetap mempertahankan kebijakan larangan impor udang. \r\n\r\n“Selain untuk menjaga harga dan kesejahteraan petambak udang, kebijakan membuka impor udang bisa membahayakan posisi Indonesia sebagai produsen udang. Sebab, ada kemungkinan nama Indonesia dipinjam negara lain yang kena sanksi dumping dan pencekalan lewat para ‘tukang tadah’,” tegasnya. \r\n\r\nSelain itu, larangan impor juga melindungi produksi udang dalam negeri dari penyakit menular dan kontaminasi antibiotik. Luky menambahkan, kebijakan impor udang sebaiknya tidak dilakukan Indonesia.\r\n\r\nLuky mengingatkan, pemerintah harus mendorong petambak dalam negeri untuk memanfaatkan peluang besar mengisi kekosongan udang Tiongkok di pasar AS. Potensi pasar ini tidak boleh disia-siakan oleh Indonesia dengan justru menjadi negara reeksporproduk Tiongkok ke AS. \r\n\r\n“Kesempatan bagus itu harus dimanfaatkan Indonesia dengan meningkatkan produksi udang dalam negeri. Negeri ini harus menjadi shrimp producer bukan shrimp trader, sehingga bisa memperbesar perolehan devisa dan menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan petambak dan industri dalam negeri,” kata Luky.\r\n\r\nSebelumnya, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida mengatakan, pemerintah akan mulai membuka keran impor udang yang sudah diberlakukan sejak 2005. Impor udang dibolehkan untuk jenis monodon (udang windu) dan stylirostris (udang biru), sementara itu jenis vaname dan udang windu putih asal Amerika Latin masih dilarang. Pembukaan keran impor udang itu bersamaan dengan dimulainya revitalisasi tambak udang terbesar di Indonesia Dipasena.\r\n \r\nMenyebabkan Kanker\r\n\r\nPemerintah AS menyatakan, produk ikan budidaya dan udang asal Tiongkok tidak aman untuk komsumen AS. FDA memaparkan, Badan Pengawas Impor AS kembali menemukan adanya kontaminasi zat antimicrobal di kapal pengangkut seafood Tiongkok. Zat ini dilarang digunakan di AS.\r\n\r\nBadan tersebut juga ditemukan pula penggunaan zat antimicrobial nitrofuran dan malachite green yangdapat memicu kanker, padahal zat ini juga dilarang di Tiongkok. Selain itu, FDA menemukan kandungan zat kimia fluoroquinolones yang dilarang digunakan di AS, namun legal digunakan di Tiongkok. \r\n\r\nTiongkok merupakan negara produsen seafood hasil budidaya yang terbesar di dunia, yang memasok 70% total produksi global. (c107/en)
Multi Quote Quote
ayo 700 :siul: :siul: :siul:
Multi Quote Quote
Sudah ada berita hasil RUPS nya pagi ini? Bagi info dong kalu ada sdh dpt
Multi Quote Quote
udah 680
Multi Quote Quote
Setelah breakout 660, saatnya CPRO melaju. Urusan Dipasena lancar. CPRO memasuki era baru menuju 750, kemudian baru lanjut ke 1000.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...