MONEY MANAGEMENT, koq ga ada yg bahas ??

yah … saya sih setali tiga uang … keep to fundamental .. dalam long term hasilnya lumayan kelihatan … sangat outperform index … On average berapa cash/aset ratio anda bung funda? Apakah selalu ada keinginan untuk time the market? hmm … tahun ini cuma sekali aja sih ane "time the market", bung goku… sebenarnya ngak bener2 time the market … cuma take out cash aja .. soalnya rasio saham ane terhadap total asset (e.g. cash/saham/ppty/deposito) pernah sampai di atas 80% an … jadi take cash sebagian supaya rasio saham terhadap aset turun … tapi gara2 bull marketnya belum over … ini rasio saham/aset naik kembali hampir menyentuh 80% lagi … smile anggap aja middle way … take out cash supaya ada rasa aman .. kalau market crash kan masih bisa hidup bbrp tahun ke depan without selling stocks smile Selama ini pengalaman pribadi saya memang percuma time the market…, yah setidaknya untuk 2 tahun ini potential gain jika tidak time the market definitely outweigh any potential loss. Saya mungkin lebih bearish daripada anda…, cash/asset ratio = 60%, up from 30% in september/october, tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu… Thx for sharing! :peace:
Multi Quote Quote
tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu. Sebenarnya sekarang yang di Stock di NYSE dan Nasdaq malah sedang cukup murah dibanding dengan yang di Indo. XOM(Exon), PTR (Petro China). sekalian buat hedging, karena investasiminyak mereka tidak di 1-2 negara saja, tapi di banyak negara.
Multi Quote Quote
yah … saya sih setali tiga uang … keep to fundamental .. dalam long term hasilnya lumayan kelihatan … sangat outperform index … On average berapa cash/aset ratio anda bung funda? Apakah selalu ada keinginan untuk time the market? hmm … tahun ini cuma sekali aja sih ane "time the market", bung goku… sebenarnya ngak bener2 time the market … cuma take out cash aja .. soalnya rasio saham ane terhadap total asset (e.g. cash/saham/ppty/deposito) pernah sampai di atas 80% an … jadi take cash sebagian supaya rasio saham terhadap aset turun … tapi gara2 bull marketnya belum over … ini rasio saham/aset naik kembali hampir menyentuh 80% lagi … smile anggap aja middle way … take out cash supaya ada rasa aman .. kalau market crash kan masih bisa hidup bbrp tahun ke depan without selling stocks smile Selama ini pengalaman pribadi saya memang percuma time the market…, yah setidaknya untuk 2 tahun ini potential gain jika tidak time the market definitely outweigh any potential loss. Saya mungkin lebih bearish daripada anda…, cash/asset ratio = 60%, up from 30% in september/october, tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu… Thx for sharing! :peace: sebenarnya di indo saham2 saya sih udah ngak banyak … palingan 15% dari total portfolio saham saya … skrg sih kebanyakan di singapore. Masih banyak saham2 pe murah (i am talking about pe 2-3x with div yield > 5 % … ) . yah begitulah saya … biasanya suka saham2 yang div yield tinggi dan pe murah (dan balance sheet kuat) .. ibarat kongsian dagang aja … susah bilang kapan market crash … i just go with the flow … smile
Multi Quote Quote
jika semakin banyak orang seperti funda ini akan membahayakan kelangsungan bursa saham sebab … jika semua retail dikit dikit langsung cabut duitnya dari market, lah … pas crash nanti … mereka langsung pesta pora borong saham murah ini benar benar harus dicegah … karena tujuan utama dari market crash adalah untuk mengeruk duit retail dan kelas menengah sebanyak banyaknya dalam tempo yang sesingkat singkatnya caranya ??? semua orang pasti ada fear dan greed, jadi jika tiap hari market dibikin naik terus dan terus dan terus … lama lama pasti greed khan, awal awal memang nyemplung cuma dikit dikit setelah kelamaan dan dirasa nothing to be fear again, celup lah semua dana di saham ditambah margin disaat itulah KAMU DIBANTAI !!! karena jika tidak merampok dan menjarah kaum retail dan kelas menengah, mau cari duit darimana lagi smile smile smile hehe… ngak baik lah kalau chase terus saham ke high nya … nanti kalau crash cuma bisa bengong … smile sebenarnya sih bukan soal ngerampok dari kelas ritel … tapi ritelnya ngak riset saham dengan teliti dulu sebelum beli … :p sejak dulu bandar ama sekuritas udah kerja sama kok .. jebak ritel2 …contohnya sekuritas2 yg dulu bikin riset TRUB target cenggo :rofl: kalau ngak mau dijebak yah mesti pintar2 cari saham bagus DAN murah :evil :evil :rofl:
Multi Quote Quote
tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu. Sebenarnya sekarang yang di Stock di NYSE dan Nasdaq malah sedang cukup murah dibanding dengan yang di Indo. XOM(Exon), PTR (Petro China). sekalian buat hedging, karena investasiminyak mereka tidak di 1-2 negara saja, tapi di banyak negara. that''s right. untuk saham minyak check out too: total pe 8x div yield 5.6% sinopec pe 7x yield 2-3% saham2 bank malah skrg udah mulai murah di hkse … bank of china pe 9x bank of communication pe 8x ..
Multi Quote Quote
yah … saya sih setali tiga uang … keep to fundamental .. dalam long term hasilnya lumayan kelihatan … sangat outperform index … On average berapa cash/aset ratio anda bung funda? Apakah selalu ada keinginan untuk time the market? hmm … tahun ini cuma sekali aja sih ane "time the market", bung goku… sebenarnya ngak bener2 time the market … cuma take out cash aja .. soalnya rasio saham ane terhadap total asset (e.g. cash/saham/ppty/deposito) pernah sampai di atas 80% an … jadi take cash sebagian supaya rasio saham terhadap aset turun … tapi gara2 bull marketnya belum over … ini rasio saham/aset naik kembali hampir menyentuh 80% lagi … smile anggap aja middle way … take out cash supaya ada rasa aman .. kalau market crash kan masih bisa hidup bbrp tahun ke depan without selling stocks smile Selama ini pengalaman pribadi saya memang percuma time the market…, yah setidaknya untuk 2 tahun ini potential gain jika tidak time the market definitely outweigh any potential loss. Saya mungkin lebih bearish daripada anda…, cash/asset ratio = 60%, up from 30% in september/october, tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu… Thx for sharing! :peace: sebenarnya di indo saham2 saya sih udah ngak banyak … palingan 15% dari total portfolio saham saya … skrg sih kebanyakan di singapore. Masih banyak saham2 pe murah (i am talking about pe 2-3x with div yield > 5 % … ) . yah begitulah saya … biasanya suka saham2 yang div yield tinggi dan pe murah (dan balance sheet kuat) .. ibarat kongsian dagang aja … susah bilang kapan market crash … i just go with the flow … smile Fun, selama ini pembayaran dividen itu menurut kamu lumayan reliable atau tidak? tentang kualitas lap keu, menurut kamu apakah persh2 singapore solid? atau terlalu banyak monetize kaya di amrik…
Multi Quote Quote
yah … saya sih setali tiga uang … keep to fundamental .. dalam long term hasilnya lumayan kelihatan … sangat outperform index … On average berapa cash/aset ratio anda bung funda? Apakah selalu ada keinginan untuk time the market? hmm … tahun ini cuma sekali aja sih ane "time the market", bung goku… sebenarnya ngak bener2 time the market … cuma take out cash aja .. soalnya rasio saham ane terhadap total asset (e.g. cash/saham/ppty/deposito) pernah sampai di atas 80% an … jadi take cash sebagian supaya rasio saham terhadap aset turun … tapi gara2 bull marketnya belum over … ini rasio saham/aset naik kembali hampir menyentuh 80% lagi … smile anggap aja middle way … take out cash supaya ada rasa aman .. kalau market crash kan masih bisa hidup bbrp tahun ke depan without selling stocks smile Selama ini pengalaman pribadi saya memang percuma time the market…, yah setidaknya untuk 2 tahun ini potential gain jika tidak time the market definitely outweigh any potential loss. Saya mungkin lebih bearish daripada anda…, cash/asset ratio = 60%, up from 30% in september/october, tapi mungkin juga karena portfolio saya terkonsentrasi di Indo. US portfolio udah saya bersihin 6 bulan lalu… Thx for sharing! :peace: sebenarnya di indo saham2 saya sih udah ngak banyak … palingan 15% dari total portfolio saham saya … skrg sih kebanyakan di singapore. Masih banyak saham2 pe murah (i am talking about pe 2-3x with div yield > 5 % … ) . yah begitulah saya … biasanya suka saham2 yang div yield tinggi dan pe murah (dan balance sheet kuat) .. ibarat kongsian dagang aja … susah bilang kapan market crash … i just go with the flow … smile Fun, selama ini pembayaran dividen itu menurut kamu lumayan reliable atau tidak? tentang kualitas lap keu, menurut kamu apakah persh2 singapore solid? atau terlalu banyak monetize kaya di amrik… singapore sih lumayan conservative perusahaan2nya … tapi kembali lagi ke track record perusahaan … namanya hukum itu cuma bisa proteksi kita sebagian … sebagian lagi mesti pakai riset … umpama track record perusahaan, gearing, dividend payout ratio, suka right issue ngak … contohnya kalau right issue kan ngak melanggar hukum .. yg namanya right issue itu bukan cuma bakrie doang yang bisa … perusahaan2 di bursa mana aja bisa gitu … smile
Multi Quote Quote
2 Aturan Manajemen Modal yang Harus Anda Patuhi\r\n\r\nSurvei membuktikan bahwa banyak pemain saham yang rugi! Anda sudah siap menghadapi “cobaan” di bursa saham, Anda tahu analisa teknikal, dan Anda sering benar, tapi kenapa Anda masih rugi? Mungkin Anda belum mengetahui dua aturan manajemen modal ini.\r\n\r\nBagi Anda pemain saham baru, memiliki banyak saham sekaligus sungguh memusingkan. Anda bingung mana yang mau dijual, mana yang mau dibeli, dan berapa lot… Pusing juga karena harga saham yang naik dan turun dengan cepat.\r\n\r\nBagaimanapun, manajemen modal ini perlu dilakukan secara otomatis, dan harus Anda patuhi kalau Anda ingin terus berada di pasar modal untuk waktu yang lama.\r\n\r\nAnda harus mengetahui dua aturan sakral ini.\r\n\r\nAturan 2%\r\n\r\nAturan 2% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil resiko dalam satu posisi melebihi 2% dari modal Anda.\r\n\r\nIlustrasinya begini. Contohnya Anda sedang memperhatikan saham BUMI karena mendapat bocoran dari teman, bahwa teman dari temannya (friend of friend of friend), yang katanya bandar akan segera mengangkat saham tersebut.\r\n\r\nAnda tertarik, dan Anda baca dari situs ini atau situs lainnya katanya BUMI sudah golden cross. Singkatnya, Anda mau beli saham BUMI.\r\n\r\nKita misalkan saja modal Anda Rp.50jt. Pertama-tama Anda harus hitung 2% dari Rp.50jt, yaitu Rp.1jt. Uang sejumlah satu juta rupiah itu saja yang bisa Anda resikokan dalam saham BUMI tersebut, dan ini berlaku untuk posisi apapun.\r\n\r\nOK, kita kembali ke kasus saham BUMI. Anda melihat di pasar saham BUMI sedang diperdagangkan di angka 2300. Berapa lot Anda harus beli ya? Dari grafik yang Anda pelajari, Anda melihat MA20 saham BUMI ada di 2000, dan Anda memutuskan jika BUMI sampai menyentuh angka 2000, maka Anda harus cut loss (trader harus cut loss).\r\n\r\nJadi, ada selisih 300 antara harga pembelian Anda dengan harga cut loss Anda jika Anda terbukti salah. Jadi berapa maksimum Anda boleh membeli saham BUMI? Bagi satu juta Anda tadi dengan 300, maka Anda mendapatkan angka 3.333 lembar saham. Satu lot adalah 500 lembar saham, jadi Anda maksimum cuma boleh beli 6 lot. Maksimum!\r\n\r\nAndaikan BUMI benar turun sampai 2000, Anda harus segera cut loss sesuai dengan rencana Anda sebelumnya.\r\n\r\nBegitu juga dengan saham lainnya. Kita lanjutkan proses pemikirannya. Kemudian Anda melirik saham ADRO, karena katanya fundamentalnya lebih bagus dari BUMI dan uang Anda baru terpakai sedikit jadi bisa beli lagi.\r\n\r\nADRO sedang ditawarkan di harga 2100. Anda melihat support berada di 2000. Berapa Anda boleh beli ADRO? Coba Anda hitung dulu… Kami tunggu.\r\n\r\nSatu juta dibagi selisih, yaitu 100, didapat 10.000. Jadi Anda boleh membeli 20 lot ADRO. Maksimal! Anda putuskan mau beli 10 lot saja, boleh saja. Tapi kalau 25 lot, tidak boleh!\r\n\r\nDan begitu seterusnya sampai Anda terbentur aturan yang kedua di bawah ini.\r\n\r\nAturan 6%\r\n\r\nAturan 6% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil seluruh total resiko pada posisi lebih dari 6% dari modal Anda.\r\n\r\nArtinya apa? Jika modal Anda Rp.50jt seperti contoh kita di atas, maka seluruh resiko posisi Anda jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 6% x Rp.50jt yaitu Rp3jt.\r\n\r\nMari kita ilustrasikan. Misalkan posisi Anda begini: Modal Rp.50jt. Anda memegang saham BUMI 6 lot di harga 2300 dengan support 2000, ADRO 20 lot@2100 dengan support 2000, dan TLKM 2 lot @8900 dengan support 8000. Anda baru menghabiskan modal Anda sebesar Rp.36.800.000, bolehkah Anda menambah saham lagi?\r\n\r\nKita hitung resiko dulu:\r\n\r\nBUMI: 6 x 500 x Rp.300 = Rp.900.000.\r\nADRO: 20 x 500 x Rp.100 = Rp.1.000.000.\r\nTLKM: 2 x 500 x Rp.900 = Rp.900.000.\r\n\r\nTotal Resiko: Rp.2.800.000.\r\n\r\nAnda cuma boleh menambah resiko sebesar Rp.200.000 lagi. Misalkan nantinya Anda mau membeli ENRG di harga 160 dengan support 150, maka Anda cuma boleh beli maksimal: Rp.200.000/10 = 20.000 lembar atau 40 lot, walaupun modal Anda masih sisa.\r\n\r\nKapan Anda boleh menambah posisi? Jika saham Anda sudah bergerak meninggalkan resikonya dan Anda memasang trailing stop, menaikkan batas cutloss Anda ke harga pembeliannya.\r\n\r\nSebagai contoh, setelah tiga hari, ADRO mencapai harga Rp.2400, sedangkan yang lain tidak bergerak (misalnya!) dan Anda memutuskan menaikkan trailing stop ke harga pembelian yaitu Rp.2100, dimana Anda bilang kepada diri Anda tidak akan membiarkan ADRO jatuh di bawah 2100 di situ Anda akan jual!\r\n\r\nMaka Anda mendapat lagi kesempatan untuk menambah resiko sebesar Rp.1.000.000,-. Pokoknya selama total resiko tidak lebih besar dari tiga juta, Anda boleh tambah posisi!\r\n\r\nTapi, pada suatu ketika, pasar benar-benar melawan Anda dan Anda harus cut loss di semua posisi hingga Anda rugi tiga juta rupiah, apa yang harus Anda lakukan? Anda harus tutup semua posisi terbuka Anda dan Anda tidak boleh bertransaksi sampai bulan berikutnya sambil mereview sistem Anda.\r\n\r\nAnda diperbolehkan trading bohong-bohongan. Hal ini menghindarkan Anda dari market crash dan kesalahan sistem yang akut. Anda harus terus menerus belajar dan beradaptasi di pasar modal karena pasar selalu berubah. Anda butuh waktu. Dengan aturan 6% ini, setidaknya Anda butuh lebih dari satu setengah tahun untuk bangkrut jika Anda rugi terus menerus… Bandingkan dengan orang lain yang mungkin cuma butuh satu bulan untuk bangkrut dengan terus menerus average down.\r\n\r\nMengenai Margin Trading\r\n\r\nSebagai penutup, bagi pemain baru, jangan pernah tergoda untuk mengambil margin, karena margin akan mengekspos lebih banyak modal Anda kepada resiko. Anda boleh saja mengambil margin jika semua posisi Anda sudah bebas resiko, artinya Anda bermain dengan uang market. Tapi jangan perlakukan margin untuk mendapatkan uang dengan cepat. Hasilnya, nanti uang Anda yang habisnya cepat!\r\n\r\nPatuhi aturan 2% dan 6%! Ini akan menyelamatkan hidup finansial Anda.\r\n\r\nSudahkah Anda memanajemeni portfolio Anda dengan baik?
Multi Quote Quote
klo MM menurut saya, porsi saham 60% bond $40% pas kondisi market undervalued (contohnya abis krisis 2008 - subprime mortgage) dan sebaliknya klo market lg overvalued. fokus 5-15 saham
Multi Quote Quote
2 Aturan Manajemen Modal yang Harus Anda Patuhi\r\n\r\nSurvei membuktikan bahwa banyak pemain saham yang rugi! Anda sudah siap menghadapi “cobaan” di bursa saham, Anda tahu analisa teknikal, dan Anda sering benar, tapi kenapa Anda masih rugi? Mungkin Anda belum mengetahui dua aturan manajemen modal ini.\r\n\r\nBagi Anda pemain saham baru, memiliki banyak saham sekaligus sungguh memusingkan. Anda bingung mana yang mau dijual, mana yang mau dibeli, dan berapa lot… Pusing juga karena harga saham yang naik dan turun dengan cepat.\r\n\r\nBagaimanapun, manajemen modal ini perlu dilakukan secara otomatis, dan harus Anda patuhi kalau Anda ingin terus berada di pasar modal untuk waktu yang lama.\r\n\r\nAnda harus mengetahui dua aturan sakral ini.\r\n\r\nAturan 2%\r\n\r\nAturan 2% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil resiko dalam satu posisi melebihi 2% dari modal Anda.\r\n\r\nIlustrasinya begini. Contohnya Anda sedang memperhatikan saham BUMI karena mendapat bocoran dari teman, bahwa teman dari temannya (friend of friend of friend), yang katanya bandar akan segera mengangkat saham tersebut.\r\n\r\nAnda tertarik, dan Anda baca dari situs ini atau situs lainnya katanya BUMI sudah golden cross. Singkatnya, Anda mau beli saham BUMI.\r\n\r\nKita misalkan saja modal Anda Rp.50jt. Pertama-tama Anda harus hitung 2% dari Rp.50jt, yaitu Rp.1jt. Uang sejumlah satu juta rupiah itu saja yang bisa Anda resikokan dalam saham BUMI tersebut, dan ini berlaku untuk posisi apapun.\r\n\r\nOK, kita kembali ke kasus saham BUMI. Anda melihat di pasar saham BUMI sedang diperdagangkan di angka 2300. Berapa lot Anda harus beli ya? Dari grafik yang Anda pelajari, Anda melihat MA20 saham BUMI ada di 2000, dan Anda memutuskan jika BUMI sampai menyentuh angka 2000, maka Anda harus cut loss (trader harus cut loss).\r\n\r\nJadi, ada selisih 300 antara harga pembelian Anda dengan harga cut loss Anda jika Anda terbukti salah. Jadi berapa maksimum Anda boleh membeli saham BUMI? Bagi satu juta Anda tadi dengan 300, maka Anda mendapatkan angka 3.333 lembar saham. Satu lot adalah 500 lembar saham, jadi Anda maksimum cuma boleh beli 6 lot. Maksimum!\r\n\r\nAndaikan BUMI benar turun sampai 2000, Anda harus segera cut loss sesuai dengan rencana Anda sebelumnya.\r\n\r\nBegitu juga dengan saham lainnya. Kita lanjutkan proses pemikirannya. Kemudian Anda melirik saham ADRO, karena katanya fundamentalnya lebih bagus dari BUMI dan uang Anda baru terpakai sedikit jadi bisa beli lagi.\r\n\r\nADRO sedang ditawarkan di harga 2100. Anda melihat support berada di 2000. Berapa Anda boleh beli ADRO? Coba Anda hitung dulu… Kami tunggu.\r\n\r\nSatu juta dibagi selisih, yaitu 100, didapat 10.000. Jadi Anda boleh membeli 20 lot ADRO. Maksimal! Anda putuskan mau beli 10 lot saja, boleh saja. Tapi kalau 25 lot, tidak boleh!\r\n\r\nDan begitu seterusnya sampai Anda terbentur aturan yang kedua di bawah ini.\r\n\r\nAturan 6%\r\n\r\nAturan 6% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil seluruh total resiko pada posisi lebih dari 6% dari modal Anda.\r\n\r\nArtinya apa? Jika modal Anda Rp.50jt seperti contoh kita di atas, maka seluruh resiko posisi Anda jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 6% x Rp.50jt yaitu Rp3jt.\r\n\r\nMari kita ilustrasikan. Misalkan posisi Anda begini: Modal Rp.50jt. Anda memegang saham BUMI 6 lot di harga 2300 dengan support 2000, ADRO 20 lot@2100 dengan support 2000, dan TLKM 2 lot @8900 dengan support 8000. Anda baru menghabiskan modal Anda sebesar Rp.36.800.000, bolehkah Anda menambah saham lagi?\r\n\r\nKita hitung resiko dulu:\r\n\r\nBUMI: 6 x 500 x Rp.300 = Rp.900.000.\r\nADRO: 20 x 500 x Rp.100 = Rp.1.000.000.\r\nTLKM: 2 x 500 x Rp.900 = Rp.900.000.\r\n\r\nTotal Resiko: Rp.2.800.000.\r\n\r\nAnda cuma boleh menambah resiko sebesar Rp.200.000 lagi. Misalkan nantinya Anda mau membeli ENRG di harga 160 dengan support 150, maka Anda cuma boleh beli maksimal: Rp.200.000/10 = 20.000 lembar atau 40 lot, walaupun modal Anda masih sisa.\r\n\r\nKapan Anda boleh menambah posisi? Jika saham Anda sudah bergerak meninggalkan resikonya dan Anda memasang trailing stop, menaikkan batas cutloss Anda ke harga pembeliannya.\r\n\r\nSebagai contoh, setelah tiga hari, ADRO mencapai harga Rp.2400, sedangkan yang lain tidak bergerak (misalnya!) dan Anda memutuskan menaikkan trailing stop ke harga pembelian yaitu Rp.2100, dimana Anda bilang kepada diri Anda tidak akan membiarkan ADRO jatuh di bawah 2100 di situ Anda akan jual!\r\n\r\nMaka Anda mendapat lagi kesempatan untuk menambah resiko sebesar Rp.1.000.000,-. Pokoknya selama total resiko tidak lebih besar dari tiga juta, Anda boleh tambah posisi!\r\n\r\nTapi, pada suatu ketika, pasar benar-benar melawan Anda dan Anda harus cut loss di semua posisi hingga Anda rugi tiga juta rupiah, apa yang harus Anda lakukan? Anda harus tutup semua posisi terbuka Anda dan Anda tidak boleh bertransaksi sampai bulan berikutnya sambil mereview sistem Anda.\r\n\r\nAnda diperbolehkan trading bohong-bohongan. Hal ini menghindarkan Anda dari market crash dan kesalahan sistem yang akut. Anda harus terus menerus belajar dan beradaptasi di pasar modal karena pasar selalu berubah. Anda butuh waktu. Dengan aturan 6% ini, setidaknya Anda butuh lebih dari satu setengah tahun untuk bangkrut jika Anda rugi terus menerus… Bandingkan dengan orang lain yang mungkin cuma butuh satu bulan untuk bangkrut dengan terus menerus average down.\r\n\r\nMengenai Margin Trading\r\n\r\nSebagai penutup, bagi pemain baru, jangan pernah tergoda untuk mengambil margin, karena margin akan mengekspos lebih banyak modal Anda kepada resiko. Anda boleh saja mengambil margin jika semua posisi Anda sudah bebas resiko, artinya Anda bermain dengan uang market. Tapi jangan perlakukan margin untuk mendapatkan uang dengan cepat. Hasilnya, nanti uang Anda yang habisnya cepat!\r\n\r\nPatuhi aturan 2% dan 6%! Ini akan menyelamatkan hidup finansial Anda.\r\n\r\nSudahkah Anda memanajemeni portfolio Anda dengan baik?\r\n\r\n smile smile smile \r\nsundul lagi, gan!\r\nmoney management ya seperti di atas itu. ada persentase tertentu penggunaan dana yang mesti ditaati. baca dan paraktekkan ya.\r\n smile smile smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...