Akan Habiskan Index di 1500?

I JUGA SETUJU
Multi Quote Quote
HMMMM…SELL SELL SELL THE BEAR IS COMING SOON
Multi Quote Quote
BEJ tuh euforia luar biasa, kapan nih pada sadar sudah terlalu berlebihan? Tahun 2006 ini semua bisnis pada turun, tapi index melaju kencang, paradox sekali. Menurut saya tutup buku tahun 2006 akan menjadi tahun terjelek bagi sebagian besar perfomance perusahaan. Perlambatan ekonomi sudah terjadi, penjualan mobil, motor turun drastis (sekalipun itu kredit) y.o.y. Indikator real bahwa daya beli masyarakat turun sampai titik nadirnya. Namun mereka yg berilmu/sekolah tinggi hanya melihat dari CPI, PDB, suku bunga. Saya sangat percaya bahwa akhir tahun ini akan menjadi nightmare bagi sebagai perusahaan yg berorientasi domestik non MIGAS. So, kalau harga-harga saham pada naik karena euforia semata, watch your investment seriously. If you do not watch out, the fire may burn you. BE VERY-VERY PRUDENT.
Multi Quote Quote
Kalau bandar bisa goreng NIKKEI.. Kenapa BEJ tidak smile
Multi Quote Quote
tanya kenapa ISAT??
Multi Quote Quote
Wow kalau dilihat spreadnya index hari ini sangat lebar, 30 point antara jarak tertinggi dan terendah adalah 31 point. Dengan nilai pasar 3 Triliun lebih. BEJ memang ramai. Psikologi pasar bear sepertinya cukup besar mendekati 1500 profit taking mulai terlihat. Dalam kondisi seperti ini pendukung bear biasanya akan menang, karena penggemar “SELL” dalam kondisi sekarang sangat ramai. Mesti siap kalau index retrace sampai kembali ke 1350 smile
Multi Quote Quote
perusahaan blue chip banyak yang mengalami pertumbuhan laba, tidak seperti dugaan orang bahwa q1 akan hancur smile
Multi Quote Quote
Laba Bersih BCA Meningkat 17,2% per Maret Kamis, 27 April 2006 17:45:17 StockWatch (Jakarta) - PT Bank BCA Tbk (BBCA) mencatat laba bersih sebesar Rp981 miliar (Rp80 per saham) pada kuartal pertama 2006 atau meningkat 17,2% dibandingkan Rp837 miliar (Rp68 per saham) pada periode yang sama 2005. Presdir BCA, DE Setijoso, mengatakan dalam konferensi pers mengenai kinerja perseroan hari ini (27/4) di Wisma BCA, pendapatan bunga bersih juga meningkat 27,6% dari Rp1,8 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Setijoso mengatakan pemicu kenaikan laba bersih itu ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih, dan kenaikan laba bersih membuat BCA berhasil mencatat ROA dan ROE masing-masing sebesar 3,7% dan 26,8%. Menurutnya, jumlah total kredit yang yang dikucurkan selama periode tersebut mencapai Rp51,69 triliun atau meningkat 24,9% dibandingkan Rp41,59 triliun. (nls)
Multi Quote Quote
Laba Bersih Kalbe Farma Kuartal Pertama Tumbuh 22,1% Kamis, 27 April 2006 15:24:20 StockWatch (Jakarta) - PT Kalbe Farma Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp200,256 miliar pada kuartal pertama 2006, atau meningkat sebesar 22,1% dari triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp163,989 miliar. Direktur Kalbe Farma, Justian Sumardi, mengatakan Kamis (27/4) di Jakarta, hal tersebut lebih dipicu oleh membaiknya kinerja usaha perseroan. Ia menjelaskan, hingga Maret 2006 lalu laba usaha Kalbe Farma tercatat sebesar Rp315,993 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp279,649 miliar meskipun beban usaha naik menjadi Rp406,283 miliar dibanding tahun lalu Rp398,525 miliar. Kenaikan laba usaha itu seiring dengan meningkatkan penjualan menjadi sebesar Rp1,4 trilliun atau bertumbuh sebesar 6,9% dari triwulan yang sama tahun sebelumnya Rp1,339 triliun. Per Maret 2006 perseroan juga membukukan laba selisih kurs sebesar Rp23,489 miliar dibanding tahun lalu yang rugi kurs sebesar Rp23,851 miliar akibat tuntasnya proses restrukturisasi utang perseroan. Bahkan jumlah kewajiban lancar perseroan turun menjadi Rp775,523 miliar per Maret 2006 dibanding tahun lalu sebesar Rp1,162 triliun sementara jumlah aktiva lancar relatif tetap pada level Rp3,577 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp3,605 triliun. (sup)
Multi Quote Quote
Laba Bersih Kuartal Pertama BRI Naik 1,52% Kamis, 27 April 2006 18:12:17 StockWatch (Jakarta) - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,17 triliun selama triwulan pertama 2006, naik 1,52% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,15 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh 9,53% menjadi Rp Rp3,25 triliun dari sebelumnya Rp2,97 triliun, ujar Presiden Direktur BRI, Sofyan Basir dalam paparan publik, Kamis (27/4) di Jakarta. Menurut Sofyan, kredit yang telah disalurkan perseroan mencapai Rp76,4 triliun atau naik sebesar Rp13,05 triliun atau setara 20,6% dari sebelumnya Rp63,36 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp97,72 triliun atau naik 17,99% dari Rp82,82 triliun, sedangkan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) mencapai 78,19% dari sebelumnya 76,5% dan NPL gross sebesar 5,02% atau naik dari sebelumnya 4,58%. (sup)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...