IHSG (lewatin 1500 dulu baru kemudian level 2000)

PGAS = 25000
Multi Quote Quote
sbnrnya ga rugi d biar index naik turun, TLKM klo beli cicilan utk tabungan masa depan si pasti menguntungkan d. PGAS juga 30rb si bisa dlm 3 - 4 thn ini. cuma jalan kesana itu yang berliku2. itulah enaknya klo trader. naik cuan, turun cuan..
Multi Quote Quote
Euphoria Perbankan akan untung besar adalah harapan yang patut dipertanyakan sebab ruang BI untuk menurunkan suku bunga sebenarnya tidak besar, bagaimanapun the Fed tetap akan menjadi acuan global dan BI tidaklah mungkin melawan the Fed. Memang dengan policynya yang baru yaitu baik BI maupun the Fed sama2 menjalankan Inflation-Targeting, tetapi ada perbedaan besar sekali, kalau the Fed leluasa mengantisipasi misalnya turunnya tingkat pengangguran di Amerika sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi akan tetap berkelanjutan sehingga memicu naiknya inflasi dan harus diantisipasi dengan tetap menaikkan suku bunga, BI tidaklah seleluasa the Fed karena kuat dan stabilnya mata uang rupiah lebih banyak parameter ketergantungannya tidak bisa di kontrol oleh suku bunga BI secara internal, kalau suku bunga diluar naik terus akan berimbas pada draw-back hot money akibatnya inflasi juga meningkat begitu rupiah tertekan. Saham Perbankan dengan P/BV yang mendekati angka 3, sangat tidak aman karena begitu ada gelombang korektif maka harga2 saham Perbankan akan terkoreksi secara permanen bukan temporer. Valuasi saham harus dilihat ke depan dari dasar mengintip Lap. Keu yang lalu. Untuk menetukan harga saham suatu perusahaan pertama harus dilihat ROEnya dan kedua P/BV-PER karena terkait dengan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar modal, yaitu tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan pada saham tersebut. Lha kalau duduk diam2 tanpa resiko sudah pasti dapat return 10-12%, ngapain bertaruh pada saham2 yang pertumbuhannya kerdil bak bonzai saja. Pada saat IHSG sudah melaju naik seperti saat ini pelajarilah dengan seksama Lap Keu/Performance masing2 saham untuk mendapatkan gambaran fundamentalnya dan memilih yang ke depan masih tetap konsisten pertumbuhannya tetap tinggi yaitu perusahaan yang mampu meningkatkan labanya berkelanjutan. Dengan meningkatnya laba maka nilai EPS juga meningkat otomatis harga sahamnya akan semakin meningkat.
Multi Quote Quote
1. ANTM, kenaikan harga Nickel memang bisa mendorong peningkatan Salesnya 15% yoy tetapi justru profitnya tergerus kenaikan beban BBM, profit margin 1Q05 yang bisa mencapai 34% yoy susut jadi hanya 4% yoy di akhir tahun akibatnya EPSnya juga cuma tumbuh 4%, harapan yang digantungkan pada sumbangan proyek FENI III dan Alumina Tayan baru bisa tercermin paling cepat dalam Lap Keu atau performance tahun 2007 nanti. 2. ISAT, Sales naik tidak mengesankan hanya 10% yoy dan celakanya Net Profit negatif 1% yoy. EPS negatif growth -2% yoy. Yang masih menjanjikan adalah di kuartal terakhir 4Q05 labanya paling tinggi sepanjang tahun 2005, apakah ini bisa dipertahankan pada 1Q06 masih perlu bukti bukan mimpi. 3. UNTR, Sales naik luar biasa 49% yoy tetapi Net Profit negatif 4% yoy, EPS tumbuh negatif 5% yoy. 30% Profit UNTR ternyata hasil Penjualan Asset bukan Laba Operasi murni. 4. ASII, Sales naik cukup menjanjikan 38% yoy, tetapi Net profit cuma tumbuh 1%, EPSnya pun mengikuti cuma meningkat 1%. Malahan Net profit 4Q05nya minus 32% yoy. 5. PTBA, Net Profit tumbuh 10% yoy ditunjang pertumbuhan Sales yang moderat 15% yoy, yang aptut diwaspadai adalah Net Profit 4Q05nya tumbuh negatif 32% yoy karena beban kenaikan BBM pada perusahaan pertambangan cukup besar. 6. BBCA, Revenue tumbuh 15% yoy menyumbang peningkatan EPS 13% tetapi P/BV sudah mendekati angka 3 artinya sudah mahal. 7. PGAS, Sales tumbuh 22% yoy dan sangat luar biasa labanya tumbuh 82% yoy mengangkat peningkatan EPSnya 78% yoy. Laba 4Q05nya juga luar biasa tumbuh 107%, satu2nya yang perlu diwaspadai dalah PERnya sudah mencapai 52X suatu angka yang harusnya diperhitungkan untuk investasi pada tingkat suku bunga 100/52 = 1,92 atau sekitar 2%, kalaupun pertumbuhannya konsisten sama dengan tahun 2005pun masih menjanjikan return yang dibawah tingkat suku bunga deposito. 8. MEDC, tadinya saham ini sangat menjanjikan dengan pertumbuhan penjualan hampir 30% dan Laba bersih sampai semester I tumbuh 80% yoy tetapi di penutupan tahun 2005 dihantam Kerugian transaksi swap hutang yang menggerus sepertiga laba yang dikumpulkan. Apabila tahun ini justru kebalikan bisa laba swap maka performance baik yang tertunda bisa muncul kembali. :peace:
Multi Quote Quote
terus apa nih yang musti dibeli ?? Atau musti short semua ??
Multi Quote Quote
you short, aye buy……..:p barang ampir abis…………..smile
Multi Quote Quote
yang hrs beli medc,blta,ptba,antm dan lsip. Perhatikan dengan serius. ok
Multi Quote Quote
Jangan lupa GGRM dong, raksasa yang masih ngantuk
Multi Quote Quote
terus apa nih yang musti dibeli ?? Atau musti short semua ?? Baca dari atas lagi thread ini "ANAK KECIL" bilang :-$ TLKM :-O Jual waktu IHSG 2000, harganya Rp. 15.000,- smile :peace:
Multi Quote Quote
:ogah: ……………………makanya nih TLKM macet terus, banyak yg seleranya sama nih, termasuk aye…..smile………….. :peace: …………. :party:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...