Mbak Dina mau saya apel-in

gimana dengan saingannya mbak BRNA? dulu juga tau 1600-an loh
Multi Quote Quote
lah bebek I da hajar kanan, hati2 kalau turun kutebas ekor u hahahahaha prajurit katong.., pengorbanan anda membuka gerbang pertahanan tak akan sia2x, saya terharu ..memiliki prajurit spt anda. smile(
Multi Quote Quote
lah yang penting ada gain deh, hahahahha kok gak ada lain kali kapok deh maen sahamnya bebek kakakakaka
Multi Quote Quote
siap2x rp. 1000 dalam minggu ini :party:
Multi Quote Quote
Lah si bebek yakin banget nih kakakaka jadi tenang deh I, bebek semua keuntungan xon2 hajar aja ke DYNA biar nambah cepet terbangnya
Multi Quote Quote
Jakarta - Pelaku industri plastik mengeluhkan penggunaan dua mata uang dalam transaksi industri. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengakui penerapan aturan penggunan rupiah dalam industri ini belum lancar. Industri plastik hilir tetap tumbuh di masa krisis meskipun persentasenya menurun. Pertumbuhan sebelum krisis tercatat 15% dan saat krisis hanya 7%. Penurunan ini terkendala oleh banyak faktor, yang paling utama adalah ketidakseragaman penggunaan mata uang untuk mengimpor bahan baku dan menjual produk jadi. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Cokro Gunawan, saat kunjungan Menteri Perindustrian di PT Dynaplast Tbk Cikarang. Lanjut Gunawan, Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih menetapkan dua mata uang dalam transaksi industri. "Cuma Indonesia yang masih menggunakan dua mata uang. Dengan penerapan ini akan terjadi kerugian. Karena kita impor bahan baku, dengan dolar AS dan menjual produk dengan rupiah," jelas Gunawan. Kerugian, menurutnya akan menjadi lebih besar dengan menguatnya nilai mata uang rupiah beberapa waktu lalu. Penegasan juga disampaikan Direkur PT Dynaplast Tbk Toni Hambali di kantornya. "Tidak seperti negara Vietnam dan Thailand yang telah menggunakan mata uang dalam negeri untuk transaksi,"ujarnya. Lanjut Toni, penggunaan satu mata uang (rupiah) akan mengefisiensikan biaya produksi plastik, khususnya Industri hilir. Menanggapi keluhan ini, Fahmi Idris mengatakan aturan kewajibkan transaksi dalam negeri menggunakan rupiah sudah ada namun menurutnya, penerapannya belum lancar. "Aturan transaksi dalam negeri dengan rupiah sudah ada, tapi penerapannya belum lancar khususnya untuk BUMN," kata Fahmi. (dnl/dnl)
Multi Quote Quote
Wah mbak DYNA gak jadi dilamar yach?
Multi Quote Quote
siap2x rp. 1000 dalam minggu ini :party: :-? bek kok suka brg nggak liquid :evil :nailbiting:
Multi Quote Quote
siap2x rp. 1000 dalam minggu ini :party: :-? bek kok suka brg nggak liquid :evil :nailbiting: dammm!!! udah rp.3000, terkahir jual cuma 2400 :kesel: :kesel:
Multi Quote Quote
Go Private, DYNA Raih Persetujuan Pemegang Saham Widi Agustian - Okezone JAKARTA - PT Dynaplast Tbk (DYNA) telah mendapatkan persetujuan dari pemegang sahamnya untuk melakukan go private (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). "RUPSLB menyetujui rencana go private," jelas Corporate Secretary Dynaplast Yuan Sian Ne usai RUPSLB di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/4/2011). Perusahaan plastik itu menawarkan 33,25 persen saham perseroan dan publiknya, atau sebanyak 104.635.793 lembar saham dengan harga Rp4.500 per saham. Targetnya, Juli nanti sudah bisa dieksekusi. Merujuk pada prospektus perusahaan, secara terperinci harga penawaran itu adalah 20 persen premium dari harga perdagangan tertinggi atas saham di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 25 Maret 2011. Jangka waktu terakhir itu adalah 24 Agustus 2010-22 November 2010 sebesar Rp 3.750 per saham acuan dan Rp 4.500 harga per saham penawaran. Perseroan beralasan Go Private karena saham perseroan saat ini tidak aktif diperdagangkan dan tidak likuid. Ini disebabkan jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham publik saat ini relatif kecil, yakni sekira 276 pihak. Perseroan pun telah menerima permintaan secara lisan dan tertulis tiga pemegang saham publik yang ingin menjual saham mereka. Saham-saham yang akan dibeli pada saat penawaran tender saat ini dimiliki oleh UOB Kay Hian Pte Ltd sejumlah 27.410.000 lembar saham atau sebesar 8,71 persen dari seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan. Kemudian saham yang dimiliki masyarakat, masing-masing dengan dengan kepemilikan di bawah lima persen sebesar 77.225.793 lembar saham atau sebesar 24,54 persen dari seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan. Saat ini harga saham di pasar saham BEI sebesar Rp3.500 per saham.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...