Restrukturisasi CITATAH........ (CTTH)

Tulisan saya ini cuma singkat dan tidak detail karena saya tulis gara2 ada rumour mau diangkat …..tapi saya rasa bermanfaat bagi investor yang mau masuk ke CITATAH \r\n\r\nCitatah adalah contoh typical/klasik dari situasi beberapa perusahaan di Indonesia, dimana mereka mempunyai bahan baku untuk diolah jadi produk tapi tidak memiliki modal kerja/dana dan kemampuan management.\r\nRestrukturisasi I dilakukan tidak sanggup mengangkat Citatah ke wilayah hijau tapi masih merah. Restrukturisasi II diajukan dengan masuknya Investor baru.\r\nDatanglah si Juru selamat Citatah yaitu ParallaxVenture Partners XIII Ltd Singapore yang akan mengambil alih semua hutang bank serta mnyuntikan modal kerja (secar teknis Si Parallax mengakusisi Citatah).\r\n\r\nProduk\r\nMarmer\r\n\r\nPasar\r\nDomestik dan Export hampir mencapai 20 negara ( sebagian besar ke Korea, Jepang, RRC, Amerika, Malysia, Singapore dan Australia)\r\n\r\nType industri\r\nPertambangan\r\n\r\nPasar spesifik\r\nBangunan perkantoran, Hotel, Mall dan rumah tingkat atas.\r\nPangsa pasar lokal sekitar 25%\r\n\r\nStatus\r\nPenghasil marmer terbesar dan terlengkap di asia Tenggara\r\n\r\nLokasi\r\nDi Sulawesi dengan lahan sebear 130HA lebih.\r\n\r\nKomposisi pemegang saham\r\nBadan usaha asing = 41,2% (BHP Paribas = 11,66%, Meredian Pacific Internaational =8,07%, Commerzbank = 7,24%, dll.)\r\nPerseroan terbatas = 28,92%\r\nPerorangan lokal = 29,23% (Direksi = 9,63%, Taufik Johanes = 5,49%, dll.)\r\nPerorangan asing = 0,55%\r\n \r\nKemampuan produksi saat ini :\r\nPabrik di Sulawesi : 20.000 m2/bulan\r\nPabrik di Kerawang : 12.000 m2/bulan\r\n\r\n Hasil produk saat ini\r\nCuma 25% dari kapapasitas yang ada atau sekitar 27.465 m2 per bulan.\r\n\r\nPenjualan\r\n2004 : Rp. 67 Mil. (posisi : Rugi)\r\n2005 : sekitar Rp.65 Mil. (mungkin IJO setelah restrukturisasi, mungkin juga masih rugi).\r\n2006 : diproyeksikan Rp. 120 Mil.\r\n\r\nKerugian yang tejadi.\r\nTingginya biaya overhead dan kerugian dari Kurs serta rendahnya output produksi sehingga tingkat penjualan saat ini tidak mencukupi untuk menutupi biaya overhead.\r\n\r\nRestrukturisasi I\r\nTerjadi di akhir 2002, dimana para kreditur merestrukturisasi hutang tapi tidak diberikan modal kerja.\r\nKinerja tahun 2003 dan 2004 masih negatif dan semakin memburuk.\r\n\r\nRestrukturisasi II\r\nDebt Equity Swab : sebesar US$10 juta (dengan harga konversi Rp.110/saham)\r\nConvertible Bond : sebesar US$4 juta (untuk modal kerja)\r\nPenghapusan Beban Bunga sebesar US$3,5 juta\r\n\r\nAgenda Restrukturisasi yang belum diselesaikan (Restrukturisasi tahap II)\r\nPersetujuan dari Bank Lippo dan PPA (bank kreditur laiinya sudah setuju)\r\nBatas akhir : 15 Nopember 2005.\r\n\r\n\r\nAkibat Restrukturisasi.\r\n- Hutang berkurang dari Rp.93 Mil menjadi Rp.37 Mil \r\n- Fan Ekuitas akan naik dari Rp.45 Mil menjadi Rp. 132 Mil.\r\n- Output produksi akan optimum.\r\n\r\n\r\nYang menarik adalah\r\nOrder Book mencapai 600.000 m2 untuk tahun 2006 ( 350.000 m2 untuk local dan 250.000 m2 untuk export)\r\n\r\n\r\nHarga Saham\r\nPada waktu issue restrukturisasi ini dihembuskan dipertengahan Agustus 2004 (pada waktu itu harganya sekitar Rp.55, dia terus meroket ke Rp.80) kemudian harga secara berangsur surut. Di pertengahan February 2005, realisasi Restruturisasi tahap II muncul, harga terus berngangsur menggeliat ke Rp,85. Kemudia surut lagi karena fator makro……. sekarang ini akan menginjak ke Restrukturisasi tahap ke II final stage, apa reaksi bandar dan pasar ?\r\n\r\n\r\nPendapat saya\r\n\r\n Bentuk Restrukturisasi seperti ini adalah yang tepat untuk Citatah.\r\nDimana Citatah memiliki Natural Resources tapi nggak punya modal kerja.\r\nKarena bentuk Restrukturisasinya diatur sedemikian rupa, maka si Parralax dari Singapore akan memegang kendali utama Citatah (50.1%) dan diharapkan akan menjadi sehat di tahun 2006.\r\nModal kerja akan dipakai untuk memperbaiki mesin dan kebutuhan operasional lainnya.\r\nBeban hutang sudah menurun sehingga kewajiban membayar hutang sudah terkendali.\r\nDengan komposisi export yang cukup besar, maka ada devisa dolar yang cukup lumayan untuk mendongkrak kinerja CITATAH di 2006.\r\nDengan Hair cut sebesar US$3,5 juta dan jika dibukukan maka tidak mustahil Citatah akan menjadi IJO tahun ini.\r\nCitatah Order Book nya di tahun 2006 sebesa Rp.120 Milyard (hampir 2 x lipat), maka emiten yang satu ini akan survive setelah restrukturisasi.\r\nDengan tingkat penjualan yang dua kali lipat, maka biaya overhead pasti akan tertutup (posisi Citatah tahun2 sebelumnya adalah volume penjualan tidak tinggi karena kapasitas Cuma 25% sehingga biaya overhead relatif tinggi)\r\n\r\nProses restrukturisasinya Cuma tinggal tanda tangan aja dari PPA (perubahan rekening dari BPPN ke Dep. Keuangan) dan tanda tangan dari Bank Lippo.\r\n \r\nDengan kenaikan BBM yang signifikan maka akan mengakibatkan beban emiten bertambah. Inflasi akan semakin tinggi dan suku bunga akan naik.\r\nProduk Citatah sangat tergantung dengan sektor properti, dimana dengan naiknya suku bunga maka sektor properti akan lesu. Tetapi sektor yang digeluti oleh Citatah adalah market atas dimana pengaruh suku bunga relatif tidak berpengaruh secara signifikan.\r\nCitatah bisa menggenjot pasar ekspor lebih besar, karena pasar properti dinegara2 lain tidak sama dengan pasar di Indonesia.\r\nDengan sikap ”bite the bullet” dari pemerintah saat ini, maka diperkirakan ekonomi Indonesia akan siap tinggal landas ditahun 2007 dan akan berakibat positif terhadap industri Indonesia secara umum.
Multi Quote Quote
wow…eben, fantastis.
Multi Quote Quote
Eben… :applause: Ikut cara BD… untung saham apa sebagian duitnya beli''in Citatah dikit2 untuk Investasi long-term. Dengan harga beli Rp.45-60 berarti modal kita masih dibawah Kreditur / Pemilik baru toh??? Anggap aja itu = Parallon Investment smile smile|)
Multi Quote Quote
serius ga nih? :kesel: jgn2 kompor berikutnya setelah SRSN. awas serigala berbulu domba! beli SRSN pulang uda tinggal kolor. kalo ketipu CTTH lg bisa pulang bugil nih. :kesel: :rofl:
Multi Quote Quote
wow bung speculator ngajak investasi nih … dah jadi investor ctth sejak kapan yah smile ? assuming ada debt swap lagi dimana paralax menjadi 50%,maka jumlah saham beredar bakal bertambah 2x lipat .. dan kalo liat gross margin 2003/2004 yg cuman 5% maka dgn revenue hanya 120 milyar ctth akan tetap rugi .. tahun 2004 g sempet nyopet2 sedikit sih ..dan awal tahun ini sebenarnya jg nunggu2 kabar restruk.nya krn denger memang ini perusahaan dpt order besar dr proyek property di cbd jkt .. tp kl liat situasi property skrng spt ini sih mikir2 ulang deh buat masuk lagi.. ini sih cocoknya speculative buy .. bukan investative buy ato looong term investing kali yah..
Multi Quote Quote
ato suicide buy maksudnya?? masi keinget SRSN nih :shameonyou: :kesel:
Multi Quote Quote
mang Eben berapa harga wajar CTTH setelah Restrukturisasi hutang kelar semua ?
Multi Quote Quote
mang Eben berapa harga wajar CTTH setelah Restrukturisasi hutang kelar semua ? prospek mana nich dibanding CNKO ??? investasi sama 2x butuh waktu lama
Multi Quote Quote
Tulisan saya ini cuma singkat dan tidak detail karena saya tulis gara2 ada rumour mau diangkat …..tapi saya rasa bermanfaat bagi investor yang mau masuk ke CITATAH \r\n\r\nCitatah adalah contoh typical/klasik dari situasi beberapa perusahaan di Indonesia, dimana mereka mempunyai bahan baku untuk diolah jadi produk tapi tidak memiliki modal kerja/dana dan kemampuan management.\r\nRestrukturisasi I dilakukan tidak sanggup mengangkat Citatah ke wilayah hijau tapi masih merah. Restrukturisasi II diajukan dengan masuknya Investor baru.\r\nDatanglah si Juru selamat Citatah yaitu ParallaxVenture Partners XIII Ltd Singapore yang akan mengambil alih semua hutang bank serta mnyuntikan modal kerja (secar teknis Si Parallax mengakusisi Citatah).\r\n\r\nProduk\r\nMarmer\r\n\r\nPasar\r\nDomestik dan Export hampir mencapai 20 negara ( sebagian besar ke Korea, Jepang, RRC, Amerika, Malysia, Singapore dan Australia)\r\n\r\nType industri\r\nPertambangan\r\n\r\nPasar spesifik\r\nBangunan perkantoran, Hotel, Mall dan rumah tingkat atas.\r\nPangsa pasar lokal sekitar 25%\r\n\r\nStatus\r\nPenghasil marmer terbesar dan terlengkap di asia Tenggara\r\n\r\nLokasi\r\nDi Sulawesi dengan lahan sebear 130HA lebih.\r\n\r\nKomposisi pemegang saham\r\nBadan usaha asing = 41,2% (BHP Paribas = 11,66%, Meredian Pacific Internaational =8,07%, Commerzbank = 7,24%, dll.)\r\nPerseroan terbatas = 28,92%\r\nPerorangan lokal = 29,23% (Direksi = 9,63%, Taufik Johanes = 5,49%, dll.)\r\nPerorangan asing = 0,55%\r\n \r\nKemampuan produksi saat ini :\r\nPabrik di Sulawesi : 20.000 m2/bulan\r\nPabrik di Kerawang : 12.000 m2/bulan\r\n\r\n Hasil produk saat ini\r\nCuma 25% dari kapapasitas yang ada atau sekitar 27.465 m2 per bulan.\r\n\r\nPenjualan\r\n2004 : Rp. 67 Mil. (posisi : Rugi)\r\n2005 : sekitar Rp.65 Mil. (mungkin IJO setelah restrukturisasi, mungkin juga masih rugi).\r\n2006 : diproyeksikan Rp. 120 Mil.\r\n\r\nKerugian yang tejadi.\r\nTingginya biaya overhead dan kerugian dari Kurs serta rendahnya output produksi sehingga tingkat penjualan saat ini tidak mencukupi untuk menutupi biaya overhead.\r\n\r\nRestrukturisasi I\r\nTerjadi di akhir 2002, dimana para kreditur merestrukturisasi hutang tapi tidak diberikan modal kerja.\r\nKinerja tahun 2003 dan 2004 masih negatif dan semakin memburuk.\r\n\r\nRestrukturisasi II\r\nDebt Equity Swab : sebesar US$10 juta (dengan harga konversi Rp.110/saham)\r\nConvertible Bond : sebesar US$4 juta (untuk modal kerja)\r\nPenghapusan Beban Bunga sebesar US$3,5 juta\r\n\r\nAgenda Restrukturisasi yang belum diselesaikan (Restrukturisasi tahap II)\r\nPersetujuan dari Bank Lippo dan PPA (bank kreditur laiinya sudah setuju)\r\nBatas akhir : 15 Nopember 2005.\r\n\r\n\r\nAkibat Restrukturisasi.\r\n- Hutang berkurang dari Rp.93 Mil menjadi Rp.37 Mil \r\n- Fan Ekuitas akan naik dari Rp.45 Mil menjadi Rp. 132 Mil.\r\n- Output produksi akan optimum.\r\n\r\n\r\nYang menarik adalah\r\nOrder Book mencapai 600.000 m2 untuk tahun 2006 ( 350.000 m2 untuk local dan 250.000 m2 untuk export)\r\n\r\n\r\nHarga Saham\r\nPada waktu issue restrukturisasi ini dihembuskan dipertengahan Agustus 2004 (pada waktu itu harganya sekitar Rp.55, dia terus meroket ke Rp.80) kemudian harga secara berangsur surut. Di pertengahan February 2005, realisasi Restruturisasi tahap II muncul, harga terus berngangsur menggeliat ke Rp,85. Kemudia surut lagi karena fator makro……. sekarang ini akan menginjak ke Restrukturisasi tahap ke II final stage, apa reaksi bandar dan pasar ?\r\n\r\n\r\nPendapat saya\r\n\r\n Bentuk Restrukturisasi seperti ini adalah yang tepat untuk Citatah.\r\nDimana Citatah memiliki Natural Resources tapi nggak punya modal kerja.\r\nKarena bentuk Restrukturisasinya diatur sedemikian rupa, maka si Parralax dari Singapore akan memegang kendali utama Citatah (50.1%) dan diharapkan akan menjadi sehat di tahun 2006.\r\nModal kerja akan dipakai untuk memperbaiki mesin dan kebutuhan operasional lainnya.\r\nBeban hutang sudah menurun sehingga kewajiban membayar hutang sudah terkendali.\r\nDengan komposisi export yang cukup besar, maka ada devisa dolar yang cukup lumayan untuk mendongkrak kinerja CITATAH di 2006.\r\nDengan Hair cut sebesar US$3,5 juta dan jika dibukukan maka tidak mustahil Citatah akan menjadi IJO tahun ini.\r\nCitatah Order Book nya di tahun 2006 sebesa Rp.120 Milyard (hampir 2 x lipat), maka emiten yang satu ini akan survive setelah restrukturisasi.\r\nDengan tingkat penjualan yang dua kali lipat, maka biaya overhead pasti akan tertutup (posisi Citatah tahun2 sebelumnya adalah volume penjualan tidak tinggi karena kapasitas Cuma 25% sehingga biaya overhead relatif tinggi)\r\n\r\nProses restrukturisasinya Cuma tinggal tanda tangan aja dari PPA (perubahan rekening dari BPPN ke Dep. Keuangan) dan tanda tangan dari Bank Lippo.\r\n \r\nDengan kenaikan BBM yang signifikan maka akan mengakibatkan beban emiten bertambah. Inflasi akan semakin tinggi dan suku bunga akan naik.\r\nProduk Citatah sangat tergantung dengan sektor properti, dimana dengan naiknya suku bunga maka sektor properti akan lesu. Tetapi sektor yang digeluti oleh Citatah adalah market atas dimana pengaruh suku bunga relatif tidak berpengaruh secara signifikan.\r\nCitatah bisa menggenjot pasar ekspor lebih besar, karena pasar properti dinegara2 lain tidak sama dengan pasar di Indonesia.\r\nDengan sikap ”bite the bullet” dari pemerintah saat ini, maka diperkirakan ekonomi Indonesia akan siap tinggal landas ditahun 2007 dan akan berakibat positif terhadap industri Indonesia secara umum.\r\n\r\nAne inget waktu si boy ngomporin srsn, sekarang ngak pernah lagi nongol, smile smile smile \r\nsetan di analisis pulang tinggal kolor :evil :evil :evil :evil :evil
Multi Quote Quote
mang Eben berapa harga wajar CTTH setelah Restrukturisasi hutang kelar semua ? Sosialita, Saya tidak pasang target apa2 dari CTTH, kuncinya cuma satu : volume penjualan. Indikatornya : anda harus lihat Lap. Keu Q1 2006. Restrukturisasi II : cuma membuat CTTH bernafas dengan normal, setelah itu dia tinggal menggenjot produksi…..kalau estimate produksinya benar : saya rasa CTTH merupakan salah satu investasi untuk medium term.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...