REKSADANA: WHO IS THE BEST..???

Sekitar 2-3 bulan yang lalu, ada beberapa orang teman saya - mereka bukan pemain di bursa saham - yang melakukan ‘'switching’' dana mereka dari bentuk deposito ke dalam reksadana pendapatan tetap maupun reksadana campuran. Tampaknya mereka ‘'termakan’' oleh rayuan para sales reksadana yang menjanjikan prospek tingkat pengembalian investasi (yg mereka kira pertumbuhannya konstan ke atas seperti bunga deposito) . Disamping itu nama besar ‘'selling agent’' reksadana2 tsb, yaitu bank2 besar baik bank asing maupun bank lokal BUMN, turut menciptakan ‘'rasa aman’' dalam benak pikiran mereka. Namun apa daya, panic redemption yg terjadi 1-2 minggu yg lalu turut menggerus NAB reksadana sehingga nilai investasi merekapun menyusut hingga 10 - 20 % dalam tempo 1-3 bulan! smile( Hal tsb memang merupakan proses pembelajaran yg kurang baik. Sebagian langsung kapok untuk tetap menaruh sebagian investasinya dalam reksadana. Sebagian lagi masih tetap bertahan. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: REKSADANA MANA YG MENJANJIKAN TINGKAT PENGEMBALIAN YG TERBAIK - DAN SUDAH TERUJI SELAMA BEBERAPA WAKTU LALU..??? Saya pribadi tidak memiliki data2 yang lengkap utk menjawab hal tsb. Kalau Reksadana yg ‘'hancur’' hingga 10 - 30% dalam tempo 2-6 bulan ini sih ada datanya dari koran smile Mungkin ada rekan2 yang bisa membantu..??? Yang saya tahu ‘'lumayan’' prudent sih reksadana keluaran Shroeder dan Makindo ya. Mungkin teman2 tau yg lainnya secara lebih lengkap. Thx :hug:
Multi Quote Quote
Schroeder reksa dana pendapatan tetapnya jelek banget … return pas lagi bagus aja ngak bisa melewati bunga deposito :shameonyou: ane pernah invest berapa ratus jt … setahun cumen dapat 4% :kesel: sekarang kalo mau stabil … reksadana pasar uang aja … Manulife OK juga … stabil2 aja … ah … tapi paling enak main saham sendiri .. ngapain suruh orang lain ngurusin …. manager2 investasi di situ juga ngak lebih jago dari anggota2 KSC :evil
Multi Quote Quote
Musuh utama reksa dana itu adalah redemption besar-besaran: untuk RD pendapatan tetap (basis obligasi) hal ini sangat fatal karena pasar obligasi kurang likuid dan mayoritas investor RD nya eks deposan yg punya profile risk averse sangat kental. Bila investor RD ramai ramai redemption ya pasti NAB nya anjlok, yg lain liat NAB anjlok ya ikut redemption akhirnya ya makin tenggelam. Manajer Investasi (MI ) A mengeluarkan RD dg nama Oke Deh yg isi portfolionya a.l :obligasi X sebanyak 8%, obl. Y 9%, obl Z 5%. RD ini cuma dijual lsg oleh si MI sendiri dan kinerjanya cukup oke. MI B punya RD namanya Pasti Chuan dan isi portonya al: obl m 10%, obl Y 10%, obl Z 8% dll. RD ini dijual melalui bank. Pd saat banyak investor RD Pasti Chuan melakukan redemption unit RD nya untuk pindah ke deposito yg bunganya hampir mendekati reksa dana, si MI dipaksa utk menjual obligasi dlm portfolionya buat melunasi uang investor. Jual obligasi dg cepat di market yg nggak likuid ya pastinya ditawar murah : harga jatuh. Obligasi M , Y , Z harganya anjlok. Karena RD Oke Deh punya obligasi Y dan Z juga maka NAB nya pun ikut turun. Investor Oke deh lihat NAB turun buru-buru redemt supaya nggak makin rugi. Dan cerita berulang kembali dan berakibat ke RD dan MI lainnya. Intinya: MI dengan RD berkinerja oke bila kebetulan punya banyak obligasi yg hrgnya anjlok ya akan anjlok pula NAB nya. RD psr uang juga beberapa sudah minus return 1 bulannya karena disitu juga terkandung obligasi. RD proteksi akan segera muncul sebagai alternatif, modal dijamin tak akan berkurang tapi biasanya diimbangi keharusan lock up tahunan.
Multi Quote Quote
RD psr uang juga beberapa sudah minus return 1 bulannya karena disitu juga terkandung obligasi. Padahal RD pasar uang cuma boleh invest dalam obligasi yang kurang dari setahun lagi bakal jatuh tempo. Kalau harga obligasi macam ini sampai turut jatuh gara2 redemption…. betapa menyedihkannya market obligasi Indonesia.
Multi Quote Quote
Obligasi kegerus oleh inflasi
Multi Quote Quote
lock up tahunan sehh ya apa boleh buat , namanya jg udah kejebak . tp berapa lama?? en juga berapa bunganya?? itu sama sekali gak ada yang tau…. waktu wa tanya marketing sebuah sekuritas…katanya 1-2 tahun, td page wa tanya katanya mgkn 2-4 thn terus bunganya gmn?? dijawab blm tau… jd apanya yang menjanjikan..??? sedih nehh
Multi Quote Quote
10-15 tahun paling tidak. Yieldnya bisa sampai 30%. Artinya kalau nilainya turun sampai 20% dari yg sekarang. Tunggu lama untuk disembelih. Saya akan coba menulisnya, tunggu minggu depan. Insha Allah
Multi Quote Quote
Lebih baik cutt loss 20-30% atau tunggu 3-5 tahun , Mas ?
Multi Quote Quote
Hmmm bagi ku.. reksadana hanyalah turunan dari main saham / obligasi / pasar uang…. tentu ada naik turunnya juga…. Jadi berlaku juga BOW dan SOS.. Kalau berani.. dan masih ada dana… AVG DOWN… If you know what I mean…
Multi Quote Quote
Gambar industri reksadana sekarang mungkin seperti ini ;smile http://www.bisnis.com/pls/bisnis/img/57925.JPG itu gambar diambil dari bisnis.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...