TINS.. TINS... Ketika harga timah membaik lagi Part 4

JAKARTA: PT Timah Tbk memperkirakan pencapaian laba bersih 2005 dibawah target karena kenaikan harga bahan bakar minyak tahun lalu yang meningkatkan biaya pembelian hingga Rp90 miliar. Meski demikian, target penjualan timah sebesar 40 ribu ton tercapai. Tahun ini, perseroan juga menargetkan penjualan timah dengan jumlah sama dengan asumsi harga US$7.000 per ton Sekretaris Perusahaan Timah Prasetyo B. Saksono menjelaskan meski target laba bersih 2005 tidak tercapai, target penjualan timah maupun batu bara tercapai. Bisnis jasa pengerukan yang saat ini menangani proyek di Malaysia juga berjalan terus. Bahkan, jasa pengerukan itu kini telah berkembang dari sub-kontraktor menjadi kontraktor. Untuk target tahun ini, dia mengungkapkan penjualan timah ditargetkan sebesar 40 ribu ton. Sedangkan target penjualan baru bara meningkat dari 700 ribu ton tahun lalu menjadi 1,6 juta ton. Meski penjualannya bisa diperkirakan, perseroan itu sulit memprediksikan pendapatannya, karena tergantung harga komoditas itu di pasaran dunia. Menurut Prasetyo, pencapaian pendapatan tahun ini kemungkinan lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Namun, lanjutnya, perseroan akan menjaga marjin keuntungannya sekitar US$2 per ton. Timah juga mulai menjual batu besi yang dihasilkan oleh proyek di Belitung pada tahun ini dengan kemampuan produksi 20.000 ton per bulan. Batu besi itu rencananya bakal dijual ke Krakatau Steel dan diekspor ke China. BUMN tambang ini menghasilkan timah di proyek Bangka Belitung dan Kundur di Kepulauan Riau. Sedangkan batu bara dihasilkan di Kalimantan Selatan dan batu besi di Belitung. Timah dalam rangka menggenjot kinerja melakukan diversifikasi usaha di bidang batu bara, aspal alam Buton, pasir kuarsa, dan jasa pengerukan dan keteknikan. Dalam mewujudkan diversifikasi usaha, perseroan saat itu berencana mengakuisisi dua tambang baru dan satu perusahaan aspal, PT Sarana Karya. Namun, akuisisi itu gagal karena tidak tercapai kesepakatan harga. Pada akhir 2003, PT Timah Investasi Mineral dan anak perusahaan lainnya, PT Tambang Timah mengakuisisi PT Tanjung Alam Jaya (TAJ), yang berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Untuk pengembangan usaha di bidang pasir kuarsa, BUMN pertambangan ini akan mengambil alih usaha pengolahan pasir kuarsa di Kabupaten Kampar, Riau dan melakukan reinstalisasi pabrik dan melakukan uji coba produksi. Di bidang jasa pengerukan, perseroan akan menyelesaikan proyek reklamasi pantai Johor, Malaysia, dan mencari proyek baru. Sementara untuk bidang keteknikan, Timah akan menyelesaikan pembuatan pabrik kelapa sawit. Oleh Suli H. Murwani Bisnis Indonesia
Multi Quote Quote
Wah bila demikian bisa BOW… atau kalo nggak tahan hajar kanan saja… biar BD kehabisan barang!!!! :kesel: smile|)
Multi Quote Quote
bagian mana berita positif nya bung spec?
Multi Quote Quote
harga timah di LME udah 7900/ton… harga udah naik lebih dari 10% sejak awal tahun :* ini sih mirik kasus harga zinc yang ditekan habis2an beberapa tahun lalu .. tapi tahun ini reboundnya tinggi sekali
Multi Quote Quote
boleh2 aja ngarepin langsung ke 4000, aye sih cuma berharap harga hari ini ke 1970 aja, kloter terakhir nih 20 lot mo buang….. aye inget2, yg 1-2 hari ini ambil banyak, terus keinget waktu bulan november 05…………
Multi Quote Quote
Wah lupa tuh, ada apa bulan november ya?
Multi Quote Quote
ada yg kasar buangnya..smile
Multi Quote Quote
Udahlah tinggalin Tins, cari yg lain aja, toh cadangan timahnya juga ampir abis.
Multi Quote Quote
By logic, it''s a sell. Saham yg sudah lewat part 3 berarti sudah finish… smile
Multi Quote Quote
Goodbye TINS :-h :dagh:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...