semakin lemaslah aku ketika lihat lmasku makin turun

Wah dibaca juga nih threadku ama BD, tolong angkat ke 25o yah…. Kamsiah yah… BD khawatir yg lemes dan mules…. kena muntaber gara2 saham LMAS :peace:
Multi Quote Quote
kalo turun beli lagi, paling tinggal kolor smile) smile) smile) smile)
Multi Quote Quote
Daku masih BUY… harusnya ngak mungkin jauh lagi.. btw … agak serem juga kalau LMAS cuman di keep tanpa trading
Multi Quote Quote
KPPU putuskan kasus e-reporting hari ini JAKARTA (Bisnis): Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hari ini membacakan keputusan final atas kasus pelaporan sistem elektronik (e-reporting) yang melibatkan PT Bursa Efek Jakarta (BEJ). Ketua Tim Pemeriksa KPPU Pande Raja Silalahi mengatakan pihaknya akan menjadikan perubahan sikap BEJ yang menunda penerapan sistem e-reporting sebagai pertimbangan positif dalam mengambil keputusan final. "Sampai saat ini belum ada keputusan finalnya karena kami akan membahasnya lagi besok pagi . Tapi kami telah menyiapkan berbagai hal yang akan menjadi pertimbangan-pertimbangan untuk mengambil keputusan,“ katanya kepada Bisnis kemarin. Menurut dia, pertimbangan-pertimbangan KPPU yang akan meringankan BEJ adalah adanya perubahan sikap yang berupa penundaan sistem e-reporting dan belum adanya pihak yang dirugikan secara langsung hingga kini. Namun, Pande memastikan BEJ akan tetap divonis bersalah karena telah terbukti menyerahkan proyek pengadaan sistem e-reporting kepada PT Limas Stokhomindo Tbk tanpa melalui proses tender. Oleh karena itulah, tuturnya, KPPU meneruskan masalah itu ke dalam tahap pemeriksaan lanjutan. ”Kalau soal apakah bersalah atau tidak, kan sudah pasti. Kalau tidak, tentu tidak akan kami teruskan pada pemeriksaan lanjutan. Tapi kalau soal sanksi, saya belum dapat katakan karena itu belum final,“ ujar Pande. Tak komentar Sementara Direktur Pencatatan PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) Eddy Sugito mengatakan belum dapat berkomentar banyak mengenai rencana pembacaan putusan final KPPU tersebut. ”Kami harus menunggu sampai keputusannya dibacakan. Kami tidak mau berandai-andai,“ ujarnya. Eddy mengaku senang bila KPPU memang menjadikan penundaan program e-reporting serta tidak adanya pihak yang telah dirugikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dia berharap KPPU tidak akan memberikan sanksi apapun kepada BEJ karena rencana penerapan program e-reporting itu tidak jadi direalisasikan dan tidak merupakan pihak manapun. ”Kalau memang KPPU memasukkan hal-hal itu sebagai pertimbangan, berarti BEJ memang tidak layak untuk didenda kan?“ kata Eddy. Namun, dia mengatakan BEJ akan menerima keputusan KPPU sepanjang tidak dikenakan sanksi berupa denda. ”Kalau acceptable, kami akan terima keputusan KPPU. Tapi kalau memang kami nilai tidak fair, mau tidak mau kami pasti akan banding," tuturnya. Seperti diketahui, persoalan e-reporting timbul karena BEJ berencana menerapkan sistem pelaporan elektronik dengan menunjuk Limas Stokhomindo sebagai vendor penyedia tanpa melalui tender terbuka. KPPU memutuskan untuk lanjutkan pemeriksaan e-reporting ke tahap lanjutan pada 29 Maret 2005 dari tahap sebelumnya yaitu pemeriksaan pendahuluan karena BEJ diindikasikan melanggar pasal-pasal dalam UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat terutama terkait pasal diskriminasi. Dalam UU No.5 tahun 1999 pasal 19 ayat d disebutkan pelaku usaha dilarang melakukan satu atau beberapa kegiatan, baik sendiri maupun bersama pelaku usaha lain, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat berupa melakukan praktik diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu. (yes/wiw)
Multi Quote Quote
Tunggu flatliner baru masuk, bisa jadi ertx yg tak liquid atau malah jadi bnbr yg seksi
Multi Quote Quote
Keputusan KPPU : BEJ Tidak bersalah. Tidak merugikan Pihak Manapun. Kesalahannya hanya karena tidak melalui proses tender. Dan LMAS diperbolehkan utk ikut menjadi peserta tender. Tanda yang cukup positif untuk yang ngerti
Multi Quote Quote
Bandar mesti diteriakin tiap hari supaya ngerti. ::-@
Multi Quote Quote
Wah, ini saham terjun bebas yah dari level 950-an :-? Bisa gile tuh yg percaya info di koran bahwa LMAS mau ditarik ke 1300. Lalu pada borong LMAS yg skrg makin lemes smile
Multi Quote Quote
bandar udah mulai collect..d.an sedang ajak disco trader,….jadi nikmati aja tarian salsanya
Multi Quote Quote
Kemarin turun gara2 biangkerok e reporting, sekarang sudah clear masalahnya. Moga2 senin bisa menjadi hari titik baliknya LMAS Kasus Tender e-reporting KPPU Nyatakan BEJ Tak Bersalah Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan Bursa Efek Jakarta (BEJ) tidak terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan persaingan usaha yang tidak sehat sehubungan kasus tender e-reporting dan monitoring. Namun demikian KPPU memerintahkan BEJ agar memutuskan seluruh perjanjian yang ditandatangani dengan PT Limas Stokhomindo selaku pemenang tender, selambat-lambatnya 30 hari terhitung sejak menerima putusan ini. Demikian hasil keputusan KPPU yang digelar dalam sidang yang dibacakan oleh ketua majelis komisi pemeriksaan Pande Radja Silalahi dan anggotanya Sutrisno Iwantono dan Bambang Purnomo Adiwiyoto di Kantor KPPU, Jakarta, Jumat (3/6/2005). Hadir dalam kesempatan itu seluruh direksi BEJ kecuali Dirut Erry Firmansyah. Pemeriksaan KPPU dilakukan sejak 14 Februari 2005 hingga 29 Maret 2005. Pemeriksaan tersebut meliputi 5 orang saksi dengan 125 dokumen. Pemeriksaan kasus e-reporting dan monitoring ini merupakan tindak lanjut dari pemberitaan di media massa atas kegiatan pelaku usaha yang mengindikasikan persaingan usaha tidak sehat. Meski tidak melakukan pelanggaran, namun KPPU mencatat sejumlah kesalahan yang dilakukan BEJ, terutama penunjukan langsung tanpa melalui tender untuk sistem e-reporting dan monitoring. Penunjukan langsung ini dinilai diskriminatif karena tidak memberi kesempatan kepada pelaku usaha lain untuk mengikutinya. Namun demikian, ada hal-hal yang meringankan kasus itu seperti BEJ telah menunda sistem e-reporting dan belum adanya pihak yang dirugikan secara langsung. Dalam keputusannya, majelis komisi memutuskan, BEJ dan Limas tidak terbukti melanggar pasal 4, pasal 19 huruf d, pasal 25 ayat 1 huruf c UU No 5 tahun 1999. Menanggapi keputusan KPPU, Direktur Keanggotaan dan Perdagangan BEJ, MS Sembiring, mengaku bisa menerima keputusan tersebut. Sembiring menjelaskan, usulan-usulan KPPU seperti harus dibatalkannya perjanjian dengan Limas sudah dilakukan oleh BEJ pada Februari 2005 sebelum keputusan itu keluar. Saat ini BEJ masih mengkaji kelanjutan sistem e-reporting dan monitoring apakah akan dilakukan sendiri atau oleh pihak lain. Sembiring menambahkan, jika digelar tender dan Limas ikut, maka BEJ tidak bisa melarangnya. “Karena seperti yang diungkapkan KPPU, tidak boleh lagi ada diskriminasi,” ujar. (qom)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...