RAMAI-RAMAI RIGHT ISSUE... MAKIN RAMAI MAKIN RUSAK!

Dari pada bingung ,ajo ramai 2 nanja sama LB ,pawang BNBR !!
Multi Quote Quote
bung andai, maksudnya ni bila Anda punya modal harga atas, dan RI tidak Anda tebus, maka secara otomatis modal Anda tidak berubah sedangkan di sisi lainnya harga teoritis khn sudah berubah di pasar. dengan begitu bukankah modal Anda menjadi makin mahal. itulah yang mungkin dimaksud potential loss oleh bung spec adalah seperti itu juga.
Multi Quote Quote
yang saya heran, kenapa otoritas pasar modal mengijinkan emiten untuk menerbitkan saham baru dengan nominal yang berbeda-beda sementara harga pasar saham dihargai pada satu harga? dengan aturan bej yang berlaku saat ini, pembatasan ketentuan hanya berlaku untuk minimum harga saham = Rp 100. seharusnya perbedaan nilai nominal hanya diperbolehkan untuk kepemilikan pemerintah semata, yang memberikan voting rights khusus.
Multi Quote Quote
Penjelasan dilusi dgn contoh sederhana : awalnya beredar 100 lembar harga Rp 200, lalu ada right issue 100 lembar dengan harga Rp 100 maka efek dilusi ialah rata2 tertimbang = {(100 x Rp 200) + (100 x Rp 100)} / (100 lbr + 100 lbr) = Rp 150 –> harga teoritis yang bakal terbentuk ceteris paribus,.Jadi yang tak tebus RI rugi Rp 50 yaitu dari Rp 200 turun jadi 150.Jika tebus RI maka dia punya 200 lembar dengan harga rata2 Rp 150,- yang sama dengan harga teoritis setelah RI.Makin banyak jumlah lembar saham belum RI yang dimiliki maka makin banyak pula RI yang harus diambilnya untuk dapat mencapai harga teoritis after RI.Itu jika perbandingan RI nya 1 : 1.Lebih gawat lagi kalo 1:2 maka yang RI yang harus diambil adalah 2 kali lipatnya jumlah lembar saham dari yang semula dimiliki hanya semata2 untuk mencapai harga teoritis setelah RI ceteris paribus.Apakah kira2 dapat dimengerti engga ya?
Multi Quote Quote
Nah dg contoh jadi lebih jelas. Dari contoh diatas jadi seperti average down pd saat harga turun dong ya…. kalo nggak nebus ya udah pasrah terima potensial loss. Tapi kalau nebus trus harganya makin merosot ya makin dalam tenggelamnya…….. Thx buat penjelasannya.
Multi Quote Quote
Pada dasarnya RI itu Real Gambling, kalo orang banyak exercise right nya otomatis bd dapet cash flow seabrek-abrek, dan logikanya mereka akan nekan market price utk bisa ngumpulin RI yang diexercise dengan harga yang murah gitu, nah kalo ngak banyak yang exercise bd musti keluarin duit untuk tidak terdilusi kepemilikannya, so dia minta uangnya balik di kemudian hari dengan cara biasalah ulah bd, naikin trus cuci diatas, selain mereka masih punya barang duit mereka balik deh
Multi Quote Quote
Tidak perlu market price ditekan dgn suatu cara ttt, karena RI sudah otomatis menekan harga, APALAGI JIKA PERBANDINGAN RI BUKAN 1 : 1 TAPI LEBIH DARI ITU MIS 1 : 2 DST MAKA EFEK HARGA KETEKAN LEBIH DAHSYAT LAGI.Ini hukum BEJANA BERHUBUNGAN ARCHIMEDES. Bayangin saja ada berita RI saja harga sudah turun, makin dekat ke RI makin turun lagi, begitu RI mulai berlaku maka jika right ditebus hari ini selang 2 hari kemudian saham barunya langsung dimiliki dan bisa digelontor kepasar, jadi langsung pengaruh genjetannya terasa. Apalagi jika sahamnya DODOL MAKA EFEKNYA LENGKAPLAH SUDAH KAYA BOM ATOM ribuan korban berserakan seketika.
Multi Quote Quote
hmm kalo harga tebus rights 100 .. kira2 ada ga yah yg mau cutloss stlh nebus 100 gelontor ke market di harga 95 gitu? smile
Multi Quote Quote
Saham2 seperti ini harganya sebelum RS di Rp 10-15 artinya setelah RS Rp 50 - Rp 75, apalagi tambah RI makin keras saja tekanan harganya kearah bawah.Sekarang lagi dipancing dulu agar banyak orang benjol yang nebus RI dulu sebab duitnya diperlukan maka ditahanlah harga di Rp 105,- (minimum level diatas harga RI).Setelah duitnya terkumpul dan masa berlaku RI selesai maka bisa good by my love.Logika sederhananya RI itu tujuannya buat ngeruk duit dari banyak investor yang kejebak dan bukan karena perusahaannya ok.Hasil duit kerukan itu kemudian mana mungkin dipakai buat naikin harga sahamnya karena itu sama dengan sinterklas bagi2 duit.
Multi Quote Quote
Ngomong2 ada yg tau nggak apakah bisa Emiten melakukan RI tanpa persetujuan RUPS / RUPSLB? Multipolar baru mau RUPS tanggal 27 Mei nanti tapi kok sudah merencanakan RI ya… :-?
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...