RAMAI-RAMAI RIGHT ISSUE... MAKIN RAMAI MAKIN RUSAK!

Dari jaman dulu memang harus hati2 bila ada saham (terutama second liner) yang laporan keuangannya cukup bagus, harganya terlihat “undervalue” namun di market digebugin teruuus… Trus tau2 nongol berita Right Issue (for Emitern, Wrong Investment Selection for retail investor :keselsmile Mending kalo perbandingannya masuk akal… kalo perbandingan RInya gede macem 25:62 atau 4:5 atau 1:5… Buah simalakama bagi investor kecil, bila nggak ditebus, sahamnya terdilusi setengahnya atau lebih! Bila mau dtebuspun mungkin kesulitan keuangan atau bilapun ada duit namun modal rata2nya masih mahal :marah: Makanya ikutin petuah sederhana ini … kalo saham kita sudah potential loss sampai 10% dari harga beli (terlebih bila TANPA ada berita apapun saat itu) sebaiknya di CUT LOSS aja dulu… :#-o Bagi para “penggemar” Bakrie dan Lippo silakan ulasannya di sini… smile
Multi Quote Quote
wah gw ga setuju ni kalau bilang saham RI = Wrong selection. actually, di Indonesia aja yang aneh. kenapa perusahaan mau RI malah dibilang jelek? bukankah RI memang untuk expansi atau paling ga memperkuat struktur permodalan?? dengan begitu berarti perusahaan mau maju donk. kenapa malah dibilang jelek? tapi kata-kata gw ini terlepas dari niat jahat emiten yang mau mendilusi kepemilikan retail atau niat busuk lainnya. secara logis, RI=mempercantik Lap Keu.
Multi Quote Quote
Maksimum Right Issue yang sehat adalah 1:1, tidak boleh lebih dari 1x, jika lebih dari 1x maka itu nama-nya pemerasan secara halus. Hari ini BNBR diangkat bandar ke 115-120 supaya banyak retail mau menebus RI-nya di harga 100, jika sudah ditebus pasti dibanting lagi ke bawah 100. Saya sudah pernah memprediksikan BNBR akan ke 120 setelah RI. Coba kalau berani, resiko tanggung sendiri smile. Santai aja mau tebus atau gak cobalah spekulasi sendiri.
Multi Quote Quote
RI cukup bagus kalau untuk expansi usaha yang dapat mendatangkan laba yang besar. Untuk emiten BNBR butuh maksimum 1 T, tapi di RI di 1.9 T. Apakah gak kebanyakan ratio 2.5x untuk RI? Coba Renungkan !!! Ingat sampai sekarang BNBR masih merugi, mumpung skrg 120 jual saja
Multi Quote Quote
Yang pasti anak pintar jangan tebus RI BNBR…. OK :p .
Multi Quote Quote
Yang pasti anak pintar jangan tebus RI BNBR…. OK :p . Belum tentu bung Gober.. gerakan investasi di BNBR banyak yang bilang seperti judi.. tapi menurut aku lebih mirip permainan catur.. masing-masing berusaha untuk atur strategi agar tidak salah langkah. Kalau saat ini adalah hari terakhir sebelum tebus RI … memang tidak tebus RI adalah paling bijaksana.. kalau punya RI jual aja. Tapi kalau harga jatuh mendekati RI pada saat hari terakhir… opsi tebus RI adalah pilihan bijak.
Multi Quote Quote
Kalo saham kita terdilusi lalu efeknya apa ? Apa cuma prosentase kepemilikan yg kian mengecil ( nggak penting kan buat investor kecil ? ) atau ada efek lainnya ?
Multi Quote Quote
bila saham terdilusi masih ga terlalu mengkhawatirkan. tapi yang mengkhawatirkan adalah modal Anda yang menjadi semakin mahal dengan terdilusinya porsi Anda.
Multi Quote Quote
Kalo saham kita terdilusi lalu efeknya apa ? Apa cuma prosentase kepemilikan yg kian mengecil ( nggak penting kan buat investor kecil ? ) atau ada efek lainnya ? Yg pasti (bila tidak ditebus) bakal terdilusi. Efeknya jelas besar…. POTENTIAL LOSS :marah: Coba you bulan lalu beli BNBR harga 200an perak ke atas… bagaimana??? Coba you punya modal MLPL harga 300an perak… bagaimana…??? Jadi ditebus atau tidak ditebus itu RInya, yg jelas bila you beli saham2 tsb di harga “atas” = telah “dipaksa” untuk menyumbangkan duit kepada em…eh bandar… :evil :$-) :$-) :evil
Multi Quote Quote
hmmm koq saya malah tambah bingung ya…… Bung jsx bilang modal saya jadi semakin mahal dg terdilusinya porsi (kepemilikan), maksudnya gimana ? Bung spec bilang efeknya potensial loss, ya kalau beli di harga atas dan skrg harganya turun ya potensial loss tapi hubungannya dg dilusinya dimana ? Yg bisa saya bayangkan (efek dilusi saham) adlh: - porsi kepemilikan makin kecil otomatis sbg pemegang saham minoritas makin nggak punya hak suara. - krn saham beredar makin banyak maka eps makin kecil shg bila ada dividen maka dividen per saham pun makin kecil. Dua hal diatas jelas negatif buat investor, tapi ya karena saya awam mengenai hal ini mungkin ada efek (negatif) lainnya yg tidak terpikirkan. Jadi tolong ditambah dong penjelasannya…
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...